Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Pertengkaran Leo dan Rose


__ADS_3

"Dia adalah Hinez," jawab Rose yang menatap ke arah Leo.


"Hi-hinez?"tanya Leo yang merasa tidak percaya.


"Iya, Hinez. dia adalah dokter dan juga sahabatmu," jawab Rose.


"Berhenti!" perintah Leo pada Ric yang sedang menyetir.


Ric menghentikan mobilnya atas perintah bosnya itu.


Leo keluar dari mobilnya sambil melepaskan jaketnya dengan merasa kesal.


Rose yang melihat calon suaminya sedang merasa kesal ia juga ikut keluar dari mobil tersebut.


"Leo, aku bukan sengaja ingin merahasiakan padamu," kata Rose yang berusaha menjelaskan pada pria itu.


"Rose, kau pernah bersama dengan sahabatku itu, dan kenapa kemarin kau hanya diam saja dan tidak mengatakan apapun di depan ku? aku seperti orang bodoh di hadapan kalian berdua, kalian saling kenal dan pura-pura tidak kenal di hadapanku," ketus Leo dengan emosi.


"Leo, aku juga baru mengetahuinya di saat itu jika kalian adalah sahabat, aku merasa sangat tidak bisa percaya di saat itu. kami juga sudah lama tidak bertemu."


"Kenapa kau tidak berterus terang saja padaku di saat itu?"


"Aku hanya utamakan lukamu dan aku tidak tahu bagaimana caranya untuk menjelaskan saat itu," jawab Rose.


"Yang satu sahabatku dan satu lagi adalah calon istriku, sahabatku memiliki mantan kekasih yang adalah calon istriku?"


"Apakah ini aneh? ini juga bukan kesengajaan," ketus Rose dengan kesal.


"Rose Downson, apa kau masih ada rahasia lainnya yang belum aku ketahui?"


"Aku tidak memiliki rahasia apapun," jawab Rose dengan tegas.


"Beritahu padaku, apakah kau mencintainya?"


"Apa?"


"Apakah kau mencintainya di saat itu?"


"Iya, aku mencintainya," jawab Rose dengan terus terang.


"Dan kenapa kalian bisa berpisah?"


"Karena aku di paksa menikah dengan brengs*k itu," jawab Rose.


"Dan apakah kau menyesal setelah berpisah dengannya?"


"Tentu saja, karena aku menikah dengan pria tidak berguna itu," jawab Rose dengan terus terang.


"Apa kau masih mencintainya sekarang?" tanya Leo yang di landa api cemburu.


Ric dan Kian yang mendengar pertengkaran bosnya hanya duduk diam di dalam mobil.


"Apakah pertengkaran ini bisa hingga pagi?" tanya Ric.

__ADS_1


"Tidak tahu, selama aku ikut dengan bos, ini pertama kalinya aku melihat dia cemburu," jawab Kian.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Rose dengan heran.


"Sekian lama tidak bertemu dengannya, apa kau yakin perasaan mu terhadap dia sudah hilang?"tanya Leo dengan kesal.


"Aku sekarang telah bersamamu, kenapa kau merasa curiga padaku?"


"Aku hanya ingin tahu yang sebenarnya," jawab Leo dengan tegas.


"Kau tidak masuk akal, aku sudah bersamamu, mana mungkin aku memiliki perasaan lagi padanya," ketus Rose.


"Kenapa kau malah merasa kesal? ini hanya masa lalu saja," bentak Rose dengan kesal.


"Mana mungkin aku tidak kesal, aku seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa di saat itu," ketus Leo.


"Mana mungkin kami mengatakan hal yang sebenarnya di hadapan mu, lagi pula semua ini hanya kebetulan saja," kata Rose dengan nada kesal.


"Yang satu sahabatku juga berpura-pura tidak mengenalmu dan bertanya panjang lebar tentangmu, dan sekarang aku baru sadar untuk apa dia melakukan itu." ucap Leo dengan nada kesal


"Kau aneh sekali, dia bertanya padamu lebih baik dari pada dia mencariku dan bertanya padaku secara langsung. apakah ini membuat mu cemburu?" tanya Rose dengan kesal.


"Siapa yang cemburu?" tanya Leo.


"Kamu," jawab Rose.


"Aku tidak cemburu sama sekali," jawab Leo dengan membantah.


"Kalau tidak cemburu kenapa kau marah?"


"Kalau tidak marah, masuk ke dalam mobil sekarang juga! ini sudah malam. aku tidak mau seperti wanita gila yang harus ribut denganmu di tengah jalan," bentak Rose dengan kesal.


"Aku tidak mau masuk, aku akan berjalan kaki pulang ke rumah," jawab Leo yang melangkah pergi.


"Hei...dasar burung gereja tidak berguna," teriak Rose yang merasa kesal dan melangkah pergi ke arah lain.


"Jangan mengatakan aku burung gereja," bentak Leo dengan nada tinggi.


"Kau memang adalah burung gereja yang kecil dan lemah," ketus Rose dengan mengejek.


"Anak harimauku mampu membuatmu sakit pinggang, harus kau akui kehebatannya," teriak Leo dengan nada tinggi.


"Burung gereja tidak berguna," bentak Rose dengan kesal sambil melangkah pergi.


Di malam itu mereka pergi ke arah yang berbeda. sementara Ric dan Kian hanya diam dan tidak bisa ikut campur.


"Lalu, apa biarkan begitu saja? yang satu ke utara dan satu lagi ke barat. siapa yang harus kita lindungi?"tanya Ric dengan merasa binggung.


"Kau ikuti saja Nona, dan aku ikut dengan bos," jawab Kian yang keluar dari mobil.


"Dasar pria tidak masuk akal, berterus terang saja salah. kalau tidak berterus terang juga salah," ketus Rose yang berjalan sambil merasa emosi.


Saat Rose sedang berjalan muncul beberapa pria asing yang bersenjata menodong ke arah dirinya.

__ADS_1


"Ikut dengan kami jika masih sayang dengan nyawamu," kecam pria bersenjata itu.


"Membosankan," ketus Rose.


"Kelihatannya si tua itu masih merasa tidak puas denganku, baiklah aku akan bermain dengan mereka. jika itu yang di inginkan dia," jawab Rose yang ikut pergi dengan mereka.


"Leo Downson, jika kau berani tidak menyelamatkan ku, jangan berharap aku sudi melihatmu lagi," ketus Rose yang dalam hati.


Ric yang mengikuti Rose dari kejauhan telah melihat wanita itu di bawa pergi oleh beberapa pria asing yang memiliki senjata.


"Siapa mereka? apakah orang suruhan Hamilton?" gumam Ric.


Ric kemudian mengeluarkan handphone dan menekan nomor tujuan.


Sesaat kemudian seseorang menjawab panggilannya.


"Hallo, Bos," sapa Ric.


"Ada apa?" tanya Leo yang di seberang sana.


"Bos, ada pria asing yang membawa nona pergi," jawab Ric.


"Kenapa banyak sekali pria yang ingin merebutnya? siapa mereka?" tanya Leo dengan nada tinggi.


"Mungkin saja utusan Hamilton."


"Dasar brengs*k Hamilton. jika saja wanita itu kehilangan sehelai rambutnya, aku pasti akan membotakkan kepalanya si tua itu," ketus Leo yang dari seberang sana.


"Bos, apa yang kita lakukan sekarang?"


"Sekarang juga ikuti mereka! dan hubungi anggota lainnya, hancurkan kediamannya serta perusahaannya dan semua asetnya!" perintah Leo dengan kesal


"Jangan lupa semua mobil dan tanaman di halamannya juga di hancurkan!"perintah Leo lagi.


"Tanamannya?"tanya Ric dengan heran.


"Jangan membuang waktu, lakukan sekarang!" perintah Leo.


"Baik, Bos," jawab Ric.


"Apakah tanamannya juga menyinggung bos? sehingga ingin menghancurkannya juga?" gumam Ric.


Di sisi lain Kian mengikuti Leo dari belakang.


"Kian, mari kita ikuti Rose!" perintah Leo.


"Baik, Bos," jawab Kian.


"Edward Hamilton, kau terlalu berani menyinggungku. sudah saatnya kau hancur. lihat saja nanti apa yang akan ku lakukan lagi. kelihatannya kalau membiarkan kalian mati terlalu mudah. lebih baik biarkan kalian kehilangan semuanya dan tersiksa selamanya," ucap Leo dengan mengepal tangannya.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Sambil menunggu up silakan mampir ke karya terbaru" Asmara Pengacara Berdarah Dingin"

__ADS_1


Baru netas hari ini. silakan tinggalkan jejak di sana ya😘😘😘😘😘😘


__ADS_2