Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#66


__ADS_3

Kediaman Kaisar Wen(Siang hari)


Kaisar Wen dan Permaisuri Fen sedang menikmati makan siangnya bersama.Disaat itu,Feng Hua mendatanginya.


"Lapor Yang Mulia Kaisar....Yang Mulia Putri Mahkota datang berkunjung"ucap kasim kepercayaan Kaisar Wen.


"Putri Mahkota??Ada apa dia datang kemari??


Ohh iya,aku lupa soal surat cerai Li Zhishu"ucap Kaisar Wen.


"Ahh sial!!Susah payah aku mengalihkan perhatian Kaisar untuk melupakan soal Li Zhishu.Dia malah datang kemari!!!"ucap Permaisuri Fen marah dibenaknya.


Kaisar Wen kemudian menemui Feng Hua yg sedang duduk menunggu disebuah ruangan.


"Jadi...Ada apa Putri Mahkota siang-siang begini datang kemari...."ucap Kaisar Wen.


Feng Hua lalu berdiri memberi salam dan hormat.


"Xiao Er kesini untuk meminta surat cerai ayahanda Kaisar...."


"Apakah Putra Mahkota belum mengatakannya?"


"Sudah...Tetapi Xiao Er tetap menginginkannya.Xiao Er mohon....Ayahanda Kaisar mau mengabulkannya...."ucap Feng Hua hingga bersujud ke lantai.


"Astaga!Kamu memintanya hingga bersujud begitu...Aku heran,kenapa kamu sampai berselingkuh dengan laki-laki itu...


Apakah ini karna Putra Mahkota menikahi Li Zhishu?


Harusnya pagi ini,aku mengirimkan surat perceraian mereka.Tetapi entah bagaimana aku bisa lupa.Dan baru sekarang aku mengingatnya.Jika memang karna itu,aku akan membuat mereka bercerai siang ini juga.Jadi Putri Mahkota tolong urungkan niatmu...."


"Tidak perlu membuat mereka bercerai ayahanda Kaisar....


Ini murni keinginan Xiao Er...


Dan tolong ayahanda Kaisar mengabulkannya..."


"Tidak....Kalian tidak boleh bercerai....!!!"


"Tapi... Apa kata orang,jika Putri Mahkota hamil dari laki-laki lain..."


"Ha-hamil??!!!"


"Xiao Er belum hamil sekarang,tapi pastinya nanti kan terjadi.Karna Xiao Er sudah melakukan hal itu dengan lelaki itu"


"Aku sudah tau dari Putra Mahkota.Jika memang begitu,gugurkan saja dan jangan sampai orang lain tau"


"Xiao Er tidak mau menggugurkannya!!Jika ayahanda memaksa begitu,lebih baik Xiao Er mati saja!!!Xiao Er akan bunuh diri!!!Untuk apa Xiao Er hidup,bila bayi Xiao Er nantinya digugurkan.Bagaimanapun dia adalah bayiku...."


"Ti-tidak jangan....."


"Apa yg harus aku lakukan?!Aku tidak bisa menceraikan mereka....Kalau mereka bercerai,takutnya kerajaan Yue tidak mau melindungi kerajaan ini bila terjadi sesuatu nantinya....


Aku ingin tau siapakah laki-laki itu?!Laki-laki yg menghancurkan rencanaku dan membuat keamanan kerajaan Zhou terguncang...


Akanku bunuh laki-laki itu!!"ucap Kaisar Wen dibenaknya sembari duduk termenung.


"Siapakah laki-laki itu Putri Mahkota?"


"Kenapa malah bertanya begitu....


Tunggu....


Bukankah Putra Mahkota pernah bilang,kalau ayahanda ingin membunuhnya.Aku harus berhati-hati"ucap Feng Hua dibenaknya.


"Dia hanya laki-laki yg Xiao Er cintai...."


"Sial!!Kamu tidak mau memberitahu...

__ADS_1


Tidak apa,bila kamu tidak mengatakannya.Karna aku akan menyuruh pengawal yg aku kirimkan dikediamanmu untuk memata-mataimu.


Aku yakin kalian pasti akan bertemu suatu saat nanti.Dan saat itu terjadi,aku akan langsung menyuruh mereka untuk membunuhnya secara diam-diam!


Karna kamu menginginkan bayi itu...


Maka biarkan bayi itu lahir...


Setelah laki-laki itu mati....


Putra Mahkota yg akan menggantikannya menjadi ayah dari bayi itu.Kamu akan bertahan dan berterimakasih pada Putra Mahkota....


Sempurna!!!


Sekarang,aku hanya akan berpura seakan menyutujuinya...


Lalu mengulur waktu,hingga laki-laki itu diketemukan"ucap Kaisar Wen dibenaknya.


"Haaah....Baiklah....


Kamu boleh bercerai dari Putra Mahkota.Setelah keluarga kerajaan Yue datang kemari"


"Tapi kenapa ayahanda Kaisar??Kenapa harus setelah keluarga kerajaan Yue datang???"


"Mereka ingin mengucapkan selamat untuk pernikahan kalian.Jadi... Tunggulah mereka datang..."


"Kerajaan Yue??"


"Baiklah.Xiao Er akan bersedia menunggu...Xiao Er harap ayahanda Kaisar tidak berbohong dan berjanji mengabulkan permintaan Xiao Er"


"Aku berjanji...Kamu bisa memegang kata-kataku.Jadi bertahan dan bersabarlah...."


"Baiklah ayahanda Kaisar....


Kalau begitu,Xiao Er undur diri"


__________


Diwei mengira ayahnya sudah tidur.Dia masih terjaga dengan melihat bulan dari jendela kamarnya.Dan juga sambil memegang cadar Feng Hua yg tertinggal saat memakai baju dayang kerajaan Xia.Dia lalu bernyanyi"Aku rindu...Aku ingin bertemu...


Kamu sedang apa disana??


Aku ingin memilikimu tapi aku takut....


Aku takut,itu hanya sebatas angan saja....


Aku mencintaimu...Sangat mencintaimu..."


Tiba-tiba terdengar suara tepukan tangan dari arah belakangnya.Diwei kemudian menengok lalu melihat Weiheng telah memasuki kamarnya,yg mana pintu kamarnya sedang terbuka.


"Ehh Ayah...Aku kira ayah sudah tidur..."


Weiheng lalu berjalan mendekati putranya itu.


"Suaramu bagus juga...."


"Diwei harap.Itu benar-benar pujian haha..."


Weiheng lalu menyenggol bahu Diwei dan berkata"kamu ini..."


"Ayah kenapa datang kemari,ditengah malam begini?"


"Aku hanya ingin melihatmu saja...


Aku kira kamu sudah tidur..."


"Belum ayah...Hehehe"

__ADS_1


"Ngomong-ngomong lagu apa yg kamu nyanyikan??Aku belum pernah mendengarnya selama ini"


"Hahaha itu hanya...Ungkapan perasaan Diwei saat ini ayah..."


"Hmm...Begitu...


Tidak ada yg tidak mungkin Diwei...


Kalian bisa melakukan hal itu saja adalah kemustahilan yg sangat luar biasa...


Jadi...berjuanglah!"


"Maksud ayah??Melakukan apa???"


"Jangan pura-pura begitu....Ping mengatakan semuanya hehe..."


"Ohh pantas saja..."


"Ayah merestui kalian...Ayah harap kalian bisa menikah secepatnya"


"Terimakasih atas dukungannya ayah...


Tapi Xiao Er belum bercerai dari Putra Mahkota...Jadi aku tidak bisa melakukan apa-apa"


"Ohh begitu...Apakah kamu hanya akan diam saja?


"Tidak ayah...Aku juga sedang memikirkan caranya..."


"Hmm..."


"Tapi...Meski begitu.Besok Diwei akan menemuinya untuk mengembalikan cadarnya yg tertinggal..."


"Ayah akan ikut"


"Hah...?!Untuk apa ayah...."


"Untuk membantumu mempercepat pernikahanmu dengannya"


"Tapi..."


"Jangan ragu pada ayah...


Ayah akan membantumu....


Tanpa perjuangan ayah dulu...Mana mungkin sekarang kamu ada disini bersama ayah..."


"Hahaha baiklah...Terimakasih Ayah!Terimakasih!!!"


Diwei kemudian memberikan pelukan hangat pada Weiheng.Weiheng membalas pelukan itu dengan memeluk balik.


"Maaf sebelumnya telah melarangmu...


Aku harap kamu bisa bersama dengan orang yg kamu cintai.Sama seperti aku dan ibumu..."ucap Weiheng dibenaknya.


Weiheng lalu menepuk beberapa kali bahu Diwei sambil mengucapkan"Maafkan ayah yg tadinya tidak mendukungmu...Dan seharusnya ayahlah yg berterimakasih padamu,karna sudah memilih calon menantu yg cantik hahaha"


Mereka lalu melepaskan pelukan masing-masing dan tertawa bersama.Setelah cukup puas tertawa,Diwei kemudian meledeknya"Kalau Xiao Er tau dia akan sangat senang memiliki ayah mertua sepertimu..."


"Tentu saja...Aku adalah ayah mertua idaman..."


"Hahaha ayah membuatku sakit perut..."


"Jangan tertawa lagi...Kasihan para anggota yg sedang tidur...Bisa-bisa mereka nanti bermimpi buruk karna tertawamu hahaha..."


"Ayah menyuruhku untuk berhenti tertawa...Tapi ayah sendiri seperti itu hahaha"


"Sudah...Sudah....Hentikan tawamu sekarang...

__ADS_1


Ini sudah sangat malam...Tidurlah sekarang Diwei...."


"Baik ayah..."


__ADS_2