
"Berhenti...dimana Ping?"teriak Diwei,sembari menghentikan larinya.
Mendengar teriakan Diwei.Fai dan Ho kemudian menghentikan larinya.
"Ping?"balas Ho bingung.
"Jangan-jangan...dia..."ucap Fai khawatir.
"Ayo,kita kembali!"seru Diwei.
Diwei,Fai,dan Ho lalu kembali ke pepohonan, tempat mereka sembunyi sebelumnya.Mereka terkejut melihat para penjaga sedang memandang Ping yg sedang terbaring di tanah.
Ho yg mengira Ping disakiti kemudian memarahinya"Kalian apakan teman kami?!Berkat kami,kalian mendapatkan pekerjaan dari Nona Xiao Er.Tapi ini balasannya?!"
"Kami ngga ngapa-ngapain Ping kok..
Justru kami yg bingung,kenapa dia terbaring di tanah"ucap salah satu penjaga.
Setelah mendengarkan ucapan salah satu dari penjaga,Ho merasa tenang lalu meminta maaf"Maafin aku.Aku kira kalian yg menyebabkannya begitu"
"Kami tidak tau Ping bisa terbaring disini karna apa.Tapi yg kami tau, Yang Mulia Putra Mahkota berteriak memanggil kami untuk kemari.Yang Mulia Putra Mahkota mengira Ping adalah penyusup,lalu Yang Mulia Putri Mahkota datang membela"ucap penjaga yg lainnya.
Setelah mendengar perkataan penjaga,Ho bergumam dengan gelisah"Wahh,gawat...Yang Mulia Putra Mahkota sudah tau kita"
"Apa yg harus kita lakukan Diwei?"tanya Fai cemas.
"Kasian Nona.Kita sudah tidak bisa menutupinya lagi,daripada nanti Nona dikira berbohong"balas Diwei serius.
"Kita harus menjelaskannya pada Yang Mulia Putra Mahkota"ucap Fai,sembari melirik Diwei dan Ho bersamaan.
Diwei dan Ho mengangguk setuju.
"Baiklah,aku akan menggendong Ping.Tolong bantu aku"ucap Ho,sembari menampilkan punggungnya dan merendahkan tubuhnya.
Para penjaga kemudian membantu menaruh tubuh Ping diatas punggung Ho.
Setelah Ho menggendong Ping,mereka kemudian bergegas menemui Putra Mahkota dan Feng Hua.Tak lama,merekapun menemukan Putra Mahkota dan Feng Hua yg sedang duduk didalam Gazebo.
"Salam Yang Mulia Putra Mahkota dan Yang Mulia Putri Mahkota"ucap Diwei,Fai,dan Ho bersamaan,sembari memberi hormat.
"Kalian siapa ya?"tanya Putra Mahkota heran.
Lalu Putra Mahkota menatap mereka satu-persatu,termasuk Ping yg digendong Ho.Setelah melihat Ping,Putra Mahkota berasumsi mereka adalah pengawal bayangan Feng Hua.
"Kalian pengawal bayangan Xiao Er?"tanya Putra Mahkota.
"Ya.Yang Mulia"ucap mereka serempak.
Kemudian Putra Mahkota menemukan ke anehan pada Diwei.Putra Mahkota menatap Diwei dari atas sampai bawah.
"Sepertinya kita pernah bertemu"ujar Putra Mahkota,dengan mengerutkan dahi.
"Benar,Yang Mulia.Hamba Diwei putra Weiheng Ketua Sekte Angin Hitam"ucap Diwei sembari menganggukan kepala.
Setelah mendengar perkataan Diwei.Terbesit rasa kecewa dibenak Putra Mahkota,sembari melirik Feng Hua.
"Kenapa Xiao Er tidak memberitahuku.Mungkin inilah alasan Xiao Er tidak mau berterus terang"ucap Putra Mahkota kesal dibenaknya.
__ADS_1
"Mungkin memang harus terbongkar sekarang.Dia pasti marah,karna aku belum memberi tau"ucap Feng Hua dibenaknya sembari menghela nafas.
"Hamba tau Yang Mulia Putra Mahkota pasti heran dan mungkin marah.Hamba akan ceritakan semuanya"ucap Diwei lantang.
"Tidak perlu Diwei,biar aku saja"ucap Feng Hua.
"Lebih baik Diwei saja yg memberi penjelasan"ucap Putra Mahkota melirik Feng Hua sebal.
"Ahh,baiklah"ucap Feng Hua dengan sedikit takut.
"Apa dia marah padaku?tentu saja dia pasti marah"ucap Feng Hua dibenaknya.
Diwei kemudian menceritakan semuanya dari awal bertemu ,hingga permasalahan Permaisuri Ze yg ingin membunuhnya.Putra Mahkota mendengarkannya dengan serius tanpa menyela perkataan Diwei.
Setelah mendengarkan cerita Diwei,Putra Makota memberi keputusan.
"Meski begitu,mulai sekarang kamu tidak boleh menjadi pengawal bayangan lagi.Kecuali kalian bertiga"ucap Putra Mahkota tegas.
"Baik.Yang Mulia Putra Mahkota,hamba mengerti"ucap Diwei lantang.
"Kalian jaga Nona dengan baik"ucap Diwei tegas,Lalu memandang wajah Ping,Fai,dan Ho satu persatu.
"Baik.Hati-hati Diwei"ucap Fai dan Ho bersamaan.
"Jaga dirimu Nona"ucap Diwei ceria,sembari memandang Feng Hua dengan senyum yg dipaksakan.
"Diwei..."ucap Feng Hua sedih dibenaknya.
"Kalau begitu,hamba permisi pergi"ucap Diwei sembari memberi hormat pada Putra Mahkota dan Feng Hua.
"Aku akan tetap melindungimu,meski tidak berada disampingmu"ucap Diwei sedih dibenaknya,sembari membalikkan badan dan menitikkan air mata.
"Baik.Yang Mulia"ucap Fai dan Ho serempak.
"Sekarang,kalian boleh pergi.."perintah Putra Mahkota,sembari mengibaskan tangan kanannya.
"Baik"ucap Fai dan Ho,sembari memberi hormat bersamaan.
__________
Taman Kediaman Xiao Er(tengah malam)
"Salam nona"ucap Ping,Fai,dan Ho serempak.
"Dimana Diwei?Kenapa tidak muncul?"tanya Feng Hua cemas.
"Bukannya Diwei sudah terusir,jadi buat apa Diwei masih disini"ucap Ping tanpa ragu.
"Kamu benar"ucap Feng Hua lesu,sembari menundukkan kepala.
"Aiihh,ni anak cuma nyusahin terus"ucap Fai sembari menjitak kepala Ping.
"Sakit tau!aku bener kok...aku salah apa??"ucap Ping,sembari menjitak balik Fai.
"Kalian ini!"ucap Ho membentak.
Fai dan Ping berhenti,setelah mendengar bentakan Ho.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara deheman dari seseorang.
"Diwei!!"teriak Ping,Fai,dan Ho terkejut bersamaan.
Feng Hua yg mendengar teriakan mereka,kemudian mendongakkan kepala.
"Jangan khawatir...
Aku akan tetap bersama kalian,tapi tidak secara langsung"ucap Diwei senyum,sembari memandang semua orang.
"Tidak perlu Diwei.Sektemu lebih membutuhkanmu,dibandingkan aku"ucap Feng Hua dengan menitikkan air mata.
Diwei yg melihat Feng Hua begitu,langsung mendekat.
"Berhentilah menangis Nona..."ucap Diwei sembari memberi sapu tangan.
"Bagaimanapun kamu adalah temanku,mana mungkin aku tidak menangisimu?"ucap Feng Hua,sembari menerima sapu tangan tersebut ,lalu mengusap air matanya.
"Dibanding terusir dari sini,kata-katamu yg lebih membuatku sedih.Tapi tak apalah...aku sudah pasrah...mungkin memang takdirku harus mencintaimu dalam diam"ucap Diwei sedih dibenaknya,sembari menitikkan air mata.
"Bilangnya jangan menangis,tapi kamu sendiri menangis"gerutu Feng Hua.
"Haduhh,Nona ngga peka banget sihh.Itu Diwei sedih karna Nona nganggep Diwei sebagai teman"ucap Ping kesal dibenaknya sembari menepuk jidatnya.
"Besok pagi,kami akan pergi ke istana"ucap Fai.
"Berhati-hatilah disana dan jangan ceroboh"ucap Diwei tegas,sembari menatap Fai,Ping,dan Ho tajam.
"Baik"ucap Fai,Ping,dan Ho serempak.
"Terimakasih"ucap Feng Hua,sembari mengembalikan sapu tangan pada Diwei.
"Untuk Nona.Diwei mohon,Nona menjaga sapu tangan itu baik-baik.."ucap Diwei dengan senyum.
"Baiklah"ucap Feng Hua dengan anggukan kepala.
"Jika ada hal yg penting...Beritahu aku lewat surat merpati"ucap Diwei.
"Iya"seru semua orang bersamaan.
"Maafkan Putra Mahkota Diwei.."ucap Feng Hua merasa bersalah.
"Kalau aku jadi dia,mungkin aku akan melakukan hal yg sama"ucap Diwei sembari menepuk pundak kiri Feng Hua.
"Apa maksudnya?aku tidak mengerti"ucap Feng Hua bingung dibenaknya.
"Kalau begitu,aku pergi.."ucap Diwei membalikkan badan dan berjalan pergi.
Semua orang merasa sedih,setelah kepergian Diwei.
"Kita pasti merindukannya"ucap Fai menangis
"Benar-benar menyedihkan"ucap Ping menangis.
"Jaga dirimu teman"ucap Ho menangis.
"Maaf dan terimakasih untuk bantuan selama ini"ucap Feng Hua menangis.
__ADS_1
"Istirahatlah kalian sekarang dan jangan lupa bangun pagi"ucap Feng Hua memerintah.
"Baik Nona"ucap Ping,Fai,dan Ho sembari memberi hormat bersamaan.