Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
Terjebak


__ADS_3

Kediaman Xiao Er(pagi hari)


Pagi-pagi buta Fang Hua dibantu Yi dan para pelayan mengemasi pakaian serta barang-barang.Putra Mahkota terbangun dari tidurnya,karna suara brisik yg ditimbulkan dari mereka.


"Pagi sekali kamu sudah bangun"ucap Putra Mahkota sembari mengeryipkan mata dan menguap.


"Bukannya kita akan kembali hari ini?"tanya Feng Hua.


"Kita menginap 2 hari lagi saja"ucap Putra Mahkota.


"Ohh,begitu..


Tolong kembalikan seperti semula"ucap Fang Hua sembari memandang Yi dan para dayang.Kemudian para dayang mengembalikan pakaian dan barang-barang seperti semula.


"Sudah tertata rapi,lalu hanya dengan satu kalimat merubah semuanya"gumam Fang Hua kesal dibatinnya.


Yang Mulia Putri Mahkota...Yang Mulia Putri Mahkota...


terdengar suara memanggil Fang Hua dari luar kamar.Fang Hua kemudian keluar bersama dengan Yi,sedangkan Putra Mahkota menyusul dari belakang.


"Iya ada apa?"tanya Fang Hua penasaran.


"Kami diminta bekerja di kediaman Yang Mulia,Apakah itu benar?"tanya salah satu dari mereka.


"Orang-orang yg ku minta pada mereka rupanya"gumam Fang Hua dibenaknya.


"Benar,ternyata kalian yaa.Baiklah,mulai sekarang bekerjalah untukku.Yi akan menunjukkan kamar dan tugas yg kalian akan lakukan"ucap Fang Hua sembari melirik Yi.


"Oh,yaa.Aku baru ingat sekarang.Kenapa tak ada penjaga dan pelayan di kediamanmu?"ucap Putra Mahkota penasaran.


"Karna wajah ini, aku tidak memiliki pelayan.Sedangkan para penjaga mereka tak ada, karna semua dibunuh oleh perampok"ucap Fang Hua.


"Tapi kamu tidak terluka kan?"ucap Putra Mahkota khawatir.


"Iya,aku tidak apa-apa"ucap Fang Hua riang.


"Baguslah.."ucap Putra Mahkota,sembari menghela nafas.


Setelah itu Putra Mahkota pergi mandi,yang mana sudah dipersiapkan pemandiannya oleh para pelayan.Sedangkan Fang Hua pergi ke taman,lalu membunyikan peluitnya.Tak lama merekapun bermunculan.


"Salam nona"ucap mereka bersamaan,sembari memberi hormat.

__ADS_1


"Lapor nona,orang yg datang padamu adalah para penjaga dan pelayan yg akan melayanimu dengan setia"tegas Diwei.


"Aku sudah tau,terimakasih sudah mencarikan untukku"ucap Fang Hua ramah.


"Bagaimana soal Selir Pertama Huaran,nona?"tanya Diwei penasaran.


"Aku akan menjebaknya"jawab Fang Hua santai.


"Bagaimana dengan tugas ke 3,nona?"tanya Diwei lagi.


"Sejujurnya aku juga bingung,jika kamu ikut denganku.Karna di istana dijaga sangat ketat,tentu aku tidak membutuhkan kalian.Kecuali kalau aku meminta ijin pada Putra Mahkota"balas Fang Hua.


"Maaf nona,tapi kami tidak ingin diketahui yg lain.Kami bekas pembunuh,takutnya ada yg mengenali kami"ucap Diwei,sembari menundukkan kepala.


"Maafkan aku nona.Sebenarnya aku ingin berada disisimu untuk menjaga dan melindungimu.Tapi karna keadaan yg tidak memungkinkan"ucap Diwei sedih dalam hati.


"Hmm,kalau begitu jaga kediaman dan keluargaku saja"ucap Fang Hua.


"Terimakasih,nona.Kami undur diri"ucap Diwei.Kemudian mereka berlalu pergi.


Setelah itu Fang Hua kembali ke kamarnya,lalu menyuruh Yi membawa tabib dan membeli jarum perak.Fang Hua menunggu Yi, sambil menata rambut Putra Mahkota.Yg mana Putra Mahkota sudah selesai mandi dan memintanya melakukan itu.Tanpa sengaja Fang Hua menyisir rambut Putra Mahkota dengan melamun.Fang Hua sontak kaget ,saat Putra Mahkota memegang tangannya.


"Apa yg sedang kamu pikirkan istriku?"tanya Putra Mahkota penasaran.


"Tidak apa-apa Putra Mahkota"jawab Fang Hua,sembari menyisir rambut Putra Mahkota dengan cepat.Kemudian menggulungnya dengan rapi.


"Ohh,ya.Mereka berpikir kita akan kembali ke istana hari ini.Mereka pasti sedang menyiapkan sarapan pagi ini."ucap Putra Mahkota.Mendengar ucapan Putra Mahkota,Fang Hua hanya menganggukan kepala tanpa suara.


Terdengar dari kejauhan salah satu dayang meminta masuk.Fang Hua lalu mengijinkannya masuk.


"Yang Mulia,pelayan Perdana Mentri Xiao memberi pesan.Yang Mulia Putri Mahkota dan Yang Mulia Putra Mahkota untuk sarapan di aula pertemuan,sebelum pulang ke istana"ucap dayang istana.


"Baiklah,kamu boleh kembali sekarang"ucap Fang Hua.


"Mari istriku ke aula pertemuan"ucap Putra Mahkota seraya menggandeng tangan Fang Hua.


"Baik,suamiku"ucap Fang Hua riang.


Saat sudah di luar kamar.Fang Hua meminta pelayan yg ada di kediamannya untuk memberitahu Yi.Jika Yi mencarinya,Fang Hua ada di aula pertemuan.


__________

__ADS_1


Aula pertemuan(pagi hari)


Mereka semua pun berkumpul dan berbincang-bincang santai sebentar.Kemudian Permaisuri Lian menyuruh para pelayan membawakan makanan dan minuman.Fang Hua mengawasi pelayan yg membawa makanan dan minuman padanya,juga mengawasi Selir Pertama Huaran disaat yg sama.


Selir Pertama Huaran kaget dan gugup,saat dia mengawasi Fang Hua.Mata mereka saling bertemu.


Tiba-tiba Yi datang dan berbisik di telinga Fang Hua,Fang Huapun juga berbisik di telinga Yi.Yi kemudian memberikan sapu tangan yg berisi jarum perak padanya,lalu berlalu pergi.


Melihat Yi dan Fang Hua saling berbisik,Selir Pertama Huaran menaruh curiga.


"Ada dimsum,bakpao ,dan mantou,juga teh.Yg mana ada racunnya?"tanya Fang Hua dibenaknya,sembari melirik Selir Pertama Huaran yg sedang melihatnya.


"Kenapa dia belum makan apapun?!"gumam Selir Pertama Huaran dibenaknya,sembari meminum teh dan memperhatikan Fang Hua.


"Ohh,ya.Karna aku sasarannya bagaimana aku menyuapi Putra Mahkota dan lihat reaksi Selir Pertama Huaran hehe.Biar lebih gampang dibanding harus menusuk-nusuk dengan jarum perak"ucap Fang Hua dibenaknya,sembari memasukkan sapu tangan itu kedepan bajunya.


"Suamiku,biarkan aku menyuapimu ya?"bujuk Fang Hua.


"Baiklah,istriku"ucap Putra Mahkota senang.


"Haduhh,Xiao Er sangat perhatian hehe"gumam Putra Mahkota dibenaknya.


Fang Hua menyodorkan bakpao ke mulut Putra Mahkota,lalu melirik ke Selir Huaran.Selir Huaran bersikap biasa saja,Putra Mahkota yg tidak tau-menau soal racun itu memakan bakpao tersebut dengan semangat.Karena sikap Selir Pertama Huaran biasa saja,Fang Hua kemudian menyodorkan dimsum dan mantou.Selir Pertama Huaran masih bersikap biasa,namun saat Fang Hua mengisi teh ke cangkir kosong di depannya.Lalu menyodorkan ke mulut Putra Mahkota,ekspresi wajah Selir Pertama Huaran panik.


"Kena kamu sekarang!"gumam Fang Hua senang dalam hati,sembari menaruh cangkir teh tersebut ke atas meja.Terlihat wajah lega dari Selir Pertama Huaran,saat Fang Hua tak jadi memberikan teh tersebut pada Putra Mahkota.


Xiao Jiao sangat cemburu melihat Fang Hua menyuapi Putra Mahkota berulang kali.Sedangkan Permaisuri Lian dan Perdana Mentri Xiao sangat senang melihat hal itu.Kalau para selir dan yg lain,hanya diam saja menganggap tak melihat mereka.


"Kenapa kamu ngga jadi memberikan teh itu?"gumam Putra Mahkota sembari memanyunkan bibirnya.


"Maaf suamiku,teh itu bukan untukmu"lirih Fang Hua.


Putra Mahkota yg mendengar hal itu merasa heran.


"Bagiku bibi orang yg paling mengerti Xiao Er dan sering memperhatikan Xiao Er dari dulu"ucap Fang Hua pura-pura.Sembari mengambil teh itu dari meja,kemudian berdiri.Lalu berjalan menuju Selir Pertama Huaran.Selir Pertama Huaran yg melihatnya sangat panik.Fang Hua yg menyadari kepanikan Selir Huaran,hanya tersenyum licik di balik cadarnya.


"Apa yg akan dia perbuat dengan teh itu?!"teriak Selir Pertama Huaran ketakutan dibatinnya.


"Minumlah teh ini sebagai rasa ucap trimakasihku,Bibi"ucap Fang Hua sembari menyodorkan teh tersebut.Saat Feng Hua sudah berada di depannya.


Jangan lupa like dan favorit 😘

__ADS_1


Makasih sudah baca😊🙏


__ADS_2