
**Hallo ini author...Makasih udah menunggu crita ini yaa 😊😊😊
Author bakal update terus,tapi tidak menentu
Sekali lagi maafin author yaa🙏🙏🙏
Dan makasih banget atas dukungannya ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Semoga terhibur semuanya**...
Dengan terburu-buru Jiazhen mendekati ranjang yg mana tempat Fang Hua terbaring.Sedangkan Tuan Xiao berjalan mengikutinya dari belakang.
Meski sudah tau akan keadaan Fang Hua melalui putra mahkota Chen.Jiazhen tetap merasa sedih dengan melihat keadaan Fang Hua secara langsung.
"Kenapa disaat seperti ini,aku baru menemukanmu adikku?.Padahal kamu sudah ada di dekatku tapi aku tidak mengenalimu.Betapa bodohnya aku!Kakak macam apa aku ini?!Tolong...Maafkan kakakmu yg bodoh ini Xiao Er"Batin Jiazhen sambil mencoba menyentuh kepala Fang Hua.
Tiba-tiba Fang Hua tersadar saat tangan Jiazhen sudah berada di kepalanya.Fang Hua membuka matanya dengan perlahan,lalu melihat Jiazhen yg ada dihadapannya dengan terkejut.
"Jiazhen..."ucap Fang Hua.
"Iya,ini aku"ucap Jiazhen senang.
Merasa risih dan takut Diwei cemburu.Fang Hua lalu menyingkirkan tangan Jiazhen yg ada di kepalanya itu.
Jiazhen sedih dengan perlakuan Fang Hua itu sambil melihat tangan yg menyentuh kepala Fang Hua tersebut.
Tuan Xiao lalu mendekati Jiazhen.
"Jangan sedih nak.Xiao Er seperti itu karna dia belum tau nak Jiazhen itu kakaknya.Dia pasti mengira nak Jiazhen sebagai orang luar yg berlaku tidak sopan"bisik Tuan Xiao di telinga kanan Jiazhen.
Jiazhen lalu mengangguk mengerti.
__ADS_1
"Maafkan aku sudah menyentuhmu sembarangan.Aku melakukan itu karna peduli dan khawatir padamu.Meski begitu tindakanku pasti tetap saja salah dimatamu,karna kamu menganggap ku orang luar.Namun,Aku bukan orang luar,melainkan aku sodaramu,aku adalah kakak kandungmu"ucap Jiazhen.
Fang Hua sangat terkejut mendengarnya.Dia membelalakkan matanya.
"Apakah itu benar ayahanda???"tanya Fang Hua pada Tuan Xiao yg masih berdiri disamping Jiazhen.
"Itu benar"ucap Tuan Xiao tanpa ragu.
"Apa?!Jadi Xiao Er adik Jiazhen?!"teriak Fang Hua dibenaknya.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka.Lalu seseorang masuk.Dan ternyata orang itu adalah Diwei.Dia lalu menatap Jiazhen dan Tuan Xiao sejenak.Setelah itu,dia menutup pintu kamar dan berjalan menuju mereka.
"Kenapa ayahanda datang bersama Jiazhen?Kenapa Jiazhen diperbolehkan masuk,yg mana dia hanyalah orang luar?Seharusnya ayahanda meminta ijin padaku dulu,bagaimanapun aku ini adalah suami putrinya dan ini adalah kamar pribadi kami"ucap Diwei dibenaknya merasa kesal dan cemburu sambil melihat keduanya.
Meski hati Diwei diliputi rasa kesal dan cemburu,ketika sudah berada dihadapan Tuan Xiao dan Jiazhen.Diwei memberi hormat pada keduanya seolah biasa saja.Dia lalu bertanya pada keduanya"Ada perlu apa ayah mertua dan tuan Jiazhen sehingga datang kemari?"
"Aku kesini ingin melihat keadaan Xiao Er, sekalian mengantar Jiazhen juga yg ingin melihat keadaan Xiao Er"jawab Tuan Xiao.
"Ohh begitu"ucap Diwei dengan mengangguk mengerti yg terpaksa.
"Dan ternyata Xiao Er telah sadar sekarang.Aku jadi merasa lega"ucap Tuan Xiao senang.
Diwei terkejut dengan ucapan Tuan Xiao,dia kemudian langsung melihat kearah Fang Hua di ranjang.
"Xiao Er...."ucap Diwei sangat senang.Saking senangnya hampir meneteskan air matanya dan melupakan rasa kesal dan cemburunya itu.Dia lalu duduk dipinggir ranjang.
Fang Hua tersenyum.
"Syukurlah..."ucap Diwei sambil menggenggam lembut tangan Xiao Er.
Melihat kemesraan Diwei dan Xiao Er.Jiazhen lalu memutuskan untuk keluar kamar.Dia tidak ingin mengganggu waktu mereka.
__ADS_1
"Paman...sudahi sampai disini,mari kita keluar diam-diam "bisik Jiazhen ditelinga Tuan Xiao.
Tuan Xiao menganggukkan kepala,dia lalu mempersilahkan dengan tangannya.
Menyadari Tuan Xiao dan Jiazhen berjalan menuju pintu kamar.Fang Hua bertanya dengan sedikit berteriak"Kalian mau kemana??"
Mendengar itu,rasa kesal dan cemburunya Diwei muncul lagi.
Tuan Xiao dan Jiazhen lalu menghentikan jalannya.
"Kami keluar sebentar.Nanti kami akan kembali"balas Tuan Xiao.Sedangkan Jiazhen hanya tersenyum.
"Baiklah"ucap Xiao Er.
Tuan Xiao dan Jiazhen lalu melanjutkan jalannya.
Diwei lalu tertunduk lesu.Dia kecewa Fang Hua seperti menerima kunjungan Jiazhen dan biasa saja atas tindakan ayahnya itu.
Fang Hua terheran melihat Diwei begitu.Dia lalu bertanya"Kenapa?"
Diwei kemudian melepaskan genggaman tangannya.Dia lalu duduk menghadap kiri dimana berlawanan dengan Fang Hua yg ada di kanannya.
"Katakanlah..."ucap Fang Hua dengan menyentuh lengan kanan Diwei.
"Aku tidak boleh begini.Xiao Er sedang terluka aku harus merawatnya lebih dulu dibandingkan dengan memikirkan perasaan ini.Lagipula aku ini kan suaminya,sedangkan Jiazhen hanyalah orang luar.Meskipun dia seorang Kaisar...Dan aku hanyalah anak seorang ketua sekte..."ucap Diwei dibenaknya berusaha menghibur diri tapi malah menjadi tidak percaya diri akan setatusnya.Dia kemudian murung.
"Apa yg sedang Diwei pikirkan?Kenapa dia jadi begini?"ucap Fang Hua dibenaknya bertanya-tanya.
"Diwei...."panggil Fang Hua.
Mendengar panggilan Fang Hua Diwei lalu beranjak dari duduknya,kemudian berdiri dan berbalik menghadapnya.
__ADS_1
Diwei berkata"Aku akan menyiapkan makanan dan juga obatmu.Jadi tunggulah..."
Tak lupa Diwei memberikan senyuman.Setelah itu Dia pergi meninggalkan Fang Hua sendiri di kamarnya itu.