
Setelah Putra Mahkota mandi.Feng Hua dan Putra Mahkota bersama para dayang bergegas menuju aula pertemuan.
Semua orang sudah berkumpul di aula pertemuan,kecuali Feng Hua dan Putra Mahkota yg belum datang.
"Yang Mulia Putri Mahkota dan Yang Mulia Putra Mahkota telah tiba"teriak penjaga pintu memberitahu.
Semua orang yg mendengar teriakan penjaga pintu.Langsung mengubah posisi duduknya menjadi berdiri.
"Salam Yang Mulia Putra Mahkota dan Salam Yang Mulia Putri Mahkota"ucap semua orang serentak,sembari memberi hormat bersamaan.
"Silakan duduk Yang Mulia"ucap Perdana Mentri Xiao ramah,sembari mengarahkan dengan tangan kanannya menuju tempat duduk.
"Terimakasih Ayahanda"ucap Putra Mahkota dengan senyum.
Putra Mahkota dan Feng Hua kemudian berjalan menuju tempat duduk yg diarahkan Perdana Mentri Xiao.Lalu diikuti oleh para dayang dari belakang.Kemudian para dayang berdiri di sisi belakang tempat duduk Putra Mahkota dan Feng Hua.
Setelah Putra Mahkota dan Feng Hua duduk,mereka yg berdiri kembali duduk.
"Pelayan,siapkan sarapan.."ucap Permaisuri Lian memerintah.
Para pelayan kemudian membawa makanan dan minuman.Lalu menyajikannya ditiap-tiap meja.Setelah itu semua orang kemudian menyantapnya dan mengobrol santai.
"Xiao Er,apa kamu sudah ada rencana ingin punya anak ?"tanya Permaisuri Lian penasaran,dengan nada sedikit menggoda.
Feng Hua yg mendengar pertanyaan dari Permaisuri Lian yg sedang minumpun tersedak,kemudian terbatuk-batuk.Feng Hua kemudian menepuk-nepuk dadanya berharap batuknya reda.
"Aduhh ibunda,Xiao Er jadi tersedak"ucap Putra Mahkota khawatir,sembari menepuk pelan punggung Feng Hua.
"Maaf ya Xiao Er"ucap Permaisuri Lian dengan tawa kecil.
"Untuk masalah itu.Kami berencana punya anak banyak ,kalau bisa 10 anak"ucap Putra Mahkota sembari melirik Feng Hua.
__ADS_1
Permaisuri Lian yg sedang minum,kemudian tersedak setelah mendengar perkataan Putra Mahkota.
Feng Hua melihat Putra Mahkota dengan mata melotot.Putra Mahkota yg melihatnya hanya tersenyum.
"Ahahaha begitu"ucap Tuan Perdana Mentri Xiao senang.
"Gila 10 anak! dikira anak tinggal download?!"dongkol Feng Hua dibenaknya.
Selang 15 menit,Permaisuri Lian menyuruh pelayan untuk membersihkan semua meja dan mengangkut semua sisa makanan dan wadah kosong.
Kemudian,Perdana Mentri Xiao menyuruh para penjaga membawa Selir Pertama Huaran dan Xiao Jiao dari penjara.
Tak lama, para penjaga membawa Selir Pertama Huaran dan Xiao Jiao dengan tangan terikat kebelakang.Lalu membuat mereka duduk di lantai.
Setelah itu,Perdana Mentri Xiao melanjutkan pengumuman hukuman Selir Pertama Huaran yg tertunda.Serta memberikan hukuman pada Xiao Jiao.
"Untuk kesalahan Selir Pertama Huaran yg tidak bisa dimaafkan...
2.Mencoba membunuh Putri Mahkota dengan menyewa pembunuh bayaran
3.Mencoba membunuh Putri Mahkota dengan racun Lǜ shédú secara diam-diam
Aku dan Yang Mulia Putra Mahkota memutuskan, hukuman Selir Pertama Huaran adalah hukuman mati dengan meminum racun.Sedangkan untuk Xiao Jiao yg telah berani mengancam Putri Mahkota dengan pedang.Xiao Jiao dihukum dengan berdoa di kuil gunung selama 2 tahun untuk merenungi kesalahannya.Jika ada yg menentang keputusan ini,akan diberikan hukuman"ucap Perdana Mentri Xiao lantang.
Xiao Jiao dan Selir Pertama Huaran tertunduk lesu dan menangis pilu,setelah mendengarkan keputusan hukuman yg Perdana Mentri Xiao ucapkan.Sedangkan yg lainnya hanya melihat mereka dengan rasa kasihan.
Dengan isak tangis, Xiao Jiao memohon pengampunan ibunya pada Perdana Mentri Xiao dan Putra Mahkota.Berharap mereka mengubah keputusannya.Namun tidak ada jawaban apa-apa.Mereka hanya diam dan memalingkan wajah,saat Xiao Jiao melakukan itu.Melihat hal itu,Xiao Jiao tak pantang menyerah.Dia lalu berubah haluan memohon pengampunan ibunya pada Feng Hua.Feng Hua hanya diam membisu.
"Pelayan cepat bawakan racunnya kemari"ucap Perdana Mentri memerintah.
Kemudian dua pelayan masuk ke aula pertemuan.Satu pelayan membawa sebuah nampan berisi semangkuk kecil cairan racun berwarna hitam pekat,yg mana sudah disiapkan sejak kemarin.dan satu lagi pelayan membawa meja kecil.Lalu kedua pelayan menata meja,dengan mangkuk racun diatasnya.Didepan Selir Pertama Huaran.
__ADS_1
Perdana Mentri Xiao kemudian menyuruh para penjaga melepas ikatan Selir Pertama Huaran.Dengan tangan bergetar dan air mata mengalir,Selir Pertama Huaran mengambil mangkuk berisi racun itu.
"IBU JANGAN DI MINUM IBU...IBU..."teriak Xiao Jiao dengan isak tangis.
"Maafkan ibu Xiao Jiao"ucap Selir Pertama Huaran sembari mendekatkan mangkuk berisi racun itu ke mulutnya.
Saat Selir Pertama Huaran akan meminumnya.Tiba-tiba,mangkuk berisi racun itu jatuh ke lantai dan pecah.Mangkuk berisi racun itu jatuh,karena lemparan sebuah tusuk rambut wanita yg mengenainya dengan cepat.Semua orang terkejut,tusuk rambut wanita yg dilemparkan adalah milik Feng Hua.Semua mata tertuju pada Feng Hua.
"Kenapa?"tanya Putra Mahkota heran,sembari melihat Feng Hua yg sedang memandang Selir Pertama Huaran dengan mata berkaca-kaca yg seakan ingin menangis.
"Aku tidak tega memisahkan anak dari ibunya"ucap Feng Hua dengan menitikkan air mata.
Putra Mahkota kemudian memeluk Feng Hua dengan hangat,sambil mengelus lembut punggungnya dan berucap"Istriku yg baik"berulang kali.
Semua tersentuh dengan ucapan Feng Hua dan perlakuan Putra Mahkota pada Feng Hua.
"Apakah kamu tidak akan menyesalinya dikemudian hari?bisa saja dia akan mencelakaimu lagi.."ucap Perdana Mentri Xiao khawatir.
Feng Hua kemudian menghapus air matanya dan melepaskan pelukan Putra Mahkota.
"Setiap orang punya kesempatan,dan aku ingin memberikannya.Aku memaafkanmu bibi,aku berharap kesempatan yg aku berikan bisa dipergunakan dengan baik"ucap Feng Hua lembut.
"Hamba berterimakasih pada Yang Mulia Putri Mahkota.Hamba tidak akan mensia-siakan.. Hamba bersumpah pada langit dan bumi"ucap Selir Pertama Huaran dengan menundukkan kepala dan memberi hormat.
"Hukuman bibi diganti dengan berdoa di kuil gunung selama 2 tahun bersama Xiao Jiao"ucap Feng Hua dengan senyum dibalik cadarnya.
"Terimakasih Yang Mulia Putri Mahkota"ucap Xiao Jiao dengan menundukkan kepala dan memberi hormat.
"Seperti yg kalian berdua dengar,Putriku Xiao Er memaafkanmu.Maka hukumanmu bukan hukuman mati,melainkan berdoa di kuil gunung selama 2 tahun bersama Xiao Jiao.Besok pagi kalian akan diantarkan"ucap Permaisuri Lian.
"Kalian kembalilah ke kediaman masing-masing"ucap Perdana Mentri Xiao pada Selir Pertama Huaran dan Xiao Jiao,dengan berat hati.
__ADS_1
Para penjaga kemudian melepaskan ikatan Xiao Jiao.Kemudian Selir Pertama Huaran dan Xiao Jiao bergegas pergi.Setelah mereka pergi,Perdana Mentri Xiao menyuruh semua orang kembali ke kediaman masing-masing.