
Malam hari.
Leo makan bersama dengan Rose di restoran mewah.
"Apa kau menyukai tempat ini?" tanya Leo dengan sambil menuangkan minuman ke gelas yang di gunakan oleh Rose.
"Sangat suka, apakah restoran ini sudah kamu pesan untuk kita berdua saja?"
"Iya, aku tidak suka jika ada yang menganggu kita," jawab Leo dengan senyum.
"Hiasan lampu restoran sangat romantis, makanan yang di pesan juga spesial untuk pasangan, di tambah minuman anggur merah. Leo, apakah sebelumnya kau pernah melakukan hal se romantis ini?"
"Ini pertama kali dan hanya khusus untukmu," jawab Leo dengan sambil bersulang.
"Cheers."
"Cheers."
"Daging di restoran ini sangat lezat dan nikmat, aku ingin kamu menikmatinya juga," ucap Leo dengan tersenyum sambil memotong dengan pisaunya.
"Kalau begitu aku harus makan sepuasnya," kata Rose dengan sambil menyantap makanan.
"Makan yang banyak, malam ini hanya milik kita berdua," ucap Leo dengan menatap mesra pada Rose.
Di saat Leo dan Rose sedang makan bersama mereka di amati dari jarak jauh di seberang sana, terdapat seorang pria yang tak lain adalah Sandez yang berada di gedung depan restoran sana.
"Perintah mereka bunuh pria itu! jika gagal maka culik wanita itu dan jadikan sebagai sandra!"perintah Sandez yang sedang melihat ke arah sasarannya dengan mengunakan horoskop.
"Baik, Tuan," jawab Young yang melangkah keluar sambil mengeluarkan handphonenya.
"Hallo, Kak Young," jawab pria yang di seberang sana.
"Bunuh pria itu, dan culik wanita itu jadikan sebagai sandra!" perintah Young.
"Baik."
Pria yang mendapat perintah dari Young sedang berada di restoran seberang sana. di saat Leo dan Rose melangkah masuk ke dalam pria itu sudah memerhatikan dua sasarannya itu.
Saat Leo dan Rose sedang makan bersama datanglah seorang pelayan wanita yang mengantarkan minuman ke meja mereka. wanita cantik itu membuka penutup botol sambil menatap senyum ke arah Leo yang sedang memerhatikan wanita itu dengan tersenyum.
"Leo, apa kamu bisa menjaga matamu? aku berada di depanmu dan kau malah melirik wanita lain di depanku," kata Rose yang merasa kesal.
"Rose, di saat ada pemandangan indah pria mana yang bisa terlepas dari pandangan. jika aku tidak melihat nona ini, malam ini aku pasti tidak bisa tidur," ucap Leo dengan sambil meneguk minumannya.
"Tuan, jangan bercanda!" kata wanita itu dengan tersenyum.
"Percaya atau tidak aku akan membatalkan pernikahan kita, apa perlu aku menikahkan kalian berdua?" tanya Rose yang memasukan tangannya ke dalam tasnya itu.
"Sayang, kau sangat pencemburu, walau mataku melihatnya tapi di malam hari wanita yang tidur di sampingku tetap adalah kamu," ujar Leo yang memasukan tangannya ke dalam jas.
"Tolong jaga matamu jika kau masih ingin tidur denganku," ketus Rose yang langsung melepaskan tembakan ke wanita itu.
Dor...
__ADS_1
"Aaarghh....," teriakan wanita itu yang langsung tewas.
Di saat yang sama pelayan pria yang menghampirinya juga ingin melepaskan tembakan ke arah Rose.
Dor....Dor...
Tembakan yang di lakukan oleh pria itu menembus tubuh pelayan wanita yang Rose gunakan sebagai menghadang peluru dari pembunuh itu.
Leo langsung mengeluarkan senjatanya dan menembak ke arah pembunuh tersebut.
Dor...Dor...
Tembakan yang di lakukan oleh Leo berhasil membunuh pria yang menembak ke arah Rose tadi.
"Rose, tanganmu sangat cepat," kata Leo dengan tertawa
"Penyamaran mereka sangat buruk," ujar Rose.
Beberapa pembunuh lainnya melepaskan tembakan bersama ke arah Leo dan Rose. mereka langsung membalikan meja untuk berlindung dari peluru yang menembak ke arah mereka.
Dor...dor...dor...dor...dor...
Tembakan para pembunuh mengenai meja makan yang mereka gunakan sebagai pelindung.
Leo lalu mendorong meja itu ke arah lawannya dan kemudian melepaskan tembakan bersama dengan Rose ke arah sejumlah pembunuh itu.
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...
"Aaarrghh....," pekik mereka yang di tembus oleh peluru.
Sementara Kian dan Ric juga di serang pada saat yang sama. mereka yang berjaga di luar menembak ke semua lawannya yang jumlahnya lebih unggul.
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...
Tembakan yang di lakukan oleh Ric dan Kian mengenai tubuh lawannya.
"Aarrghh....," teriakan para pembunuh yang tertembak dan tewas langsung di tempat.
"Bunuh mereka semua!" perintah Kian sambil melepaskan tembakan.
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...
"Aaarrggh....,"teriakan lawannya yang akhirnya tergeletak tidak bernyawa.
"Baik," jawab Ric sambil melepaskan tembakannya.
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...
"Aaarrghh....," teriakan utusan Sandez yang tumbang satu-persatu.
__ADS_1
Sementara di dalam restoran Leo bertarung dengan mereka. Leo mengunakan pisau menyayat leher dan menusuk jantung mereka.
Srek...srek...
"Aaarrghh....," jeritan mereka yang terluka dan tewas di tempat.
Dor...dor...dor...dor...dor...
Tembakan yang di lakukan oleh Rose mengenai beberapa pembunuh lainnya.
"Aaarrghh....," teriakan mereka yang tertembak dan tewas satu-persatu.
"Jangan bergerak, gadis cantik!" kecam seorang pria dari belakang.
"Pria tidak berguna hanya bisa serang dari belakang," ujar Rose yang mengangkat ke dua tangan dan menoleh ke belakang dengan perlahan.
"Gadis cantik, kelihatannya kau adalah kelemahan Tiger," ujar pria itu yang menodong senjata ke arah Rose
"Kau bercanda, jika aku mati maka dia akan cari wanita lain, pria seperti dia tidak akan memiliki kelemahan pada seorang wanita," jawab Rose yang melepaskan senjatanya ke lantai dan meraba dada pria itu.
"Kau mengodaku di saat aku ingin membunuhmu?" tanya pria itu dengan senyum.
"Apa aku tidak cantik dan tidak layak mengodamu?" tanya Rose dengan meraba ke bagian perut pria itu.
"Kau sangat cantik, hanya saja sangat di sayangkan aku harus mengunakan mu sebagai sandra untuk pria itu," jawab pria itu yang mendekatkan pistolnya ke bagian dada Rose.
Rose dengan tersenyum menatap pria itu dengan tangannya sambil meraba hingga turun ke celana pria itu.
"Apakah punyamu besar atau kecil?" tanya Rose dengan senyum mengoda.
Leo yang sedang bertarung dengan beberapa pembunuh merasa kepanasan karena melihat Rose yang sedang menyentuh pria lain.
"Dasar Rose Downson, bisanya kau mengoda pria lain di saat priamu sedang sibuk," ketus Leo sambil menusuk bagian dada lawannya.
Srek...srek...
"Aaarrghh...," teriakan lawannya yang akhirnya tergeletak dengan tidak bernyawa.
"Bagaimana kalau kita main dulu? kau sangat mengoda, cantik!" ajak pria itu yang tergoda oleh tatapan dan senyuman Rose.
"Mari kita ke kamar mandi!" ajak Rose yang berbisik di telinga pria itu, tangan kanan Rose sedang meraba dada pria itu, sedangkan tangan kirinya mendekati pistol pria itu yang sedang mengancamnya.
Rose lalu merebut dan menembak pusaka pria itu.
Dor...
"Aaarrghhh....," teriakan pria itu yang kesakitan sehingga tepar di lantai.
"Hancur sudah pusakamu itu," kata Rose yang sedang mengejek.
"Dasar jal*ng," bentak pria itu dengan kesal.
"Aku tidak berminat pada pria murahan sepertimu," ucap Rose yang melepaskan tembakannya.
__ADS_1
Dor..
Tembakan Rose menembus kepala pria itu hingga tewas.