Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Anak Harimau


__ADS_3

"Jenice, sudah saatnya melepaskan semuanya, sepuluh tahun bukan waktu yang pendek, ini salah papa juga, karena kesalahan yang papa lakukan sehingga dirimu yang harus menanggungnya," ucap Herles yang berkeringat dingin.


"Belasan tahun aku menjalankan bisnis keluarga, kini hancur di tanganku, aku telah kehilangan segalanya," ucap Herles yang wajahnya semakin memucat dan mengelus dadanya, wajahnya basah karena keringat dingin.


Herles yang merasa tidak sehat langsung tumbang.


Bruk...


"Pa...." teriak Jenice yang langsung menghampiri Herles yang dalam kondisi kurang sadar.


"Pa, bagaimana denganmu?" tanya Jenice yang merasa cemas sambil memeluk ayahnya.


"Aku sudah kalah, kalah di tangan Leo Downson, aku yang termakan umpannya sehingga dia memiliki kesempatan untuk menjatuhkan kita. kita sudah hancur," ucap Herles dengan menetes air matanya.


"Pa, mari kita ke rumah sakit!" ajak putrinya yang ingin memapah Herles akan tetapi sesaat kemudian pria tua itu memejamkan matanya.


"Pa, sadarlah! kita ke rumah sakit," panggil Jenice sambil menepuk wajah ayahnya dengan perlahan.


Jenice memanggil Herles berkali-kali akan tetapi tidak ada jawaban sama sekali. kemudian Jenice memeriksa pernafasan Herles yang wajahnya sudah memucat itu. dan kemudian ia pun berteriak dengan histeris.


"Pa....jangan tinggalkan aku! Pa, aku sudah bersalah jangan tinggalkan aku! cepat sadar! Pa, aku tidak mau sendirian," tangisan Jenice yang histeris karena ayahnya itu telah meninggal akibat kesedihan yang mendalam.


Jenice merasa terpukul karena satu-satu ahli keluarganya telah pergi meninggalkan dia. ia menangis selama beberapa menit sambil memeluk ayahnya itu.


"Kenapa di saat ini papa meninggalkanku? suamiku mengugat cerai dan kini papa juga pergi. lalu aku harus ke mana dan aku harus mencari siapa?" tangisan Jenice yang histeris sambil memeluk Herles yang sudah terbujur kaku.


Kantor Hakim Clister.


"Semua data mengenai Rose Florencia sudah di hapus, dan besok sudah bisa di lepaskan," ujar Clister.


"Apa dia sudah tahu ?" tanya jaksa Smith.


"Dia belum mengetahuinya, dan besok dia pasti akan tahu," jawab Clister yang duduk dengan bersandar


"Aku yakin dia pasti akan marah besar," ujar jaksa Javier.


"Leo Downson lebih menakutkan dari pada dia, untuk itu kita hanya bisa menurut dan lepaskan wanita itu. dari pada anak kita yang menjadi korban," kata jaksa Andy.


"Kita bersiap saja jika Edward Hamilton datang menemui kita," ujar Clister yang menarik dasinya.


Atas permintaan dan ancaman dari Leo Downson mereka berempat hanya bisa menurut, membersihkan nama dan membebaskan Rose Florencia.


Penjara wanita.


Rose yang mendapat pelayanan istimewa dirinya sedang menyantap makanan lezat yang di sediakan oleh Emil.


"Apakah si harimau jantan itu tidak akan tergoda dengan wanita lain? dia pernah mengatakan akan mencari wanita lain untuk kesenangannya. jika dia sampai melakukannya maka dia tidak ada bedanya dengan pria lain," gumam Rose.

__ADS_1


"Makanan ini enak sekali, selama ini karena hemat maka hanya makan seadanya, tidak menyangka di dalam penjara bisa makan makanan selezat ini. setidaknya dia masih jauh lebih baik dari suami yang tidak berguna itu," gumam Rose.


Mancy yang merasa tidak puas ia lagi-lagi mendatangi tempat tinggal Leo. saat ia ingin melangkah masuk langsung di hadang oleh Sonya.


"Nona, Anda di larang masuk!"


"Kenapa aku tidak boleh masuk? aku ingin bertemu dengan kak Leo," kata Mancy yang ingin melangkah masuk dan di hadang lagi oleh Sonya.


"Tidak bisa, silakan perhatikan langkah Anda!"ucap Sonya dengan tegas.


"Kenapa kamu melarangku? Bibi Sonya, kamu tidak bisa melarangku, aku ingin bertemu dengan kak Leo dan anak harimaunya," ujar Mancy.


"Anak harimaunya?" tanya Sonya dengan merasa heran.


"Iya, apa bibi tahu di mana anak harimaunya?"


"Tuan, tidak pernah pelihara anak harimau," jawab Sonya yang sambil menghadang langkah wanita itu.


"Aku tidak percaya, di mana kak Leo? aku ingin bertemu dengannya," tanya Mancy yang memaksa ingin melangkah masuk ke dalam.


"Nona, silakan pergi!"


"Aku ingin bertemu dengan kak Leo!"


"Ada apa, kenapa ribut sekali?" tanya Leo yang baru sampai di depan rumah.


"Sonya, ada apa?"


"Tuan, nona Mancy ingin bertemu dengan Anda, dan saya melarangnya masuk ke dalam karena tanpa perintah Anda," jawab Sonya dengan sopan.


"Mancy, untuk apa kau ke sini lagi?" tanya Leo yang bersikap dingin.


"Kak Leo, aku hanya ingin bertanya sesuatu," jawab Mancy.


"Tanya saja! ada apa?"


"Di mana anak harimaumu?"


"Apa?" tanya Leo dengan heran.


"Anak harimaumu? kamu mengurungnya di mana, dan apakah kau akan memberikan padaku?"


"Kenapa dia bertanya anak harimauku? bukankah hanya Rose yang mengetahui soal ini," batin Leo.


"Kak Leo, jika aku memintanya darimu apakah kau akan memberikannya padaku?" tanya Mancy dengan berharap.


"Untuk apa kau memintanya?" tanya Leo dengan menatap tajam ke arah wanita itu.

__ADS_1


"Aku hanya ingin memeluknya, aku yakin dia sangat imut. aku pasti akan sayang dengannya. Kak Leo, apa bisa berikan padaku?"


"Kalau aku memberikan padamu, lalu aku harus mengunakan apa?'


"Mengunakan apa? maksud Kak Leo adalah?"


"Apa kau menemui Rose?"


"Tidak," jawab Mancy yang tidak mau mengakuinya.


"Tidak ada? jika tidak mana mungkin kau bisa tahu soal ini?" bentak Leo.


"Untuk apa kau mencarinya? apa tujuanmu sebenarnya? apa kau bicara yang tidak-tidak di hadapannya?"tanya Leo dengan kesal.


"Tentu saja tidak, Kak Leo. aku hanya merasa penasaran tentang dia saja," jawab Mancy dengan alasan.


"Apa yang kau katakan pada dia?" tanya Leo dengan nada kesal.


"Aku hanya bertanya apa dia mencintaimu."


"Apa aku harus percaya dengan katamu? aku peringatkan padamu, jangan coba-coba menemuinya lagi!" kecam Leo dengan nada kesal.


"Kak Leo, apakah benar katanya kalau


Anak harimau itu sangat penting bagimu?"


"Pertanyaan bodoh seperti apa itu," ketus Leo.


"Kak Leo, aku hanya penasaran saja. apakah anak harimau itu sangat penting bagimu sehingga hanya dia yang bisa melihatnya?"


"Apa kau bisa jangan bahas tentang Anak harimau lagi! dan aku ingatkan padamu, anak harimau ku hanya Rose yang bisa melihatnya," ucapnya dengan tegas.


"Hanya seekor hewan saja, kenapa harus begitu marah?" tanya Mancy dengan merasa kesal.


"Ini bukan masalah hewan atau bukan, masalahnya adalah kau terlalu sesuka hati ikut campur masalah pribadiku," bentak Leo.


"Kak Leo, aku hanya...."


"Sudah! kau boleh pergi!" bentak Leo yang melangkah masuk ke dalam rumah.


"Kenapa sekarang kau sangat dingin padaku? bahkan juga membentakku, setelah mengenal wanita itu kak Leo telah banyak berubah," gumam Mancy.


Leo merasa kesal atas permintaan Mancy walau ia tahu Mancy tidak tahu apa-apa mengenai anak harimaunya. Leo melepaskan semua pakaian dan masuk ke dalam kamar mandinya.


"Kenapa anak harimauku tiba-tiba saja menjadi terkenal?" ucap Leo yang menatap ke arah pusakanya.


"Untung saja tatonya tidak pudar, jika tidak maka sangat kasihan anak harimaunya," batin Leo.

__ADS_1


"Kau harus tahan lapar, mungkin butuh berbulan-bulan kau baru bisa makan lagi, untuk merawat penyakitku dan urusanku di itali kau harus puasa makan, jangan bangun lagi Rose tidak ada di sini," ucap Leo dengan menyentil pusakanya.


__ADS_2