Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Serangan


__ADS_3

Leo membawa istrinya ke salah satu toko perhiasan. ia memilih gelang sepasang untuk istrinya dan juga dirinya.


"Apa kamu menyukainya?" tanya Leo dengan merangkul pinggang istrinya.


"Iya, aku menyukainya. tolong pakaikan ke tanganku!" pinta Rose yang mengulurkan tangannya.


Leo dengan senang hati memakaikan gelang sepasang itu ke tangan mulus istrinya. lalu Rose juga melakukan hal yang sama, ia memakaikan gelang itu pada tangan suaminya.


"Sangat cocok untuk kalian, gelang ini adalah pasangan sejati. bagi yang memilikinya maka akan bersama untuk selamanya," ucap pelayan toko itu dengan senyum ramah.


"Aku memilih yang ini!" kata Rose dengan senyum.


"Kalau kau suka maka kita beli yang ini," jawab Leo.


"Keluarkan kalung yang paling mahal!" pinta Leo pada pelayan itu.


"Baik, Tuan," jawab pelayan toko dengan ramah dan pergi mengeluarkan kalung permintaan pelanggannya itu.


"Leo, untuk apa kalung itu?" tanya Rose.


"Untukmu, sayang." jawab Leo yang mengecup dahi istrinya.


"Tidak perlu lagi, harga gelang sangat mahal dan jangan beli lagi. cukup gelang ini saja!"


"Tapi aku masih ingin memberikan mu kalung yang mewah untuk menghiasi lehermu yang cantik ini," ucap Leo dengan senyum.


"Tuan, silakan di pilih! ini adalah kalung termahal di toko kami. dan sangat terkenal dan paling laris di saat ini," ucap pelayan itu yang menunjukan dua kalung termahal.


"Kalung ini sangat sederhana dan cocok di pakai sehari-hari," kata Leo yang mengambil salah satu pilihannya dan langsung memakaikan ke leher istrinya.



"Apa kamu menyukainya?" tanya Leo dengan senyum.


"Berapa harganya?" tanya Rose pada pelayan itu.


"Harganya 14 juta Dollar," jawab pelayan toko dengan sopan.


Rose yang mendengar harga fantastis hanya untuk sebuah kalung ia berniat ingin melepaskan kalung yang di lehernya itu.


"Rose, apa yang kamu lakukan?" tanya Leo yang menahan tangan istrinya.


"Terlalu mahal aku tidak mau,"jawab Rose.


"Tapi aku mau, aku mau istriku memakainya setiap saat,"kata Leo dengan senyum mesra.


"Tapi, Leo...."

__ADS_1


"Sudah! aku telah membuat keputusan untuk membelinya."


"Aku mau kalung ini dan juga gelang sepasang," kata Leo pada pelayan itu.


"Leo,ini sangat mahal," kata Rose yang melarang suaminya untuk membeli kalung itu.


"Untuk mu ini sangat wajar, karena dirimu begitu berharga bagiku," jawab Leo dengan senyum dan tanpa ragu mencium istrinya di depan orang.


Setelah melakukan pembayaran Leo dan istrinya keluar dari toko perhiasan. saat melangkah keluar Leo menghentikan langkahnya dan menoleh ke istrinya.


"Ada apa?"tanya Rose dengan senyum.


"Aku ingin melihat lehermu yang indah ini di hiasi oleh kalung yang cantik,"jawab Leo dengan senyum mesra.


Saat Leo menatap istrinya ia melihat ada seseorang melalui kaca besar toko di tempat dia berdiri, ia mendapati ada seseorang yang sedang mengamatinya di seberang jalan sana.


"Rose, kita kedatangan tamu yang tidak undang," ucap Leo yang sedang berbisik di telinga istrinya.


Leo memeluk istrinya sambil memperhatikan pria yang ada di seberangnya itu melalui kaca. sementara tangannya mengeluarkan senjata dengan perlahan, tanpa ingin mengejutkan musuhnya.


Setelah mengeluarkan senjatanya Leo langsung menoleh ke belakang dan melepaskan tembakan ke arah pria yang di seberang sana.


Dor....


Tembakan dari Leo yang mengenai tepat pada kepala pria itu, dan pada akhirnya pria yang tidak jelas identitasnya tewas dalam sekali tembakan dari Leo.


"Mungkin saja Ryaden, di meksiko hanya dia yang menjadi musuhku. dari awal kita tiba ke negara ini dia sudah menyadarinya, karena dia memiliki banyak anggota," jawab Leo.


"Apakah selain pria ini masih ada yang lain?" tanya Rose yang melirik sana sini.


"Mungkin masih ada, tetap dekat denganku!"


"Apakah kamu masih ada senjata?" tanya Rose.


"Masih, karena aku membawa dua senjata setiap keluar," jawab Leo yang memberikan senjata kepada istrinya.


"Kalau masih ada tamu yang tidak di undang aku akan langsung membunuhnya," ucap Rose.


"Istriku sangat hebat," kata Leo yang memegang tangan istrinya sambil berjalan santai.


Saat mereka sedang berjalan ada beberapa pria yang berjas hitam yang menuju ke arah mereka, sekelompok orang itu datang dari arah yang berbeda.


Leo dan Rose yang menyadari mereka telah di kepung dari sisi depan, kanan dan belakang, mereka pun menghentikan langkahnya.


"Rose, jumlahnya sekitar tiga puluh, apa kau bersiap?"


"Aku sudah tidak sabar ingin menghajar mereka," jawab Rose yang bersiap ingin melepaskan tembakan.

__ADS_1


Leo dan Rose langsung melepaskan tembakan ke arah tiga kelompok itu. Rose mengarahkan senjatanya ke arah belakang sementara Leo mengarahkan ke depan dan sisi kanan.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...


Tembakan dari Rose yang mengenai tepat pada sasarannya.


"Aarrghh....," jeritan mereka yang di tembus oleh peluru Rose.


"Ingin membunuhku? mari maju berhadapan denganku,!" bentak Leo sambil maju dan melepaskan tembakannya.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...


"Aaarrrghhh....," jeritan mereka yang tertembak dan tumbang satu-persatu.


Mereka membalas tembakan ke arah pasangan suami istri itu.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...


Tembakan dari mereka yang mengarah ke Rose dan Leo.


Saat di serang oleh mereka yang jumlahnya lebih unggul Leo langsung menarik lengan Rose berlindung ke salah satu toko di sana.


Pihak lawannya dengan berhati-hati melangkah menghampiri sepasang suami istri itu yang sedang berlindung di dalam toko sana.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...


Tembakan mereka yang menembus kaca besar sehingga pecah berkeping-keping.


Prang....prang....prang....


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...


Tembakan mereka tanpa berhenti dan melangkah masuk ke dalam toko itu, saat masuk ke dalam semua orang yang di dalam toko ketakutan sehingga menunduk tidak berani bergerak..mereka mencari keberadaan Leo dan Rose yang menghilang dari pandangannya.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...


Tembakan beruntun di lakukan oleh mereka yang menghancurkan seluruh isi toko itu.


"Cari mereka sampai dapat!"perintah salah satu pria itu.


Mereka mengobrak-abrik semua barang di toko itu, toko yang mereka hancurkan adalah toko pakaian. banyak pengunjung di sana ketakutan dan lari berhamburan keluar dari toko.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...


Tembakan yang di lakukan oleh mereka yang ingin memaksa Leo dan Rose keluar dari persembunyian. tidak tahu mereka ada di mana sehingga membuat para pembunuh itu harus membongkar seluruh isi toko itu.


Salah satu pembunuh melangkah ke arah ruang ganti yang ada di depan matanya, terlihat sepasang kaki pria di dalam sana. pembunuh itu langsung memberi kode pada temannya yang lain.

__ADS_1


Mereka semua menodong senjata ke arah ruang ganti pakaian itu dan melangkah dengan perlahan menghampiri ruang yang ada di depan matanya.


__ADS_2