
"Dasar pria miang tidak berbeda dengan harimau jantan itu," ketus Rose.
Srek...srek...srek..
Tikaman demi tikaman dari Leo yang mengenai jantung lawannya sehingga tewas tak tersisa.
"Bos," panggil Kian yang melangkah masuk ke dalam restoran itu
"Bagaimana dengan situasi di luar?" tanya Leo yang melihat ke arah Kian dan Ric.
"Di luar sudah aman," jawab Kian yang melihat ke semua jasad yang tergeletak di sana.
"Apakah mereka juga kiriman Sandez?" tanya Rose yang berjalan menghampiri Leo.
"Tentu saja dia, hanya dia yang ingin kematianku," jawab Leo.
"Mari kita tinggalkan tempat ini!" ajak Leo yang memegang tangan Rose dan melangkah pergi.
Sementara Sandez masih melihat dari seberang sana.
"Menarik, siapa wanita itu? apa sudah dapat informasi tentangnya?" tanya Sandez.
"Rose Florencia yang membunuh suaminya dan di penjara, mungkin saja hubungan mereka di mulai di dalam penjara sana," jawab Young.
"Membunuh suaminya? ternyata Tiger tertarik pada seorang janda dan juga mantan narapidana, sungguh tidak mudah. wanita itu sangat luar biasa. cukup berani dan tidak menyerah. Tiger menyukai wanita yang tepat. wanita seperti ini adalah tipe idaman pria. berani, tidak mudah menyerah. dan dia juga tidak membebani Tiger saat di serang," ucap Sandez dengan senyum.
"Tuan, apakah Anda menyukainya?"tanya Young dengan penasaran.
"Wanita pemberani dan menarik, pria mana yang bisa terlepas dari genggaman wanita tipe ini," jawab Sandez.
"Apa perlu aku menculiknya?" tanya Young.
"Dia adalah wanita Tiger, tidak mudah untuk menculiknya, Tiger pasti menjaganya dengan baik," ujar Sandez.
"Kita bisa mencari kesempatan, tidak mungkin Tiger melindunginya selama dua puluh empat jam," kata Young.
"Bawa dia di saat tanpa Tiger di sisinya! dan jangan sampai dia terluka. aku menyukai janda ini," perintah Sandez dengan senyum sinis.
"Baik, Tuan," jawab Young dengan menurut.
Mansion Leo.
"Rose, apa kamu bisa jelaskan apa yang kamu lakukan tadi dengan pria itu?" tanya Leo yang mengendong Rose dan menghempaskan ke atas kasur.
__ADS_1
"Pria itu? apa yang sudah ku lakukan?" tanya Rose yang sedang berbaring.
"Kau meraba pria itu di saat aku sedang bertarung dengan pembunuh lain," kata Leo yang menindih Rose yang berada di bawahnya.
"Dia ingin membunuhku, oleh karena itu aku hanya bisa menarik perhatian dia," jawab Rose dengan senyum.
"Tanganmu terlalu liar, sayang. kau hanya boleh menyentuhku saja dan tak ku izinkan kau menyentuh pria lain,' ujar Leo yang berbisik di telinga Rose.
Tangan Leo mulai masuk ke dalam baju yang di kenakan oleh Rose.
"Apa yang kau lakukan? kita baru siap makan."
"Kita sudah kenyang, tapi anak harimauku butuh daging segar dan sudah kelaparan," jawab Leo yang meremas dada yang kenyal milik Rose.
"Di restoran ada daging segar yang sangat cantik, kenapa kau tidak mencobanya?"tanya Rose yang berbisik di telinga Leo.
"Anak harimauku lebih suka daging segar yang ada di depan mata," ucap Leo yang memasukan tangannya ke dalam celana Rose.
Leo memainkan tangan nakalnya di bagian kewanita.an Rose dan sambil mencium leher wanita itu.
"Daging segar yang kau miliki sangat memuaskan anak harimauku, malam ini dia akan melahap sehingga kau meminta ampun," kata Leo dengan mengoda.
"Dasar pria mesum," ucap Rose yang merasakan sentuhan dari Leo.
"Hentikan tanganmu!" erangan Rose yang sedang terang.sang.
"Tanganku bisa berhenti, tapi anak harimauku tidak akan berhenti sampai kenyang," ujar Leo yang memasukan pusakanya sedalam-dalamnya ke vagi.na yang begitu sempit dan sangat memuaskan pusaka pria itu.
Leo melakukan gesekan sedalam-dalamnya dan melanjutkan aksinya tanpa berhenti. ia bergerak maju mundur di atas tubuh Rose yang menampakan dua tonjolannya ikut terguncang akibat hentakan dari Leo.
Leo mere.mas dada yang menonjol itu sambil mengoyangkan pinggulnya. ia merasa puas dari atas hingga bawah yang sedang dia nikmati.
Rose hanya pasrah dan merasakan hentakan demi hentakan kuat dari pria yang sedang menguasai tubuhnya dari atas hingga ke bawah.
"Apakah anak harimauku cukup hebat?" tanya Leo dengan berbisik di telinga Rose.
"Anak harimaumu sangat nakal," jawab Rose yang mencium bibir Leo.
Mereka melakukan selama berjam-jam lamanya. sama-sama mencapai puncak kenikmatan berulang kali.
"Apa kau tidak merasa lelah?" tanya Rose yang mulai kewalahan.
"Aku tidak pernah merasa lelah saat melakukan ini, aku bahkan tidak ingin berhenti," jawab Leo yang lagi-lagi mencapai puncak kesekian kalinya.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak bisa merasa lelah? bukankah itu sangat aneh?"
"Aku adalah pria kuat, walau melakukannya hingga pagi aku juga sanggup."
"Aku bisa mati jika kau melakukan itu."
"Hahahaha...tidak mungkin aku menyiksamu demi kepuasanku," kata Leo yang sambil bergerak maju mundur dan sambil mencium leher Rose.
Setelah satu jam kemudian.
"Leo, sudah bisa hentikan!" pinta Rose yang sudah kewalahan.
"Kau sangat membuatku candu, sayang. sehingga anak harimauku meminta terus dan tidak ingin keluar dari sarangnya. apa kau merasakan dia masih keras?"
"Aku merasakannya, dia sama mesum denganmu."
"Itu karena daging segar darimu sangat memuaskan," jawab Leo dengan mengoda.
"Sudah bisa hentikan! kau sudah lama melakukannya. aku tidak mau menjadi pengantin yang tidak bisa berdiri di saat itu," ujar Rose yang merasakan gesekan cepat dari pusaka Leo.
"Kita akan melakukannya setiap malam setelah kita menikah," kata Leo yang tidak lama kemudian mencapai puncak kenikmatan.
"Kau sudah mencapai puncak berkali-kali, bahkan sudah belasan kali."
"Anak harimauku kelaparan sehingga melakukannya berulang kali," jawab Leo dengan seraya bercanda.
"Sudah bisa keluarkan senjatamu itu, aku sangat lelah," ujar Rose yang keringat membasahi seluruh tubuhnya.
"Mari kita mandi bersama!" ajak Leo yang sedang mengeluarkan pusakanya.
Setelah selesai Leo melilit handuk di bagian bawah tubuhnya dan kemudian ia mengendong Rose menuju ke kamar mandi.
Saat di kamar mandi mereka berendam di bathub.
"Kenapa tadi kita tidak membunuh Sandez saja? dia sedang mengamati kita dari jauh," tanya Rose yang dalam pelukan Leo
"Dia memilih bersembunyi, biarkan saja! dia tidak akan bisa berhasil. lagi pula tadi kita hanya berempat, aku tidak mau mengambil resiko."
"Apa dia memiliki banyak anggota?"
"Setiap dia keluar di jaga ketat oleh lebih dari lima puluh anggota, dan kita akan membunuhnya saat memiliki kesempatan. aku tidak mau demi dia sehingga harus mengorbankan nyawa kita dan anggota kita," jawab Leo.
"Apa rencana dia selanjutnya?"
__ADS_1
"Dia pasti akan mengirim anggotanya untuk membunuhku lagi."