Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
Pura-Pura Sakit


__ADS_3

Kediaman Xiao Er(pagi hari)


Kali ini Putra Mahkota yg bangun tidur duluan,dia terkejut senang melihat Fang Hua tidur memeluk dirinya.


Putra Mahkota hanya diam menunggu Fang Hua bangun.Dia ingin melihat reaksi Fang Hua,kalau Fang Hua sendiri yg memeluk dirinya.Tak lama Fang Hua pun bangun dari tidurnya.


"Guling?"tanya Fang Hua di benaknya, setengah sadar dengan mata tertutup.Sembari tangan kanannya memegang-megang badan Putra mahkota.Putra Mahkota hanya tertawa kecil saat Fang Hua melakukan itu.Fang Hua kemudian menyadari kalau di jaman dinasti belum ada guling,lalu membuka matanya cepat dan melihat dirinya sedang memeluk Putra Mahkota.


"MAAF!"ujar Fang Hua malu dengan muka merah merona,sembari melepaskan pelukannya dan mengubah posisinya menjadi duduk.Namun,Putra Mahkota hanya membalasnya dengan senyuman.


"A...ku..a k an man di se ka rang"ucap Fang Hua terbata-bata.Saat Fang Hua akan beranjak dari tempatnya tidur.Tangan kanan Putra Mahkota langsung menahan tangan kirinya.


"Hanya maaf?"ucap Putra Mahkota menggoda.


"Iyaa,lalu apa lagi"ucap Fang Hua ketus,sembari melepaskan tangan kirinya dari genggaman Putra Mahkota.Kemudian turun dari ranjang dan berdiri disisi ranjang.


"Yi,persiapkan pemandian untuk Putri Mahkota"teriak Putra Mahkota.Kemudian Putra Mahkota menarik selimut dan menutup matanya.


"Baik,Yang Mulia"balas Yi dari luar kamar.


"Tidur lagi?"tanya Fang Hua heran.


"Yang...ehh..Suamikuu kamu tidur lagi?"tanya Fang Hua penasaran.


"Hmm.."gumam Putra Mahkota.


"Tumben...apa dia kesal padaku?


atau karna obatnya masih bereaksi?"ucap Fang Hua dibenaknya bertanya-tanya.Sembari berjalan menuju meja.


"Baiklah.."ucap Fang Hua,sembari mengisi cangkir dengan air,lalu duduk dan meminumnya.


Selang beberapa menit Yi memberitahu pemandian telah siap,Fang Hua pun bergegas ke pemandian.Setelah Fang Hua ke pemandian,Putra Mahkota membuka matanya.Diam-diam Putra Mahkota meminta Yi membawakan kain dan air panas,serta sup ikan pedas.


"Yang Mulia,semuanya sudah siap.Silakan.."ucap Yi sembari menaruh semua yg diminta Putra Mahkota di atas meja makan.


"Terimakasih Yi,kamu tunggu sebentar ya"ucap Putra Mahkota pelan,sembari menuju meja dan memakan sup ikan pedas dengan cepat.


"Yang Mulia,pelan-pelan!"teriak Yi khawatir.


"Apa ngga papa tuh perut Yang Mulia"gumam Yi dalam hati.

__ADS_1


"Ssttt...kamu jangan teriak-teriak"ucap Putra Mahkota,sembari menempelkan telunjuk dibibirnya.Lalu melanjutkan makannya sampe habis.Kemudian minum berulang kali,karna kepedasan.


"Putra Mahkota kepedasan,padahal bagi nona itu belum seberapa hehe"ucap Yi dibenaknya.


"Berbaliklah,Yi"ucap Putra Mahkota dengan mengibas-ngibas tangannya.


"Baik Yang Mulia"ucap Yi mengiyakan,lalu memutar tubuhnya membelakangi Putra Mahkota.


"Aku harus cepat!Sebelum Xiao Er kembali!"teriak Putra Mahkota dibenaknya,sambil mengompres wajah,tangan,kaki,dan badannya dengan kain yg dicelupkan ke air panas.Kemudian membasahi sedikit ke rambut,wajah,baju,dan selimutnya.


"Yi,bawa kembali semua itu dan jangan bilang siapa-siapa termasuk Putri Mahkota.mengerti?!"ucap Putra Mahkota tegas.


"Baik,Yang Mulia"ucap Yi heran,sembari mengangkut mangkuk,kain,dan baskom.Kemudian berlalu pergi.


"Untunglah semuanya selesai cepat,sepertinya Xiao Er akan datang"ucap Putra Mahkota berjalan cepat menuju ranjang,lalu membungkus tubuhnya dengan selimut seperti kepompong dan menutup mata.


Tak lama Fang Hua keluar dari pemandian,lalu meminta Yi dan para dayang membantunya merias diri.Dari ranjang, Putra Mahkota mengawasi Fang Hua dan bertanya-tanya kapan Fang Hua melihatnya.


"Kalau begini terus...terlalu lama menunggunya selesai berdandan"gumam Putra Mahkota dibenaknya.Lalu...


uhuk uhuk uhuk


"Suamiku kamu kenapa?"tanya Fang Hua khawatir,sembari berjalan cepat ke ranjang tidur.


"Aku tidak tau,sepertinya aku sakit"ucap Putra Mahkota sambil terbatuk-batuk.


"Coba lepaskan selimutnya ,aku ingin mengecek keadaanmu"ucap Fang Hua,sembari menaiki ranjang.


"Baiklah"ucap Putra Mahkota,sembari membuka selimutnya.


Kemudian Fang Hua menempelkan telapak tangannya ke dahi dan leher Putra Mahkota.


"Panas sekali,keringatmu juga membasahi baju dan selimutmu.Aku akan memanggil tabib sekarang.."ucap Fang Hua khawatir.Saat Fang Hua akan beranjak.Putra Mahkota memeluknya.


"Tidak perlu..aku hanya ingin kamu merawatku..."ucap Putra Mahkota dengan suara lesu yg dibuat-buat.


"Ahh,baiklahh"ucap Fang Hua,sembari mengelus pelan punggung Putra Mahkota.


"Berhasil!"teriak Putra Mahkota bahagia di benaknya.


"Sekarang aku akan menyeka tubuhmu ya,tapi bagian yg tidak bisa ku seka.Kamu sendiri yg menyekanya"ucap Fang Hua,sembari melepaskan pelukan Putra Mahkota.

__ADS_1


"Iya"ucap Putra Mahkota sembari menganggukan kepala.


Fang Hua kemudian menyuruh Yi dan para dayang menyiapkan dalaman yg baru,kain,dan baskom berisi air biasa.Setelahnya,Fang Hua menyuruh mereka pergi.Fang Hua menyeka wajah,tangan,kaki,dan punggung dengan telaten.Sedangkan bagian yg lain Putra Mahkota melakukannya sendiri.Lalu, Fang Hua menyuruh Putra Mahkota mengganti bajunya dengan dalaman yg baru.Tentu saja,tanpa Fang Hua melihatnya.Saat putra Mahkota menyeka bagian yg lain dan mengganti bajunya,Fang Hua memutar badan membelakangi Putra Mahkota.


"Kamu sudah bersih,tinggal memberimu makan dan minum obat"ucap Fang Hua kemudian berlalu pergi,sembari membawa baju kotor,kain,dan baskom bekas menyeka Putra Mahkota.


30 menit kemudian Fang Hua datang membawa bubur dan seduhan obat.Setelah itu. Fang Hua menyuapi bubur pada Putra Mahkota,yg mana sudah tiup terlebih dulu agar tidak panas.Tak berapa lama bubur pun habis tak bersisa.Kemudian Fang Hua mengambil mangkuk yg berisi seduhan obat,lalu menyuruhnya meminum dalam satu tegukan.Tapi Putra Mahkota tidak mau,karna dia tidak suka obat.


"Ayolah...suamiku...minumlah..."bujuk Fang Hua,sembari menyodorkan mangkuk berisi seduhan obat itu.


"huhuhu maunya dimanja,tapi malah disuruh minum obat"ucap Putra Mahkota menyesal dibenaknya.


"Aku ngga mau minum obat istriku..."ucap Putra Mahkota sembari menggelengkan kepala.


"Ohh,atau kamu maunya aku suapi saja?"tanya Fang Hua.


"Rasanya pahit,aku tidak suka"ketus Putra Mahkota.


"Ohh...begitu.Aku ada manisan buah,setelah meminumnya kamu bisa memakan manisan itu"bujuk Fang Hua dengan mata sendu.


"Baiklahh,melihat matamu seperti itu"ucap Putra Mahkota sedikit kesal,sembari memalingkan wajahnya.


"Bagus..bagus.."ucap Fang Hua.Kemudian berlalu pergi,meninggalkan mangkuk obatnya di ranjang.


"Kesempatan,Aku buang saja isi obatnya.Tapi dimana?


Ohh.. jendela.."gumam Putra Mahkota dibenaknya,sembari membawa mangkuk obat itu.Lalu membuang isinya keluar jendela.Kemudian kembali ke ranjang dan duduk.


Tak lama Fang Hua datang kembali membawa manisan.Fang Hua kaget melihat mangkuk berisi obatnya habis tidak bersisa.


"Kamu sudah meminumnya suamiku?"tanya Fang Hua penasaran.


"Iya,istriku.Cepat berikan manisannya.Ini sangat pahit"ucap Putra Mahkota.Kemudian Fang Hua memberikan mangkok yg berisi manisan buah tersebut.Putra Mahkota dengan cepat menghabiskannya.


"Sekarang Putra Mahkota tidur"ucap Fang Hua sembari mengambil mangkuk bekas manisan buah.


"Baiklah,tapi kamu harus menemaniku...


Kalau tidak aku tidak mau tidur"keluh Putra Mahkota.


"Baiklah"ucap Fang Hua,sembari membawa mangkuk bekas manisan dan bekas obat keluar kamar.Kemudian Fang Hua menemani Putra Mahkota tidur,sambil mengusap-usap kepala Putra Mahkota.Karna Putra Mahkota menginginkannya.

__ADS_1


__ADS_2