
"Lapor Yang Mulia Kaisar...."ucap seorang pengawal berkedudukan tinggi pada Zhaoyang dengan hormat.
"Ada apa?"ucap Zhaoyang cuek.
"Banyak prajurit mengalami kejang-kejang dan tubuhnya berubah berwarna biru"
"A-apa?!!Kenapa bisa begitu??!"
"Awalnya hamba tidak tau.Tetapi setelah melihat salah satu prajurit yg ada disamping hamba.Tidak sengaja tergores tanaman yg berada disekitarnya.Dia lalu menunjukkan gejala seperti itu"
"Lalu bagaimana keadaanya?"
"Para tabib yg kita bawa sedang menyembuhkannya.Akan tetapi,mereka mengaku tidak bisa menyembuhkannya..."
"Apa-apan itu!Tabib tidak bisa menyembuhkannya!!Lalu,percuma saja aku membawa mereka!!!"
"Mohon tenangkan emosi Yang Mulia Kaisar...
Tabib mengatakan,mungkin hanya yg tinggal di lembah kabut yg bisa menyembuhkannya"
"Ohh begitu!Cepat bawa Ketua Sekte itu kemari!"
"Baik.Yang Mulia Kaisar..."
Tak lama,prajurit itu membawa Weiheng menghadap ke depan Zhaoyang yg sedang duduk dengan ekspresi kesal.
"Kenapa wajahnya seperti itu?Apakah para prajurit itu sudah terkena tanaman beracun yg ada disini?"tanya Weiheng senang dibenaknya.
"Tidak kusangka.Zhaoyang yg dulu kubantu malah membuat anakku menjadi kesulitan disaat ini.Aku akan membantumu nak,jadi jangan khawatir..."ucap Weiheng kesal dibenaknya.
"Pergilah...Biarkan dia sendiri..."ucap Zhaoyang pada prajurit itu.
Lalu prajurit itupun memberi hormat dan pergi.
"Tabib mengatakan,hanya yg tinggal di lembah kabut yg bisa menyembuhkan para prajurit.Apakah itu benar?"
"Benar.Yang Mulia Kaisar...
Hanya kami yg bisa menyembuhkannya.Karna kami tinggal disini sudah lama sekali,jadi sangat tau akan karakteristik tanaman itu"
"Kenapa kamu tidak mengatakannya sedari awal!Jika kamu mengatakannya,aku akan menyuruh mereka untuk berhati-hati.Atau Kamu sengaja yaa,membuat prajuritku terluka?!!"
"Mau dibilang sengaja atau bukan.Itu sudah terjadi dan sekarang Yang Mulia Kaisar,mau bagaimana?Membiarkan mereka mati atau hidup?Itu semua Yang Mulia Kaisar yg memutuskannya"
"Hah!!Benar-benar membuatku jengkell!!!Sepertinya dia benar-benar sengaja melakukannya...Apa yg sedang dia rencanakan?!"ucap Zhaoyang kesal dibenaknya.
"Aku mau kamu dan anggotamu menyembuhkan para prajuritku"
"Demi hubungan baik antara hamba dan Fu.Hamba dan yg lain bersedia menyembuhkan para prajurit.Asalkan Yang Mulia Kaisar bisa mengabulkan satu permintaan"
"Ohh jadi begitu.Coba kulihat apa yg dimintanya"ucap Zhaoyang dibenaknya dengan wajah curiga.
"Apa itu?.Dan tak kusangka paman mengenaliku...Padahal sudah 5 tahun kita tidak bertemu hahaha..."
"Mana mungkin hamba melupakan orang yg telah hamba selamatkan.Tapi sayangnya orang yg hamba selamatkan malah mengancam keselamatan anak si penyelamat"
__ADS_1
"Mengancam keselamatan!Dia sudah membawa calon Ratuku...Mengerti!!Kamu terang-terangan membelanya begitu...Kamu sudah bosan hidup.Kah?!!Dan soal menyelamatkan hidupku dan paman Fu saat itu...Kamu tenang saja!Aku sama sekali tidak melupakannya.Dan aku tidak akan membunuh kamu atau anakmu itu!"
Weiheng diam melamun sambil berucap dibenaknya"Syukurlah dia tidak berniat membunuh Diwei...Ternyata percuma saja,aku membuat para prajuritnya kesakitan begitu...Tapi,mungkin akan berguna suatu saat"
"Tolong jangan melamun!"
Weihengpun tersadar dari lamunannya.Dan mengucapkan"Ya.Yang Mulia Kaisar"
"Jadi apa yg kamu minta dariku?"
"Hamba tidak memintanya sekarang"
"Apa yg dia inginkan.Ya?!Aku harap tidak yg muluk-muluk nantinya...Aku ingin menolaknya.Tapi aku tidak bisa membiarkan prajuritku mati..."ucap Zhaoyang dibenaknya.
"Terserahlah...Kapanpun itu,aku akan mengabulkannya.Sekarang mulailah menyembuhkan para prajuritku"
"Baik.Yang Mulia Kaisar"
__________
"Nona ingin makan apa?Aku akan membuatkannya"
"Kamu sedang terluka...Tidak perlu....
Dan bukannya kita jangan menyalakan api??Karna mereka bisa menemukan kita melalui asapnya"
"Taukah nona kenapa lembah dan hutan ini dinamakan kabut?"
"Karna sering berkabut.Kan?
"Benar sekali...Dan jika terjadi sesuatu dikejauhan,kami berkomunikasi dengan peluit"
"Apakah peluit yg waktu itu kamu berikan padaku?"
"Iya.Nona"
"Bagi para anggota sekte angin hitam.Jika Meniupkannya satu kali,artinya berkumpul ketempat si peniup.Jika meniupkannya dua kali,artinya keadaan buruk ditempat si peniup.Jika meniupkannya tiga kali,si peniup butuh bantuan"
"Ohh berarti kamu membawa peluitnya...Dan memangnya mereka akan bisa mendengar walau jauh di hutan begini?Bukankah berbeda dengan kediamanku?"
"Karna terburu-buru saat membawa nona kemari.Diwei lupa membawanya.Tentu saja,bisa mendengarnya...Karna peluit ini jangkauannya sangat luas"
"Tapi kalau masing-masing memegang peluit itu dan meniupnya bersamaan...Apakah tidak ada yg bingung soal itu??"
"Tidak...Karna peluit itu hanya untuk hal yg mendesak saja"
"Lalu...Kalau aku meniupnya.Tiba-tiba ada anggota mansion angin hitam mendengarnya padahal aku berniat memanggilmu,fai,ping dan Ho saja.Bagaimana??"
"Hahaha Itu akan sangat lucu sekali nona..."
"Aku serius...Jangan tertawa..."
"Ya begitu...Mereka akan muncul bila mendengarnya"
"Hmm.Baiklah....
__ADS_1
Berarti jangan sembarangan untuk memakainya.Kalau kamu tidak membawanya.Berarti tuan Weiheng yg akan memberitahu kita soal Zhaoyang disana?"
"Benar.Nona"
"Aku kira hanya dikediamanku saja peluit itu bisa menjangkaunya.Berarti dikediaman yg lain,suara peluit itu terdengar??"
"Benar.Nona"
"Nona kan tau sendiri...Peluit itu berbunyi kicauan burung...Jadi tidak akan ada yg tau..."
"Iya sih...Ngomong-ngomong,saat kamu memberikan peluit itu.Apakah Fai,ping,dan Ho tau soal peluit itu dari sini?Dan juga soal kegunaanya..."
"Tidak tau...Aku hanya mengatakan pada mereka, jika mendengar bunyi dari peluit itu.Kita harus berkumpul"
"Berarti jika ada anggota sekte yg ada di ibukota meniup peluit itu.Mereka mendengarnya dan ikut berkumpul??"
"Benar juga yaa.Apa kata nona.Tapi selama bersama mereka,belum ada anggota sekte yg meniupnya.Dan hingga Diwei tak bersama mereka.Tapi kalau sekarang atau nanti mungkin saja bisa terjadi..."
"Haduhhh Kalau ada kesalah pahaman bagaimana??Tapi saat kamu dipecat,mereka kan sudah tau kamu adalah anak ketua sekte angin hitam"
"Entahlah mungkin akan terjadi kesalahpahaman...
Iya mereka tau soal aku putra ketua sekte.Tapi mereka tidak tau bahwa peluit itu untuk anggota sekte angin hitam lainnya.Nahh sekarang Nona mau makan apa??"
"Tapi...Bagaimana kalau mereka,Kenapa-napa??Aduhh kamu malah bertanya soal makanan...Bukannya khawatirkan mereka"
"Bukankah nona sudah lapar?Sudahlah nona...Jangan memikirkan mereka lagi.Mereka paling hanya akan ditangkap lalu dibawa kehadapan ayah.Lalu ayah memenjarakannya dengan tuduhan mata-mata"
"Wahh bisa jadi...Ayahmu kan belum tau soal mereka...Tapi seharusnya dia tau kamu berteman dengan mereka,karna dia kan ketua sekte???Mungkin ayahmu tidak akan memenjarakan mereka.Tapi malah akan memberi perjamuan pada mereka hahaha...."
"Nona benar...Seharusnya ayah sudah tau soal mereka...Jika ayah mengutus mata-mata untuk mengawasiku.Setelah kejadian Ze waktu itu.Tapi...Sepertinya dia tidak melakukannya.Karna bila dia melakukannya,kenapa aku bisa diculik Zhaoyang hingga sekarang?Dan ayahku tak kunjung menyelamatkanku saat itu..."
"Mungkin saja ayahmu tidak bisa,karna pasukan Zhaoyang banyak dan mungkin saja dia tidak mengutus mata-mata untukmu"
"Sepertinya dia tidak mengutus mata-mata.Karna dulu,aku pernah memarahinya,setelah aku mengetahui ayah mengirimkan mata-mata untukku.Kini aku sadar...Ternyata ada gunanya juga mata-mata itu.Ya,meskipun hal pribadiku jadi terganggu..."
"Ohh mungkinkah karna tak ada mata-mata dari ayahmu.Membuat niat Ze kembali lagi...."
"Setelah kupikir-pikir ada benarnya juga perkataan nona...Karna tidak mungkin dia berani,kalau ada mata-mata ayahku disekitarku.Aku jadi merasa bersalah pada ayah padahal itu juga demi kebaikanku..."
"Yang penting kamu sudah menyadarinya sekarang....Terkadang orangtua,melakukan hal yg tidak kita sukai demi kebaikan kita sendiri...Ohh ya.Soal makanan,biar Aku saja yg membuat makanannya yaa..."
"Tidak salah bilaku menyukaimu,Xiao Er....Tapi kapankah kamu menyadarinya?"gumam Diwei dibenaknya.
"Tidak mau.....Biar aku saja yg membuatnya..."
"Kamu kan sedang sakit...Dan kalau kita berdebat terus,kita tidak akan makan....Kumohon,biar aku saja ya,yg membuat makanan..."
"Aku tidak mau,jika nona yg membuatnya.Kalau begitu.Bagaimana kalau kita bersama-sama membuatnya.Bukankah bersama-sama membuatnya akan jauh lebih cepat dan ringan?"
"Hmm...Karna aku sudah lapar dan aku tidak mau membuatmu kecewa.Jadi,baiklah..."
"Terimakasih nona.Kalau begitu...Ayo membuat makanan yg enak!"
Setelah itu,Diwei lalu menunjukkan keberadaan dapur.Kemudian mereka membuat berbagai masakan dengan bahan yg ada bersama-sama.
__ADS_1