Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
...


__ADS_3

Setelah pergi mandi,Feng Hua kemudian menata rambutnya dibantu Yi dan para dayang istana.


Kemudian,Feng Hua mengusir para dayang dan hanya menyisakan Yi di kamar itu.


"Yi,menurutmu aku harus bagaimana?memberitahu wajahku atau tidak pada Putra Mahkota?"tanya Feng Hua penasaran.


"Menurut hamba.Yang Mulia beritahu saja pada Yang Mulia Putra Mahkota,karena Yang Mulia adalah istrinya sekarang"ucap Yi,sembari menundukan kepala.


"Panggil aku Nona Xiao Er dan bersikap sama seperti biasa, jika tidak ada orang disini"ucap Feng Hua pelan.


"Baik,Nona"ucap Yi mengiyakan.


"Dimana, Yang Mulia Putra Mahkota sekarang?"tanya Feng Hua.


"Yang Mulia Putra Mahkota sedang berada di taman"jawab Yi.


"Bawa aku kesana,Yi"ucap Feng Hua memerintah.


"Baik,Nona"ucap Yi,mengiyakan.


Setelah itu ,Feng Hua bergegas menuju tempat Putra Mahkota berada.Dilihatnya Putra Mahkota berdiri dibawah pohon persik,sedang melihat dan memegang bunga bersik dari dahannya.


"Yang Mulia..."ucap Feng Hua memanggil


"Kemarilah,Xiao Er"ucap Putra Mahkota sembari mengulurkan tangan kanannya.


"Sedang apa ,Yang Mulia disini?tanya Feng Hua penasaran,sembari mengambil uluran tangan Putra Mahkota.


Lalu, Putra Mahkota menarik tangannya dan langsung memeluk tubuh Feng Hua dengan hangat.


Para kasim dan para dayang yg melihatnya dari kejauhan tersenyum menunduk dan saling berbisik,berharap pernikahan Putra Mahkota dan Feng Hua harmonis selamanya.


"Yang Mulia, ada banyak kasim dan dayang disini"seru Feng Hua terkejut ,sembari berusaha melepaskan pelukan Putra Mahkota.


"Kenapa?Kamu malu?"ucap Putra Mahkota meledek,sembari menahan pelukannya.


"Tentu saja,Yang Mulia"keluh Feng Hua.

__ADS_1


"Tidak perlu malu,kamu harus membiasakannya"ucap Putra Mahkota,sembari tertawa kecil.


"Yang Muliaa.."bujuk Feng Hua.


"Sampai kapanpun aku akan memelukmu seperti ini.Maafkan aku yg sudah egois memintamu untuk membuka cadarmu,aku mencintaimu dan menghargai keputusanmu"ucap Putra Mahkota lembut,sembari mengelus punggung Feng Hua lembut.


"Terimakasih,Yang Mulia"ucap Feng Hua gembira,sembari tersenyum dibalik cadarnya.


"Baiklah,aku ingin mengajakmu berkeliling taman di kediamanku ini"ucap Putra Mahkota,sembari melepas pelukannya dan menggandeng tangan Feng Hua.Lalu diikuti para dayang dan kasim dari belakang.


Feng Hua sangat senang,diajak Putra Mahkota berkeliling taman dikediamannya.Taman di kediaman Putra Mahkota begitu luas,ada banyak macam pepohonan dan bunga.Namun,lebih banyak pohon persik yg tumbuh di tamannya.


"Ternyata dari yg kudengar memang benar yaa,kamu suka pohon persik.Lihat matamu ,hanya melihat pohon-pohon itu dibandingkan aku"ucap Putra Mahkota kesal,sembari melirik Feng Hua.


"Tidak,Yang Mulia.Hamba menyukai semua yg ada disini"ucap Feng Hua menenangkan, sembari melirik Putra Mahkota.


"jika semuanya, berarti termasuk aku?"ucap Putra Mahkota ,sembari menunjuk dirinya sendiri dengan tangan satunya.


"Maksud hamba,semua pemandangan ini"ucap Feng Hua ,sembari tertawa kecil.


"Aku senang melihatmu tertawa seperti itu,aku berjanji akan selalu membuatmu tertawa"ucap Putra Mahkota serius.


Putra Mahkota hanya membalas Feng Hua dengan senyumannya.


Entah mengapa saat Feng Hua melihat Putra Mahkota membalasnya dengan senyuman,jantung Feng Hua berdetak sangat cepat.Feng Hua sangat gugup dan ingin kembali ke kamar untuk menenangkannya.


"Yang Mulia,hamba ingin kembali"pinta Feng Hua.


"Baiklah,Xiao Er"ucap Putra Mahkota sembari menggendong Feng Hua ala bridal style.


"Yang Mulia,turunkan hamba!"teriak Feng Hua kaget,sembari meronta ronta.


"Kamu jangan bergerak terus,nanti bisa jatuh.Tolong pegangan yg kuat!"ucap Putra Mahkota membentak.


"Baik,Yang Mulia"gumam Feng Hua kesal,sembari melingkarkan tangannya ke leher Putra Mahkota.


"haduhh,jantungku!aku harap ngga kedengeran Putra Mahkotaaa.Tenang Feng Hua...Tenang...Kamu harus tenang..."ucap Feng Hua khawatir dalam hati.

__ADS_1


"Aku sangat senang menggendongmu Xiao Er"ucap Putra Mahkota dalam hati,sembari melihat Feng Hua dan tersenyum.


"Yahh...dia senyum lagi"ucap Feng Hua dalam hati,sembari memalingkan wajahnya kedepan.Setelah melihat senyuman itu,tanpa sengaja.


"Kenapa,Yang Mulia tersenyum?tanya Feng Hua ingin tau.


"Ini bukan senyuman,tapi raut wajahku yg kelelahan menggendongmu.Karena kamu sangat berat"ucap Putra Mahkota mengelak.


"Padahal yg aku lihat tadi adalah senyuman,ada-ada saja Putra Mahkota untuk menutupinya"ucap Feng Hua kesal dalam hati.


"Huhh,hamba kan sudah bilang jangan menggendong"ketus Feng Hua.


"Aku kasian melihatmu kecapean dan kamu sangat lambat saat berjalan"keluh Putra Mahkota.


Feng Hua hanya membalas Putra Mahkota dengan lirikan tajam.Putra Mahkota yg melihatnya ,cuma pura-pura tidak tau.


Setelah berjalan cukup lama merekapun sampai di kamar.


"Nahh,sudah sampai..."ucap Putra Mahkota,sembari menurunkan Feng Hua dari gendongannya.


"Terimakasih Putra Mahkota"ucap Feng Hua,sembari memberi hormat.Kemudian berjalan cepat menuju meja.


"Buru-buru minum,biar ini jantung tenang"ucap Feng Hua dalam hati,sembari mengisi air ke cangkir dan meminumnya.


"Hanya itu"bisik Putra Mahkota di telinga Feng Hua.


Feng Hua yg mendengar bisikan itu,langsung tersedak.Putra Mahkota langsung menepuk punggung Feng Hua pelan dengan khawatir.


"Lalu apa lagi Yang Mulia mau?lagi pula Yang Mulia sendiri yg menginginkannya.."ucap Feng Hua acuh,Sembari mengisi air di cangkirnya lagi.Namun direbut Putra Mahkota ,saat akan meminumnya.


"Ini yg aku mau"ucap Putra Mahkota meledek,sembari meminum hasil rebutannya.


"Huhh,itukan minumku.Kalau kamu mau,aku akan mengisikan satu cangkir lagi untukmu"ketus Feng Hua.Kemudian diam sejenak.Lalu Feng Hua menutup mulutnya dengan cepat,karena tersadar telah berucap aku kamu.


Bukannya marah,Putra Mahkota hanya tertawa terbahak-bahak saat menyadarinya.


Jangan lupa like dan favorit 😘

__ADS_1


Makasih sudah baca😊🙏


__ADS_2