Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#91


__ADS_3

Keesokan paginya.


Fang Hua bangun tidur lebih dulu.Fang Hua lalu memandang wajah Diwei yg masih tidur lelap dihadapannya.


"Aku tidak percaya,seorang Diwei yg aku sendiri mengajarinya cara berciuman bisa seganas itu semalam!


Yahh ini karna efek obat perangsang itu...


Karna aku sendiri juga begitu.Aku seperti bukan diriku huhuhu"ucap Fang Hua tak menyangka dibenaknya.


Tiba-tiba Diwei membuka matanya membuat Fang Hua terkejut dan dengan cepat menutup matanya kembali seolah masih tertidur.


"Ternyata dia masih tidur"ucap Diwei senang sambil memandangi wajah Fang Hua.


"Lohh kenapa aku malah jadi beracting tidur begini?"ucap Fang Hua heran dibenaknya.


Dengan suara lirih Diwei berucap.


"Kamu pasti kelelahan karnaku semalam.Maafkan aku ya..."


"Tentu saja kelelahan...


Dan karna kamu sudah menjadi suamiku,tentu saja aku memaafkanmu..."ucap Fang Hua dibenaknya.


"Aku tidak tau kenapa bisa begitu semalam.


tapi sepertinya karna obat perangsang,tapi aku tak tau bagaimana aku bisa...


Ohh...Aku ingat...Sepertinya di arak pernikahan kita...Karna disaat jamuan aku masih baik-baik saja"


"Iya...di arak pernikahan itu ada obat perangsangnya...


Bodohnya aku yg mengajakmu untuk minum itu!!"ucap Fang Hua kesal dibenaknya.


"Padahal aku tidak berniat melakukannya,karna aku mengira kamu belum siap..."


"Iya...Aku belum siap!Aku belum siap"teriak Fang Hua dibenaknya.


"Tapi kamu tidak menolakku semalam...


Mungkin karna pengaruh arak pernikahan itu juga..."


"Iya karna itu...Karna itu..."teriak Fang Hua lagi dibenaknya.


"Setelah ini...


Aku tidak tau apakah kita bisa melakukannya lagi atau tidak...


Tapi aku tidak akan memaksamu atau memberi obat seperti itu...


Kebahagiaan dan kenyamananmu lebih penting dari itu"


"hmm...Dasar Diwei..."ucap Fang Hua terharu dibenaknya.


Fang Hua lalu membuka matanya.Diwei begitu terkejut melihatnya.


"Ka-kamu sudah bangun"ucap Diwei gagap.


"Apakah Xiao ER mendengarnya?"tanya Diwei takut dibenaknya.

__ADS_1


Fang Hua memegang wajah Diwei sambil berkata"Kita bisa melakukannya lagi"


"Apa?!Benarkah?!"teriak Diwei kegirangan.


lalu tersadar"Kamu mendengar ucapanku?'


"Iya...Aku mendengar semuanya...."ucap Fang Hua dengan tertawa.


"Apa?!!"teriak Diwei terkejut dan malu.


"Jika kamu bilang semuanya,berarti....


Dari awal kamu..."ucap Diwei.


"Iyaa...Aku bangun lebih dulu darimu....Saat kamu bangun aku langsung menutup mataku..."ucap Fang Hua dengan tertawa lagi.


"Terimakasih..."ucap Diwei dengan memeluk Fang Hua.


Fang Hua lalu membalas pelukan Diwei dan berkata"sama-sama"


Setelah itu,Fang Hua dan Diwei mandi dan pergi sarapan bersama keluarga Xiao ER di aula pertemuan.


"Kira-kira mereka sudah tidur bersama belum ya??"pikir permaisuri Lian.


Permaisuri Lian lalu bertanya karna saking penasarannya"Apakah semalam kalian tidur dengan nyenyak?"


Mendengar pertanyaan permaisuri Lian begitu,Fang Hua dan Diwei yg sedang sama-sama minum teh tersedak bersamaan.


"Kenapa mereka tersedak bersamaan?Mungkinkah terjadi sesuatu semalam??Hehehe"ucap permaisuri Lian senang dibenaknya.


"Se-semalam kami tidur dengan nyenyak...ibunda"ucap Fang Hua malu.


"nyenyak kok malu begitu hehehe


Aku jadi ingin memastikan kebenarannya"ucap permaisuri Lian dibenaknya.


Setelah sarapan usai.Permaisuri Lian membawa Yi ke kediamannya lalu menanyainya."Bagaimana keadaan Xiao ER saat bangun tidur tadi pagi?Dan apakah kamu melihat tanda-tanda di tubuh Xiao ER saat kamu membantu memandikannya?"


"Yi tidak melihat keadaan Nona saat bangun tidur karna nona ternyata bangun lebih dulu dari Yi.Bahkan tuan muda juga bangun lebih dulu dari Yi.Dan maafkan Yi,Yi tidak melihat tanda-tanda yg nyonya maksudkan karna Yi tidak lagi membantu nona mandi"ucap Yi.


"Ohh begitu..."ucap permaisuri Lian kecewa.


"Tapi kenapa kamu tidak membantu Xiao ER mandi...Itukan tugasmu..."ucap permaisuri Lian marah.


"Nona sendiri yg memintanya begitu..."ucap Yi.


"Ohh begitu...."ucap permaisuri Lian dengan anggukan kepala.


"Tapi ngomong-ngomong...Kenapa nyonya bertanya begitu?? "ucap Yi penasaran.


"Kamu tidak perlu tau.Sekarang...


Tolong kamu panggilkan pelayan dapur Ye"ucap permaisuri Lian.


"Bukannya pelayan dapur Ye itu pelayan dapur kediaman nona??Tumben nyonya mencarinya??"ucap Yi heran.


"Memangnya kenapa??Itukan urusanku...Dah sana pergi..."ucap permaisuri Lian ketus.


"Uhh...nyonya ini...

__ADS_1


Aku kira dibawa kesini mau dikasih hadiah karna sudah membantu pernikahan nona kemarin...Tapi malah cuma ditanyain dan diketusin...


Huh sebel....!!!"keluh Yi dibenaknya.


"Kalau begitu Yi pamit nyonya..."ucap Yi hormat.


"Iya...Cepatlah pergi dan panggilkan Ye kesini..."ucap permaisuri Lian.


"Iyaa nyonyaa..."teriak Yi.


Tak lama pelayan dapur Ye pun datang.Permaisuri Lian lalu bertanya"Kamu sudah menaruh obat di arak pernikahan mereka kan???"


"Iya nyonya...Seperti yg nyonya perintahkan..."ucap Ye.


"Baiklah...


Tapi...Apakah kamu sudah memeriksanya?Mereka sudah meminum arak itu atau tidak??"ucap permaisuri Lian.


"Tadi pagi Ye membereskannya lalu memeriksanya.Dan Ye yakin...Tuan dan nona sudah meminumnya nyonya..."ucap Ye.


"Syukurlah kalau begitu...."ucap permaisuri Lian sangat senang.


_______


Setelah sarapan Diwei dan Fang Hua berjalan-jalan di taman kediaman Xiao ER.


Fang Hua berjalan sambil melamun.Melamun karna memikirkan kenapa ibunya bertanya seperti itu saat sarapan.


Hal itu membuat Fang Hua hampir terjatuh kebelakang karna tak sengaja menginjak batu di tanah.Untung saja Diwei yg berada disampingnya bisa menangkap tubuh Fang Hua dengan cepat.


"kamu sedang memikirkan apa?Kalau kamu jatuh gimana?"ucap Diwei cemas.


"Kan ada Diwei yg siap menangkapku"ledek Fang Hua.


"Kalau disaat tidak ada aku gimana?"ucap Diwei sambil membuat Fang Hua berdiri semula.


"Ya jatuh..."ucap Fang Hua santai.


"Xiao ER...Aku tidak mau kamu terluka..."ucap Diwei cemas.


"Iya...Iya...Aku mengerti...."ucap Fang Hua menenangkan Diwei.


"Memangnya kamu sedang memikirkan apa hingga melamun begitu?"ucap Diwei.


"Aku sedang memikirkan pertanyaan ibunda tadi saat sarapan"ucap Fang Hua.


"Memangnya ada yg salah?"ucap Diwei heran.


"Iya.Sepertinya ibunda yg memasukkan obat perangsang di arak pernikahan kita.Kalau bukan ibunda.Kenapa ibunda bertanya begitu?Kan aneh?"ucap Fang Hua.


"Ya kan kita baru menikah kemarin.Kebanyakan orang pasti juga menganggap kita melakukannya semalam"ucap Diwei.


"Begitukah...?"ucap Fang Hua menekankan.


"iya..."ucap Diwei dengan anggukan kepala.


"Tapi sebelum kamu datang.Ibunda menaruh jimat dibawah kasur.Dan katanya biar aku cepat hamil kalau kita melakukannya semalam"ucap Fang Hua.


"Benarkah?!!Syukurlah ibunda menaruh jimat seperti itu.Semoga saja seperti yg ibunda katakan kamu bisa segera hamil"ucap Diwei senang.

__ADS_1


"Haduh...."ucap Fang Hua dengan menepuk jidatnya.


__ADS_2