Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Ancaman Leo


__ADS_3

"Lalu, apa yang kamu inginkan?" tanya Hakim Clister.


"Yang aku inginkan adalah kau sebarkan bahwa Rose Florencia tidak bersalah! semua ini karena kesalahan kalian dalam penyelidikan kasus, aku ingin kau membersihkan namanya dan bebaskan dia, kau hanya memiliki waktu dua hari," jawab Leo dengan nada tegas.


"Itu tidak mungkin, aku tidak bisa mengambil keputusan sendiri," ujar Hakim Clister yang kepalanya di tekan di meja.


"Di saat kau ingin menjatuhkan hukuman yang tidak adil kau bisa melakukannya sendiri, kenapa di saat aku ingin kau membebaskan dia kau tidak bisa? apa kau ingin membodohiku?" bentak Leo.


"Leo Downson, kau tidak bisa melakukan itu pada kami."


Leo bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Hakim Clister.


"Untuk menghadapi hakim dan jaksa seperti kalian aku tidak akan ragu untuk mengeluarkan jantung anak kalian,"kecam Leo dengan menepuk wajah pria itu beberapa kali.


Tidak lama kemudian anggota Leo melangkah masuk ke dalam ruangan itu dengan sambil membawa tiga pria yang tak lain adalah jaksa.


"Bos, mereka adalah jaksa yang menangani kasus nona Florencia," ujar salah satu anggotanya.


"Leo Downson, apa yang kau lakukan?" bentak salah satu jaksa itu.


"Tuan jaksa Andy, Anda masih saja berani meninggikan suaramu di depanku," bentak Leo dengan menepuk wajah jaksa Andy dengan kasar.


"Apa yang kau inginkan, Leo Downson?" tanya jaksa Andy dengan kesal.


"Bersihkan nama seorang wanita yang mendapatkan hukuman yang tidak adil dari kalian," jawab Leo.


"Aku tidak mengerti maksudmu," ucap jaksa Andy yang memalingkan wajahnya.


Buk....


Pukulan kuat dari Leo yang mengenai perut Jaksa itu.


"Aaarrghh....," jeritan jaksa Andy yang kesakitan sehingga wajahnya memucat.


"Kau masih tidak mengerti maksudku?" tanya Leo yang menjambak rambut pria itu.


"Leo Downson, apa yang kamu lakukan ini kami bisa saja menuntutmu," bentak jaksa yang di tahan oleh anggota Leo.

__ADS_1


"Bawa dia kemari!" perintah Leo pada anggota.


Anggotanya menarik dua jaksa itu menghampiri Leo yang sedang berdiri di depan sofa.


"Tuan Jaksa Javier, Tuan Jaksa Smith, kedatanganku hari ini hanya meminta kalian membersihkan nama Rose Florencia, apa kalian begitu keberatan?"


"Leo Downson, kau tidak bisa seenaknya meminta kami melakukan hal itu," ketus Jaksa Javier.


"Aku tidak bisa seenaknya? dan kenapa kalian bisa seenaknya menjatuhkan hukuman yang tidak adil terhadap seorang wanita lemah? bukti rekaman kalian simpan. berapa uang yang kalian terima dari Hamilton? sehingga tega kalian menghancurkan hidup seorang wanita lemah," bentak Leo yang mengcengkerem leher Jaksa Javier.


"Leo Downson, kau sudah tahu kami siapa dan masih berani melakukan hal ini pada kami," ketus Jaksa Smith.


"Ha-ha-ha-ha...persetan dengan kalian semua, aku adalah Leo Downson yang tidak memandang kalian. bagaimana, apa kalian menolak permintaanku?"


"Kalau kami menolak, kau mau apa?" tanya Jaksa Javier.


"Aku mau apa? coba kau lihat saja foto-foto yang ada di atas meja!"


Tiga jaksa itu langsung melihat ke meja yang terdapat foto ahli keluarga mereka.


"Tidak ada, hanya ingin bermain-main dengan mereka," jawab Leo yang kembali duduk di sofa.


"Kau mengancam kami?" tanya jaksa Andy.


"Tidak bisa di katakan mengancam, aku hanya ingin kalian membebaskan Rose Florencia saja," jawab Leo dengan senyum.


"Dia membunuh suaminya, mana mungkin kami membebaskan dia," ketus jaksa Smith.


"Membunuh suaminya demi melindungi diri sendiri, kalian memiliki buktinya, dan kalian jatuhkan hukumannya di saat pertama kali persidangan. demi uang untuk menikmati hidup mewah, kalian menghancurkan hidup orang tidak bersalah," bentak Leo.


"Kalian berempat hidup mewah dari hasil suap, aku juga bisa mengunakan uangku untuk menyuap kalian, tapi aku tidak mau. karena kalian tidak pantas menerima uangku. kalau kalian menolak juga tidak masalah," ujar Leo yang mengeluarkan pisaunya.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya jaksa Andy.


"Anak perempuan kalian sudah dewasa, andaikan aku jual mereka kepada pria hidung belang aku yakin pasti sangat menguntungkan. dan anak laki-laki kalian juga sudah dewasa, aku yakin jika ginjalnya di jual pasti sangat menguntungkan," jawab Leo sambil mengancam.


"Jangan bertindak sembarangan!" teriak jaksa Andy.

__ADS_1


"Jangan sentuh keluargaku!" teriak jaksa Javier.


"Lepaskan mereka! jangan sentuh mereka!" jaksa Smith.


"Leo Downson, kau mengancam kami dengan cara ini, kami bisa menangkapmu," kecam Hakim Clister.


"Menangkapku? hanya mengandalkan kalian berempat? di mataku kalian hanya seperti anjing yang suka mengonggong dan suka mengigit sembarangan orang demi kesenangan sendiri," ketus Leo yang bangkit dari tempat duduknya.


"Bawa keluarga mereka dan ambil organnya!" perintah Leo pada anggotanya.


"Baik, Bos," jawab anggotanya dengan serentak.


"Jangan sentuh mereka! tolong jangan sentuh mereka!" pinta Hakim dan tiga jaksa itu yang merasa cemas.


"Setelah aku jual ginjal anak-anak kalian, uangnya aku akan membagikan kepada kalian," ucap Leo dengan senyum.


"Tolong jangan melakukan itu!" teriak jaksa Smith.


Hakim Clister dan tiga jaksa lainnya berteriak dan memohon kepada Leo untuk melepaskan keluarga mereka. mereka berempat di kenal sebagai hakim dan jaksa yang adil bagi yang tidak mengenalnya. selama ini mereka telah menerima suap dari semua kalangan, banyak tersangka yang seharusnya di jatuhi hukuman ringan berubah menjadi hukuman berat, kejadian yang menimpa Rose Florencia bukanlah kejadian pertama kalinya.


"Jumpai anak-anak mereka dan ambil organ dalamnya! ingat, untuk merekam di saat kalian melakukannya. aku ingin orang tua mereka bisa melihat ginjal anaknya di ambil dalam keadaan hidup-hidup. setelah selesai kirim jasadnya ke alamat mereka!" perintah Leo yang ingin melangkah pergi.


Hakim dan tiga jaksa langsung meronta dan melepaskan pegangan anggota Leo dan langsung berlari ke arah Leo yang ingin melangkah pergi.


"Jangan menyentuh anakku! mereka tidak bersalah," pinta jaksa Smith.


"Kalian bebas menolak permintaanku, dan aku juga tidak ingin memaksakan kalian, karena kalian semua mata duitan sehingga tega menghancurkan hidup orang. sudah berapa yang kalian korbankan selama ini?"bentak Leo dengan kesal.


"Aku akan membebaskan Rose Florencia, tolong jangan sentuh anakku!" kata Hakim Clister yang merasa khawatir.


"Bukan hanya membebaskan, tapi juga membersihkan namanya, aku tidak ingin dia memiliki catatan hitam di data komputer mu," ucap Leo dengan tegas dan sambil menarik kerah kemeja hakim Clister.


"Aku akan melakukan apapun yang kau mau," jawab Hakim Clister.


"Dua hari! waktu mu hanya dua hari. kalau saja kau tidak bisa melakukannya, maka siap-siap jemput mayat anakmu," kata Leo dengan mengancam.


"Kami akan melakukan apa yang kau mau, tolong jangan sentuh anakku," ujar Hakim Clister

__ADS_1


__ADS_2