Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Pernikahan


__ADS_3

Semua percakapan antara Leo dan Rose telah di dengar oleh Hinez yang masih belum memutuskan panggilannya.


Hinez yang masih menyimpan rasa terhadap mantan kekasihnya tentu saja merasa cemburu akan tetapi ia hanya bisa menahan dan akhirnya memutuskan panggilannya.


Setelah beberapa minggu kemudian. hari pernikahan hanya hitungan hari, siang itu Rose sedang menyiram bunga yang dia tanam sendiri.


"Rose, untuk apa kamu melakukan itu sendiri? suruh saja pelayan yang melakukannya," kata Leo yang melangkah ke halaman yang di mana Rose sedang berdiri di sana.


"Bunga ini adalah hasil dari kerja ku sendiri, tentu saja aku ingin menyiramnya sendiri," jawab Rose dengan senyum.


"Rose, menjadi istriku kau tidak perlu bekerja, apa kau bisa berhenti saja? kau bisa melakukan apapun yang kau mau."


"Aku tidak melakukan apapun di rumah, aku akan bosan. apa kamu tega melihatku merasa bosan?"


"Kau bisa shopping dan berjalan-jalan ke mana pun kau suka," jawab Leo yang mencium wajah Rose.


"Tidak ada yang harus ku beli, dan juga tidak ada tempat yang ingin ku kunjungi," kata Rose yang sambil menyiram bunga.


"Baiklah, lakukan saja apa yang kamu suka. tapi ingat satu hal, jangan dekati pria mana pun atau di dekati pria mana pun."


"Apa maksudmu? aku mana bisa menghalang pria yang ingin mendekatiku," ujar Rose.


"Menjauh saat di dekati, Leo Downson tidak suka wanita miliknya di dekati pria mana pun," kata Leo dengan tegas.


"Kau sangat tidak masuk akal, semua yang ku kenal hanya rekan kerjaku. tidak mungkin kau akan cemburu dengan mereka."


"Aku bisa cemburu juga jika sampai mereka dekat denganmu," ujar Leo dengan menarik pinggang Rose.


"Apa kau begitu takut jika aku tertarik pada pria lain?"


"Tentu saja, barang yang telah menjadi milikku, maka hanya boleh bersamaku saja,"jawab Leo yang berbisik di telinga Rose.


"Kalau begitu kau harus jaga pesona mu agar aku tidak tertarik pada pria lain," ucap Rose dengan mencium wajah Leo.


"Kau tenang saja! karena aku akan membuatmu hanya memandangku," ujar Leo dengan mencium bibir Rose.


"Rose, setelah menikah aku harus ke Meksiko untuk urus bisnis ku di sana, ada yang menganggu bisnisku dan aku harus menyelesaikannya," kata Leo.


"Aku akan ikut denganmu ke mana pun kau pergi," ujar Rose dengan menatap dengan jarak yang dekat.


"Kalau begitu aku akan membawamu bersama, ke mana pun aku pergi," jawab Leo yang mencium bibir calon istrinya.


Hari pernikahan.

__ADS_1


Acara pesta di langsungkan di salah satu gedung yang bernama public Library.



Di hari bahagia Leo dan Rose di hadiri sekitar dua ratusan lebih para tamu, semua yang hadir adalah kalangan dari sesama bisnis dengan Leo.


Pengantin pria dan pengantin wanita saling bertukar cincin dengan senyum bahagia yang di wajah mereka.


Para tamu bertepuk tangan ikut merasakan kebahagiaan yang di rasakan pasangan pengantin yang tampan dan cantik itu.


"Rose Donwson, aku mencintaimu untuk selamanya,"ucap Leo yang mencium bibir pengantinya.


Hinez yang sebagai pedamping pengantin pria tersenyum dan sambil bertepuk tangan, walau di hatinya merasakan beratnya untuk melihat mantannya itu menikah dengan sahabatnya sendiri.


Saat mereka sedang berciuman datang beberapa pria asing dan seorang wanita ke acara itu.


Prok...prok...prok....


Tepukan tangan beberapa pria asing yang berniat untuk menimbulkan keonaran.


Saat melihat orang asing yang muncul di sana, Kian, Ric dan anggota lain mendekati bos mereka. sejumlah anggota Leo berdiri dan menghampiri tamu yang tidak undang itu.


"Leo Downson, hebat...hebat...kau menikahi wanita lain setelah menghamili adikku," ucap pria itu dengan sengaja.


Semua anggota Leo menodong senjata ke arah pria dan wanita yang datang tanpa di undang.


"Turunkan senjata kalian! hari ini adalah hari pernikahanku, aku tidak ingin ada tetesan darah di sini," perintah Leo pada semua anggotanya dan sambil menatap ke arah pria asing itu.


"Leo Downson, apa dirimu mengenal adikku ini? dia adalah korban pelecehan s.e.k.s.u.a.l," kata salah satu pria itu.


"Ha-ha-ha-ha-ha...pelecehan s.e.k.s.u.a.l dari siapa? apa kau mengira aku adalah pelakunya?" tanya Leo dengan tertawa.


"Leo Downson, mungkin sudah bosan setelah beberapa kali meniduriku, dan sekarang kau menikahi nona ini. aku hanya ingin kau bertanggung jawab atas kehamilanku. aku tidak akan menuntut kau menikahiku," ujar wanita cantik yang adalah wanita simpanan dari Shote.


"Wanita jelek seperti mu ini aku mana selera, melihat saja aku ingin muntah, mana mungkin aku ingin menyentuhmu," ketus Leo dengan bersikap santai.


"Kau...Leo Downson, aku tahu kau tidak berani mengaku karena istrimu di sini," kata wanita itu.


"Siapa namamu?" tanya Rose yang menatap tajam ke arah wanita itu.


"Namaku adalah Sandia, dalam rahimku sudah memiliki darah dagingnya dan hari ini aku datang untuk meminta pertanggung jawabannya," jawab Sandia dengan senyum.


"Hamil anaknya? apa kamu ada bukti dan perlihatkan padaku?" tanya Rose.

__ADS_1


"Anak dalam kandunganku adalah bukti," jawab Sandia.


"Kalau hanya dengan kata-kata, semua orang juga bisa mengaku hamil anak suamiku, apa mungkin dirimu tidur dengan pria lain dan pria itu kabur kemudian kau datang mencari suamiku dan menuduhnya?" ujar Rose dengan mengejek.


"Murahan," bentak Sandia yang ingin melayangkan tangannya.


"Kau adalah tamu yang tidak di undang, pergi sendiri atau di antar?" kecam Rose yang menahan tangan wanita itu.


"Aku tidak akan pergi kalau saja suamimu ini tidak bertanggung jawab," ketus Sandia dengan menepis tangannya.


"Kau mengatakan jika Leo sudah menidurimu, bukan?"tanya Rose dengan senyum.


"Benar," jawab Sandia.


"Kalau begitu apa kau bisa memberitahuku ada apa yang di dalam celananya itu?" tanya Rose yang berbisik di telinga wanita itu.


"Sembarangan, siapa yang tidak tahu apa isinya," ketus Sandia.


"Kau menikmatinya, bukan?" tanya Rose dengan jarak yang dekat dengan wanita itu.


"Iya, aku sangat menikmatinya dan dia juga ketagihan denganku," jawab Sandia dengan sengaja.


"Kalau begitu apa kau sudah melihat tato anak burung gereja yang di senjatanya itu?" tanya Rose dengan berbisik


"Apa, tato burung gereja?" tanya Sandia dengan heran.


"Jangan mengatakan kau tidak tahu, saat ia ingin melakukannya apa kau tidak melihat dulu?"


"I-iya, tato burung," jawab Sandia dengan gugup.


"Rose, apa yang kau berbisik dengan dia?" tanya Leo yang merasa penasaran.


"Aku hanya ingin membuktikan kalau kau di tuduh," jawab Rose.


"Dengan cara apa kau melakukannya?" tanya Leo.


"Dengan caraku, tanggalkan!"jawab Rose yang pada Leo.


"Tanggalkan apa?" tanya Leo.


"Tanggalkan celanamu dan perlihatkan tatomu padanya," jawab Rose dengan sengaja.


"Apa tidak ada cara lain sehingga mengunakan cara yang tidak wajar?" tanya Leo dengan kesal.

__ADS_1


"Tunjukan saja anak harimau mu padanya! dan setelah itu maka tidak ada tuduhan lagi," kata Rose dengan sengaja mengusik suaminya itu.


__ADS_2