
"Apa kau yakin aku bisa di bebaskan? dan jika tidak bisa juga tidak apa-apa, asal persidangan di ulang agar aku bisa bebas dari hukuman seumur hidup," ujar Rose.
"Rose, percaya padaku dan serahkan saja padaku!" ucap Leo.
"Undang-undang tetap ada, yang namanya membunuh pasti di kenakan hukuman beberapa tahun penjara. lagi pula aku sudah siap. setidaknya aku masih ada kesempatan untuk hidup."
"Selagi aku masih bernafas kau tidak akan tinggal di sini, percayalah padaku," ucap Leo dengan mencium bibir Rose.
"Aku percaya padamu, andaikan aku harus di penjara bertahun-tahun lamanya, apa kau akan menungguku?" tanya Rose
"Aku tidak akan menunggumu, karena aku akan mengunakan caraku sendiri untuk mengeluarkanmu. aku hanya berharap kau sabar menantiku untuk menjemputmu pulang!"
"Aku akan menantimu," jawab Rose dengan senyum.
"Aku sudah mengatur tempat khusus untukmu di penjara wanita, setelah aku keluar kau akan tinggal di sana. dan tanpa ada gangguan orang lain," ujar Leo dengan mencium bibir Rose.
Leo memeluk pinggang Rose dan kemudian mendorongnya ke ranjang, Leo menindih Rose sambil berciuman.
Leo meremas buah dada Rose yang menonjol dan kenyal, sambil mencium bibirnya dengan penuh gairah.
"Apakah pria ini akan membebaskanku? kalau saja di sidang ulang aku tetap di penjara dan di saat itu aku dan dia sudah berakhir, dia tidak akan menungguku bebas dari masa hukuman," batin Rose.
Leo melepaskan pakaiannya dan juga pakaian Rose. kini dua insan itu sudah tanpa sehelai benang. Leo masih mencium seluruh tubuh Rose dari area leher turun ke dua buah dadanya dan juga bagian perutnya.
Leo yang hasratnya sudah mengebu-ngebu ia langsung memasukkan pusakanya ke vagi.na Rose dan mendorongnya hingga sedalam-dalamnya. ia bergerak maju mundur dan sangat menikmati liang yang sangat sempit itu.
"Leo, setelah kau bebas apa kau akan mencari wanita lain untuk melayanimu?" tanya Rose yang merasakan hentakan kuat dari pria itu.
"Aku akan mencari mereka melayaniku hanya untuk semalam di saat aku menginginkannya," jawab Leo dengan bercanda.
"Apa bagimu aku juga salah satu dari mereka?" tanya Rose dengan merasa kecewa.
"Kau beda dengan mereka, setelah keluar kau hanya boleh tinggal bersamaku," jawab Leo yang berbisik di telinga Rose dan sambil melakukan gesekan dengan cepat.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Leo mencapai puncak kenikmatan, ia sangat menikmati tubuh langsing dan seksi yang sedang dia kuasai itu. Leo melanjutkan gesekannya di bawah sana berulang kali.
"Dasar mesum, kenapa kau sering melakukannya berulang kali?" tanya Rose yang merasakan pusaka Leo di dalam vagi.nanya.
"Anak harimauku kelaparan, jadi tugasku untuk memuaskan dia. dan tugasmu untuk memberinya makan setiap dia lapar," jawab Leo dengan mengoda dan sambil bergerak maju mundur.
Leo menekan pinggang Rose sambil melakukan gesekan tanpa berhenti dan melihat ke bagian inti Rose yang sedang dia kuasai itu.
Rose merasa kewalahan setiap melayani Leo yang sangat kuat dan tanpa merasa lelah. pria itu hanya akan berhenti setelah dia merasa puas.
Sisa dua malam Leo tinggal di kurungan bersama Rose. Leo menyetubuhi Rose selama dua malam berturut-turut.
"Apa kau sudah bisa berhenti?"
Leo mencium bibir Rose dengan penuh na*su dan sambil melakukan gesekan tanpa berhenti.
"Gawat! jika saja aku hamil bukannya aku yang rugi, lagi pula dia belum tentu akan membebaskanku ataupun akan menungguku keluar. pria sama saja setelah keluar dia pasti mencari wanita lain juga," batin Rose.
"Leo, sudah! kau sudah pelepasan beberapa kali. aku tidak mau hamil," kata Rose yang ingin bangkit akan tetapi bagian intinya masih sedang nikmati oleh pria itu sehingga ia tidak bisa bangkit.
Setelah mencapai kenikmatan berulang kali Leo menghentikan aksinya. ia masih belum mengeluarkan pusakanya yang berada di dalam vagi.na Rose.
Leo mencium bibir wanita itu selama beberapa menit.
"Mungkin kita akan bertemu kembali lagi beberapa bulan ke depan," batin Leo.
Setelah beberapa saat kemudian Leo melepaskan ciumannya.
"Leo, aku ingin tinggal di satu kurungan bersama Ella!"
"Tidak bisa, kau harus tinggal sendiri! semua yang kamu butuhkan sudah di sediakan," jawab Leo.
"Apa perlu seperti itu!"
__ADS_1
"Tentu saja, jika tinggal bersama mereka yang begitu banyak jumlahnya kau tidak bisa istirahat dengan tenang, oleh karena itu aku ingin kau tinggal sendirian dan kau hanya perlu menunggu Emil datang menjemputmu saja," jawab Leo.
"Aku mau mandi, keringatmu membasahi tubuhku," ujar Rose yang masih berada di bawah pria itu.
"Kita akan mandi bersama," kata Leo yang bangkit dari tubuh Rose dan mengeluarkan pusakanya.
Leo mengendong Rose ke kamar mandi dan mereka pun mandi bersama, setelah selesai mandi mereka tidur dengan saling berpelukan.
"Rose, kita akan mulai dengan hidup baru setelah kita keluar!" ucap Leo dengan mengecup dahi Rose.
"Leo, aku tidak mengenalmu, berapa usiamu, di mana tempat tinggalmu dan apa pekerjaanmu aku juga tidak tahu," kata Rose.
"Usiaku 37 tahun, tempat tinggalku di sebuah mansion yang mewah, bisnisku adalah jual beli berlian, setelah kamu keluar aku akan memberitahu dengan detail," jawab Leo dengan senyum.
"Kau adalah orang kaya dan apa kau akan menikah dengan wanita yang punya sejarah tidak baik? membunuh suami sendiri dan menjadi tahanan di penjara?"
"Memang kenapa kalau kau adalah mantan napi? aku juga sama, bukankah begitu? bersama atau tidak, tidak ada hubungan dengan masa lalu," kata Leo dengan tegas.
"Aku hanya tidak mau kau menyesal suatu saat, sebenarnya aku tidak memikirkan soal hubungan lagi karena aku harus menjalani masa hukuman seumur hidup."
"Bersamaku kau tidak perlu menghabiskan sisa hidupmu di sini, kau hanya perlu menghabiskan sisa hidupmu bersamaku saja," jawab Leo dengan mengecup dahi Rose.
Keesokan harinya
Leo mengenakan bajunya yang sudah di bawa oleh Emil. Rose merapikan pakaian pria tampan itu. pria itu mengenakan kemeja berwarna navy, dasi berwarna navy dengan bermotif polka hitam serta jas dan celana yang berwarna hitam.
"Kenapa harus berpakaian begitu rapi? apa kamu ingin ke perusahaan?" tanya Rose.
"Aku ingin langsung berangkat ke itali," jawab Leo.
"Kamu ada urusan di sana?"
"Benar, Emil akan berada di sini dan dia akan sering mencarimu. jadi jika kau butuh sesuatu beritahu saja padanya!"
__ADS_1
"Aku tidak butuh apa-apa, di sini adalah penjara bukan di rumah sendiri," jawab Rose.
"Ingat, tunggu aku menjemputmu! aku akan membebaskan mu dengan cara apapun," ucap Leo dengan mencium bibir Rose .