Rahasia Putri Bercadar

Rahasia Putri Bercadar
Lembah Kabut


__ADS_3

Setelah membuat Putra Mahkota tertidur,Fang Hua menyelinap keluar menuju taman.Saat Fang Hua sudah berada di dalam taman,Fang Hua kemudian membunyikan peluitnya.Selang 15 menit,mereka pun muncul dihadapannya.


"Salam Yang Mulia"ucap mereka bersamaan,sembari memberi hormat.


"Apanya Yang Mulia,panggil aku nona Xiao Er seperti biasa"ucap Fang Hua santai.


"Lapor nona.Kami tidak menemukan bukti apapun entah itu pembunuhan nona atau muka nona yg rusak, sejak nona meninggalkan kediaman.Tapi ada dua orang mencurigakan tadi pagi, diam-diam mengawasi nona dan Yang Mulia Putra Mahkota saat sedang berjalan-jalan di sekitar taman.Dua orang itu adalah Selir Pertama Huaran dan putrinya Xiao Jiao"tegas Diwei.


"Hmm..."ucap Fang Hua sembari berpikir.


"Ngapain, Selir Pertama Huaran dan anaknya mengawasiku?"tanya Fang Hua dibenaknya.


"Biasanya orang yg melakukan pembunuhan adalah orang yg benci denganmu, atau mempunyai suatu tujuan"pikir Fang Hua.


"Astaga!!Ya Tuhan!!jadi mereka yg ingin membunuhku?!"teriak Fang Hua dalam hati.


"jubah itu tak cukup ,aku harus mencari bukti lainnya"ucap Fang Hua dalam hati.


"Tolong siapkan belati,pedang,dan panah beserta busurnya.Juga berikan aku kuda yg kuat"pinta Feng Hua.


"Untuk apa nona?"tanya Diwei penasaran.


"Aku ingin ke lembah kabut,sekarang"jawab Fang Hua.


"Tapi nona"ucap Diwei khawatir.


"Aku adalah majikanmu,kamu harus menurutiku!"ucap Fang Hua kesal.


"Baik,nona"ucap Diwei mengiyakan dengan berat hati.


Merekapun menyiapkan semua yg diminta Fang Hua.Fang Hua lalu memasukkan belati ke depan bajunya,memasang pedang di kanan pinggangnya. Setelah itu,memasang panah dan busur dibelakang punggungnya.


"Terimakasih,aku akan pergi sekarang"ucap Fang Hua.Kemudian menaiki kuda.


Saat Fang Hua akan memacu kudanya,Diwei menghadang didepannya.


"Tunggu!"teriak Diwei.


"Ada apa Diwei?"tanya Fang Hua heran.


"Kami akan ikut"seru Diwei.


Fang Hua dan mereka pun pergi menuju lembah kabut dengan cepat.Setelah 30 menit perjalanan merekapun sampai di depan lembah kabut.


"Kepalaku pusing,rasanya aku ingin muntah.Tapi aku harus tahan,masa kalah sama nona"tegas Ping dalam hati,dengan muka pucat pasi.


"Ping,apa kamu baik-baik saja?"tanya Fang Hua khawatir.Saat tak sengaja melihatnya.


"A ku b a ik...ba ik s aja... no na..."ucap Ping terbata-bata,sembari tersenyum dan memegang dadanya.Tak lama kemudian, Ping memuntahkan semua isi perutnya.


"ckckck...

__ADS_1


Bilangnya baik-baik saja tapi muntah juga"ucap Ho meledek,sembari tertawa kecil.Lalu berhenti tertawa,setelah Diwei melirik tajam padanya.


"Minum ini"ucap Diwei,sembari memberikan tempat minum yg terbuat dari bambu.


"Baik"ucap Ping,sembari menerima dan meminumnya.


"Apa yg kamu berikan Diwei?"tanya Fang Hua penasaran.


"Pereda mabuk nona"ucap Diwei.


"Aku kira air minum biasa"ucap Fang Hua dibenaknya.


"Kamu sudah baikan,Ping?"tanya Fang Hua peduli.


"Iya,nona"ucap Ping,sembari menganggukan kepala.


"Baiklah,kita sudah sampai.Kita harus berhati-hati"ucap Fang Hua,sembari memacu kudanya.Namun terhenti karna teriakan Diwei.


"Berhenti nona!"teriak Diwei.


"Ada apa?"tanya Fang Hua sedikit kesal.


"Jangan lewat depan nona,banyak jebakan.ikuti aku!"ucap Diwei,sembari memacu kudanya ke arah pepohonan.


"Baiklah"ucap Fang Hua,sembari memacu kudanya mengikuti Diwei dari belakang.Lalu diikuti yg lainnya.


"Berhenti!"teriak Diwei,sembari menarik keras tali kekang kudanya.Kemudian,diikuti oleh Fang Hua dan yg lainnya.


"Sepertinya kamu tau banyak hal soal lembah ini"ucap Fang Hua santai.


"Aku hanya pengelana,jadi sudah sewajarnya nona..."ujar Diwei sembari menggaruk kepalanya yg tidak gatal itu.


"Maaf,sudah berbohong nona"ucap Diwei sedih dalam benaknya.


"Baiklah,terimakasih sudah membantu"ucap Fang Hua riang.


"Tidak perlu nona"ucap Diwei malu-malu.


Setelah 10 menit berjalan,mereka melihat sebuah bangunan megah dan cukup luas.Terlihat seorang wanita dan seorang laki-laki masuk ke bangunan tersebut.


"Siapa mereka?"tanya Fang Hua penasaran dibenaknya,sembari memandang wanita dan laki-laki itu.


"Siapa yg tinggal di bangunan ini?apa kamu tau?"tanya Fang Hua pada Diwei.


"Sekte angin hitam nona"jawab Diwei.


"Ayo kita masuk!"ucap Fang Hua bersemangat.


"Tapi nona,bukannya kita hanya mencari bunga darah?"ucap Diwei bingung.


"Kata siapa?"ketus Fang Hua,sembari melirik Diwei tajam.

__ADS_1


"Tapi,sangat berbahaya jika kita masuk kesana!"tegas Diwei.


"Memang,kelihatannya berbahaya.Tapi aku harus masuk kedalam mungkin ada petunjuk"gumam Fang Hua dalam hati.


"Kalau kamu dan yg lain tidak ikut.Tidak apa-apa,aku akan masuk sendiri"ucap Feng Hua kesal.


"Aku akan ikut nona"ucap Diwei sembari menghela nafas.


"Sedangkan kalian disini saja menjaga kuda,jika dalam 2 jam aku dan nona belum kembali.Kalian mintalah bantuan"tegas Diwei.Sembari menatap Fai,Ping,dan Ho serius.


"Baiklah"ucap Fai,Ping,dan Ho bersamaan.


Fang Hua dan Diwei kemudian mulai menyelinap masuk kedalam bangunan itu.Setelah 15 menit,mereka akhirnya berhasil masuk.


"Wahh,bagus juga tempat ini"gumam Fang Hua dalam hati,sembari melihat-lihat dan menyentuh barang-barang disekitar lorong.


"Nona,jangan sembarangan sentuh!"tegas Diwei.


"Huhh,baiklah!Tidak bisakah sedikit bersenang-senang"gumam Feng Hua dongkol.


"Ternyata ada sisi seperti ini pada diri nona"gumam Diwei dalam hati,sembari tertawa kecil.


"Apa yg kamu tertawakan?!"ucap Fang Hua sebal.


Tiba-tiba, Diwei tak sengaja melihat bayangan orang-orang mendekat dari arah depan mereka.Kemudian Diwei dengan cepat menarik tubuh Fang Hua, lalu memeluknya ke pojok tembok untuk bersembunyi.


Diam-diam Diwei dari pojok tembok tersebut mengawasi orang-orang itu yg ternyata adalah para penjaga yg sedang ber patroli.


"Semoga mereka tidak melihat kita"ucap Fang Hua berbisik.


"Ssstt...."ucap Diwei pelan,sembari menempelkan telunjuk dibibirnya.Kemudian, mengawasi keadaan kembali.Melihat itu,Fang Hua hanya membalas Diwei dengan anggukan kepala.


"Memeluknya begini rasanya jantungku mau copot"ucap Diwei senang dalam hati,sembari melihat Fang Hua anteng dalam pelukannya.


Setelah keadaan aman,Diwei melepaskan pelukannya dengan berat hati.


"Maafkan Diwei,sudah berbuat lancang pada nona"ucap Diwei ,sembari memberi hormat.


"Kalau bukan karena kamu kita sudah ketahuan"ucap Fang Hua santai.


"Terimakasih ya"ucap Fang Hua sembari menepuk-nepuk bahu kirinya.Diwei membalas Feng Hua dengan anggukan kepala.


"Kalau begitu,kita jalan lagi.Aku ingin menelusuri semua ruangan yg ada disini"ucap Fang Hua.


"Baik,nona"balas Diwei,sembari menganggukan kepala.


Setelah itu,mereka memasuki satu-persatu ruangan.Saat mereka akan masuk ke ruangan berikutnya,terdengar suara 2 wanita sedang mengobrol.Kemudian mereka berhenti dan menguping karna penasaran.


Kira-kira apa yg 2 wanita itu obrolkan ya😂😂


Jangan lupa like dan favorit 😘

__ADS_1


Makasih sudah baca😊🙏


__ADS_2