
Kediaman Putra Mahkota(pagi hari)
"Nona bangun...Nona...."teriak Yi sambil mengguncangkan badan Feng Hua berulang kali.
"Hmm...iya..."ucap Feng Hua dengan membuka matanya lalu menguceknya dengan tangannya.
"Nona...Ada berita baik dari dayang yg melayani Yang Mulia Permaisuri Fen..."
"Berita baik...??Apa itu?"
"Mulai hari ini Nona sudah memiliki kediaman sendiri yaitu kediaman Mudan.Dayang itu bilang Nona bisa memindahkan barang-barang pagi ini"
"Apa??Memindahkan barang....Kediaman???"
"Iya...Sebenarnya selama ini Yi malu terhadap dayang-dayang disini...Nona tidak mendapatkan kediaman sendiri sejak menikah,sedangkan selir baru sudah mendapatkan kediamannya.Bahkan sehari setelah menikah...
Mereka mengatakan Nona tidak diperhatikan,meski tinggal di kediaman Yang Mulia Putra Mahkota"
"Lancang sekali mereka berucap seperti itu!!!"
"Iya Nona.."
"Tapi biarkan saja...Karna aku juga akan pergi dari sini"
"A-apa maksud NONA!!"
"Aku dan Putra Mahkota akan bercerai..."
"Nona....Kenapa bercerai....Kalian adalah pasangan serasi...."
"Begitulah hidup...yg serasi belum tentu akan bertahan lama"
"Hmm...Begitu...Sungguh disayangkan..."
"Ngomong-ngomong dimana Putra Mahkota?Sepertinya dia tidak tidur disini semalam..."
"Yi..."
"Sepertinya kamu enggan memberitahu..."
"Maafkan Yi...Yang Mulia Putra Mahkota sepertinya tidur di kediaman Chuju,Selir Li"
"Ohh begitu...Baguslah..."
"Nona yg benar saja!!!Kenapa Nona berkata baguslah...Seharusnya nona marah...Nona baru kembali ke istana setelah sekian lama...!!"
"Tapikan kami akan bercerai..."
"Tapi surat itu belum keluar Nona..."
"Biarkan saja Yi...Aku sudah merelakannya..."
"Nona.....Aku jadi sedih mendengarnya..."
__ADS_1
"Sudahlah....Aku ingin mandi sekarang.Tolong kamu siapkan pemandiannya..."
"Sudah siap nona..."
"Ohh,baiklah.Terimakasih Yi.Kalau begitu aku mandi dulu"
"Disaat Nona mandi,Yi akan menyiapkan sarapan"
"Iya"
..........
Setelah mandi dan sarapan,Feng Hua dan semua dayang,pelayan,kasim termasuk Yi memindahkan semua barang menuju kediaman Mudan.Saat sesampainya disana,mereka dikejutkan akan banyaknya pengawal berbaris berurutan menyambutnya dengan memberi penghormatan.
Feng Hua lalu berbisik ditelinga Yi."Apakah ini memang benar kediaman Mudan yg diperuntukkan untukku??Kenapa banyak pengawal??"
"Iya.Nona...."balas Yi berbisik.
"Bukankah 30 orang sudah cukup untukku.Lagipula disetiap sudut dan sekitar istana mendapatkan penjagaan juga...Bukankah ini terlalu berlebihan?"
"Sudahlah Nona...Mungkin karna Nona diculik kemarin membuat Yang Mulia Putra Mahkota menyuruh banyak pengawal menjaga Nona sekarang"
"Mungkin saja"
Melihat Feng Hua dan Yi saling berbisik.Pemimpin para pengawal pun maju menjelaskan.
"Mohon maafkan kelancangan hamba menyela pembicaraan Yang Mulia Putri Mahkota dengan dayang.Hamba ingin mengatakan,bahwa hamba dan yg lainnya diperintahkan untuk menjaga dan melindungi Yang Mulia Putri Mahkota"
"Tetapi kalian terlalu banyak...Apakah memang begitu..."
Feng Hua dan para dayang sangat terkejut sekaligus senang mendengarnya.
"Apa aku sedang bermimpi?"ucap Yi sembari mencubit pipi kanannya,lalu menjerit kesakitan.
"Aku kira hanya pengawal istana saja,tapi juga pengawal bayangan!
Kenapa Kaisar memerintahkannya begitu?
Ohh ya,bukankah aku menyuruh Putra Mahkota memberiku surat cerai....Mungkinkah dia melaporkannya pada Kaisar??"ucap Feng Hua dibenaknya.
"Baiklah...Lakukanlah tugas kalian...."
"Baik.Yang Mulia!"
Kemudian para pengawal istana pun,berjaga disetiap sudut halaman kediaman Mudan.Feng Hua lalu menyuruh Yi dan semuanya untuk memasukkan dan menata barang-barang ke kediamannya yg baru itu.
..........
Tak terasa pagi haripun berlalu.Kini waktu menunjukkan makan siang.Feng Hua sedang makan siang,dan tiba-tiba Putra Mahkota mendatanginya.
"Ternyata kamu sedang makan siang.Yi tolong siapkan makan siangku juga..."ucap Putra Mahkota.
"Baik.Yang Mulia"balas Yi.
__ADS_1
"Untuk apa kamu makan siang disini....Kembalilah ke kediaman Chuju..."ucap Feng Hua dingin.
"Jadi kamu cemburu yaa..."ledek Putra Mahkota sembari menyentuh pipi Feng Hua yg sedang tidak menggunakan cadarnya.
Feng Hua lalu menepis tangan Putra Mahkota dan bertanya"Mana surat cerainya?"
"Ayahanda Kaisar tidak mengijinkan kita bercerai"ucap Putra Mahkota dengan sombongnya.
Feng Hua terkejut dan marah,hingga menggebrak meja dan berucap"Kenapa bisa begitu?!!Apa yg kamu ucapkan sehingga ayahanda Kaisar tidak mengijinkannya....Dan sebenarnya,jika kamu sudah memberikan surat cerai itu padaku...Ayahanda Kaisar pasti mau ataupun tidak akan menyutujuinya"
"Sudah kuduga.Dia pasti melaporkannya pada ayahanda Kaisar...Benar-benar menyebalkan!!"ucap Feng Hua kesal dibenaknya.
"Bukankah kamu pernah mengatakan.Jika aku tidak memberikan surat cerai untukmu,kamu akan memintanya pada ayahanda Kaisar.Dan...Lihatlah...Bahkan ayahanda Kaisar tidak menyetujuinya.Jadi berhentilah untuk meminta surat cerai...."
"Apa yg ada dipikiranmu sih...Aku sudah disentuh oleh Diwei...
Ohh ya,kamu pasti belum mengatakannya pada ayahanda Kaisar...Bukan??"
"Aku sudah mengatakan kamu berselingkuh dan melakukan hubungan itu"
"Tapi...Kenapa?!Kenapa ayahanda Kaisar tidak mengijinkan?!"
"Aku tidak tau kenapa.Bahkan dia bertanya tentang siapa laki-laki itu dan ingin membunuhnya"
"A-apa...."
"Sekarang keputusan berada ditanganmu.Lalu mana yg kamu pilih....Memperjuangkan Diwei atau tetap tinggal berada disisiku??"
"Kenapa jadi begini...Meski begitu,aku harus bisa bercerai darimu"ucap Feng Hua meyakinkan diri dibenaknya.
"Ohh ya.Aku hampir lupa,kedua orangtuamu akan kemari besok pagi"
"Iya"
Putra Mahkota kemudian duduk disamping Feng Hua.Lalu mengambil tangan Feng Hua sambil berkata"Tidak bisakah kita seperti sebelumnya....Aku sangat mencintaimu..."
"Ohh,jadi kamu mencintaiku....Kamu memang mencintaiku...Tapi apakah kamu akan menerimaku bila aku hamil anak orang lain?"ucap Feng Hua dibenaknya.
"Kalau nanti aku hamil anak milik Diwei bagaimana?Apakah kamu akan menerimanya??"
"Itu..."
"Kamu tidak bisa menjawabnya bukan??!!Kalau Diwei,dia pasti akan menerimanya.Aku harus mendapatkan surat itu hari ini!!Aku benar-benar ingin secepatnya keluar dari sini!!!"ucap Feng Hua dibenaknya.
"Tentu tidak bukan??Jadi,jangan mengatakan hal itu"ucap Feng Hua sembari melepaskan tangan Putra Mahkota,kemudian berdiri.
"Kamu mau kemana...?"
"Tiba-tiba aku teringat,ada barangku yg tertinggal di kediamanmu.Aku ingin mengambilnya.Jadi duduk dan makanlah....Aku akan segera kembali"
Tiba-tiba Yi dan para dayang datang membawa makan siang Putra Mahkota.
"Pas sekali bukan??Makan siangmu telah tiba.Aku pergi dulu...."ucap Feng Hua,lalu berlalu pergi.
__ADS_1
"Kenapa aku melupakan hal itu!!Aku tidak bisa menerimanya!!!Sungguh tidak bisa!!!!"ucap Putra Mahkota dibenaknya.