Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Kenikmatan


__ADS_3

"Tidur saja kalau kau masih mengantuk lagi!" kata Leo yang menghampiri Rose yang masih berbaring di kasur.


"Kenapa kamu tidak pergi bertemu dengan orang itu?" tanya Rose yang berubah posisi duduk.


"Aku ingin bersamamu untuk menemuinya," jawab Leo yang duduk di tepi kasur.


"Bersamaku? apa aku mengenalnya?" tanya Rose.


"Tentu saja tidak mengenalnya, dia adalah Mancy anak dari sahabatku yang meninggal karena bunuh diri," jawab Leo.


"Lalu, kenapa kau ingin aku menemuinya juga?"tanya Rose dengan heran.


"Tujuan kepulangan dia adalah ingin menikah denganku, dan aku sudah menjelaskan hubungan kita kepada dia. jadi jika dia ingin bertemu denganku lagi. maka aku ingin membawamu bersama untuk bertemu dengannya,"jawab Leo.


"Kalau begitu cepat kita pergi! jangan membiarkan dia menunggu lama di sana!"


"Cuci muka dan ganti pakaianmu! setelah itu kita baru bertemu dengannya."


"Iya, baiklah."


Setelah lima menit kemudian.


Leo mengandeng tangan Rose untuk bertemu dengan Mancy.


Mereka berjalan di ruangan itu yang sudah ditunggu oleh Mancy dari tadi.


"Kakak Leo," sapa Mancy yang bangkit dari tempat duduknya.


"Hm...ini adalah Rose calon istriku. dan adalah kakak iparmu," ujar Leo yang memperkenalkan Rose kepada Mancy.


Mancy yang merasa kecewa karena kemesraan Leo dengan wanita lain ia hanya bisa pasrah. dan terpaksa menerima dengan senyuman.


"Kalau begitu aku harus memanggilmu kakak ipar," kata Mancy dengan senyum paksa.


"Panggil saja namaku!" jawab Rose dengan senyum dengan menatap ke arah Mancy.


"Rose, namaku adalah Mancy, aku dan kak Leo sudah kenal lama," ucap Mancy dengan sopan.


"Mari duduk dulu!" ajak Leo yang merangkul pinggang Rose dan duduk di kursi.


"Leo, kamu saja yang duduk! aku berdiri saja."


"Kalau begini mari duduk di pangkuanku!".ujar Leo yang menarik Rose duduk di kakinya.

__ADS_1


"Leo, jangan begini! di sini ada orang," kata Rose yang ingin bangkit akan tetapi di tahan oleh Leo.


Mancy yang melihat Leo yang begitu mesra dengan wanita lain, tentu hatinya merasa sakit bagaikan ditusuk oleh pisau.


"Santai saja! Mancy bukan orang luar, dia adalah adik kita," ujar Leo yang memeluk Rose dengan erat.


"Mancy, katakan saja ada apa?" tanya Leo.


"Kak Leo, aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja di dalam sana. apakah mereka ada mempersulitkanmu?"


"Mereka tidak memiliki kemampuan untuk mempersulitkan ku."


"Setelah kakak keluar aku ingin memasak untuk kakak, kita sudah lama tidak makan bersama," ujar Mancy.


"Tidak perlu bersusah payah."


"Tidak bisa, kita sudah lama tidak makan bersama. jadi aku sangat ingin makan bersamamu."


"Setelah aku dan Rose keluar baru makan bersamamu, apa kamu ada hal lain?"


"Tidak ada, kenapa kakak begitu begitu cepat ingin masuk?"


"Aku sedang ingin," jawab Leo.


"Ingin apa?" tanya Mancy.


Rose yang mendengar ucapan Leo sudah mengerti apa yang di inginkan pria itu. sementara Mancy masih tidak mengerti.


"Anak harimaumu? maksudnya apa?"tanya Mancy dengan penasaran.


"Kalau tidak ada hal lain, kami ingin masuk dulu!" kata Leo yang bangkit dari tempat duduknya.


"Sebentar!" pinta Mancy yang ikut bangkit dari tempat duduknya.


"Ada apa?" tanya Leo.


"Kalian apakah tinggal bersama di dalam?"


"Benar," jawab Leo dengan singkat


"Apakah kalian sudah....?" tanya Mancy yang terhenti.


"Tentu saja sudah, pria dan wanita tinggal bersama mana mungkin tidak melakukannya," jawab Leo yang menatap ke arah Rose.

__ADS_1


"Apa kau bisa jangan bicara sembarangan!" kata Rose yang merasa malu.


"Aku hanya berterus terang saja, dan aku juga sangat menikmatinya," jawab Leo dengan berbisik di telinga Rose.


Mancy semakin panas melihat pria yang dia suka selama ini telah mencintai wanita lain. ia hanya bisa menahan emosi dan kecemburannya itu.


"Kami masuk dulu! kalau tidak ada hal penting jangan menemuiku!" ucap Leo yang memegang tangan Rose dan mereka pun menuju ke tempat kurungan. sementara Mancy hanya bisa terdiam sambil mengepal tangannya.


"Selama ini kak Leo tidak dekat dengan wanita manapun, tapi dia sangat dekat dengan wanita itu. dan bahkan sudah tinggal bersama," gumam Mancy.


"Leo, apa kau masih waras? kenapa kau mengatakan seperti itu dihadapannya?"tanya Rose dengan kesal.


"Dia ingin menikah denganku, tentu saja aku harus berterus terang padanya," jawab Leo yang mengendong Rose dan menidurkan ke atas ranjang dan langsung ingin melepaskan baju wanita itu.


"Hei...jangan! ini masih pagi!" kata Rose yang bajunya di lepaskan oleh Leo.


"Pagi atau siang dan sore, jika aku menginginkannya maka tidak ada yang bisa menghalangku," jawab Leo yang melepaskan semua pakaiannya.


"Kau masih terluka, nanti lukamu keluar darah," ucap Rose yang ingin bangkit akan tetapi posisinya sudah di bawah Leo.


"Aku tidak akan sakit tenang saja!" jawab Leo yang melepaskan celana Rose sehingga tak tersisa.


Kini mereka berdua sudah tanpa sehelai benang, Leo membuka kaki wanita itu dan melihat ke vagi.na milik Rose. ia pun langsung memasukan pusakanya ke dalam vagi.na wanita itu untuk mendapatkan kepuasan. Ia mendorong sedalam-dalamnya.


"Aarrgh...."jeritan Rose yang sambil menarik sprei karena merasakan benda keras panjang itu menguasai bagian intinya.


Leo bergerak maju mundur sambil mencium bibir Rose. ia menikmati setiap gesekan di pusakanya di liang yang sangat sempit. Leo merasakan sensasi yang luar biasa. ia mencium leher Rose, sementara tangannya memainkan dua buah dada yang kenyal dan membuatnya semakin na*su.


"Bagaimana, apakah nikmat?" tanya Leo yang berbisik di telinga Rose.


"Lukamu mengeluarkan darah,"kata Rose yang melihat perban yang di dada Leo mengeluarkan darah.


Leo mengabaikan lukanya. karena dirinya sedang menikmati puncak kenikmatan dan memompa semakin cepat dan semakin dalam. setiap hentakan kuat darinya membuat Rose kewalahan dan lemas. pria itu melakukannya berulang kali dan juga mencapai puncak kesekian kalinya.


"Leo, darahmu keluar."


"Aku tidak sakit, biarkan saja!" jawab Leo yang sedang bergerak maju mundur di vagi.na Rose.


"Kau sudah pelepasan banyak kali," ujar Rose yang merasakan hentakan kuat dari pria itu.


"Aku sangat menikmatinya, biarkan anak harimauku berada di dalam sana! dia sangat kelaparan dan belum puas," jawab Leo yang masih bergerak maju mundur di bawah sana.


"Aku sudah kewalahan," ujar Rose yang memejamkan matanya.

__ADS_1


"Biarkan aku menikmatinya lagi," ucap Leo yang mengoyangkan pinggulnya tanpa berhenti.


Leo sangat berna*su menuntaskan hasratnya yang sudah puluhan kali. tidak merasa lelah ataupun sakit pada bagian lukanya. yang ada hanyalah kenikmatan yang dia rasakan.


__ADS_2