
Setelah dua jam kemudian Leo menghentikan aksinya. Ia menindih tubuh Rose dan mencium bibirnya selama beberapa saat.
"Terima kasih," ucap Leo dengan mengecup dahinya Rose.
"Aku mau mandi! kamu harus rawat lukamu dulu," kata Rose.
"Biar aku yang memandikanmu, setelah mandi aku akan mengobati lukaku," ujar Leo yang mengeluarkan pusakanya. dan kemudian mengendong Rose ke kamar mandi.
Gedung Supertall.
Sekelompok orang yang mengenakan jas hitam dan bertubuh tinggi melangkah masuk ke dalam gedung. mereka berjalan menuju ke sebuah ruangan besar. di dalam ruangan besar terdapat seorang pria yang duduk di sofa dengan di temani oleh sejumlah pengawalnya yang semua berpakaian jas hitam dan berkaca mata hitam. enam pengawalnya berdiri di sebelah kirinya dan enam pengawalnya berdiri di sebelah kanannya.
"Tuan Sandez," sapa mereka yang baru melangkah masuk dan menghampiri pria itu yang sedang duduk dengan sambil merokok.
"Hm, bagaimana?" tanya Sandez dengan cuek.
"Tuan Sandez, dia ada di dalam penjara, tidak lama lagi dia akan bebas, dan saya sudah mencari orang yang bisa melenyapkan dia di dalam penjara," jawab pria itu yang tak lain adalah asisten Sandez yang bernama Young.
"Apakah mereka yang kamu cari?" tanya Sandez.
"Benar, Tuan Sandez. mereka adalah pembunuh profesional," jawab Young.
"Apa kalian yakin bisa melenyapkan Tiger ?" tanya Sandez.
"Tuan Sandez, kami akan melenyapkan Tiger. berikan kesempatan untuk kami membuktikannya," jawab mereka dengan serentak.
"Aku ingin mendapatkan hasil yang memuaskan, kalian ada lima belas orang dan jika kalian berhasil membunuhnya maka kalian masing-masing mendapatkan tujuh ribu dollar," ucap Sandez.
"Siap, Tuan Sandez," jawab mereka dengan serentak.
Tidak lama kemudian lima belas pembunuh profesional meninggalkan ruangan itu.
"Young, apa kau yakin dengan mereka?" tanya Sandez.
"Tuan Sandez, mereka adalah pembunuh profesional yang menerima bayaran tinggi. dalam penjara Tiger tidak memiliki teman lain ataupun pengawalnya. jadi akan lebih mudah untuk kita membunuhnya," jawab Young.
"Hm...Tiger selama ini sangat berleluasa di mana-mana. dia bisa saja dengan tanpa ragu membunuh seorang pejabat yang menyinggungnya sehingga harus mendekam di dalam penjara, kekuasaannya sangat besar sehingga ia hanya di hukum selama lima tahun," ujar Sandez.
"Mungkin saja Tiger memiliki orang yang selama ini mendukungnya dari belakang," kata Young.
"Tidak tahu juga, aku hanya ingin kematian dia dan biar tubuhnya membusuk di dalam penjara," ucap Sandez.
"Tuan Sandez, jangan khawatir! dia pasti tidak akan lolos. dalam penjara dia hanya bersendirian saja," kata Young.
__ADS_1
"Aku menunggu kabar baik darimu," ucap Sandez.
Mansion Hamilton.
Edward yang melihat jasad kepala detektif merasa cemas dan duduk di sofa semalaman.
"Tuan, Anda tidak apa-apa?" tanya asitennya yang bernama Farlo yang berdiri di depan Edward.
"Berita kantor detektif yang di serang oleh pembunuh sudah tersebar, siapa pelakunya? dia cukup berani sehingga membunuh empat detektif di kantor mereka,"kata Edward.
"Pembunuhnya memiliki mental baja, aku yakin dia bukan pembunuh biasa, melainkan adalah pembunuh profesional,"ujar Farlo.
"Dia menantangku, oleh sebab itu dia sengaja meletakan jasad kepala detektif di hadapanku," kata Edward.
"Apakah utusan Leo Downson?" tanya
Edward dengan penasaran
"Mungkin juga, karena Anda dan dia terlibat dalam perdebatan," jawab Farlo
"Selidiki siapa dia sebenarnya,kalau dia hanya seorang pengusaha tidak semudah itu dia bisa bebas dalam penjara, bahkan hakim dan jaksa juga tidak berani menyentuhnya."
"Perusahaan One Star memang sangat terkenal luas hingga ke beberapa negara. mereka berhubungan dengan perusahaan dari negara england, perancis, dan swedia," jelas Farlos.
"Mengenai hal ini masih belum ada infonya," jawab Farlo.
"Selidiki semua tentang Leo Downson! aku ingin mengetahui semuanya mengenai dia!" perintah Edward.
"Baik, Tuan," jawab Farlo.
"Sebelumnya sudah selidiki tapi kenapa tidak mendapatkan informasi mengenainya, siapa dia sebenarnya? aku tidak percaya ada yang lebih kuat dariku. selama ini aku yang menjatuhkan orang dan tidak ada yang bisa menjatuhkanku," batin Edward.
Penjara Leo.
Rose membalut ulang luka Leo yang mengeluarkan darah.
"Kamu manusia atau bukan?" tanya Rose yang sambil melilit perban.
"Kenapa?" tanya Leo dengan senyum.
"Kenapa kamu tidak sakit? lukamu sangat dalam," tanya Rose dengan heran.
"Mungkin saja karena tubuhku sangat kuat dan kebal, sehingga tidak merasa sakit sama sekalipun," jawab Leo dengan santai.
"Apa daging tubuhmu ini tidak berfungsi ya? sehingga tidak merasakan apapun."
__ADS_1
"Kalau sudah tidak berfungsi apa mungkin anak harimauku bisa menikmati makanannya," jawab Leo dengan mengoda Rose.
Rose yang merasa kesal langsung menendang kaki pria itu.
Bruk..
"Arrghh...."jerit Rose yang merasa sakit sendiri.
"Apa kau sakit?" tanya Leo dengan mengusik wanitanya.
"Kenapa kakimu bisa begitu keras?" tanya Rose dengan kesal.
"Hahahaha.... aku sudah melatihnya sejak kecil sehingga siapapun yang menyentuh kakiku juga tidak mempan."
"Latihan apa yang mengeraskan kakimu?"
"Latihan yang cukup keras dan tersiksa, jangan menendangku lagi kau yang akan merasa sakit," ujar Leo dengan menyubit pipi Rose.
"Kau adalah manusia aneh," kata Rose.
Tidak lama kemudian petugas datang untuk membebaskan Leo seperti biasa.
"Leo, waktu sudah tiba," kata petugas itu.
"Hei...apa kamu tidak melihat tubuhnya sedang terluka, masih saja ingin dia bekerja," bentak Rose dengan nada keras.
"Kelihatannya kau sangat perhatian padaku, tidak sia-sia aku tertarik padamu," ucap Leo dengan mengecup dahi Rose
"Lukaku tidak seberapa, aku keluar juga tidak bekerja. paling tidur dan olah raga saja," kata Leo dengan mencium wajah Rose.
"Jangan berolah raga dulu! nanti lukamu berdarah lagi!"
"Baik, aku tahu. duduk manis di sini sambil menungguku kembali," kata Leo dengan senyum dan kemudian melangkah pergi.
Saat Leo melangkah keluar tiba-tiba saja ia terdiam dan merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya. penglihatannya mulai bayang dan kabur, merasa pusing di kepalanya. ia hanya berdiri diam di sana selama beberapa saat.
"Ada apa denganmu?" tanya petugas itu yang sedang berdiri di sampingnya.
"Tidak ada apa-apa, mungkin hanya kurang tidur," jawabnya dengan alasan.
Sesaat kemudian dia melangkah pergi dengan di ikuti oleh petugas dari belakang.
"Jangan sampai kambuh, jika tidak maka aku akan dalam bahaya, dalam penjara ini bahaya bisa datang kapanpun, aku harus selalu siap," batin Leo.
Sementara di luar sebuah mobil tahanan yang berhenti di depan penjara besar. turunlah lima belas orang tahanan baru, mereka semua bertubuh tinggi dan tegap memiliki tato di tangan mereka. mereka adalah utusan Sandez untuk membunuh seseorang yang juga berada di dalam penjara itu.
__ADS_1