
"Terima kasih, ketulusanmu," ucap Rose yang mencium wajah suaminya.
"Tulus pada wanita yang ku cintai ini sudah menjadi kawajibanku,".jawab Leo yang mencium bibir istrinya.
Mansion Shote Harters.
Di siang itu sebuah kiriman dari Leo tiba ke depan rumahnya.
"Tuan, kelihatannya Leo Downson yang adalah pengirimnya," kata salah satu anggotanya.
"Buka saja penutupnya aku tidak takut!" perintah Shote dengan nada kesal.
"Baik, Tuan," jawab semua anggota yang kemudian membuka penutup peti itu.
Mereka harus membuka penutupnya dengan linggis karena dipaku sekeliling di penutupnya itu.
Setelah beberapa saat kemudian penutup peti terbuka. Shote dan anggotanya membulatkan mata besarnya melihat isi peti itu. sebuah pemandangan yang cukup mengenaskan, anggota tubuh wanita yang telah menjadi beberapa bagian.
"Tuan, ini...." ucap salah satu anggotanya yang merasa jijik dan mual.
"Leo Downson telah mengetahui rencana kita, dan dia mengunakan cara ini untuk membalas," ujar Shote yang melihat mayat wanita yang dia kenal itu.
Tit...tit...
Bunyi yang datang dari bawah potongan anggota badan Emily. sebuah benda yang mengeluarkan bunyi yang tidak asing.
Shote mendengar dengan teliti bunyi, saat ia ingin menjauh akan tetapi~✓
Duar....duar....duar....
Ledakan bom waktu yang menghancurkan kepala Shote Harters dan anggotanya tewas dalam waktu bersamaan.
Kematian Shote Harters cukup mengerikan karena hancur di kepalanya, jasadnya tanpa kepala karena saat meledaknya bom itu Shote berada sangat dekat dengan peti itu.
Dengan ledakan tersebut Shote dan anggotanya tewas begitu saja.
Setelah dua minggu kemudian.
Luka yang di alami oleh Rose telah sembuh total, jahitannya telah dilepaskan oleh Leo sendiri. selama empat minggu perawatan akhirnya istri Leo Downson pulih sepenuhnya.
"Rose, bawa saja beberapa helai baju! kita hanya tinggal beberapa hari di meksiko, setelah itu kita akan bulan madu ke swedia dan pakaian kita akan beli di sana."
"Baiklah, aku mengerti," jawab Rose yang sedang melipat bajunya dan masuk ke dalam koper.
Leo dan Rose akan berangkat besok. selama ini perjalanan Leo telah di tunda cukup lama demi merawat istrinya itu.
"Rose, malam ini kita istirahat lebih awal, besok jam 7 pagi kita harus berangkat!"
"Baik, tapi....."jawab Rose yang menghampiri suaminya.
"Tapi apa?" tanya Leo yang mengecup dahi istrinya.
__ADS_1
"Selama empat minggu anak burung gereja mu tidak berolah raga, apa kamu yakin bisa tidur dengan nyaman?" tanya Rose yang mengoda suaminya.
"Apa kamu sedang mencari masalah denganku? anak harimauku mampu melahap selama lima jam, apa kamu mau mencobanya?" tanya Leo yang mengendong istrinya dan menidurkannya ke atas kasur.
"Ha-ha-ha-ha...kenapa kau tidak pernah merasa kelelahan?" tanya Rose dengan tertawa.
"Aku adalah pria yang kuat yang mampu menaklukkanmu di atas kasur," ucap Leo yang me...lu...met bibir istrinya.
Selama empat minggu Leo tidak melakukan hubungan badan, pada malam itu akhirnya ia bisa melakukan apa yang dia inginkan.
Keesokan harinya..
Leo dan Rose menuju ke bandara, mereka berangkat ke meksiko untuk menyelesaikan seorang musuh yang selama ini sangat meresahkan itu.
Setelah melakukan perjalanan selama hampir lima jam akhirnya Leo dan Rose tiba ke hotel di meksiko. mereka di temani oleh Kian dan Ric.
Pelayan hotel mempersilakan mereka menuju ke kamar yang telah di pesan oleh Emil sebelumnya. untuk kunjungan kali ini Emil tidak ikut, ia menjalankan bisnis Leo yang di new york.
Klek.
Pintu kamar dibuka oleh pelayan hotel untuk mempersilakan Leo dan Rose. sementara Kian dan Ric tinggal di kamar sebelah
"Silakan, Tuan dan Nyonya."
"Hm...kami ingin istirahat, keluarlah!" jawab Leo dengan bersikap dingin.
"Baik," jawab pelayan dengan ramah.
"Iya, nanti bangunkan aku!" jawab Rose yang berbaring di atas kasur.
"Baiklah, tidurlah dulu. nanti aku bangunkan kamu!" kata Leo yang mengecup dahi istrinya.
"Aku mau mandi dulu," ucap Leo yang melangkah menuju ke kamar mandi.
Setelah beberapa jam kemudian.
Leo berkumpul di kamar sebelah yang di mana Kian dan Ric sedang berada.
"Apa ada kabar justin?" tanya Leo yang duduk sambil merokok bersama dua pengawalnya.
"Ada, Bos. dia mengatakan bahwa anggota kita membunuh beberapa anggota Ryaden, bocah itu selalu saja meresahkan kita," jawab Ric.
"Bagaimana dengan markas kita?"
"Mereka sedang menunggu kedatangan bos selama ini, tanpa perintah mereka tidak berani bertindak sembarangan," jawab Ric yang juga sedang merokok.
"Kali ini kita hancurkan saja Ryaden dan anggotanya, sekalian semua bisnis yang dia miliki kita hancurkan saja," ujar Kian.
"Aku tidak sabar ingin membunuhnya, di mana posisinya sekarang?" tanya Leo pada Ric.
"Dia ada di bagian utara, bersama sekelompok anggotanya di sana."
__ADS_1
"Mulai susun rencana kita, aku tidak ingin membuang waktu yang lama di sini," ujar Leo yang mematikan puntung rokoknya di asbak.
"Baik, Bos." jawab Ric dan Kian dengan serentak.
"Besok aku akan pergi ke markas, jika tidak ada halangan besok kita langsungkan saja penyerangan singkat," kata Leo yang sambil meneguk minuman.
"Baik, Bos."
Setelah beberapa saat kemudian.
Leo dan Rose makan bersama di lantai dasar hotel mewah itu.
"Apa kamu suka dengan makanan sini?" tanya Leo dengan senyum.
"Rasanya boleh tahan, aku cocok dengan makanan sini," jawab Rose dengan sambil menyantap makanannya.
"Kalau begitu coba sayurnya!" kata Leo yang menyuapi istrinya itu.
"Rasanya cukup enak."
"Baguslah kalau kau menyukainya, setelah selesai makan, aku akan membawamu jalan-jalan melihat kota meksiko."
"Iya, aku belum pernah datang negara ini, tapi Leo bukankah harus lebih berhati-hati karena di sini ada musuhmu?"
"Tidak masalah, aku bisa melindungi istriku ini," jawab Leo dengan senyum.
"Aku sedang serius, jangan bercanda!"
"Aku juga serius, tidak apa-apa. mari kita habiskan makanan kita!"
Leo dan Rose menghabiskan waktu selama satu jam makan bersama. setelah selesai makan mereka keluar dari hotel itu. dan berjalan-jalan sambil mengandengan tangan. senyum bahagia terlihat jelas di wajah pasangan itu. Leo menemani istrinya masuk ke toko-toko yang menjual pernak-pernik.
"Gelang tangan ini sangat unik, apa ini sepasang ya?" ujar Rose yang memegang sepasang gelang yang berwarna hijau.
"Jangan mengatakan kau ingin memakai benda aneh seperti ini?" tanya Leo yang tidak suka dengan gelang mainan.
"Kenapa, bukankah ini sangat unik?"
"Istriku tidak seharusnya memakai gelang murahan seperti ini, mari ikut aku!"
"Leo, sebentar! aku merasa gelang ini sangat unik. lihatlah ini adalah sepasang, kau juga boleh memakainya."
"Apa kau tidak salah memakai barang seperti ini?"
"Kenapa?"
"Yang seharusnya kau pakai itu adalah gelang berkualitas tinggi dan berlevel tinggi dan bukan gelang mainan ini."
"Leo...."
"Mari kita pergi membeli gelang sepasang yang mahal!" ajak Leo yang memegang tangan istrinya.
__ADS_1
Saat mereka melangkah keluar dari toko itu terdapat seseorang yang sedang perhatikan mereka dari seberang jalan sana.