Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
#70


__ADS_3

Fang Hua duduk berdampingan dengan Jiazhen didalam kereta mewah itu.Disepanjang perjalanan mereka tidak mengobrol,hingga Feng Hua merasa tidak enak dan mulai memecah keheningan.


"Mmm...


Maaf sudah merepotkan tuan Jiazhen dan lainnya"


"Ini tidak merepotkan sama sekali...


Jadi nona Xiao Er tenang saja..."


"Hmm Baiklah..."


"Sebenarnya...


Ini pertama kalinya aku ke kerajaan zhou..."


"Jika ini pertama kalinya untuk tuan...


Lalu bagaimana adik dan putra tuan ada disini?"


"Ceritanya cukup panjang...


Aku harap nona mau mendengarkannya"


"Silahkan bila tuan ingin bercerita...


saya akan mendengarkannya dengan baik"


Mendengar jawaban Fang Hua begitu,Jiazhenpun tersenyum.Kemudian dia mulai bercerita.


"Aku tidak tau,kalau adik perempuanku masih hidup.Aku mengira dia sudah meninggal saat dilahirkan.Namun ibuku sekarang sedang sakit keras,dia baru memberitahuku dan menyuruhku untuk menjemputnya.Sedangkan putraku berada disini,karna dia dikejar para pembunuh...


Karna aku telah menangkap dan menghukum para pembunuh itu.Aku berniat untuk membawa putraku kembali dan adikku itu sekarang"


"Jadi begitu....


Tapi...Apakah tuan Jiazhen mampu mengenali adik yg belum pernah ditemui selama ini?Jika ada yg mengaku-ngaku bagaimana??"


"Ibu mengatakan...


Adikku memiliki tanda lahir bulan sabit dipunggungnya"


"kenapa seperti tanda lahir milik Xiao Er ya?


Tapi...Itu tidak mungkin


Karna Xiao Er memiliki orang tua yg lengkap"ucap Fang Hua heran dibenaknya.


"Baiklah...


Aku mengerti..."


"Terimakasih nona Xiao Er"


"Apakah tuan sudah memiliki tempat untuk bermalam saat ini?"


"Belum nona"


"Kalau begitu...


Menginaplah di lembah kabut"


"Apakah tidak apa-apa nona?"


"Tidak apa-apa..."


"Kalau boleh tau.Apakah lembah kabut itu adalah tempat tinggal nona?"


"Ahaha bukan tuan..."


"Ohh jadi bukan...


Aku kira itu rumah nona..."


"Bukan...


Itu rumah calon suami saya"


"Ahh ternyata dia sudah memiliki calon suami..."ucap Jiazhen kecewa dibenaknya dengan menghela nafas panjang.


"Kenapa tuan menghela nafas begitu?


Apakah ada yg sakit?"ucap Fang Hua khawatir.


"Ahaha ada tapi bukan apa-apa"


"Ada tapi bukan apa-apa??

__ADS_1


Lalu sakit bagian manakah tuan?"


"Yg sakit adalah bagian hatiku.Tapi...masa aku harus mengatakannya"ucap Jiazhen malu dibenaknya.


Jiazhen hanya membalas kekhawatiran Fang Hua dengan senyum manis.


Tiba-tiba penjaga Jiazhen berteriak"Tuan dan nona...Kita sudah sampai..."


Fang Hua dan Jiazhenpun turun dari kereta mewah itu.Mereka disambut para penjaga lembah kabut.


"Siapakah kalian?"ucap mereka bersamaan.


Feng Hua lalu membuka cadarnya dan berkata"Aku Xiao Er...Cepat beritahu Diwei sekarang.."


Semua penjaga memberi hormat dan berkata dengn serentak"Maafkan kami nona...Silahkan masuk"


Jiazhen terkejut melihat wajah cantik Fang Hua.Dia berkata"Sudah kuduga dia adalah wanita yg cantik...Tapi sayang...Dia sudah memiliki calon suami"dibenaknya.


..........


Disisi lain.


"Apa Xiao Er disini?!Ayo kita kebawah sekarang..."teriak Zhaoyang kesenangan.


"Tapi...Dia datang dengan laki-laki dan pakaiannya seperti orang kerajaan Yue"ucap ajudan Zhaoyang dengan ekspresi berpikir.


"Apa?!!Siapa laki-laki itu?!!


Aku kira dia kesini karna ingin meminta bantuan pada Diwei karna ibunya telah kita culik..."ucap Zhaoyang kecewa.


"Sepertinya dia belum tau Yang Mulia Kaisar...


Karna hamba melihat Yang Mulia Ratu biasa saja dan tidak menunjukkan tanda-tanda sedih"ucap ajudan Zhaoyang dengan yakin.


"Kalau dia tidak tau...


Aku harus memberitahunya..."ucap Zhaoyang dengan senyum licik.


..........


Fang Hua dan Jiazhen duduk di aula pertemuan.Salah satu penjaga yg menyambutnya kemudian memberitahu Diwei dan Weiheng.Tak lama merekapun datang menemui Fang Hua dan Jiazhen.


"Malam-malam begini kamu datang kemari...


Syukurlah kamu bisa keluar...


Ada apa kamu kesini?Apakah kamu kesini karna merindukanku?"ucap Diwei senang sambil mendekati Fang Hua.


"Ayo kita bicara berdua..."ucap Fang Hua dengan memegang tangan Diwei saat sudah didekatnya.


Diwei lalu membawa Fang Hua ke kamarnya.


"Nahh sekarang kita hanya berdua"ucap Diwei menegaskan.


"Bawa aku pergi Diwei...


Bawa aku pergi....."ucap Fang Hua dengan meneteskan air mata.


"Jangan menangis..."ucap Diwei dengan mengusap air mata Fang Hua.


Namun Fang Hua tak berhenti menangis,dia terus menangis.Melihat hal itu,Diwei lalu memeluk dan mengusap punggung Fang Hua sambil berkata"Aku akan membawamu pergi...Aku akan membawamu pergi..."


Fang Hua tak membalas perkataan Diwei,namun dia membalas pelukan Diwei sambil menangis tersedu-sedu.


Setelah beberapa menit,Fang Huapun berhenti menangis.Dia lalu mengusap air matanya dan melihat wajah Diwei dengan seksama.


"Kenapa melihat wajahku begitu?"tanya Diwei heran.


Feng Hua hanya menjawab Diwei dengan senyuman.


"Akhirnya kamu berhenti menangis dan tersenyum sekarang"ucap Diwei senang.


"Bisakah kamu merendahkan tubuhmu?"


"Tentu.."


Diwei lalu merendahkan tubuhnya.Dengan jantung berdebar,Fang Hua lalu memegang wajah Diwei dan mencium bibirnya.Fang Hua melakukannya dengan memejamkan mata.Seketika wajah Diwei merona,dia lalu ikut memejamkan mata.


Bukan sekedar ciuman biasa,Fang Hua memberikan ciuman mesra.Diwei membatu bingung menikmati ciumannya.Diwei sangat senang dan jantungnya berdebar kencang.


Melihat respon Diwei yg hanya diam tanpa membalas ciumannya,Fang Huapun melepaskan ciumannya dan marah"Kenapa diam saja...


Kenapa tidak membalas ciumanku...


menyebalkan!"


"Tolong maafkan aku....

__ADS_1


Aku bingung harus bagaimana...


Aku tidak bisa seperti itu...


Aku hanya bisa mengecup bibirmu biasa..


Terimakasih sudah menciumku seperti itu Xiao Er"


"Ohh iya aku lupa...


Nafas buatan saja dia tidak tau,apalagi ciuman seperti ini"ucap Fang Hua senang dibenaknya.


Fang Huapun terkekeh dan berkata"Baiklah...


Aku memaafkanmu...


Tapi dengan satu syarat..."


"Apa itu?"


"Kamu harus bisa berciuman seperti itu"


"bagaimana caranya?"


"Aku akan mengajarimu sekarang"


Diwei tersenyum malu.


Fang Hua lalu mendekatkan wajahnya lagi.Diweipun melakukan hal yg sama.Dengan jantung berdebar.Mereka kemudian berciuman mesra beberapa kali dengan arahan yg Fang Hua berikan.Setelah itu,Diweipun bisa melakukannya.Diwei dan Fang Hua berciuman berulangkali.


Tiba-tiba pintu kamar Diwei terbuka begitu keras.


brakk...


Fang Hua dan Diwei melepaskan ciuman dan pelukan.Mereka kemudian bersamaan melihat pintu kamar.Mereka melihat Zhaoyang sedang berdiri disana.


Zhaoyang lalu berjalan mendekati mereka.


"Ikut aku"ucap Zhaoyang dengan menarik tangan Fang Hua.


Fang Hua lalu melepaskan tangan Zhaoyang dengan kasar sambil berkata" apa-apaan sih kamu!


Bagaimana kamu bisa ada disini?!"


"Aku lupa ada dia disini.Aku terlalu senang hingga melupakan si pengacau ini!"ucap Diwei kesal dibenaknya.


"Ibumu ada di istanaku...


Kamu tidak mau menyelmatkannya??"ancam Zhaoyang.


"Sudah kuduga...


Dia disini dengan tujuan yg buruk!"ucap Diwei kesal dibenaknya.


"Pantas saja ibunda dan ayahanda tidak datang menemuiku ke istana...


Kamu apakan ibundaku?!"


"Dia baik-baik saja sekarang...


Tapi kalo kamu tidak mau ikut aku sekarang...


Mungkin lain lagi"


"Zhaoyang!!Kamu bilang melepaskan kami...


Tapi sekarang!!Kenapa kamu seperti ini lagi!!!"


"Aku tidak bisa melupakanmu..."


"Ohh..


Kamu juga lupa aku sudah tidak suci..."


"Jangan ungkit hal itu lagi!!"


"Memang itu kenyataannya kok!"


"Aku sangat mencintaimu...


Aku mohon ikut aku sekarang..."


"Tidak mau!Tidak mau!!!"


"Baiklah!!Akan aku bunuh ibumu!!!!"


"Jangan....!!Baiklah...

__ADS_1


Aku ikut denganmu..."


Zhaoyang lalu menarik tangan Fang Hua.Diwei dan Fang Hua saling bertatapan sebelum berpisah.


__ADS_2