Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Tembakan Di Jalan


__ADS_3

Keesokan harinya Leo bersama Rose, Kian dan Ric berangkat ke california.


Saat baru tiba mereka pergi ke salah satu restoran mewah untuk makan siang bersama.


"Rose, kamu ingin makan apa?" tanya Leo yang sedang membaca menu makanan.


"Ayam bakar," jawab Rose yang duduk di samping Leo.


"Selain itu?"


"Kamu pilih saja!"


"Kalau begitu aku akan memilih untukmu," jawab Leo sambil membaca menu.


Setelah memilih sesuai keinginannya, mereka pun menunggu kedatangan hidangan pesanan mereka.



California Hotel dan Casino adalah tempat para pengusaha besar dan mafia yang sering mengunjungi ke tempat perjudian, setiap hari di ramaikan dengan para pengunjung dari berbagai negara.


Di dalam kasino terdapat seorang pria paruh baya yang mengenakan pakaian serba hitam dan juga rambut panjang diikat belakang sedang bermain billiar dengan beberapa bos mafia lainnya. pria itu yang tak lain adalah bos mafia paling terpengaruh di carlifornia, James Curt. usia 60 tahun memiliki ribuan anggota, dan sering di kawal oleh pegawalnya setiap keluar ke mana saja.


"Ha-ha-ha-ha...James, keahlian mu semakin bagus, dari ronde pertama hingga ronde kelima aku kalah terus dari mu," kata salah satu bos mafia yang bernama Button.


"Ini karena kamu mengalah padaku, ha-ha-ha-ha-ha...," kata James dengan tertawa.


"Siapa yang tidak tahu jika James adalah pemain hebat, kita semua harus mengaku kalah,"lanjut temannya yang bernama Kane.


"Ini hanyalah sebuah permainan saja, jangan di anggap serius!" ucap James sambil memainkan permainannya.


Saat dirinya sedang bermain seorang pria yang adalah anggotanya datang berbisik sesuatu di telinganya. James menghentikan permainan saat mendengar laporan dari anak buahnya itu.


"James, ada apa? apa terjadi sesuatu?"tanya Kane yang sedang duduk di samping meja billiar.


"Anggotaku melihat dia muncul di bandara," jawab James yang melanjutkan permainanya.


"Siapa orang itu?" tanya Button dengan penasaran.


"Seorang psikopat sadis," jawab James.


"Bukankah selama ini kau berminat ingin berhadapan dengannya? mungkin ini adalah kesempatan terbaik bagimu,"ujar Kane.


"Ha-ha-ha-ha-ha...kami saling memahami antara satu sama lain, dia memiliki anggota yang tidak kalah denganku, hanya saja tidak tahu di mana anggotanya di sembunyikan," kata James sambil sibuk dengan tangannya.

__ADS_1


"Apa kau ingin melepaskan kesempatan ini?"tanya Button.


"Tentu saja tidak, selama ini aku selalu saja menyuruh orang untuk mencari tahu tentangnya. selama beberapa tahun ini kehidupannya cukup menarik," ucap James yang menghentikan permainannya.


"Dia bukan pengusaha biasa dan juga bukan mafia biasa," kata Button yang sambil meneguk minumannya.


"Dia adalah lawan beratku," lanjut James yang duduk bersama dengan mereka.


"Apa kau ragu menyingkirkan dia? selagi dia masih berada di sini," tanya Kane.


"Untuk apa dia ke sini? apakah mengincar seseorang?" tanya Button dengan penasaran.


"Dia datang hanya bersama istri barunya dan dua pengawalnya, aku yakin dia mungkin hanya liburan saja," jawab James.


"Hanya membawa dua pengawal? kelihatannya kesempatan sangat baik untuk bertindak," ucap Button.


"Ikuti mereka dari jarak jauh jangan sampai ketahuan!"perintah James pada anggotanya.


"Baik, Tuan," jawab Anggotanya dengan sopan dan kemudian melangkah pergi.


"Selamat untukmu, James. sasaran tiba-tiba muncul di sini dan membuatmu memiliki kesempatan," ucap Kane.


"Dia bukan mafia biasa, aku mendengar informasinya dia sangat gila, terutama saat dia membunuh orang. setiap tahanannya pasti akan disiksa habis-habisan,"kata Button.


"Dan bukan hanya itu, dia juga baru datang dari meksiko, mafia bernama Ryaden mati begitu saja bahkan sangat cepat, hanya sehari saja kelompok itu tewas akibat ledakan dari kelompok Tiger," kata James.


"Info yang kamu dapatkan sangat lengkap," ujar Button.


"Demi ingin mengalahkan sasaranku, aku harus mencari informasi semua mengenainya. dan aku juga ingin tahu apa kelemahan dia,"kata James.


"Apa kamu sudah tahu apa kelemahannya?" tanya Kane yang bangkit dari tempat duduknya.


"istrinya, Rose Florencia," jawab James.


"Sehebat apapun seorang pria tetap bisa jatuh cinta. James, kalau begitu tidak sulit bagimu untuk mengalahkan dia karena sudah tahu apa kelemahannya," ujar Button.


Di sisi lain Leo dan istrinya baru keluar dari restoran, setelah makan mereka ingin menuju ke rumah Leo yang ada di Carlfornia.


Ric menyetir mobil dan Kian duduk di sampingnya, sementara Leo dan Rose duduk di belakang.


"Kita akan berjalan-jalan selama tiga bulan, kau bisa memikirkan setelah dari California kita akan ke mana lagi," kata Leo dengan senyum sambil mengenggam istrinya dengan erat.


"Aku belum memikirkan untuk saat ini, california tempat yang sangat indah, California adalah sebuah negara bagian di Amerika Serikat bagian barat. setelah ini aku baru memikirkannya lagi," jawab Rose dengan senyum.

__ADS_1


"Baiklah, istriku. setelah membuat keputusan baru memberitahuku," ujar Leo yang mencium wajah istrinya.


"Leo, di California apa kamu memiliki rumah?"


"Iya, aku membeli rumah di sini, karena aku sering juga berkunjung untuk bisnis," jawab Leo.


Kian yang berada di depan memperhatikan mobil hitam yang mengikuti mereka dari belakang.


"Bos, mobil itu mengikuti kita," ujar Kian sambil melihat ke arah spion.


"Cepat sekali ada yang menyambut kita di sini, kedatangan kita tidak banyak yang tahu,"kata Ric sambil melihat kaca cermin yang ada di atas kepalanya.


"Mobil itu sudah mengikuti kita saat kita di bandara, dan dia juga menunggu kita saat di restoran. cari cara menjauh darinya!" perintah Leo.


"Baik, Bos," jawab Ric yang menginjak pedal gas, ia mempercepatkan lajunya mobil yang dia kendarai. melewati satu persatu mobil yang di hadapannya itu.


Selama beberapa menit aksi kejar-kejaran pun terjadi, mobil hitam itu bukan hanya satu, tapi ada tiga yang ikut dari belakangnya.


"Kian bersiap untuk memusnahkan mereka!" perintah Leo pada pengawalnya.


"Siap, Bos," jawab Kian yang mengeluarkan senjatanya.


"Ric, lindungi Rose!" perintah Leo yang mengeluarkan senjatanya.


"Baik, Bos," jawab Ric


"Leo, hati-hati ya!" ucap Rose pada suaminya itu.


"Jangan cemas, sayang. aku hanya mengusir hama saja," jawa Leo yang mengecup dahi istrinya.


"Satu," hitungan Kian yang bersiap ingin melompat keluar dari mobil yang sedang berjalan.


"Dua," hitungan Leo.


"Tiga," hitungan serentak Leo dan Kian yang sama-sama melompat keluar.


Bruk...bruk...


Saat Leo dan Kian melompat ke jalan mereka langsung berdiri dan melepaskan tembakan ke arah tiga mobil itu.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor

__ADS_1


Tembakan serentak dari Leo dan Kian memecahkan kaca mobil itu sehingga mengenai tepat kepala supir dari tiga mobil tersebut.


__ADS_2