
"Terimakasih, atas racun ivy waktu itu.Tapi sayangnya Putra Mahkota masih memilihnya.Berikan aku racun yg lain.Aku ingin membunuhnya"ucap salah satu wanita dengan suara kesal.
"Kakak, hanya ini yg bisa aku berikan.Tolong jangan bawa nama tempat ini,jika kakak ketahuan"ujar wanita yg lain.
Fang Hua sangat geram saat mendengarnya.Kemudian,Fang Hua berniat menerobos masuk.Tapi gagal karna Diwei menghalanginya.Tiba-tiba dari arah belakang mereka,muncul suara laki-laki.
"Siapa kalian?"tanya laki-laki itu.
Fang Hua dan Diwei terkejut mendengarnya,lalu menengok ke belakang.Didapati seorang laki-laki sedang membawa nampan berisi kue dan minuman.
"Tu..."seru laki-laki itu terkejut.Belum selesai laki-laki itu berucap, Diwei langsung menutup mulutnya dengan tangan kanannya.
"Diamlah,Yu"Bisik Diwei di telinga laki-laki itu.Kemudian menggiring laki-laki itu menjauh dari Feng Hua.
Fang Hua yg melihat hal itu sedikit bingung pada Diwei,namun Feng Hua tak ambil pusing dan hanya melihat mereka mengobrol dari kejauhan.
"Bagaimana kabarmu,tuan muda?"ucap Yu sendu dengan berbisik.
"Aku baik-baik saja"jawab Diwei.
"Syukurlah,tuan muda masih hidup"ucap Yu,sembari meneteskan air mata.
"Jangan menangis...
Ingatlah jangan bilang kepada siapapun,termasuk ayah.Mengerti!ucap Diwei dengan tatapan serius,sembari mengusap air mata Yu.
"Baiklah,tuan muda..."ucap Yu,sembari menganggukan kepala.
"Siapa yg ada didalam?"tanya Diwei penasaran.
"Permaisuri Ze dan Selir Pertama Perdana Mentri Xiao yg bernama Huaran"balas Yu.
"Baiklah,terimakasih"ucap Diwei sembari menepuk pundak Yu.Kemudian dengan cepat mendekati Fang Hua.
"Siapa dia?"tanya Fang Hua penasaran.
"Teman lama"jawab Diwei.
"Ohh,begitu"ucap Fang Hua,sembari menatap Yu dari atas sampai bawah.
"Ayo,pergi dari sini!"tegas Diwei,sembari menarik tangan Fang Hua.
"Aku ingin menangkap mereka!"seru Fang Hua ,sembari menahan tarikan Diwei.
"Maafkan aku nona"ucap Diwei,sembari menotok cepat meridian di leher Fang Hua.Fang Huapun jatuh pingsan,lalu Diwei menggendongnya ala bridal style dan berlalu pergi.
Diwei berhasil membawa Fang Hua keluar,lalu disambut Ping,Fai,dan Ho dengan tatapan heran.
__ADS_1
"Aku tau,kalian pasti bingung dan bertanya-tanya.Tapi kita harus cepat kembali sekarang.Nanti akan aku jelaskan semuanya"ucap Diwei menerangkan.
"Baik"ucap Ping,Fai,dan Ho bersamaan.
"Pegang nona,aku akan naik kuda terlebih dulu"ucap Diwei,sembari memberikan tubuh Fang Hua pada Fai.Lalu menaiki kudanya.
"Tidak kusangka tubuh nona tidak terlalu berat...
ngomong-ngomong melihat nona pingsan begini,nona terlihat sangat imut"ucap Fai senang dalam hati,sembari menerima tubuh Fang Hua yg pingsan dan menatap wajahnya yg tertutup cadar.
"Cepat!,berikan tubuh nona padaku.Lihat matamu hampir keluar saat menatapnya!!"ucap Diwei marah.
"Baiklah"ucap Fai sembari menghela nafas.Lalu memberikan tubuh nonanya pada Diwei.
"Ho,bawa kuda nona bersamamu"ucap Diwei.Kemudian memacu kudanya.
"Baik"jawab Ho datar.
"Hahh menyebalkan...
dia yg membawa tubuh nona,aku yg membawa kudanya"gumam Ho kesal dibenaknya.
Setelah 2 jam perjalanan merekapun sampai dikediaman Xiao Er.
"Akhirnya kita sampai juga"ucap Fai,sembari turun dari kuda.
Fai bantu aku turun dong..."bujuk Ping sembari mengulurkan kedua tangannya ke arah Fai.
"Hadehh,manja banget sih kamu!seperti wanita saja!"gerutu Fai,sembari membantu Ping turun dari kuda.
"Ho,bantu aku bawa nona turun!"seru Diwei.
"Akhirnya,aku bisa membawa nona"ucap Ho senang dalam hati.Sembari mengambil Fang Hua hati-hati dari pegangan Diwei.
Saat tubuh Fang Hua sudah berada di tangan Ho.Ho berniat mengantarkan Fang Hua ke kamarnya,namun dicegah Diwei.
"Aku saja yg mengantarkan nona ke kamar"seru Diwei,sembari mengambil tubuh Fang Hua dari tangan Ho.
"Tapi bantu aku lepasin semua senjata dulu yg terpasang ditubuh nona"ucap Diwei.
"Baiklah"ucap Ho datar,sembari melepaskan pedang,serta panah dan busur.
"Belatinya belum diambil tuhh!"teriak Ping,sembari menunjuk Fang Hua.
"Biar nona sendiri yg mengambil,masa kita yg laki-laki mengambilnya"ucap Fai kesal,sembari menjitak kepala Ping.
"Aduhh..Aduhh...sakittt
__ADS_1
kamu ini yaaa"keluh Ping kesal,sembari menjitak balik Fai.
Fai dan Ping kemudian berkelahi seperti anak kecil.Saling mengolok,saling menjitak kepala ,dan saling menjambak rambut masing-masing.Kemudian Fang Hua siuman dari pingsannya,karna mendengar keributan mereka.
"Brisik sekali..."keluh Fang Hua,sembari mengeryipkan mata.
"Kepalaku jadi pusing mendengarnya"ucap Fang Hua kesal, sembari memegang kepalanya.
"Aku akan membawa nona ke kamar"ujar Diwei.
"Tidak perlu,aku bisa jalan sendiri.Turunkan aku!"seru Fang Hua.
"Baik,nona"ucap Diwei,sembari menurunkan Fang Hua ke tanah.
Saat Fang Hua sudah berdiri,Diwei langsung berlutut dan menundukkan kepala.
"Nona,maafkan Diwei.Diwei telah lancang membuat nona pingsan!"Teriak Diwei memohon pengampunan.
"Berdirilah,aku memaafkanmu.Mungkin karna kamu khawatir padaku"ucap Fang Hua.
"Terimakasih nona"ucap Diwei sembari berdiri.
Kemudian Diwei mendekat pada Fang Hua.
"2 wanita yg ada di ruangan itu adalah Permaisuri Ze dari Sekte Angin Hitam dan Selir Pertama Huaran"bisik Diwei.
"Apa benar yg kamu ucapkan?"tanya Fang Hua menegaskan.
"Benar nona,teman Diwei yg memberi tau"jawab Diwei.
"Temanmu yg kita temui saat kita menguping?!"seru Fang Hua.
"Iya,nona"ucap Diwei dengan anggukan kepala.
"Hmm,aku jadi ada ide"gumam Fang Hua dibenaknya.
"Untung kamu membawaku kembali"ucap Fang Hua senang,sembari menepuk pundak Diwei.Diwei hanya membalas Fang Hua dengan senyuman.
"Kalau begitu aku akan kembali ke kamar,kalian istirahatlah"seru Fang Hua.Kemudian berlalu pergi.
Diwei
Jangan lupa like dan favorit 😘
Makasih sudah baca😊🙏
__ADS_1