Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Balasan Dari Leo


__ADS_3

Dengan perintah Leo para petugas hanya bisa menuruti dan tidak berani membantah.


"Aarrghhh....hentikan," teriak Dokter wanita yang sedang kesakitan.


Tahanan pria itu melakukannya dengan secara bergilir. wanita itu yang adalah utusan keluarga Hamilton harus mendapatkan perlakuan kejam dari para tahanan pria itu. mereka menikmati tubuh wanita itu di sepanjang malam.


Leo merasa puas dengan tersenyum saat melihat dokter itu di setubuhi oleh mereka. kemudian ia pun melangkah pergi dan tidak lama kemudian Ric datang menghampirinya.


"Bos, dua petugas itu sudah ku berikan kepada tahanan lain. mereka dalam kondisi terikat,"kata Ric.


"Bagus! ketika mereka sudah selesai maka bawa dokter itu pergi dan lemparkan ke depan rumah Hamilton!" perintah Leo.


"Siap Bos."


Leo berjalan meninggalkan tempat itu, sementara Ric masih sedang menunggu permainan para tahanan pria.


Di sisi lain Rose yang sedang kesakitan karena dalam posisi berbaring membuatnya berkeringat dan membasahi seluruh wajahnya, dalam kondisi tidak sadar ia mengatakan," sakit...sakit...sakit...."


Sesaat kemudian Leo kembali ke kamar wanita itu, ia melihat wanita yang di depan matanya sedang kesakitan. lalu ia berdiri di samping ranjang dan membalikan badan Rose dan membuat wanita itu tidur dalam posisi terlungkup. saat di posisi terlungkup Rose mulai tenang dan dan tertidur pulas.


Leo menatap dengan jarak dekat wajah wanita itu yang di basahi oleh keringat.


Leo kemudian menaikan baju bagian belakang Rose dan melihat terdapat beberapa luka pukulan yang masih bengkak. rasa geram dan marah Leo kemudian menurunkan kembali baju wanita itu.


"Wanita kuat, kau berhasil mengalahkan mereka, ini sangat bagus," ucap Leo yang berbisik di telinga Rose. Leo kemudian menjilat wajah wanita itu yang di basahi oleh keringat.


"Rose Florencia, kau sangat layak menjadi milikku. aku akan menemui mu setelah kau sembuh," ucap Leo yang berbisik di telinga Rose.


Tidak lama kemudian datanglah seorang dokter yang merawat Rose ke kamar itu


"Kau bertanggung jawab menyembuhkan lukanya, kalau kau gagal kau harus segera menghilang dari hadapanku!" perintah Leo yang mengancam dengan mengunakan pisaunya


"Ba-baiklah!"


"Jaga dan rawat tahanan 3788 dengan baik! dan sampai ada lagi yang datang berniat padanya. jika sampai terjadi kau akan tahu akibatnya, kan,'' perintah Leo.


"I-iya," jawab Dokter itu yang merasa ketakutan.


"Di mana kamar empat petugas yang bertarung dengan dia?"


"Ada di ruang sebelah kiri,"jawab Dokter dengan merasa cemas.


Leo langsung melangkah pergi menuju ke ruang sebelah tempat empat petugas itu yang sedang di rawat. sementara dokter yang kena ancaman dari Leo langsung terduduk karena ketakutan. dalam penjara semua orang sudah sangat memahami sifat pria sadis itu.


Leo melangkah masuk ke kamar empat pertugas yang sedang tidur. kepala mereka di lilit perban akibat hantaman kuat dari tahanan 3788.

__ADS_1


Leo menghampiri ranjang pertama yang di mana salah satu petugas wanita itu yang sedang tidur pulas.


Leo mengambil kain dan mengikat dua tangan empat petugas ke besi tepi ranjang itu. kiri kanan tangan mereka di ikat sehingga mereka akhirnya terbangun.


"Kau mengenalku, bukan?" tanya Leo dengan senyuman iblis.


Empat wanita itu yang melihat pria yang ada di depan matanya mereka membulatkan mata besarnya, gemetar di seluruh tubuh dan juga ketakutan sehingga wajah langsung memucat.


"Lihatlah kalian seperti orang yang tidak berguna, aku belum mulai kalian sudah seperti ikan mati," kata Leo yang mengeluarkan pisau tajamnya.


"Kenapa mencari kami?"tanya salah satu dari mereka yang sedang ketakutan.


"Kalian bekerja sama melawan wanita milikku, sehingga dia harus berbaring di ranjang sambil menahan sakit," jawab Leo.


"Aku tidak tahu siapa yang kamu maksudkan."


"3788 dia adalah milikku mulai saat ini, bagi siapa yang berani menyentuh sehelai rambutnya maka aku tidak akan ragu mencabut organ dalam kalian," kecam Leo dengan mendekatkan pisaunya ke bagian paha satu salah wanita itu yang sedang berbaring di atas ranjang no 2.


"Jangan....kami tidak tahu hubungannya denganmu," kata wanita itu yang sedang menangis karena ketakutan..


Leo langsung menikam bagian lutut kiri sasarannya itu.


Srek....


"Aaarrghhh....." teriakan wanita itu yang kesakitan.


Srek....


"Aaarrghhh....."


Tiga wanita lainnya ketakutan dan ingin melepaskan diri akan tetapi tidak berhasil. mereka menangis ketakutan karena sudah sangat memahami sifat pria sadis itu


Leo lalu mendekati ranjang no.3.


Tanpa basa basi ia langsung menikam dua paha wanita itu.


Srek....


"Aaarrghhh....."


Srek....


"Aaarrghhh....."


Bukan hanya di tikam Leo juga memutarkan pisau di dalam tikaman itu.

__ADS_1


Korbannya yang merasakan kesakitan yang luar biasa dan akhirnya ia tidak sadarkan diri.


Leo lalu mendekati ranjang no. 4.


"Tolong jangan sakiti aku!" pinta wanita itu yang sedang ketakutan.


"Di saat kau menyerangnya apa kau pernah berpikir jangan sakiti dia?" tanya Leo yang langsung memotong dua telinga wanita itu.


Srek....


"Aaarrghhh....."


Srek....


"Aaarrghhh....."teriakan wanita itu yang kemudian tidak sadarkan diri.


Petugas wanita lainnya yang mendengar suara teriakan dari kamar, mereka pun langsung berlari ke arah kamar tersebut. saat mereka melangkah masuk mereka melihat seorang pria itu sedang berdiri di ranjang no.4. mereka juga melihat tiga teman lainnya yang terluka tikaman di paha dan lutut.


"Kau siapa?" bentak beberapa petugas yang belum melihat wajah pria itu yang sedang melempar daun telinga yang di potong tadi ke lantai.


Leo membalikan badannya dan menatap ke arah mereka. para petugas itu menjadi ketakutan di saat melihat pria sadis yang sudah tidak asing bagi mereka.


"Ke-kenapa kau a-ada di sini?" tanya salah satu petugas dengan terbata.


"Aku sedang bermain dengan mereka, apakah kalian ingin bermain denganku juga?" tanya Leo dengan senyuman iblis.


"Tolong aku! tolong lepaskan aku!" teriak wanita yang berbaring di ranjang no.1.


Saat petugas itu ingin menghampiri temannya yang di ikat, Leo langsung menghadang dari depan mereka. mereka yang ketakutan menghentikan niatnya menyelamatkan temannya itu.


"Coba saja kalau kalian berani!" kecam Leo dengan menunjukan pisaunya yang berlumuran darah.


Para petugas hanya bisa pasrah karena tidak berdaya. Leo menghampiri sasarannya itu yang sedang menangis dan memohon.


"Tolong aku! tolong lepaskan aku! jangan sakiti aku!" tangisan wanita itu yang ketakutan.


"Kalian sangat suka menindas tahanan kalian, aku tidak peduli dengan yang lain, tapi kali ini 3788 sudah menjadi milikku dan aku tidak puas jika ada yang menyentuhnya," ujar Leo yang langsung memotong lima jari wanita itu


Srek....srek...


"Aaarrghhh....."


Srek....srek...


"Aaarrghhh....."

__ADS_1


Setelah melakukan keinginannya Leo pun melangkah menuju ke pintu. dan saat ia ingin keluar ia menghentikan langkahnya dan memandang ke arah beberapa petugas yang sedang ketakutan itu.


__ADS_2