
Hanya dalam 5 menit saja.Feng Hua dan Diwei selesai menjelajahi seluruh ruangan tempat persembunyian.Yg mana tempat itu adalah rumah kecil yg terdiri dari satu kamar tidur,dapur,dan kamar kecil.Mereka lalu keluar dari rumah itu,kemudian melihat tanaman bunga dan pohon persik yg ada di halaman.
"Kamu bilang tempat ini dikelilingi tanaman beracun...Tapi kenapa yg aku lihat tanaman bunga dan pohon persik??"
"Ohh....Jika nona berjalan melewati pagar pembatas.Nona akan menemukan tanaman beracun itu"
"Ohh begitu...Ngomong-ngomong nanti malam tidurnya bagaimana??Masa kita tidur satu ranjang lagi..."
"Baiklah.Kalau begitu,Diwei tidur dibawah lantai saja"
"Ja-jangan...Masa kamu dibawah...Kamu sedang sakit.Aku saja yg dibawah..."
"Nona perempuan.Diwei tidak mau nona tidur dibawah..."
"Huhhh terpaksa,kita tidur bersama saja.Lagipula kita tidak melakukan apapun..."
"Iya Nona"
"Ehm...Banyak sekali pohon persiknya..
Dan semuanya berbuah lebat...Bolehkah aku memetiknya??"
"Tentu...Silahkan kalau nona mau...Makanlah sebanyak yg nona mau..."
"Asyik...Terimakasih Diwei..."
"Diwei akan membantu nona memetiknya..."
"Baiklah..."
__ADS_1
Mereka lalu memanen buah persik itu bersama-sama.
Diwei awalnya fokus memetik buah persik yg ada didekatnya,lalu menengok Feng Hua yg ada disebelah kanannya.Diwei melihat Feng Hua sedang memetik buah persik sama sepertinya.Dia pun tersenyum melihat Feng Hua,sambil berucap"Bisa memetik buah persik bersama seperti ini saja,sudah membuatku bahagia...Apalagi jadi suaminya yaa hehe"
"Besar sekali buah persiknya...Aku harus mendapatkannya!"ucap Feng Hua dibenaknya saat melihat buah persik yg ada didepannya,namun lumayan tinggi dari atas kepalanya
Feng Hua lalu menjijitkan kakinya dan berusaha menggapai buah persik yg diincarnya itu dengan tangan kanannya.
"Sebentar lagi..."ucap Feng Hua menyemangati diri dibenaknya.
Namun usaha Feng Hua sia-sia,dia lalu mencoba melompat-lompat dengan tangan kanannya berusaha meraih buah persik itu.Dan akhirnya,Feng Hua berhasil memetiknya.Namun sayang,meski berhasil diapun terpeleset.Dan dia menjatuhkan semua buah persik yg telah dikumpulkan ditangan kirinya,karna saking kagetnya.
Karna Diwei sejak tadi melihat Feng Hua.Diwei lalu membuang semua buah persik yg dikumpulkannya.Dan dengan cekatan Diwei menangkap tubuh Feng Hua yg akan jatuh kebelakang.Feng Hua dan Diwei lalu saling bertatapan.
Dibenak Feng Hua berucap"Wahh dia menangkapku lagi...Lagi-lagi dia menyelamatkanku"
Tanpa sadar mereka bertatapan dengan posisi itu cukup lama.Mereka tersadar saat buah persik yg Feng Hua perjuangkan itu jatuh ke tanah.
"Ehh Jika terus seperti ini...Apakah luka yg ada di punggung Diwei akan baik-baik saja!"ucap Feng Hua khawatir dibenaknya.
"Ohh tidak...Aku terlalu lama menangkapnya.Aku lupa punggungku masih sakit...Ba-bahuku sudah tidak kuat menahannya...."ucap Diwei dibenaknya.
"Ma-maafkan Diwei nona..."ucap Diwei dengan ekspresi kesakitan.
Feng Hua yg melihat dan mendengar ucapan Diwei begitu hanya mengedipkan kedua matanya,dan bertanya dibenaknya"Maksudnya?"
Brukkk...
Mereka pun jatuh bersama ke tanah.Mereka jatuh dengan Diwei menindih badan Feng Hua dan bibir Diwei mendarat di bibir Feng Hua.
__ADS_1
"Diwei...!!"teriak Feng Hua terkejut dibenaknya.
"Tidak..."teriak Diwei terkejut dibenaknya.
"Astaga Diwei...Kamu menciumku...Bagaimana ini...Jika aku mendorongnya...Aku takut dia jatuh dan punggungnya terluka lagi...Mungkin aku harus menunggu Diwei untuk bangun..."ucap Feng Hua dibenaknya.
"Ya Dewa....Kenapa bisa begini....Kalau Xiao Er marah gimana....Tapi aku tidak bisa menarik tubuh Xiao Er ataupun menarik tanganku yg ada dibawah punggungnya...Aku harus bagaimana???Mungkin lebih baik menunggu Xiao Er bangun dulu????"ucap Diwei dibenaknya.
Selang beberapa menit mereka diam dengan keadaan seperti itu.Masing-masing berharap salah satu diantara mereka membebaskan diri.
"Kenapa dia tidak bangun dari atas tubuhku?Kan berat...Apa dia sengaja ingin berlama-lama?!"ucap Feng Hua kesal dibenaknya.
"Kenapa Xiao Er diam saja??Tanganku sudah merasa pegal...Apakah Xiao Er sengaja??Kalau begitu,Xiao Er ada rasa denganku...."ucap Diwei senang dibenaknya.
"Ahh tidak bisa dibiarkan jika begini terus...Dia pasti sengaja..."teriak Feng Hua dibenaknya sambil mendorong Diwei kuat.
Dan Diweipun jatuh dengan punggung mendarat di tanah dengan jeritan kesakitan.
"Aduhh maafkan aku Diwei...Habisnya kamu ngga bangun-bangun..."
"Bagaimana Diwei bangun...Tangan Diwei tertindih badan nona...Diwei tidak kuat menariknya"
"Aiya...Jadi begitu rupanya...Aku kira kamu sengaja....Maafkan aku Diwei..."
Feng Hua lalu membantu Diwei untuk berdiri.
"Iya.Tidak apa-apa nona..."
"Pu-punggungmu merah..."
__ADS_1