Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
Ketahuan


__ADS_3

Setelah dari aula pertemuan,disepanjang jalan menuju kediaman.Putra Mahkota dan Feng Hua mengobrol santai.


Putra Mahkota mengawali pembicaraan dengan menghela nafas"Baru kali ini aku melihatmu menangis"sambil mendongak ke atas, melihat langit biru yg cerah dengan tangan kebelakang.


"Apa aku terlihat cantik saat menangis?"tanya Feng Hua menggoda.


Putra Mahkota yg mendengar Feng Hua menggoda begitu,langsung menatap mata Feng Hua dan berucap"Cantik,tapi lebih cantik kalau kamu membuka cadarmu"sembari menyentuh wajah Feng Hua yg tertutup cadar.


"Waduhh salah ngomong nih.."ucap Feng Hua panik dibenaknya.


Feng Hua kemudian mengalihkan pembicaraan"Bagaimana kalau kita ke taman?aku ingin menghirup udara segar"


"Baiklah"ucap Putra Mahkota mengiyakan,sembari melepaskan sentuhannya.


Putra Mahkota lalu menggandeng tangan Feng Hua.Mereka kemudian berjalan menuju taman.Setelah memasuki taman,mereka berjalan kesana kemari sambil mengobrol dan menikmati pemandangan.


"Sampai sekarang aku tidak tau alasan yg jelas,kenapa kamu ingin menikahiku"ucap Feng Hua.


"Alasan sebenarnya karna ayahanda yg menyuruhku untuk cepat-cepat menikahimu.Tidak disangka kamu malah menolakku,padahal dulu kamu yg ingin kita secepatnya menikah"ucap Putra Mahkota.


"Sudah kuduga dia ngga mungkin suka sama aku"ucap Feng Hua kesal dibenaknya.


"Jujur dulu aku ngga begitu suka sama kamu,tapi entah kenapa saat kamu menolakku.Hatiku merasa sakit dan aku memikirkannya terus,sehingga aku menemuimu malam itu untuk meyakinkan perasaanku.Dan sepertinya aku sudah suka padamu bahkan mungkin mencintaimu"ucap Putra Mahkota dengan senyum.


Feng Hua yg mendengarnya sangat senang.


"Apakah kamu sudah menyukaiku saat ini?"tanya Putra Mahkota dengan wajah berharap.


"Astaga,jangan bilang ini pernyataan cinta"ucap Feng Hua senang dibenaknya.


"Aku... sudah menyukaimu dan aku juga sudah mencintaimu"ucap Feng Hua malu-malu.


"Terimakasih"ucap Putra Mahkota sembari memegang kedua tangan Feng Hua lalu memeluk Feng Hua.


Feng Hua kemudian membalas pelukan Putra Mahkota.


"Aku tidak akan menyia-nyiakanmu"ucap Putra Mahkota sembari mengeratkan pelukannya.


"Aku juga"balas Feng Hua.


"Ehm... sebenarnya malam itu selain aku ingin meyakinkan perasaanku,aku juga mengukur tubuhmu.Agar baju pernikahan yg aku berikan,bisa pas ditubuhmu"ucap Putra Mahkota sembari melepaskan pelukannya.


"Ahahaha pantas saja,bajunya bisa pas sekali di tubuhku"ucap Feng Hua.


"Tapi bagaimana caranya kamu mengukur tubuhku?"tanya Feng Hua heran.

__ADS_1


"Ohh jangan-jangan saat memelukku,kamu..."ucap Feng Hua.


"Iya,begitu..."ucap Putra Mahkota sembari menggaruk kepalanya yg tidak gatal itu.


"Ihh,dasar mesum...dasar mesum...dasar mesum..."ucap Feng Hua sembari memukul-mukul dada bidang Putra Mahkota.


"Aduhh sakit.."rintih Putra Mahkota,sembari menundukkan kepala dan memegang dadanya.


"Aku memukulnya pelan kok..."ucap Feng Hua dengan heran dan khawatir.


"Tapi bohong"ledek Putra Mahkota,sembari mendongakkan kepala.


"Menyebalkan..."ucap Feng Hua berdengus kesal,sembari membelakangi Putra Mahkota.


"Ehm...bunga yg indah,sama sepertimu"ucap Putra Mahkota,sembari menyentuh dan memetik sebuah bunga peony.


Feng Hua hanya diam saat mendengar perkataan Putra Mahkota,namun curi-curi pandang melihat Putra Mahkota.


"Aih..dia memetik bunganya"teriak Feng Hua senang dibenaknya.


"Jangan marah ya.."bujuk Putra Mahkota sembari memasangkan bunga itu di telinga Feng Hua.


"Baiklah..."ucap Feng Hua mengiyakan,sembari memegang bunga Peony.


"Sudah tidak ada harapan"ucap Fai pasrah.


"Begitulah..."ucap Ho pasrah.


"Mau bagaimana lagi..."ucap Ping pasrah


"Bagaimana mungkin,aku bisa memilikimu?Sedangkan Yang Mulia Putra Mahkota sangat menyayangimu dan mencintaimu begitu dalam"ucap Diwei sedih dibenaknya,sambil menitikkan air mata tanpa sadar.


Ping yg menyadari Diwei menangis,kemudian berbisik di telinga Diwei"Hentikan air matamu Diwei"


Diwei yg mendengarnya,langsung mengusap air matanya.


"Aku tau kamu suka pada nona melebihi kami bertiga,tapi dia sudah milik Yang Mulia Putra Mahkota.Jadi aku harap,kamu melupakannya"ucap Ping berbisik.


"Baiklah,terimakasih"ucap Diwei dengan menghela nafas panjang.


Setelah cukup puas mengawasi Feng Hua dan Putra Mahkota,mereka kemudian berencana pergi.Namun...


Haacim....


terdengar suara bersin dari Ping dengan kerasnya.

__ADS_1


Putra Mahkota yg menyadarinya lalu berteriak"Siapa?!"


Diwei,Ping,Fai,dan Ho kemudian bersembunyi dibalik pepohonan.


"Aihh... lagi-lagi hampir ketahuan"ucap Ho pelan dengan tatapan tajam pada Ping.


"Ya maaf,aku tidak bisa menahannya"ucap Ping pelan.


"Lagi-lagi maaf.Cihh..."ucap Ho sebal.


Haacim....Haacim...Haacim......


Ping bersin berulang kali.


"Bisa ketahuan ini.."ucap Diwei sembari menggelengkan kepalanya.


Putra Mahkota yg curiga, lalu berjalan mendekati suara bersin Ping.


"Wahh bahayaa...Yang Mulia akan kesini..."teriak Fai terkejut.


Kemudian mereka lari terbirit-birit.Namun sayangnya Ping ketinggalan,karena kurang fokus.Ping menabrak pohon didepannya dan jatuh pingsan.


Putra Mahkota yg menemukan Ping pingsan,lalu berteriak menyuruh para penjaga datang.


Feng Hua yg penasaran mendengar teriakan Putra Mahkota,lalu mendekatinya.Terkejutlah Feng Hua melihat Putra Mahkota menemukan Ping yg sedang pingsan di tanah.


"Salam Yang Mulia Putra Mahkota"ucap para penjaga,sembari memberi hormat.


"Bagaimana kalian menjaga tempat ini,bisa-bisanya ada penyusup masuk?!"ucap Putra Mahkota marah.


Alangkah terkejutnya para penjaga melihat Ping pingsan di tanah,namun tidak mengatakan apapun.


"Terpaksa aku harus jujur"ucap Feng Hua dibenaknya,sembari menghela nafas.


"Suamiku,dia pengawal bayanganku"ucap Feng Hua.


"Kenapa kamu baru memberitahuku sekarang?"ucap Putra Mahkota.


"Maafkan aku yg baru mengatakannya"ucap Feng Hua dengan menundukkan kepala.


"Baiklah,aku kira dia penyusup.Ayo kita kembali"ucap Putra Mahkota sembari menggandeng tangan Feng Hua.


"Kalian urus dia"ucap Putra Mahkota sembari melirik Ping.


Putra Mahkota dan Feng Hua kemudian pergi meninggalkan Ping dan para penjaga.

__ADS_1


__ADS_2