
Masih di pagi hari yg sama.
Diwei terbangun dari tidurnya.Dia menemukan tubuhnya sedang dipeluk oleh Zhaoyang dalam keadaan tidur.Saat Diwei akan melepaskan pelukan Zhaoyang.Dari kejauhan Diwei melihat seorang kasim memandang ke arahnya dan Zhaoyang berada.Kasim memandang dengan mata melotot dan mulut menganga.
"Bu-bukan seperti yg kamu kira!"teriak Diwei.
Zhaoyang terbangun dari tidurnya karna teriakan Diwei.Tak lama,Zhaoyang menyadari dirinya sedang memeluk Diwei.Dengan terkejut Zhaoyang berteriak kencang"AAA....."
Diwei kemudian menyingkirkan tubuh Zhaoyang,sambil mengeluh"Berisik!"
"Kok aku tidur di ranjangmu sih...!memalukan!"ucap Zhaoyang kesal.
"Huh!Masih untung aku mau memapahmu ke ranjang tidurku!!Seharusnya aku biarkan saja kamu tidur di meja...!"ketus Diwei.
"Kan kamu bisa menyuruh kasim dan dayang untuk membawaku pergi!"ketus Zhaoyang.
Ehm...Ehm...
Suara deheman dari kasim.Membuat Zhaoyang terkejut dan berkata"Kamu!sejak kapan?!"sambil menunjuk kasim dengan telunjuknya.
"Maafkan hamba yg telah mengganggu waktu Yang Mulia Kaisar.Tapi...Yang Mulia Kaisar sendiri yg memerintahkan hamba untuk membangunkan Yang Mulia Kaisar"ucap kasim dengan hormat.
"Hmm iya...Maaf aku lupa"ucap Zhaoyang sambil menggaruk kepala.
"Kalau begitu siapkan pemandian"pinta Zhaoyang.
"Sudah disiapkan,Yang Mulia Kaisar.Namun sebelum itu.Yang Mulia Kaisar,silahkan mencuci wajah lebih dulu"ucap kasim hormat.
"Tidak perlu.Aku ingin langsung mandi saja"ucap Zhaoyang.
"Baik.Yang Mulia Kaisar...Mari pulang ke kediaman..."ucap kasim hormat.
"Dan kamu!Jangan mencoba untuk kabur lagi!"ucap Zhaoyang kesal,sambil menunjuk Diwei.
Diwei hanya membalas ucapan Zhaoyang dengan senyum kecut.
Setelah itu,Zhaoyang dan kasim bergegas pergi meninggalkan kamar.
__________
Disisi lain Putra Mahkota,ajudan Xu,dan para pengawal bayangan tanpa lelah mencari keberadaan Feng Hua.Namun yg didapatkan tetaplah sama.Mereka tidak menemukan Feng Hua berada.
"Yang Mulia Putra Mahkota lebih baik beristirahat...Biar hamba dan para pengawal bayangan saja yg mencari Yang Mulia Putri Mahkota..."ucap ajudan Xu khawatir saat melihat wajah Putra Mahkota pucat.
"Bagaimana mungkin....Aku takut Xiao Er tidak baik-baik saja....Aku takut sesuatu terjadi padanya...."ucap Putra Mahkota lesu.
"Tapi Yang Mulia Putra Mahkota.Jika Yang Mulia meneruskannya...Hamba takut Yang Mulia Putra Mahkota jatuh sakit..."bujuk ajudan Xu.
__ADS_1
"Aku gagal melindunginya"ucap Putra Mahkota sembari meneteskan air mata.
"Yang Mulia..."gumam ajudan Xu ikut sedih melihat Putra Mahkota menangis.
beberapa jam kemudian Putra Mahkota dan yg lainnya sampai di istana,setelah ajudan Xu membujuknya berulang kali.
Saat akan berjalan ke kediamannya,Putra Mahkota dikejutkan suara Putri Jingmi.Putra Mahkotapun berhenti berjalan.
"Kakak habis darimana?"teriak Putri Jingmi dari jarak yg lumayan jauh.
"Kamu tidak perlu tau"jawab Putra Mahkota singkat.
"menyebalkan..."keluh Putri Jingmi.
Putra Mahkota tidak menghiraukannya dan melanjutkan jalannya.Namun Putri Jingmi berteriak lagi"Tunggu...."sambil berlari cepat menuju Putra Mahkota.
Putra Mahkota kemudian menghentikan jalannya lagi dan bertanya dengan dingin"Ada apa?"
"Li Zhishu menitipkan ini untukmu"ucap Putri Jingmi sembari menunjukkan gulungan kertas ditangannya.
Tanpa basa-basi Putra Mahkota mengambil gulungan itu dan pergi.
"Apa apaan ituh!"ucap Putri Jingmi kesal dibenaknya.
Sesampainya di kediamannya.Putra Mahkota dibuat heran dengan tampilan luar kediamannya.Kediamannya sudah berhias dengan pernak-pernik serba berwarna merah.
"Bukankah Yang Mulia besok akan menikah dengan Nona muda Li Zhishu"jawab ajudan Xu saat Putra Mahkota melihatnya
"Aku bahkan lupa.Kalau besok aku menikah dengan Li Zhishu"ucap Putra Mahkota dengan menghela nafas.
Tak lama kemudian Putra Mahkota masuk ke kediamannya dan sudah berada di kamarnya.Lalu dia membuka dan membaca gulungan kertas itu.
Tertulis...
Aku mencintaimu Chen
Aku tidak sabar untuk menunggu hari besok
"Xiao Er belum ketemu dan aku harus menikahinya"keluh Putra Mahkota dibenaknya.
"Apa aku tunda saja pernikahan ini?"tanya Putra Mahkota dibenaknya,sambil meletakkan gulungan itu di meja.Kemudian bergegas pergi menuju kediaman Permaisuri Fen.
__________
Kediaman Permaisuri Fen
Permaisuri Fen sedang duduk di pinggir kolam teratai sendirian.Dia duduk sambil meminum teh hijau.Putra Mahkota lalu memberi salam dan juga hormat.
__ADS_1
"Ada perlu apa kamu kemari?"tanya Permaisuri Fen heran.
"Chen mau menunda pernikahan ibunda..."ucap Putra Mahkota tanpa ragu.
"Apa?!"teriak Permaisuri Fen kaget.
"Besok adalah hari pernikahanmu...Jika Jendral Li sampai marah bagaimana?!Ibunda tidak setuju Putra Mahkota!!"Bentak Permaisuri Fen.
"Tapi..."ucap Putra Mahkota dengan ragu.
"Tapi apa??!Bukannya kamu dan Putri Jendral Li saling mencintai"ucap Permaisuri Fen menegaskan.
"Putri Mahkota menghilang"ucap Putra Mahkota lesu.
"Apa?!Sejak kapan...?!"teriak Permaisuri Fen kaget.
"Saat malam perayaan musim semi yg terakhir.Chen mengajak Xiao Er malam itu.Tidak disangka saat akan pulang ada banyak orang bertopeng menghadang jalan,lalu tanpa Chen dan yg lainnya sadari.Xiao Er dibawa pergi oleh salah satu dari mereka"ucap Putra Mahkota geram.
"Baguslah kalau begitu.Semoga dia tidak pernah kembali.Dia tidak pantas menjadi Ratu.Apa ini ulah Li Zhishu?"ucap Permaisuri Fen senang dibenaknya.
"Pantas saja Putri Mahkota tidak menemui ibunda kemarin...Kenapa kamu tidak mengatakannya...."ucap Permaisuri Fen pura-pura sedih.
"Chen kira bisa menemukannya.Tapi bagai ditelan bumi.Xiao Er tidak ditemukan sampai sekarang.Dan Chen tak menemukan petunjuk sama sekali.Tadinya Chen ingin memberitahu ibunda dan ayahanda,tapi Chen takut membuat ibunda dan ayahanda cemas..."ucap Putra Mahkota sedih.
"Duduklah putraku..."pinta Permaisuri Fen.
Putra Mahkotapun duduk dihadapan permaisuri Fen.Permaisuri Fen lalu membuka cangkir kosong dan mengisi cangkir itu dengan teh hingga penuh.
"Minumlah"pinta Permaisuri Fen sembari memberikan cangkir berisi teh itu.
"Terimakasih ibunda"ucap Putra Mahkota sembari menerima lalu meminum teh pemberian Permaisuri Fen perlahan.
"Jangan bersedih...Xiao Er pasti akan segera ditemukan..."ucap Permaisuri Fen lembut.
"Iya ibunda..."ucap Putra Mahkota sembari menganggukkan kepala.
"Tetaplah menikah besok...Bagaimanapun persiapan sudah siap semua.Dan jika ditunda akan membuat Jendral Li malu"bujuk Permaisuri Fen.
"Baiklah ibunda.Chen mengerti..."ucap Putra Mahkota mengiyakan.
Author minta maaf yaa kalo jarang up...🙏🙏
Bener-bener minta maaf...
Makasih yaa yg masih tetep baca cerita author sampai sekarang 😘😘😍😍💕💕
Dan jangan lupa stay safe ya semuanya...🙏😇
__ADS_1