Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#54


__ADS_3

Sebelum Zhaoyang dan Putra Mahkota sampai di sekte angin hitam.Mereka berdebat lebih dulu.Dan disaat mereka berdebat,pemuda yg dikira mata-mata oleh Zhaoyangpun berlari setelah dilepaskan prajurit.Pemuda itu,lalu mengirimkan sebuah pesan lewat burung secara sembunyi-sembunyi.


Pesan itu berisi


Lapor Ketua...


Kaisar Xia dan pasukannya pergi menuju mansion saat ini.Sepertinya mereka ingin berbuat buruk...


Jadi berhati-hatilah...


...................


"Tunggu..."Teriak Putra Mahkota sambil menghalangi jalan Zhaoyang dan pasukkannya.


"Pergilah!Jangan halangi jalan!Aku tidak akan mengganggumu atau Kerajaanmu!"teriak Zhaoyang kesal.


"Kenapa kamu mau ke lembah kabut?Bukannya kamu sedang mencari Xiao Er disini..."


"Aku kira dia disini tapi ternyata tidak!Jadi,untuk apa aku meneruskannya?Dan soal aku mau ke lembah kabut.Itu bukan urusanmu..."


"Kamu kan sedang mencari Xiao Er.Mungkinkah Xiao Er ada di lembah kabut?!"


"Pergilah!Jangan halangi jalan!"


"Jika terus begini...Aku bisa kehilangan Xiao Er..."ucap Zhaoyang dibenaknya resah.


"Ohh ya...Bukankah Xiao Er dekat dengan Putra Mahkota?Bagaimana kalau aku menjawabnya saja.Lalu mengajaknya ikut ke mansion angin hitam untuk mencarinya.Mungkin saja,dengan adanya Putra Mahkota bersamaku.Xiao Er akan muncul dihadapanku"pikir Zhaoyang.


"Iya.Aku mau mencari Xiao Er disana.Apakah kamu mau ikut?"


"Kenapa Zhaoyang mengajakku?tapi aku...Sudah lah!jangan pikir apapun dulu,yg terpenting sekarang aku harus menemukan Xiao Er"ucap Putra Mahkota dibenaknya.


"Baiklah aku akan ikut denganmu"


"Tapi aku ada satu syarat"


"Apa itu?"


"Hanya kamu saja yg boleh ikut"


"Baiklah.Aku setuju"


__________


Feng Huapun terbangun dari tidurnya.Dia terkejut melihat Diwei tidur disampingnya.

__ADS_1


"Ehh...Kita tidur seranjang?!"teriak Feng Hua,sambil mengubah posisi tidurnya langsung menjadi duduk.


Teriakan itu membuat Diwei terbangun dari tidurnya.Diweipun berucap"Nona sudah bangun rupanya"sambil mengucek mata.


"Bukannya aku tidur duduk di kursi dan..."


ucap Feng Hua sambil menengok ke arah tepi ranjang kemudian melihat seisi ruangan dengan menganga.


"Jangan membuka mulut selebar itu...Nanti lalat bisa masuk..."ledek Diwei.


"Tapi,kita sedang ada dimana,Diwei?!"ucap Feng Hua panik.


"Tenanglah Nona.Kita akan aman disini...Bisakah Nona menebak,kita berada dimana?"ucap Diwei.


Feng Hua hanya menggelengkan kepala tanpa suara.


"Kalau begitu,akan Diwei beritahu"ucap Diwei sembari mengubah posisi tidurnya menjadi duduk.


"Ini tempat persembunyianku dan ayah.Tapi sebenarnya,tempat ini adalah hadiah dari ayah untuk ibu setelah menikah"


"maksudmu Ze?"


"Bukan dia...Tapi ibu yg melahirkanku..."


"Ibuku sudah meninggal ketika aku dilahirkan"


"Maaf sudah bertanya begitu...Apakah Ze yg merawatmu setelah ibumu meninggal?"


"Tidak apa-apa Nona.Bukan dia yg merawatku setelah ibu meninggal.Tetapi ayahku sendiri yg merawatku"


"Lalu bagaimana Ze bisa menjadi ibumu??"


"Karna ayahku adalah ketua sekte,dia sering bepergian meninggalkanku.Pada umurku yg ke 8,Ayah berpikir untukku memiliki ibu saat itu.Harapan ayahku akan adanya Ze, bisa merawat,menjaga,dan memberi kasih sayang selagi dia tidak ada.Awalnya aku senang memiliki Ze sebagai ibuku,namun saat itu....Aku tak sengaja melihatnya menaruh racun dimakananku"


"Lalu kenapa sampai sekarang dia bisa masih hidup?Bukankah dia harusnya dihukum mati oleh ayahmu atau diceraikan?!"


"Saat aku melihatnya,dia juga melihatku.Lalu dia mengancam akan membunuhku diam-diam,jika aku mengatakannya pada ayah"


"Dan kamu akhirnya diam..."


"Iya...Dia bilang tidak akan macam-macam,jika aku tidak memberitahu ayah.Tapi 1 tahun kemarin,niat jahatnya kembali.Dia menyuruh orang untuk membunuhku dengan mendorongku ke pinggir tebing"


"Apa?!Lalu bagaimana kamu bisa masih hidup..."


"Beruntung dibawah tebing itu ada sungai yg lumayan dalam dan tidak berbatu.Aku diam-diam berenang dari dalam air,kemudian berenang kepermukaan saat sudah menjauh dari mereka"

__ADS_1


"Jahat sekali dia...Ohh ya!Bagaimana dia sekarang?Aku penasaran hukuman apa yg ayahmu berikan..."


"Dia sudah meninggal.Dia dihukum dengan meminum racun"


"Ternyata begitu....Semoga dikehidupan berikutnya dia tidak melakukan hal jahat lagi"


"Semoga saja begitu..."


"Ngomong-ngomong.Ayo kita pergi dari sini secepatnya!Karna aku takut,jika kita disini terus....Kita akan diketemukan"


"Tidak akan Nona"


"Hah?!Bagaimana mungkin???"


"Tempat persembunyian ini dikelilingi semak dan tumbuhan beracun...Dan tempat persembunyian ini,berada didalam hutan.Yaitu Hutan Kabut,yg mana pusatnya tumbuhan beracun tumbuh dan hewan beracun hidup.Jadi nona tenang saja..."


"Aku baru mendengarnya....Syukurlah kalau begitu...Tapi bagaimana caranya kamu membawaku masuk kesini???"


"Aku menggendong nona,lalu membawanya kemari..."


"Bukan itu maksudku...Kamu bilang....Tempat persembunyian ini dikelilingi semak dan tumbuhan beracun...Tapi kamu tidak kenapa-napa....Apakah kamu menerjangnya atau bagaimana???"


"Hahaha...Bukan seperti itu...Kita masuk kesini melalui pintu rahasia"


"Ihhh malah ketawa..."


"Habis nona lucu..."


Feng Hua lalu memanyunkan bibirnya dan menyilangkan tangannya.Seakan menunjukkan dirinya telah marah.


"Ku mohon Nona jangan marah..."bujuk Diwei sambil memegang pundak Feng Hua.


"Siapa yg marah???Hahaha....Bagaimana actingku???"


"Acting??"


"Ah...Maksudku sandiwara hehe..."


"Bagus nona.....Diwei bahkan tidak tau itu sandiwara....Diwei kira nona benar-benar marah..."


Tiba-tiba Suara perut Feng Hua berbunyi


Kruyuk....


Membuat Diwei dan Feng Hua tertawa keras bersama.

__ADS_1


__ADS_2