
Mendengar putra mahkota berkata begitu,Jiazhen merasa tidak terima.Dia lalu mendorong putra mahkota kasar dengan tangan kanannya.
"Apa maksudmu soal pergi?!Kalau kamu mau pergi,pergi saja sendiri!!Aku akan menunggu terus disini hingga diperbolehkan masuk!!"
Lantas putra mahkota tak tinggal diam,dia kemudian balik membalas dorongan Jiazhen itu.
Dia kemudian menerangkan alasannya, mengapa dia berkata demikan pada si penjaga.
"Coba kamu pikir! tiba-tiba ada seorang pemuda asing mengakui dirinya Kakak dari anak perempuannya.Jika aku menjadi tuan Xiao,aku takkan bisa langsung mempercayainya!!Jadi wajar saja jika Tuan Xiao nantinya takkan mengijinkanmu untuk masuk!!"
"Aku tau kamu khawatir.Aku tau kamu mau melihat keadaan Xiao ER sekarang!Tapi kamu juga harus menjaga perasaan Tuan Xiao dan keluarganya!"
Jiazhen lalu terdiam.Merasa apa yg dikatakan putra mahkota ada benarnya.
Selang 15 menit kemudian.Penjaga yg memberitahu Tuan Xiao pun kembali.
Melihat penjaga itu telah kembali.Besar harapan Jiazhen,Tuan Xiao mau membiarkannya menemui Fang Hua.
"Bagaimana?"tanya putra mahkota penasaran.
"Tuan besar mengatakan hanya kakak nona saja yg boleh melihat keadaan nona,sedangkan yg lainnya hanya boleh menunggu di luar kamar nona"jawab penjaga itu dengan gugup.Gugup karna sebelumnya sudah bersikap lancang pada putra mahkota dan Jiazhen.
"Baguslah"ucap Jiazhen merasa senang.Sedang putra mahkota tidak.
"Aku kira dengan mengantarnya kesini,aku juga bisa melihat keadaan Xiao ER.Meskipun hanya sebentar saja pun tak apa.Tapi ternyata sama saja"ucap putra mahkota sedih dibenaknya.
"Ma-maafkan soal yg tadi Yang Mulia dan tuan-tuan sekalian.Hamba tadi tidak sopan"Ucap penjaga itu malu-malu.
__ADS_1
"Tidak apa-apa penjaga"ucap Jiazhen dan putra mahkota bersamaan.
Penjaga itu lalu berkata"Mari ikuti hamba.Hamba akan mengantarkan Yang Mulia dan tuan-tuan kesana"diikuti dengan tangan yg menunjuk kearah dalam kediaman.
Mereka kemudian mengikuti penjaga itu dari belakang.
Sebenarnya didalam hati kecil Jiazhen.Jiazhen merasa takut Fang Hua tinggal di kediaman Tuan Xiao dengan kekurangan atau jauh dari kata layak.Dia beranggapan begitu, karna mengingat Fang Hua hanyalah anak angkat tuan Xiao.Namun,ketika dia memasuki kediaman yg Fang Hua tinggali.Dia merasa lega dan bersyukur.
"Ternyata dia memperlakukan Xiao ER dengan baik"gumamnya dibenaknya,sembari menengok kekiri dan kanannya.
Jiazhen melihat kediaman Fang Hua begitu indah dan luas.
Tak lama,mereka pun sampai di depan kamar Xiao ER.Dan pas sekali dengan Tuan Xiao yg tiba-tiba keluar dari pintu kamar.
"Yg manakah kakak Xiao ER?"tanyanya dibenaknya sembari melihat satu-satu persatu dari mereka.
Tuan Xiao bisa berpikir begitu.Karna dia pernah melihat Kaisar Yue datang bersama para bawahannya ketika perjamuan yg diadakan di istana kerajaan Zhou 20 tahun silam.
"Dilihat dari pakaiannya dia seperti seorang Kaisar.Tapi untuk apa dia kesini?Tidak mungkinkan kalau dia?"batin Tuan Xiao bertanya-tanya sambil melihat Jiazhen.
Melihat Tuan Xiao memandangi Jiazhen.Putra mahkota lalu berkata"Tuan Xiao,dia adalah kakak Xiao ER"
"Apa?!Kakak Xiao ER !!Jadi dia kakak Xiao ER?!"terkejut tuan Xiao dibenaknya.
"Perkenalkan nama saya Jiazhen.Saya adalah kakak kandung Xiao ER.Saya Kaisar dari kerajaan Yue"ucap Jiazhen memperkenalkan dirinya dengan sopan dan hormat.
Putra mahkota terkejut mendengarnya.Dia lalu memperhatikan pakaian yg Jiazhen kenakan sambil berkata dibenaknya."Astaga!!Aku tidak memperhatikannya sama sekali!!Pantas saja ayahanda kaisar memanggilnya Tuan!!Bodohnya aku!!!Sedari tadi aku tidak memanggil hormat padanya....Bagaimana ini?!!Apakah setelah ini,dia akan membunuhku?!!"
__ADS_1
Tuan Xiao lalu berjalan cepat menuju Jiazhen.
"Benarkah kamu?!"tanya Tuan Xiao menegaskannya kembali saat sudah dihadapan Jiazhen.
"Benar..."ucap Jiazhen tanpa ragu.
"Tapi bagaimana Yang Mulia bisa tau,kalau Xiao ER itu adik Yang Mulia"ucap Tuan Xiao.
"Orangtua itu,Ahh bukan...maksudku Kaisar Wen yg memberitahuku,kalau aku adalah kakak Xiao ER"jawab Jiazhen.
"Begitu rupanya"ucap Tuan Xiao dengan anggukan kepala.
"Kenapa baru sekarang dia mengatakannya?Kenapa tidak dari dulu....??"pikir tuan Xiao heran.
"Paman...Bisakah aku melihat keadaan Xiao ER sekarang...Aku mau melihatnya..."ucap Jiazhen tak sabar.
Tuan Xiao lalu mempersilahkannya"Baiklah...Mari ikuti hamba Yang Mulia..."
"Ya paman,tapi sebelum itu.Mohon jangan memanggilku Yang Mulia lagi.Panggil saja aku Jiazhen.Dan juga,aku mau paman memperlakukanku seperti orang biasa..."pinta Jiazhen dengan senyum.
"Ti-tidak Yang Mulia...Hamba....Tidak pantas..."ucap Tuan Xiao ragu.
"Hmm....aku akan marah kalau paman menolaknya"ledek Jiazhen.
Dengan tersenyum,Tuan Xiao kemudian menyetujuinya."Baiklah... kalau itu yg nak Jiazhen minta"
Mereka kemudian masuk kedalam kamar.
__ADS_1