
"Leo Downson, apa yang kau ingin lakukan? membunuhku atau memotong tanganku? aku bukan seperti mereka yang tidak berguna yang bisa menerima siksaanmu. aku memiliki pistol, jika aku ingin wanita ini pindah maka dia harus pindah. atau kalau kau membantah aku bisa mengantar dia ke tahanan pria lain untuk menikmatinya," kata Kane dengan senyum sinis.
"Kau ketua polisi breng.sek," ketus Rose yang lengannya di tahan oleh dua anak buah Kane.
"Kau adalah binatang," ketus Leo yang mengepal ke dua telapak tangannya.
"Rose Florencia tahanan 3788, membunuh suami sendiri dan menjadi pelayan s.e.k.s di dalam penjara, seorang Leo Downson membayarmu berapa untuk satu malam?" tanya Kane dengan menghina.
"Bajin.gan," ketus Leo yang ingin melayangkan pukulan ke wajah ketua polisi itu.
Dor..
Tembakan Kane yang menembus tubuh Leo. walau tertembak tidak membuat Leo menghentikan niatnya. ia tetap melayangkan pukulan ke wajah ketua polisi itu.
Bruk...
"Aarrghh...," jerit Kane yang tumbang langsung dan kesakitan di wajahnya.
"Tidak berguna, ingin melawanku?" ketus Leo yang menendang tubuh Kane yang sedang terkapar di lantai itu.
"Jangan bergerak atau kami tembak!" kecam dua polisi yang menahan Rose.
Leo menepuk dadanya dengan kuat sambil berkata," tembak saja jantungku kalau kau sanggup, kalian semua tidak berguna."
Dua anak buah Kane tangannya bergetar saat menodong pistol ke arah Leo. Leo melangkah menghampiri mereka dengan tanpa merasa takut.
Dor...
Dor...
Tembakan yang di lakukan oleh bawahan Kane menembus jantung Leo.
"Aaargrhh...." teriakan Rose yang di kejutkan oleh suara tembakan.
"Leo, lukamu..." teriak Rose yang melihat dua butir peluru itu menancap ke bagian dada Leo.
"Apa hanya ini yang kalian bisa?" tanya Leo dengan tatapan yang menakutkan.
Leo langsung menampar mereka berdua.
Plak...
Plak...
Tamparan Leo mengenai wajah mereka berdua sehingga menjatuhkan mereka ke lantai.
"Aaarrghh...."
"Aarrghh...."
Jeritan mereka yang kesakitan dan kemudian tidak sadarkan diri.
"Leo, cepat obati lukamu dulu!" kata Rose yang merasa khawatir.
"Aku tidak apa-apa, apa mereka menyakitimu?" tanya Leo yang menyentuh wajah Rose.
"Mereka hanya menarik ku keluar saja," jawab Rose.
__ADS_1
"Aku membawa mu menemui dokter itu dulu dan keluarkan pelurunya!" ajak Rose yang memegang tangan Leo dan beranjak dari sana.
Tiga peluru menancap tubuh Leo. dua di antaranya menancap di bagian jantung dan satu peluru dari Kane menancap di bagian perutnya.
Leo yang terluka di bawa oleh Rose menemui dokter wanita yang sebelum nya merawat dirinya itu.
"Aku menyuntik bius untukmu dulu,"ujar Dokter itu yang menyiapkan jarum dan obat cairan.
"Langsung saja tidak perlu obat bius!" perintah Leo.
"Tapi....".
"Lakukan saja! keluarkan pelurunya sekarang!"perintahnya dengan tegas.
"Apakah kamu bisa berbaring dulu?"
"Tidak perlu," jawab Leo dengan tatapan dingin.
Leo duduk di atas ranjang sementara Rose berdiri di sampingnya. tangan pria itu mengenggam tangan wanita itu dari tadi. sementara dokter wanita yang ingin mengeluarkan pelurunya tangannya bergetar karena merasa cemas.
"Dokter tidak berguna," bentak Leo yang mengambil alat dari tangan dokter itu dan kemudian mendorongnya.
Bruk...
"Aarrgghhh..." jeritan dokter wanita itu yang terjatuh di lantai.
"Leo, jangan begitu kasar!" kata Rose.
"Dokter tidak berguna, begini saja kau sudah ketakutan," ketus Leo.
"Biarkan aku saja yang melakukannya! apa tidak perlu suntik bius?"
"Aku akan mengeluarkan pelurunya. bertahanlah kalau sakit!" ujar Rose yang menjepit peluru yang menancap bagian dada Leo
Saat Rose sedang mengeluarkan pelurunya Leo menatap senyum wajah cantik wanita yang sedang berdiri di hadapannya.
"Apa kamu tidak merasa sakit?"
"Tidak sakit sama sekali."
"Kenapa bisa begini? seharusnya kamu merasa sakit karena dua peluru yang menancap di dadamu dan satu peluru di perutmu," ujar Rose.
"Tubuhku sangat kuat, lakukan saja tidak perlu cemas!" jawab Leo dengan senyum.
"Baring dulu! biar aku lebih mudah untuk mengeluarkan pelurunya," ujar Rose.
Leo berbaring di atas ranjang dengan tersenyum, bukannya merasa sakit dia malah menatap wajah Rose tanpa beralih.
Setelah dua puluh menit kemudian tiga butir peluru berhasil di keluarkan. dan kemudian Rose melilit perban di tubuh pria itu.
"Sudah selesai, jangan banyak bergerak dulu!"
"Mari kita kembali ke tempat kita!" ajak Leo yang turun dari ranjang dan merangkul pinggang Rose sambil melangkah pergi.
Sementara Kane dan anak buahnya langsung di larikan ke rumah sakit. tamparan yang di lakukan oleh Leo sangat kuat sehingga menjatuhkan mereka dengan begitu mudah.
Malam hari.
__ADS_1
Emil dan Ric datang menemui Leo.
"Bos, ada yang ingin di perintahkan kepada kami?" tanya Ric.
"Selesaikan Kane malam ini juga!" perintah Leo.
"Baik, Bos," jawab Ric
"Bos, Kian sudah kembali. dia ingin bertemu dengan Anda," kata Ric.
"Apa tugasnya lancar?" tanya Leo.
"Semua tugas yang bos berikan sudah dia selesaikan semuanya," jawab Ric.
"Kalau begitu serahkan saja urusan Kane kepada dia, aku akan bertemu dengannya setelah keluar dari sini," jawab Leo.
"Baik, Bos," jawab Ric.
"Emil, ada informasi apa?"
"Tuan, Herles Muffis masuk rumah sakit,"jawab Emil.
"Dia belum mati?" tanya Leo.
"Dia berhasil melewati masa kritis semalam."
"Panjang umur, tapi tidak apa, semakin lama dia hidup maka dia semakin tersiksa," ujar Leo.
"Tuan, istri Edward Hamilton baru keluar dari rumah sakit akibat pingsan saat melihat organ sepuluh utusannya itu."
"Hahahaha...dasar tidak berguna," kata Leo dengan tertawa.
"Edward Hamilton masih mencari cara untuk melawan Anda, dia sering bertemu dengan beberapa pengacara dan para detektif untuk menuntutmu. dan bukan hanya itu, dia juga membawa detektif mendatangi perusahaan kita untuk sengaja membuat onar," ujar Emil.
"Siapa detektif itu?"
"Namanya adalah Fulris, dia adalah kepala detektif yang akrab dengan Edward Hamilton. niatnya adalah ingin menjatuhkan perusahaan kita," ucap Emil.
"Serahkan saja pada Kian untuk mengurus Edward Hamilton dan detektif itu!" perintah Leo.
"Baik, Tuan," jawab Emil.
"Ingin bekerja sama dengan detektif untuk melawanku, kelihatannya dia sangat meremehkan ku," ujar Leo.
"Bos, apa perlu kami panggilkan dokter?" tanya Ric.
"Tidak perlu, ini tidak seberapa," jawab Leo.
"Tuan, setelah keluar harus langsung menjumpai dokter Hinez, untuk memeriksa kondisi tubuh Anda," kata Emil.
"Luka ini walaupun dalam tapi tidak sakit sama sekali," kata Leo.
"Bos, karena tidak merasa sakit itu yang menjadi bahaya bagi Anda, atau aku membawa dokter Hinez ke sini untuk memeriksa kondisi Anda," kata Ric
"Tidak perlu, setelah keluar kita baru pergi saja," jawab Leo.
"Sudah lima tahun kesehatan Anda tidak di periksa," kata Emil dengan khawatir.
__ADS_1
"Aku masih baik-baik saja, tidak merasa ada yang aneh," jawab Leo.