Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#46


__ADS_3

Sesampainya di kediaman Permaisuri.


Penjaga memberitahu kedatangan Zhaoyang.Seorang gadis menyambutnya"Salam Yang Mulia Kaisar"dengan hormat.


"Bagaimana Dia?"tanya Zhaoyang.


"Dia baik-baik saja"ucap gadis itu dengan hormat.


"Apa dia mencoba untuk kabur lagi?"tanya Zhaoyang lagi.


"Tidak,Yang Mulia Kaisar.Hanya saat terbangun dari mabuknya saja,dia mencoba untuk kabur"jawab gadis itu dengan sopan.


"Aku mau melihatnya"perintah Zhaoyang.


"Baik.Yang Mulia Kaisar"ucap gadis itu.


Gadis itu lalu mengantar Zhaoyang ke depan pintu kamar.Penjaga pintu kemudian membukakan pintu untuk Zhaoyang.Setelah memasuki kamar,Zhaoyang melihat Diwei sedang duduk di depan jendela sambil melihat langit.


Diwei tinggal di Kediaman Permaisuri dengan penjagaan ketat dari para prajurit kerajaan dan para pengawal bayangan milik Zhaoyang.Untuk mengelabuhi orang-orang termasuk Feng Hua.Seorang gadis dijadikan seorang permaisuri gadungan.Yaitu gadis yg Zhaoyang ajak bicara.


"Diwei"ucap Zhaoyang memanggil.


Diwei kemudian menengok kearah Zhaoyang berada.


"Mau apa kamu kemari?!"tanya Diwei ketus.


"Hanya mengecek keadaanmu saja"ucap Zhaoyang santai.


"Apa salahku hingga kamu mengurungku begini?!"teriak Diwei marah.


"Tidak ada yg salah.Ini hanya untuk sementara,jadi bersabarlah"Bujuk Zhaoyang.


"Untuk apa kamu mengurungku disini?"Tanya Diwei penasaran.


"Belum waktunya kamu untuk tau"ucap Zhaoyang datar.


"Benar-benar aneh"ucap Diwei curiga dibenaknya.


"Aku harus mencari tau"pikir Diwei,sembari memandangi Zhaoyang.


"Tidak kusangka kamu seorang Kaisar dari Kerajaan Xia"ucap Diwei girang.


"Daripada menjadi Kaisar,aku lebih suka menjadi seorang pangeran kembali"ucap Zhaoyang dengan ekspresi sedih.


"Apakah kamu baik-baik saja?"tanya Diwei cemas.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja"balas Zhaoyang dengan mengubah ekspresinya menjadi senang.Kemudian Zhaoyang mengajak"Temani aku minum"


"Aiya!minum lagi..."ucap Diwei dengan menggelengkan kepala.


"Ayolah..."rengek Zhaoyang.


"Kamu meminumnya sedikit juga gapapa"bujuk Zhaoyang.


"Baiklah.Baiklah"ucap Diwei mengiyakan.


"Bawakan kami arak!"teriak Zhaoyang.Lalu dibalas"Baik.Yang Mulia Kaisar"oleh para kasim dan para dayang yg ada diluar pintu kamar.


Selang beberapa menit.Salah seorang dayang membawa satu teko berisi arak dan dua cangkir kosong dari porselen.Dayang itu lalu menaruhnya diatas meja makan,kemudian memberi hormat dan pergi.


Setelah dayang pergi,Zhaoyang dan Diwei lalu duduk berhadapan.Zhaoyang kemudian menuangkan arak pada kedua cangkir hingga penuh.


"Minumlah"ucap Zhaoyang sambil memberikan salah satu cangkir berisi arak tersebut pada Diwei.


Diwei lalu menerima cangkir itu dan meminumnya perlahan.


Melihat Diwei telah meminum arak pemberiannya.Zhaoyang kemudian meminum arak dicangkirnya dengan satu tegukkan.


Zhaoyang mengisi cangkirnya kembali sampai penuh,lalu meminumnya dengan cara yg sama yaitu dalam satu tegukkan.


Zhaoyang tidak menghiraukan teriakan Diwei.Zhaoyang meminum araknya berulang kali dengan cara seperti itu,hingga teko tak mengeluarkan arak sama sekali.


Dengan menggelengkan kepala,Diwei bertanya"Sebenarnya ada apa denganmu?"


Bukannya Zhaoyang menjawab Diwei.Zhaoyang memberi perintah"Berikan kami arak lagi..."


Mendengar Zhaoyang begitu.Dayang yg membawakan arak tersebut,mengiyakan dari luar kamar.


"Jika tidak mau mengatakannya,juga tidak apa.Aku tidak akan memaksamu"ucap Diwei datar.


Tak lama,dayang membawakan arak lagi.Zhaoyang Lalu menghabiskannya dan memintanya lagi.Begitu seterusnya,hingga Diwei menghentikannya.


"Hentikan!Kamu sudah mabuk...!"teriak Diwei.


"Kini aku sendirian...Aku tidak punya siapa-siapa lagi..."ucap Zhaoyang dengan meneteskan air mata.


"Hanya paman Fu yg aku punya sekarang"ucap Zhaoyang lagi.


"Kamu bisa menjadikanku temanmu,jadi bukan hanya paman Fu yg kamu miliki"ucap Diwei dengan menepuk bahu Zhaoyang.


"Jika kamu temanku.Kumohon relakan Xiao Er menjadi milikku"ucap Zhaoyang dengan menatap Diwei intens,lalu jatuh tertidur diatas meja.

__ADS_1


"Apa maksudnya tadi?!"ucap Diwei terkejut dibenaknya.


Melihat Zhaoyang tertidur diatas meja.Diwei memindahkan Zhaoyang ke ranjangnya.Lalu merekapun tidur di ranjang.


__________


Keesokan paginya,di Kediaman Ratu Kerajaan Xia.


"Tidurku nyenyak sekali..."gumam Feng Hua dibenaknya sembari meregangkan tangan.


Kepala Dayang dan para dayang tiba-tiba masuk ke kamar.Para dayang datang sambil membawa peralatan mencuci wajah.


"Taruh saja diatas meja,nanti aku akan mencuci wajahku..."ucap Feng Hua datar.


"Baik.Yang Mulia Ratu"ucap Kepala Dayang dan para dayang serentak dengan hormat.


"Ohh,ya.Tolong siapkan pemandian untukku.Jangan lupa beserta baju dan kain untuk mengeringkan tubuhku"pinta Feng Hua.


"Baik.Yang Mulia Ratu"ucap Kepala Dayang dan para dayang serentak dengan hormat.


Para dayang lalu menaruh peralatan mencuci wajah diatas meja.Setelah itu,para dayang mengambil baju dan kain sesuai permintaan Feng Hua.Mereka kemudian bergegas menuju pemandian.


"Apa ada hal lainnya,Yang Mulia Ratu?"tanya Kepala Dayang.


"Tidak ada"ucap Feng Hua singkat.


"Baiklah.Setelah Yang Mulia Ratu mandi.Yang Mulia Ratu mau sarapan seperti apa?"ucap Kepala Dayang.


"Seperti kemarin saja"ucap Feng Hua singkat.


"Kalau begitu.Hamba permisi pergi"ucap Kepala Dayang dengan hormat.


Setelah Kepala Dayang pergi.Feng Hua berlari menuju meja.Dia lalu membuka cadarnya dan mulai mengambil air yg ada di baskom kayu dengan kedua tangannya.Kemudian menyiramkannya pada wajahnya.


"Segarnya!"celetuk Feng Hua saat air sudah mengenai wajahnya.


Buru-buru Feng Hua mengeringkan wajahnya dengan handuk disebelah baskom kayu itu.Lalu memasangkan cadarnya kembali.


"Ini sudah hari ke dua,aku berada disini...Tidak ada yg mencariku kahh??Atau mereka tersesat??Atau mereka tidak tau aku disini?!!"gusar Feng Hua dibenaknya.


"Apa aku coba kabur saja dari sini?"tanya Feng Hua dibenaknya.


"Tapi,bagaimana dengan Diwei...?Jika Zhaoyang mengancamku dengan membunuh Diwei lebih dulu,berarti Diwei berada disekitarnya.Dan jangan-jangan!Diwei berada di istana ini!!"pikir Feng Hua.


"Kalau begitu.Aku akan kabur bersama Diwei"ucap Feng Hua dibenaknya dengan anggukkan kepala.

__ADS_1


__ADS_2