Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Pembalasan Leo Untuk Shote


__ADS_3

Di siang itu Leo mendatangi markasnya untuk menjumpai beberapa orang yang datang ke acara pernikahannya. empat pria dan Sandia adalah utusan Shote di ikat dan di gantung dengan ke dua tangan ke atas.


Bruk...bruk...bruk...bruk...bruk...


Pukulan bertubi-tubi dilakukan oleh Ric dan anggota lainnya. semua utusan Shote dihajar habis-habisan termasuk Sandia, mereka tidak membedakan pria atau wanita dan terus menerus menghajar mereka.


"Aaarrghh...," jeritan empat pria yang di pukul bagian wajah dan tubuh mereka.


Plak...plak...plak...


Tamparan yang dilakukan oleh anggota Leo mengenai wajah Sandia.


"Aaarrghh....," rintihan Sandia yang kesakitan.


"Lepaskan kami!" pinta Sandia yang mengeluarkan air mata.


"Jangan memukulku lagi! aku mohon pada kalian! aku sedang hamil!" rintih Sandia yang sedang kesakitan.


"Hamil? kau sangat pintar mengunakan trik murahan ini untuk mengagalkan acara pernikahan bos kami, kau pel*cur dari mana?" bentak Ric yang dengan nada tinggi.


"Aku adalah wanita Shote Harters, aku telah mengandung anaknya. aku tidak berbohong," jawab Sandia yang wajahnya telah bengkak hingga mulutnya mengeluarkan darah.


Prok...prok...prok...


Tepukan tangan Leo yang baru datang. Leo berjalan menghampiri wanita itu yang dalam kondisi terikat.


"Ternyata kalian adalah utusan Shote Harters, sangat bagus sekali. dia merencanakan dari awal untuk menjatuhkanku. aku yakin berita sebelumnya dia juga yang menyebarkannya, bukan?" tanya Leo yang mengenggam erat dagu wanita itu.


"Tolong jangan sakiti aku! aku hanya menurut perintahnya saja, aku sedang mengandung anaknya," pinta Sandia yang sedang ketakutan.


"Kau mengandung anaknya dan mengatakan kau mengandung anakku. kelihatannya kau datang hanya mencari mati. kau seharusnya sudah tahu sifatku, kan? aku tidak akan membiarkan tahananku tewas dengan mudah," kecam Leo dengan senyum sinis.


"Katakan di mana tempat tinggal Shote Harters!" perintah Leo yang mendekatkan pisaunya ke wajah Sandia.


"Aku akan memberitahumu alamatnya, tolong jangan sakiti aku!" jawab Sandia yang merasa cemas dan gemetar.


"Kau tidak layak melakukan penawaran denganku," bentak Leo dengan nada tinggi.


"Katakan di mana alamatnya!" bentak Leo yang menyayat wajah wanita itu.


"Aarrghh...iya, aku akan memberitahumu," tangisan Sandia yang sedang kesakitan.


Setelah Sandia memberitahu alamat Shote Harters, Leo tetap tidak melepaskan wanita itu dan anggota Shote Harters yang lainnya.


"Keluarkan usus mereka!" perintah Leo pada anggotanya.

__ADS_1


"Siap, Bos," jawab Ric dan anggota lainnya.


"Mengenai wanita ini dia mengunakan janin si brengs*k itu untuk menghancurkan pernikahanku, maka hancurkan janinnya dan kirim ke alamat Shote Harters!" perintah Leo dengan nada tinggi.


"Jangan melakukan itu padaku! aku mohon padamu, aku bersalah. dia yang mengutusku dan aku hanya mendengar perintahnya saja," pinta Sandia yang histeris.


"Lakukan!" perintah Leo dengan tegas.


Anggota Leo melakukan perintah bosnya itu, utusan pria dari Shote Harters harus menerima siksaan dari anggota Leo yang mengunakan pisau tajam menusuk bagian perut mereka dan kemudian menarik usus mereka keluar.


"Aarrghh...," teriakan empat pria yang menerima siksaan sadis dari anggota Leo.


Salah satu anggota Leo mendekati Sandia yang terikat dengan posisi gantung. dan dua anggota lainnya membuka lebar kaki wanita itu dan kemudian melepaskan celana da.lam yang di kenakan oleh Sandia.


Sementara Ric sedang merekam apa yang mereka perbuat terhadap wanita itu.


"Aarrgghh...."


"Tolong lepaskan aku!" teriak Sandia yang ketakutan.


"Lakukan!" perintah Leo yang berdiri di depan wanita itu.


Salah satu anggota memasukan tangannya melalui rahim wanita itu untuk memgeluarkan janinnya yang baru usia beberapa minggu.


"Aarrghh...," teriakan Sandia yang kesakitan akibat perlakukan anggota Leo.


"Siram air!" perintah Leo dengan nada tinggi.


Saat wanita itu pingsan anggota Leo menghentikan aksinya.


Byur...


Siraman air yang mengenai wajah Sandia.


"Aarrghh...," teriakan Sandia yang sadar dan kesakitan


Saat ia sadar anggota Leo melanjutkan aksinya yang tertunda tadi. anggota Leo memasukan tangannya dan menarik janin yang di dalam kandungan itu keluar dari rahim Sandia.


"Aarrghh...," teriakan Sandia yang kesakitan sehingga mengeluarkan air mata, darahnya berjatuhan ke lantai dan janinnya pun di keluarkan secara paksa dari rahimnya tersebut.


"Bos, sudah selesai!" kata anggota itu yang tangannya sedang memegang janin mungil itu.


"Kirim mereka kepada Shote Harters!" perintah Leo yang melangkah pergi.


"Baik, Bos," jawab mereka dengan serentak.

__ADS_1


Mansion Shote Harters.


Di siang itu anggota Shote Harters melihat ada kiriman peti di depan rumah bosnya, selain itu terdapat rekaman yang diikat di atas peti tersebut.


Anggota Shote Harters yang merasa penasaran lalu membuka rekaman itu dan melihatnya.


"Hah...nona Sandia," ucap anggota itu yang merasa terkejut dengan isi rekaman tersebut.


Lalu ia melangkah masuk ke dalam dan memanggil bosnya keluar.


"Bos, tidak baik. nona Sandia dia sudah...,"kata anggotanya yang terhenti karena melihat bosnya itu sedang bermesraan dengan wanita panggilan yang sudah tanpa sehelai benang di ruang tamu.


Shote Harters sedang mencium dan memainkan tubuh wanita seksi itu.


"Ada apa?" tanya Shote yang sedang menindih wanita itu.


"Nona Sandia sudah meninggal akibat siksaan yang di lakukan oleh anggota Leo Downson," jawab anggotanya sambil menunduk.


"Meninggal? siksaan apa yang mereka lakukan padanya?"


"Mereka mengeluarkan janinnya yang di dalam rahim nona Sandia."


"Apa, janin?" tanya Shote yang bangkit dari sofa.


"Iya, nona Sandia sudah hamil, jasad dan janinnya di kirim ke sini, dan sekarang ada di luar. dan ini adalah isi rekamannya," jawab anggotanya yang memberikan rekaman kepada bosnya itu.


Shote Harters langsung melihat isi rekaman tersebut, saat ia melihat Sandia yang adalah wanita yang paling dia sayang di siksa habis-habisan dan bukan hanya itu. wanita itu juga telah mengandung darah dagingnya dan dikeluarkan janinnya dengan secara paksa sehingga tewas


"Aarrghh...," teriakan Shote Harters yang merasa kesal dan emosi.


"Leo Downson, kau berani sekali membunuh anakku," bentak Shote Harters dengan emosi tinggi.


"Tuan Shote Harters, jangan marah! mari biarkan aku menyenangkanmu!" bujuk wanita itu yang tanpa sehelai benang, wanita itu sama sekali tidak merasa malu terhadap anggota Shote yang masih berada di sana.


"Pergi! dasar jal*ng," bentak Shote Harters yang mendorong wanita itu dengan kasar, sehingga membuat wanita itu tersungkur.


Bruk...


"Aaarrghh...," jeritan wanita itu yang kesakitan.


"Pergi dari sini!" bentak Shote Harters yang melangkah keluar menuju ke luar pagar yang di mana peti itu terletak di sana.


Shote Harters lalu melihat jasad Sandia yang berada di dalam peti itu. kondisinya sangat mengenaskan, bagian bawah tubuhnya masih mengeluarkan darah sehingga menembus peti itu. sementara janin yang adalah darah daging Shote Harters di masukkan ke dalam toples kecil.


Shote Harters tentu semakin histeris dan terpukul karena melihat darah dagingnya menjadi korban dari musuhnya itu.

__ADS_1


"Leo Downson...," teriakan Shote Harters dengan nada tinggi.


__ADS_2