Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Perdebatan Rose dan Dokter Loney


__ADS_3

Akibat terkena tembakan tiga mobil itu langsung kehilangan kendalinya dan menabrak sana sini akibat supirnya telah meninggal.


Brak...brak...brak...


Tabrakan dari mobil itu sehingga merusakan beberapa mobil lainnya dan kemudian terhenti di pinggir jalan karena kerusakan.


Leo dan Kian melepaskan tembakan terus menerus.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor..


Tembakan serentak dari Leo dan Kian membuat mereka yang ada di dalam mobil langsung tewas.


"Bos, siapa mereka?" tanya Kian yang melangkah menghampiri mobil itu untuk memastikan kondisi mereka yang ada di dalam.


"Aku tidak mengenal mereka juga, musuh ku ada di mana-mana, jadi sudah tidak heran jika ada yang ingin mengincar kita," jawab Leo yang memeriksa semua jasad itu.


Kian membongkar semua saku mereka untuk mendapatkan petunjuk akan tetapi tidak mendapatkan apapun.


Ric kembali menjemput Leo dan Kian. ia dan Rose keluar dari mobil dan menghampiri Leo.


"Leo, apa kamu terluka?" tanya Rose yang khawatir dengan suaminya itu.


"Aku tidak terluka, jangan cemas!" jawab Leo yang merangkul pundak istrinya.


"Mari kita pergi!" ajak Leo yang melangkah mendekati mobilnya dan tiba-tiba saja ia tumbang tidak sadarkan diri.


"Leo...." teriak Rose yang merasa cemas.


"Bos,Bos," panggil Kian dan Ric dengan serentak.


"Cepat antar ke rumah sakit!" perintah Rose yang membantu memapah suaminya itu.


Leo yang tidak sadarkan diri langsung di larikan ke salah satu rumah sakit terbesar di kota itu.


Setelah beberapa menit kemudian mereka tiba ke rumah sakit dan sedang menunggu kedatangan dokter. sementara Leo telah berada di dalam ruang darurat.


Tidak lama kemudian seorang dokter wanita berlari menuju ke ruang darurat dengan raut wajah yang cemas. saat ia melihat Rose yang sedang berdiri di sana ia menghentikan langkahnya.


"Apakah dia adalah Rose yang membuat Leo tergila-gila? dia sangat cantik dan menawan, pantas saja Leo tergila-gila padanya," batin dokter itu yang tak lain adalah Loney dokter Leo yang di itali saat itu.


"Dokter Loney," sapa Ric yang melihat dokter itu berdiri di sana.

__ADS_1


"Ric, Kian," balas sapaan Loney dengan ramah.


"Dokter, apakah Anda yang menangani Leo?" tanya Rose.


"Iya, saya akan masuk memeriksanya dulu," jawab Loney yang langsung melangkah masuk.


"Nyonya, bos tidak akan ada apa-apa, ini bukan pertama kali dia pingsan,"kata Kian yang menenangkan istri bosnya itu.


"Aku khawatir penyakitnya kambuh lagi, jika tidak mana mungkin dia bisa pingsan," ujar Rose yang merasa khawatir.


"Mungkin bos kelelahan juga, dari meksiko sampai ke sini dia di serang terus," kata Ric.


"Ini salahku, seharusnya aku menolak saja ajakan dia untuk bulan madu, agar dia bisa istirahat yang cukup," ucap Rose.


"Nyonya, ini bukan salahmu. penyakit bos memang bisa kambuh kapanpun," ujar Kian.


Setelah satu jam kemudian.


Loney keluar dari ruangan itu dan melepaskan maskernya..


"Dokter Loney, bagaimana keadaan Leo?" tanya Rose yang sedang cemas.


"Penyakitnya kambuh dan kelelahan dia harus banyak istirahat," jawab Loney.


"Walau untuk saat ini tidak bahaya bagi nyawanya, akan tetapi belum bisa di pastikan kapan dia akan sadar."


"Aku akan menemaninya di sini, aku akan menunggu sampai dia sadar," kata Rose.


Setelah beberapa menit kemudian Leo di bawa ke ruang VIP. Rose sedang menemani suaminya itu. sementara Ric dan Kian sedang berjaga di luar pintu.


"Leo, bukankah kita akan bulan madu? kenapa kau malah pingsan? cepat sadarlah aku tidak mau ke mana pun. kita pulang saja ya!" ucap Rose dengan mata berkaca-kaca.


"Kenapa penyakit ini tidak bisa di obati? tidak mungkin tidak cara dan tidak ada obatnya, di saat ini sangat bahaya bagi Leo. baru tiba di sini saja sudah ada yang menyerangnya. kalau saja pihak musuh mengetahui keadaan Leo mereka pasti akan mengambil tindakan," batin Rose.


Klek.


Pintu kamar di buka oleh Loney yang melangkah menghampiri ranjang.


"Dokter Loney," sapa Rose yang bangkit dari tempat duduk.


"Panggil saja aku Loney, aku dan Leo adalah teman lama," ujar Loney yang menatap ke arah pasiennya yang sedang terbaring tidak bergerak.

__ADS_1


"Iya aku tahu," jawab Rose dengan ramah.


"Kenapa kamu bisa tahu?"


"Leo ada memberitahuku, saat di itali kamu yang menjaganya."


"Ternyata begitu," jawab Loney yang merasa kecewa dan iri pada istri pria yang dia sukai.


"Berarti kamu sudah mengetahui tentang penyakitnya?"


"Aku sudah tahu dari awal."


"Kalau sudah mengetahuinya kenapa tidak menjaganya dengan baik dan membiarkan dia kelelahan, bukankah sebagai seorang istri harus bisa merawat suaminya," ujar Loney dengan nada agak tinggi.


"Dokter Loney, apa maksud dengan perkataanmu ini?"


"Maksudku adalah Leo tidak boleh kelelahan, dan kamu sebagai seorang istri hanya bisa menikmati bulan madu saja sehingga tidak memikirkan kondisi suamimu itu," jawab Loney dengan ketus.


"Dokter Loney, apakah Anda tidak merasa bahwa sikap Anda terlalu berlebihan?"


"Leo adalah temanku dan juga pasienku, aku berharap biarkan aku saja yang menjaganya, kamu boleh pergi!" ucap Loney dengan tegas.


"Selama tiga bulan saat di itali kamu juga menjaganya, apakah penyakitnya sembuh? tidak juga, kan? lalu, apa bedanya jika aku yang menjaganya?"


"Karena kamu sudah lalai sehingga dia tidak sadarkan diri lagi."


"Leo tidak sadarkan diri karena kamu sebagai dokter gagal menyembuhkan dia, bukan karena aku tidak merawatnya. kamu adalah dokter tapi tidak bisa berbuat apa-apa, malah beraninya menyalahkan aku," kata Rose.


"Kau..."


"Sebagai teman kau tidak salah jika peduli dengannya, sebagai dokter kamu hanya berhak ikut campur dengan semua yang bersangkutan dengan kesehatannya, tapi kamu tidak berhak melarangku yang berstatus sebagai istrinya untuk menjaganya," ketus Rose.


"Kau tidak akan bisa menyembuhkannya dan hanya akan membuatnya bertambah parah," ujar Loney.


"Sedangkan kamu bukankah lebih memalukan? dirimu adalah dokter tapi tidak berupaya sama sekali, dan hanya tahu menyalahkanku. ingat satu hal, aku adalah istrinya sementara kamu hanyalah orang luar saja,".kata Rose dengan nada kesal.


Loney yang merasa cemburu terhadap istri Leo sengaja mencari masalah dengannya, akan tetapi ia tidak berkutik saat Rose membalas semua tegurannya.


"Apa kamu masih ingin merawatnya atau tidak? jika tidak aku akan membawanya ke rumah sakit yang lain," tanya Rose yang tanpa ragu melawan dokter itu.


"Dengan kondisinya seperti ini kau hanya akan membahayakan nyawanya jika di bawa keluar dari tempat ini," jawab Loney.

__ADS_1


"Kalau dia ada apa-apa, bukankah kau sebagai dokter yang gagal merawat pasienmu?" ujar Rose dengan tegas


__ADS_2