Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Penyiksaan Untuk Dua Keluarga


__ADS_3

"Leo Downson, berhenti!" bentak Edward yang ingin mengejar langkah Leo dan Rose.


Buk...


Pukulan yang di lakukan oleh Ric mengenai bagian perut Edward.


"Aarrghh...," jeritan Edward yang merasa kesakitan.


"Kau sudah terlalu sering melakukan kesalahan yang menyinggung bos kami, selain istrimu kau juga harus menerima hukuman," kata Ric pada Edward yang sedang tepar di lantai akibat menerima pukulannya.


"Kalian lakukan saja tugas kalian!" perintah Ric pada pria asing itu.


Tujuh pria itu melepaskan celananya dan menghampiri Joice.


"Jangan, jangan, melakukan ini pada ku, tidak...tidak..," teriak Joice yang ketakutan dan memundurkan langkahnya.


Tujuh pria itu menarik pakaian Joice, dan merobek sehingga koyak sana sini. Joice semakin ketakutan di saat pakaiannya di robek sedikit demi sedikit.


"Edward, tolong aku...." teriak Joice yang histeris dan di dorong hingga tergeletak di lantai.


"Joice, Joice...." teriak Edward yang merangkak menuju ke arah istrinya, Ric lalu menginjak punggung pria tua itu dengan kuat.


Buk...


"Aaarrghhh...." jeritan Edward yang merasa kesakitan dan terhenti gerakannya.


Keluarga Florencia yang melihat kejadian itu merasa ketakutan dan ingin melepaskan ikatan akan tetapi usaha mereka hanya sia-sia.


"Lepaskan kami! kami tidak ada urusannya di sini. dan kami adalah keluarga Rose, putri kami adalah calon istri bos kalian," pinta Claudia yang sedang ketakutan.


"Kalian memang bermuka tebal, di saat dalam bahaya kalian baru mengakui dia adalah putri Anda," ketua Ric dengan emosi.


"Kalian hajar mereka bertiga, mereka adalah orang tua dan kakak yang tidak punya hati nurani, bahkan lebih buruk dari binatang," perintah Ric.


"Hei, kalian jangan keterlaluan!" teriak Tommy.


"Pukul mereka bertiga dan juga Cabut gigi mereka sampai tak tersisa! agar lain kali mereka bisa menjaga mulutnya," perintah Ric pada anggotanya.

__ADS_1


"Tidaaaaak...." teriakan Joice yang lagi-lagi di setubuhi dengan kasar oleh pria-pria itu.


"Aaarrrghh....." teriakan Joice yang histeris dan menahan sakit yang luar biasa.


"Hentikan.....," teriakan Edward yang melihat istrinya itu di gilir oleh tujuh pria itu.


"Ambil penjepitnya!" perintah Ric pada anggotanya.


"Kak, ini alatnya," ujar anggotanya yang memegang alat penjepit jari yang terbuat dari besi.


"Jepit sepuluh jari si tua ini sampai putus!" perintah Ric yang sambil menginjak punggung Edward.


"Tidak, jangan melakukan itu!" teriak Edward yang ketakutan.


Dua anggota Ric memasukkan sepuluh jari Edward ke alat penjepit jari itu. lalu mereka menarik dengan kuat kawat itu sehingga menjepit jari Edward.


"Aaarrghhh.....," teriakan Edward yang merasa kesakitan yang luar biasa.


"Bagaimana rasanya? apakah nikmat?" tanya Ric dengan sengaja.


"Tarik secara perlahan, jangan begitu cepat memutuskan jarinya, karena aku ingin dia tersiksa," perintah Ric.


Buk...buk...buk...buk...


Pukulan yang di lakukan oleh anggota Ric terhadap keluarga Florencia


"Aaarrghh....," teriakan Claudia yang menerima pukulan di bagian perutnya.


"Aaarrghh....," teriakan Kian yang sedang kesakitan dan menderita pukulan di kepalanya.


"Hentikan! hentikan!" teriakan Tommy yang wajahnya di pukul tanpa berhenti, kini wajah pria itu bengkak kiri dan pkanan serta matanya memerah akibat terkena pukulan keras.


Tidak lama kemudian anggota Ric menghentikan aksinya dan mengeluarkan tang untuk mencabut semua gigi mereka.


"Tolong jangan melakukan itu! tolong lepaskan kami!" pinta Claudia sambil menangis.


"Tidak....tidak...jangan mendekatiku," teriak Tommy yang ketakutan.

__ADS_1


"Cabut semua gigi mereka!" perintah Ric pada anggotanya


Tiga anggotanya lalu membuka paksa mulut mereka, lalu mereka mendekatkan tang dan mencabut gigi mereka hingga terlepas.


"Em....em....em....," jeritan mereka yang kesakitan dan mengeluarkan air matanya. mulut mereka mengeluarkan darah yang banyak akibat gigi mereka yang di cabut dengan paksa.


Di hari itu anggota-anggota Leo melakukan penyiksaan terhadap keluarga Hamilton dan Florencia.


Joice harus menahan sakit akibat di perk*sa berulang kali oleh tujuh pria itu, sementara suaminya di siksa menjepit sepuluh jarinya sehingga mengeluarkan darah yang banyak, dengan perlahan besi penjepit itu mematahkan sepuluh jari Edward.


Claudia bersama suami dan anaknya menanggung rasa sakit yang luar biasa, karena semua gigi mereka di cabut satu persatu.


"Aaarrrghh....," teriakan Edward yang jarinya di jepit sehingga akhirnya putus.


"Aaarrghh....," teriakan Joice yang tanpa berhenti karena menanggung sakit yang luar biasa akibat hentakan berulang kali dari tujuh pria itu.


"Em....em...." jeritan Tommy yang tak berdaya dan hanya bisa mengeluarkan air mata.


Keluarga Florencia di siksa secara perlahan, gigi mereka di cabut sehingga mulut mereka telah di penuhi oleh darah segar.


"Edward Hamilton, apa kau tahu apa sebabnya bosku ingin memutuskan jarimu? sebabnya adalah agar kau tidak bisa melakukan kejahatan lagi. asal kau tahu hidupmu sudah berakhir. perusahaanmu sudah di ambang kebangkrutan dan bukan hanya itu saja, semua asetmu telah di rebut oleh bos kami, semua rumah milikmu telah di tempati oleh orang yang tidak mampu, surat rumah telah di berikan kepada mereka, kau sudah kehilangan semuanya," ujar Ric yang menjongkok sambil menjambak rambut Edward.


"Edward Hamilton, kau tidak bisa lagi bangkit untuk melawan kami, semua kekayaan mu sudah habis. pengacara mu telah di pihak kami. dengan adanya dia, semua hartamu menjadi milik orang lain. akan tetapi kau jangan salah paham, bosku tidak mengambil satu sen pun uangmu. karena semua uang telah di berikan kepada orang yang tidak mampu, sedangkan istrimu itu adalah pembalasan karena kau ingin melakukan hal keji ini terhadap calon istri bos kami," kata Ric dengan senyum.


"Lihatlah dan buka matamu lebar-lebar, istrimu itu sudah di setubuhi lebih dari dua puluh kali oleh pria yang berbeda, bagaimana rasanya di saat dirimu melihat wanita yang selama ini tidur denganmu menjadi budak **** pria lain? apakah hatimu merasa jijik terhadapnya? lihatlah dia..semua tubuhnya telah di kotori pria itu. ribuan benih telah memenuhi rahim istrimu, apakah kau masih mau wanita ini? apa kau tidak merasa menjijikan?" tanya Ric dengan sengaja.


"Lepaskan dia! aku sudah hancur apa lagi yang kau inginkan?" tanya Edward yang wajahnya memucat akibat luka jarinya yang putus semua.


"Mereka masih belum puas, istrimu sangat luar biasa. kau lihat saja mereka masing-masing sudah melakukan berulang kali dan masih saja belum puas. apa kau masih berminat dengan wanita ini? seluruh tubuhnya sudah di nodai. apa kau masih ingin menyentuhnya?"


Edward yang melihat istrinya yang terlentang dengan ke dua kakinya yang berbuka lebar dan di setubuhi oleh beberapa pria, ia merasa kecewa dan menangis. tentu saja baginya sangat merasa perih hingga tidak bisa di ungkapkan lagi.


"Edward, tolong aku...." pinta Joice yang semakin lemah dan masih saja merasakan hentakan berulang kali dari pria itu.


Edward tidak bisa melihat lagi istrinya yang telah di nodai habis-habisan, ia hanya memejamkan matanya sambil menangis, selain merasa sakit hati ia juga merasa sakit pada tangannya itu.


Di hari itu dua keluarga mendapatkan pembalasan yang sadis dari Leo, Leo memang terkenal dengan hobi menyiksa dengan secara kejam terhadap pria mau pun wanita. setelah selesai anggota Leo pun meninggalkan gudang itu.

__ADS_1


Sementara Joice hanya diam tidak berdaya dengan rasa sakit yang tak terhingga, Edward merasa semakin lemah karena telah kehilangan banyak darahnya. sedangkan Claudia, Kian dan Tommy harus menanggung rasa sakit yang luar biasa. mereka tidak berdaya dan duduk dalam kondisi masih terikat. dengan mulut mereka yang mengeluarkan darah tanpa berhenti, gigi mereka telah dicabut sehingga habis tak tersisa.


__ADS_2