Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Siksaan Dari Leo


__ADS_3

Petugas yang menahan tangan Rose masih berniat ingin memperko.sa dan merobek pakaiannya.


Srek...


Robetan baju Rose di bagian lengan.


"Hentikan!" teriakan Rose yang ke dua tangannya di tahan.


Di saat pria itu ingin merobek semua pakaian Rose tiba-tiba terdengar suara hentakan kuat dari luar jeruji besi itu.


Prang....


Dobrakan kuat yang di lakukan oleh Leo yang sedang mendobrak pintu besi yang di gembok itu.


Prang...prang...


Petugas yang sedang ingin memperko.sa Rose menghentikan aksinya saat mendengar suara dobrakan yang di pintu besi itu. ia menoleh ke belakang dan melihat Leo yang sedang mendobrak pintu jeruji berkali-kali.


Petugas itu merasa cemas dan takut karena Leo datang tiba-tiba, lalu ia pun melepaskan tangannya.


Buk...


Pukulan yang di lakukan oleh Rose mengenai wajah petugas itu yang sedang berada di atasnya sehingga menyebabkan ia terjatuh dari ranjang.


Bruk..


"Aaarrghh....," pekiknya yang sedang kesakitan.


"Buka pintunya...." teriak Leo dengan tatapan iblis dan menarik rantai itu. Leo dalam kondisi emosinya yang sedang memuncak. ia mengunakan seluruh tenaganya menarik rantai itu dengan ke dua tangannya.


Para petugas yang mendengar keributan yang terjadi langsung berlarian menuju ke arah Leo yang sedang emosi.


"Dasar tidak berguna, lihat apa yang akan ku lakukan pada kalian nanti," bentak Leo dengan nada tinggi sambil menarik rantai tersebut.


Dua petugas itu ketakutan sehingga gemetar dan juga pucat wajah mereka.


"Cepat serahkan kuncinya!" ketus Rose yang menendang salah satu petugas itu.


"Aaarrghhh.....," teriak Leo yang sedang menarik rantai tersebut.


Prang....prang...


Bunyi rantai yang akhirnya terputus karena tenaga Leo yang sangat kuat.


Saat ia berhasil memutuskan rantai, ia membuka pintu jeruji itu dengan kasar.


Prak...


"Leo."


"Rose, kamu terluka," ucap Leo dengan menyentuh wajah Rose yang merah karena bekas tamparan.


Dua petugas itu ketakutan dan ingin pergi dari sana, akan tetapi langsung di tahan oleh Leo yang langsung mengcengkeram leher salah satu petugas itu dan langsung membantingnya ke lantai.


Brugh...


"Aaarrghh," jerit petugas itu yang patah tulang belakangnya akibat hentakan yang sangat kuat.


Leo yang kesal kemudian mengcengkeram petugas yang satunya lagi dan kemudian menghempaskan ke pintu jeruji besi itu dengan kuat.


Brak..


Hentakan kuat yang di lakukan Leo sehingga menyebabkan korbannya itu patah tulang belakangnya.


"Aarrggghhh...,"jeritan pria itu yang mengerang kesakitan.


"Leo, sudah! biar kami yang tangani!" kata ketua petugas yang datang ingin menghentikan aksi Leo.

__ADS_1


Leo menarik kerah seragam ketua petugas itu dengan kasar dan berkata," siapa yang mengatakan butuh kau yang menanganinya? aku yang akan turun tangan sendiri menghukum dua bajin.gan ini."


"Siapapun yang berani membelanya jangan salahkan aku ketika kalian juga menjadi sasaranku!" kecam Leo dengan penuh emosi dan mendorong ketua petugas sehingga terhempas ke lantai.


"Kalian dengar baik-baik! bawa mereka pergi dan ikat! siapa yang berani melepaskan mereka, kalian yang akan terima hukuman dariku," kecam Leo dengan kesal.


"Pergi!" bentak Leo dengan nada tinggi.


Ketua petugas yang ketakutan dan anak buahnya langsung menarik dua pria yang tadinya di hajar oleh Leo. mereka segera meninggalkan tempat kurungan Leo.


"Rose, seharusnya aku tidak meninggalkan mu sendirian di sini," ucap Leo yang memeluk wanita itu.


"Aku tidak apa-apa," jawab Rose.


"Wajahmu pasti sakit, kan? aku akan mengoleskan obat di wajahmu."


Setelah 20 menit kemudian.


Leo menemui dua petugas yang tadinya ingin memperko.sa Rose. ke dua tangan mereka di ikat ke atas.


"Pria murahan seperti kalian harus menerima siksaan yang setimpal," kecam Leo yang mendekatkan pisau tajamnya ke wajah sasarannya itu.


"Jangan melakukannya! kami sudah salah. maaf...maaf. ini salah kami," ucap dua pria itu dengan serentak karena sedang ketakutan.


Tidak lama kemudian Ric datang ke salah satu tempat kurungan yang kosong dan di jadikan tempat penyiksaan Leo terhadap dua pria itu.


"Bos," sapa Ric dengan hormat.


"Lepaskan celana mereka!" perintah Leo.


"Baik," jawab Ric dengan menurut.


Ric melangkah mendekati dua petugas yang di ikat itu dan kemudian melepaskan celana mereka sehingga tak tersisa.


Sementara di luar banyak tahanan yang lain sedang menonton kejadian, mereka penasaran apa yang akan di lakukan oleh Leo terhadap dua pria itu.


"Ikat tali!" perintah Leo kepada anggotanya itu.


"Jangan melakukannya! kami sudah bersalah, ampuni kami! ampuni kami!" pinta petugas yang sedang ketakutan.


Ric mengikat dengan kuat alat kela.min pria dan kemudian memberikan ujung tali itu kepada Leo.


"Kau sangat ingin menikmatinya? kau sudah tahu kan dia adalah wanita milikku. tapi kau masih berani menyentuhnya," ujar Leo dengan senyum iblis.


"Tolong jangan melakukannya! tolong!" tangis pria itu yang sedang ketakutan.


Leo menarik tali itu dengan satu tangannya sehingga menyebabkan pria itu kesakitan yang luar biasa.


"Aaargghhh.....,"teriakannya yang merasa sakit karena alat kela.minnya di tarik oleh Leo.


"Ingin menyentuh barang milikku? rasakan sensasi yang ku berikan padamu," kata Leo yang langsung menarik kuat tali itu sehingga alat kela.minnya putus.


"Arrgghhh....," teriakan pria yang kesakitan sehingga menangis dengan histeris dan tidak lama kemudian pria itu tidak sadarkan diri.


"Sekarang giliranmu lagi, aku akan mengunakan cara lain untuk menyiksamu," kecam Leo dengan menunjukan pisaunya.


"Tidak...tidak...jangan melakukan itu!" teriak petugas itu yang wajahnya menjadi pucat.


Leo mendekatkan pisaunya ke ujung alat kela.min pria itu dan kemudian memotong bagian ujungnya


Srek...


"Aaarrgghhh...."teriak pria itu yang merasa kesakitan yang luar biasa.


Leo melanjutkan aksinya dengan memotong berkali-kali alat kela.min pria itu sedikit demi sedikit.


Srek..

__ADS_1


"Aaarrgghhh...."


Srek..


"Aaarrgghhh...."


Srek..


"Aaarrgghhh...."


Srek..


"Aaarrgghhh...."


Potongan yang di lakukan oleh Leo berulang kali seperti sedang memotong daging ayam. ia sengaja memotong dengan tipis-tipis agar merasa puas dengan menyiksa korbannya itu.


Petugas itu sehingga pucat wajahnya karena kesakitan yang dia rasakan.


"Ingin menikmati wanita yang adalah milikku? kau sudah salah, karena hanya aku yang boleh menikmatinya," ketus Leo yang melanjutkan aksinya.


Srek...


"Aaarrgghhh...."


Srek..


"Aaarrgghhh...."


Srek..


"Aaarrgghhh...."


"Apakah sangat nikmat rasanya?" tanya Leo dengan senyum sinis dan melanjutkan potongannya sehingga habis.


Srek..


"Aaarrgghhh...."


Srek..


"Aaarrgghhh...."


Srek..


"Aaarrgghhh...."


Karena kesakitan yang di rasakan sehingga membuat pria itu tidak sadarkan diri.


"Siram air! bangunkan mereka!" perintah Leo dengan tegas.


"Iya, Bos," jawab Ric.


Ric mengambil sebaskom air dan siram ke dua pria itu yang baru mendapatkan siksaan yang sangat mengenaskan.


"Aaarrgghhh...."


"Aaarrgghhh...."


"Beri mereka makan alat kela.min mereka sendiri!" perintah Leo dengan tegas.


Ric mengambil alat kela.min yang putus tadi dan masuk ke mulut pemiliknya itu. petugas itu di paksa mengunyah pusaka sendiri, Ric memukul perut korban untuk memaksanya makan.


Bruk...


"Aargrhh...."


"Kunyah dan telan!" bentak Ric dengan nada tinggi

__ADS_1


Tahanan lain yang melihat kejadian itu mereka lagi-lagi merasa geli dan muntah.


Woak...woak...woak...woak...woak...


__ADS_2