Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#96


__ADS_3

"Biarkan Kaisar Wen dan Li Zhishu yg menjawabnya!"ucap Jiazhen geram.


"Apa maksud orang ini?!!Kenapa dia berkata begitu?!!Apakah Li Zhishu dan Kaisar Wen telah membohonginya??!!!Lalu,kebohongan apakah itu??!!


Dan anehnya,kenapa Li Zhishu memanggilnya kakak??Sejak kapan Li Zhishu memiliki kakak??Diakan anak satu-satunya Putri jenderal li..."pikir permaisuri Fen.


Tak hanya permaisuri Fen saja yg berpikir begitu.Anggota keluarga kerajaan lainnya pun berpikiran sama.


"Kenapa dia bilang begitu?! sepertinya dia sudah tahu!!!"ucap Kaisar Wen dibenaknya panik.


"Tamatlah aku!!! sepertinya dia sudah tahu...."teriak Li Zhishu dibenaknya panik.


Kaisar Wen dan Li Zhishu hanya diam saja.Mereka tidak berani mengatakan apa yg Jiazhen minta.Mereka ketakutan.


"Jangan diam saja!!"teriak Jiazhen.Hal itu membuat Kaisar wen dan Li Zhishu terkejut.


"Sepertinya harus diancam dulu,baru buka suara!"ucap Jiazhen dibenaknya.


"Bawakan aku cambuk!"teriak Jiazhen pada ajudannya.


"Baik Yang Mulia Kaisar"ucap ajudan Jiazhen hormat.


"Gawatt!!!Jangan-jangan aku akan dicambuknya!!!"teriak Kaisar Wen dibenaknya ketakutan.


"Haduhhh....Dia meminta cambuk...!!"ucap Li Zhishu panik dibenaknya.


Beberapa menit kemudian ajudan Jiazhen membawa cambuk ditangannya.Dia lalu memberikannya pada Jiazhen.


"Bawa Kaisar Wen dan Li Zhishu kehadapanku prajurit!!"teriak Jiazhen memerintah.


"Baik Yang Mulia Kaisar!"ucap para prajurit serentak.


"Tuan....Tuan....Apa yg anda lakukan...."ucap Kaisar Wen gemetar ketakutan.


"Jangan....!!!Jangan....!!!"teriak Li Zhishu sambil meronta-ronta saat dibawa prajurit.


Setelah prajurit berhasil membawa Kaisar Wen dan Li Zhishu berlutut didepan Jiazhen.Jiazhen kemudian memainkan cambuknya dengan memecut nya ke tanah berulang kali sebagai ancaman.


Li Zhishu dan Kaisar Wen yg melihat hal itu tertegun bersamaan.


Sedangkan anggota keluarga kerajaan lainnya menatap mereka berdua dengan tatapan takut dan kasihan.


"Apalah jadinya cambuk itu mengenai tubuhku?Pasti sakit sekali...."ucap Li Zhishu merasa ngeri dibenaknya.


"Apa yg harus kulakukan?!!Aku tidak mau terkena cambuknya!!"ucap Kaisar Wen dibenaknya sambil mengingat kasim De yg pernah Jiazhen cambuk.(#85)


"Kalian yakin?!Akan tetap diam begitu terus?!"ancam Jiazhen sambil menghentikan aksinya itu,lalu menyentuh cambuk itu pada pipi sebelah Kaisar Wen dan Li Zhishu bergantian.


Mereka berdua tidak bergeming,meski Jiazhen melakukan itu.

__ADS_1


"Mereka masih saja diam!!"teriak Jiazhen kesal dibenaknya.Merasa ancamannya diabaikan.


"Aku akan mencambuk Li Zhishu lebih dulu.Siapa tau dia akan membuka suara"pikir Jiazhen sambil berjalan lebih dekat pada Li Zhishu.


Jiazhen lalu mendongakkan wajah Li Zhishu dengan tangan satunya.


"Aku akan mencambukmu lebih dulu Li Zhishu..."ucap Jiazhen dengan menyeringai.


"Uhh!!Seramnya!!!"ucap Li Zhishu dibenaknya takut.


"Jangan katakan apapun Li Zhishu....


Meski dia mencambukmu...."ucap Kaisar Wen dibenaknya berharap.


Li Zhishu lalu melirik Kaisar Wen seakan bertanya"Bagaimana ini,apa aku katakan saja kebenarannya?"


Kaisar Wen yg melihat lirikan Li Zhishu itu yg seakan mengerti,lalu menjawabnya dengan menggelengkan kepala yg berarti"Tidak"


"Hahh....Baiklah..."ucap Li Zhishu mengerti dibenaknya sambil menghela nafas.


Melihat Li Zhishu melirik Kaisar Wen dan melihat respon Kaisar Wen yg seperti itu.Jiazhen menjadi makin emosi.


Jiazhen kemudian mencambuk punggung Li Zhishu dengan keras.Dia melakukannya tanpa mempertimbangkan Li Zhishu seorang wanita.


Sekali,dua kali,Li Zhishu mampu menerima cambukannya meski dengan menangis dan jeritan kesakitan .Tapi saat cambukan itu berada dihitungan ke tiga.Dia merasa tidak tahan lagi.


"Sial....!!!Aku tidak mau lagi....!!!Ini... sakit sekali....!!!Masa bodoh!!!"jerit batin Li Zhishu.


Jiazhen kemudian menghentikan cambukkannya disaat akan melakukan yg ke empat kalinya.


"Apa yg dia lakukan?!!!Kenapa dia menghentikannya?!!!Jangan-jangan dia akan mengatakan kebenarannya!!!"ucap Kaisar Wen curiga dibenaknya.


"Aku bersalah!!!Aku berbohong!!!Aku bukan adikmu!!!Aku disuruh oleh Yang Mulia Kaisar untuk melakukannya!!!"teriak Li Zhishu.


Kecuali Jiazhen dan ajudannya.Semua orang terkejut mendengar teriakan Li Zhishu yg bagai sebuah pernyataan.


"Matilah aku...!!!"teriak Kaisar Wen dibenaknya.


"Sialan kamu Li Zhishu!!!Aku tidak akan mengampunimu!!!Akan kubunuh kamu nanti!!!!"teriak kaisar Wen lagi dengan geram dibenaknya.


"Kalian semua dengar.....??kan....!!!"teriak Jiazhen pada semua orang.


"itu jawabannya"ucap Jiazhen dingin sambil menatap permaisuri fen.


"Li Zhishu bodoh!!!"umpat permaisuri Fen.


"Aku tidak peduli lagi!!!Aku harus menyelamatkan diriku...Coba kamu diposisiku sekarang!Apakah kamu akan mengataiku seperti itu?!"ucap Li Zhishu dibenaknya saat mendengar umpatan permaisuri Fen itu.


"Hahaha....."Tawa Jiazhen senang.

__ADS_1


"Kenapa tidak dari tadi sihh?!Merepotkan!"ucap Jiazhen ketus sambil melempar cambuk yg dipegangnya ke tanah.


"Lalu dimana adikku berada Li Zhishu?"tanya Jiazhen dengan mendongakkan wajah Li Zhishu lagi.


"Aku tidak tau..."ucap Li Zhishu dengan takut.


"Benarkah?"ucap Jiazhen menegaskan.


"Sungguh tuan....!Aku tidak berbohong...!Kebohonganku hanya mengakui diriku adalah adikmu....!Dan itupun atas perintah Yang Mulia Kaisar Wen!"ucap Li Zhishu menggebu-gebu.


"Baiklah"ucap Jiazhen sambil melepaskan wajah Li Zhishu dengan mendorong wajah Li Zhishu menyamping.


"Jadi,Dimana adikku?"tanya Jiazhen sambil mendekati Kaisar Wen.


Kaisar Wen diam membisu.


"DIMANA ADIKKU?!!"Bentak Jizhen sambil mencekik leher Kaisar Wen dengan tangan kanannya hingga menjuluk keatas.


"Ja..jangan...Tu...an..."ucap Kaisar Wen susah payah sambil memegang tangan Jiazhen yg mencekiknya itu.


"Hentikan!!!"teriak putra mahkota dari kejauhan.


Mendengar teriakan putra mahkota.Semua orang lalu beralih menatap putra mahkota.Mereka melihat Putra mahkota sedang dibawa beberapa prajurit Jiazhen dari jauh menuju kearah mereka.


Sudah bukan rahasia umum lagi kalau suatu istana kerajaan bisa diserang.Dan jika memenangkannya,bendera yg terpasang di istana kerajaan yg diserang digantikan dengan bendera kerajaan si pemenang.


Putra mahkota sudah melihat bendera bergambar bulan sabit terpasang di istana kerajaan Zhou dari kejauhan.Meski begitu,dia tetap memasuki istana.Dia melakukannya karna mengira istana diserang,karna dia telah melukai Fang Hua.Karna Fang Hua sendiri pernah mengatakan, kerajaan Yue akan mendatanginya.(#67)


Putra mahkota berniat meminta maaf dan memulihkan istana seperti sebelumnya.


Putra mahkota langsung ditangkap prajurit Jiazhen,ketika memasuki gerbang istana.Dia lalu dibawa ke taman Kaisar Wen yg mana semua keluarga kerajaan Zhou dikumpulkan.


Melihat leher Kaisar Wen dicekik Jiazhen.Putra mahkota begitu terkejut dan takut.Dia juga bertanya heran dibenaknya"Kenapa malah ayahanda Kaisar dibegitukan?Kenapa bukan aku??Kan aku yg melukai Xiao ER.Apakah Karna aku tidak ada di istana?Sehingga dia mencekiknya untuk menanyai keberadaanku pada ayahanda kaisar??"


"Siapa kamu?!"ucap Jiazhen dingin.


"Melihat dia memakai pakaian pewaris kerajaan,mungkinkah dia putra mahkota kerajaan Zhou"pikir Jiazhen saat melihat pakaian yg dikenakan putra mahkota.


"Kenapa dia bertanya aku siapa??Kan dia bisa menebaknya dengan melihat pakaianku...Dan bukankah dia kesini untuk memarahiku??"pikir putra mahkota bingung.


"Aku...Putra mahkota kerajaan Zhou!"ucap putra mahkota lantang.


"Apa putra mahkota sudah gila?!Kenapa putra mahkota malah kemari?!!Memangnya dia tidak melihat bendera yg terpasang kah?!!"pikir semua anggota keluarga kerajaan saat melihat putra mahkota.


"Ohh begitu...


Tapi aku tidak akan melepaskannya"ucap Jiazhen dingin sambil menatap Kaisar Wen tajam.


"Yang harusnya kamu cekik itu adalah aku!!Bukan ayahanda Kaisar!!"teriak putra mahkota.

__ADS_1


"Apa?!!"teriak semua orang terkejut.


__ADS_2