Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Rahasia Leo


__ADS_3

"Aku sudah pesan Emil untuk memesannya lagi. kau harus sering minum, itu sangat bagus untuk kesehatan mu," kata Leo yang sambil menyantap makanannya.


"Harganya sangat mahal, dulu aku tidak sanggup membelinya. karena gajiku yang tidak seberapa," ujar Rose yang sambil meneguk air putih.


"Mulai saat ini kau harus sering-sering minum sarang burung walet, dulu dan sekarang sudah berbeda, sekarang kau harus makan makanan yang bergizi setiap hari, dan tidak perlu hemat," kata Leo dengan senyum.


Beberapa hari kemudian.


Rumah sakit tempat Hinez bekerja.


Hinez yang sedang melakukan tugas sehari-harinya memantau pasien, setelah selesai memantau semua pasiennya ia kembali ke ruangan kerja.


Saat ia melangkah masuk ke tempat kerja ia melihat hanphonenya ada panggilan yang tak terjawab.


"Leo?" gumam Hinez.


Hinez lalu menekan nomor tujuan tersebut.


Sesaat kemudian Leo yang berada di seberang sana menjawab panggilan tersebut.


"Hallo, Leo," jawab Hinez yang menyapa sahabatnya itu.


"Hinez, apa kamu berada di rumah sakit?"


"Benar, aku di rumah sakit sekarang, ada apa mencariku? apakah penyakitmu kambuh lagi?"


"Bukan seperti itu, aku hanya ingin mengundang mu ke pestaku bulan depan," jawab Leo.


"Pesta? wanita mana yang ingin hidup bersamamu?" tanya Hinez dengan bercanda.


"Dia adalah wanita baik pilihanku, aku mengenalnya di dalam penjara, dan aku ingin segera menikahinya."


"Apa? kenalan di dalam penjara? Leo, apa kau tidak bercanda? kenapa memilih seorang wanita yang adalah mantan napi?"


"Dia melakukan demi melindungi diri, karena suaminya ingin membunuhnya oleh karena itu dia di penjara."


"Leo, kau sangat luar biasa, bukan hanya akan menikahi mantan napi, tapi kau juga akan menikahi seorang janda yang membunuh suaminya," ujar Heniz.


"Sudah ku katakan, semua ini bukan dia yang inginkan, dia adalah wanita yang baik."


"Aku akan ucapkan selamat untukmu, Leo. aku pasti akan hadir di saat itu, karena aku juga penasaran tipe wanita seperti apa yang bisa membuatmu begitu cepat ingin menikahinya," ucap Hinez dengan tersenyum.


"Oh iya, aku ingin memeriksamu, datanglah ke sini!" pinta Hinez.


"Siang aku ke sana."

__ADS_1


"Sampai jumpa."


Tidak lama kemudian mereka memutuskan panggilannya.


"Mantan napi, janda yang bunuh suaminya? Leo, kau benar saja...." gumam Hinez.


Hinez kemudian duduk ke kursinya. ia membuka laci dan melihat foto seorang wanita cantik.


"Rose Florencia, kau ada di mana sekarang? sudah lama tidak ada kabar tentangmu," ucap Hinez yang menatap foto tersebut.


Siang Hari.


Leo mendatangi rumah sakit temannya untuk memeriksa kondisi kesehatannya.


"Apakah calon istrimu mengetahui apa penyakitmu?"tanya Hinez.


"Aku tidak memberitahu dia."


"Kenapa? suatu saat dia harus tahu tentangmu."


"Aku tidak tahu apa dia bisa menerima atau tidak, penyakit ini tidak menjamin hidupku akan panjang umur, mungkin saja aku akan tiba-tiba saja meninggal di hadapannya."


"Oleh karena itu dia harus mengetahuinya? apakah dia tahu tentang dirimu yang sudah melakukan Vasektomi?"


"Aku belum memberitahunya?"


"Aku akan mencari waktu untuk memberitahu dia," jawab Leo.


"Kau sangat beruntung, koma selama tiga bulan masih bisa sadar, pihak kedokteran sangat kesulitan untuk menyembuhkan penyakit ini. hingga kini kami masih belum menemukan obat untuk menyembuhkan. Loney, sangat sabar di saat merawatmu. dan aku yakin dia pasti merasa sedih jika mendapat undanganmu," ujar Heniz.


"Kami hanya sebatas teman, tidak lebih juga tidak kurang," ucap Leo dengan tegas.


"Aku paham maksudmu, kau selama ini memang pematah hati wanita," kata Heniz.


"Apa dia cantik?" tanya Heniz yang memeriksa tekanan darah Leo.


"Cantik dan menawan," jawab Leo dengan senyum.


"Sepadan denganmu, hanya wanita yang memiliki paras cantik baru bisa di sandingkan denganmu," ujar Heniz.


"Hanya saja...." ucap Heniz yang terhenti.


"Hanya saja jika dia tahu kamu melakukan Vasektomi apakah dia bisa menerimanya?" tanya Heniz.


"Sebelum menikah, aku akan memberitahu semua rahasiaku padanya," ujar Leo.

__ADS_1


Di sisi lain Rose mendatangi tempat tinggal keluarganya.


Tuk...tuk...tuk...


Ketukan pintu yang di lakukan oleh Rose. tidak lama kemudian pintu di buka seseorang dari dalam.


Klek.


"Oh...aku menyangka siapa yang singgah ke sini, ternyata adalah adikku yang sudah lupa sama keluarga sendiri setelah hidup kaya di pelihara oleh pria kaya," ketus Tommy dengan menyindir.


Rose melangkah menghampiri kakaknya dengan jarak yang sangat dekat.


"Coba ulangi lagi ucapanmu tadi!" ujar Rose pada Tommy.


"Adikku sudah lupa sama keluarga sendiri setelah hidup kaya di pelihara oleh pria kaya," kata Tommy dengan mengulangi kata-katanya.


Plak.


Tamparan yang di lakukan oleh Rose mengenai wajah kakaknya.


"Kau menamparku? kau berani sekali?" bentak Tommy.


"Hei...apa yang kau lakukan di sini? kau menampar kakakmu?" tanya Claudia dengan ketus.


"Mulut putramu sangat kotor, aku hanya membantu memberi pelajaran kepadanya saja."


"Apa kau sudah di buang oleh pria kaya itu sehingga kau baru ingat rumah?" tanya Claudia dengan mengejek.


"Bukan aku yang lupa dengan rumah, tapi dari dulu kalian yang mengusirku setiap aku pulang. hari ini tujuanku datang hanya ingin memberitahu bahwa aku akan menikah bulan depan. kalian datang atau tidak juga tidak ada masalah. ada baiknya juga kalian tidak datang," kata Rose dengan sengaja.


"Menikah dengan siapa?".tanya Claudia.


"Menikah dengan pria yang menjamin kehidupanku, walau bagaimanapun aku masih ikut marga kalian. oleh karena itu aku terpaksa datang mengundang kalian walau sebenarnya tidak butuh kalian hadir," jawab Rose dengan menyindir.


"Mungkin pria itu adalah suami orang ataupun pria yang sudah tua, mana mungkin di dunia ini akan ada pria muda dan tampan akan tertarik pada wanita yang memiliki masa lalu yang begitu buruk," kata Tommy dengan mengejek.


"Jangan lupa, semua hal yang terjadi padaku itu karena kalian yang menjual ku ke pria tidak berguna itu. sehingga aku harus menderita. dan kini dengan caraku sendiri aku bisa bebas dari genggaman dari keluarga Hamilton, calon suamiku telah banyak menolongku dan di dunia ini dia adalah manusia yang paling baik denganku, sementara kalian bukan lagi ahli keluargaku," ujar Rose.


"Anak lupa diri," ketus Claudia.


"Lupa diri? kalian menjualku demi uang, saat aku pulang aku di usir oleh kalian. kini aku sudah menemukan kabahagiaan ku, kau menuduhku lupa diri. kalian memang sangat suka menyalahkan orang," kata Rose.


"Kalian semua sangat cocok menjadi satu keluarga, semuanya egois. ingat ya..di pesta nanti kalian datanglah dan melihat calon suamiku. dia jauh lebih pintar dari putramu yang hanya bisa mengoda istri orang," kata Rose dengan mengejek.


"Rose Florencia, kau jangan bersikap sombong," bentak Tommy.

__ADS_1


"Bukan sombong, hanya sekadar ingatkan saja," jawab Rose.


__ADS_2