
"Apa kau tidak melarangku, karena aku ingin mengawasimu setiap saat?"
"Kenapa aku harus melarang jika ada yang perhatian padaku? bukankah ini lebih baik?" jawab Leo dengan senyum.
"Mulai hari ini kamu bebas ikut ke mana saja aku pergi, karena kamu adalah wanitaku. jadi, kau berhak melakukannya," kata Leo dengan mencium wajah calon istrinya.
"Kau tidak akan bebas jika aku mengikuti ke mana pun kamu pergi," ujar Rose.
"Dengan ada kamu di sisi ku, bukankah anak harimauku akan selalu kenyang," kata Leo dengan mengoda.
"Jangan bicara itu lagi!" ucap Rose.
Setelah beberapa saat kemudian mereka tiba di depan rumah.
Leo mengandeng tangan Rose keluar dari mobil. setelah itu mereka melangkah masuk ke dalam rumah.
"Selamat siang, Tuan dan Nona, makan siang sudah siap," ucap Sonya dengan sopan.
"Terima kasih, Bi," ucap Rose dengan ramah.
"Sama-sama, Nona," jawab Sonya dengan sopan dan melangkah ke ruang makan.
Leo dan Rose lalu menuju ke ruang makan untuk makan siang bersama.
Sonya menuangkan jus untuk mereka berdua.
"Nona, silakan di minum!"
"Baik, Bi."jawab Rose dengan sopan.
"Tuan, semua pesanan Anda sudah di sediakan," ucap Sonya pada majikannya itu.
"Hm.....baiklah, aku sudah tau," jawab Leo.
"Ada apa, Leo?" tanya Rose yang merasa penasaran.
"Aku menyuruh Sonya menyiapkan semua kebutuhan kamu. Jadi kalau kau kekurangan sesuatu Sonya sudah sediakan," jawab Leo.
"Bukanlah kemaren banyak yang sudah kau beli? Jangan membeli lagi," kata Rose.
"Tidak ada apa-apa, itu semua untukmu," jawab Leo.
"Lain kali jangan belikan apa-apa lagi," kata Rose.
"Baiklah, makan dulu!" Jawab Leo.
Di sisi lain Joice yang merasa histeris dan tidak bisa tenang di beri obat suntik untuk penenang..
__ADS_1
"Dokter, katakan aja! apakah dia bisa mengalami kesehatan yang sangat buruk?" Tanya Edward.
"Pasien sangat terpukul, harus selalu di beri obat penenang. dia mengalami mimpi buruk akan sangat sulit untuk tidur jika tanpa obat," jelas Dokter.
"Tolong melakukan yang terbaik untuk istriku, Dokter!" pinta Edward pada Dokter itu.
"Akan saya lakukan! permisi!" jawab Dokter dengan ramah dan melangkah keluar.
"Joice, nasibmu yang malang. kau dipermalukan di hadapanku. dan aku hanya bisa diam dan tidak bisa menolongmu. aku di paksa melihatmu di gilir oleh enam pria itu, aku juga merasa sangat sakit hati. tapi tak berdaya. aku tidak berguna," batin Edward.
"Bagaimana caranya aku bisa membalas semuanya, semua perbuatan Leo terhadap diri kita, dia telah menjatuhkan nama baik keluarga kita dan aku pasti tidak akan tinggal diam. dan terakhirnya wanita itu juga membunuh keturunan kita. Lucas, walau kau sudah tidak ada, papa yakin kau pasti menderita di sana, jangan pikirkan lagi. berdamailah di sana. tiba saatnya Leo Downson pasti akan mendapatkan balasannya," batin Edward.
Malam hari.
Mansion Leo.
Setelah selesai makan Leo dan Rose mandi bersama. mereka berada di kamar mandi dan sudah tanpa pakaian. dua insan bercinta di bawah air shower. Rose berdiri menyandar ke tembok kamar mandi sementara Leo memainkan tubuh istrinya dengan penuh na*su. Leo mencium buah dada rose yang polos dan kenyal itu.
Sentuhan demi sentuhan yang di lakukan oleh Leo, Rose pasrah membiarkan tubuhnya dijelajahi oleh calon suaminya itu.
Tidak lama kemudian Leo membuka kaki serta mengangkat sebelah kaki Rose dan memasukan pusakanya ke dalam vagi.na Rose sedalam-dalamnya. ia bergerak maju mundur tanpa berhenti..rasa nikmat yang di rasakan olehnya membuatnya melakukannya berulang kali.
Setelah mencapai puncak kenikmatan yang luar biasa Leo masih belum menghentikan aksinya. ia mengendong Rose dan menidurkan di atas kasur. Leo membuka kaki wanita itu dan mulai memasukan pusakanya ke liang yang sangat sempit dan membuatnya nikmat itu.
"Aahh...," erangan Rose yang menarik sprei. ia merasakan betapa kuatnya pria itu sehingga membuatnya tidak berdaya.
Bagian kewanita.annya di kuasai oleh Leo yang melakukan gesekan demi gesekan tanpa berhenti.
"Maaf, aku tidak bisa menahan diri," ucap Leo pada Rose dan sambil melakukan gesekan tanpa.berhenti.
Setelah dua jam kemudian.
"Leo, sudah bisa hentikan!"pinta Rose yang merasakan hentakan pusaka Leo di bagian kewanita.an nya.
"Aku masih belum puas, aku ingin meminta setiap malam kau memberikan padaku!"
"Setiap malam? bukankah kau ingin aku cepat mati ya! aku sudah kewalahan selama dua jam apa lagi harus setiap malam," jawab Rose.
Gerakan Leo semakin cepat karena mencapai puncak kenikmatan untuk kesekian kalinya.
"Sudah cukup!" pinta Rose yang menahan tubuh calon suaminya itu.
Walau sudah mencapai puncak akan tetapi Leo masih bergerak maju mundur di bawah sana.
"Kenapa bergerak lagi?" tanya Rose yang ingin bangkit akan tetapi ia di tekan oleh Leo.
"Apa kau merasakan bahwa senjataku masih mengeras?" jawab Leo yang masih bergerak maju mundur di bawah sana.
__ADS_1
"Kau sangat mesum. aku kewalahan," ucap Rose pada pria itu.
Setelah beberapa menit kemudian Leo menghentikan aksinya. ia merasa sangat puas dengan tubuh Rose yang selalu memberi dia rasa nikmat yang luar biasa.
"Apa kau sudah puas?" tanya Rose yang berbaring lelah di atas kasur.
"Iya, aku sangat puas denganmu, anak harimauku merasa sangat puas dengan mahkotamu itu,"jawab Leo dengan berbisik di telingannya.
"Dasar mesum," ujar Rose.
"Kalau tidak mesum mana mungkin aku bisa merasakan kepuasan darimu."jawab Leo dengan mengoda.
"Sudah! cepat keluarkan" pinta Rose.
"Dia masih betah di dalam sana," jawab Leo dengan senyum.
"Aku mau mandi dan tidur."
"Mari kita mandi bersama!"ujar Leo yang mengeluarkan pusakanya.
Keesokan harinya.
Rose yang baru bangun tidak berleluasa untuk bergerak.
"Aargh...." jeritan Rose yang merasa sakit pada pinggangnya.
"Rose, selamat pagi. apa kamu baik-baik saja?" tanya Leo yang baru bangun.
"Pinggangku sakit karenamu," jawab Rose.
"Bagaimana kalau aku memijat pinggangmu?"
"Tidak usah,"jawab Rose yang ingin bangkit dari tempat tidurnya.
"Kau mau ke mana?"
"Aku ingin mandi dan cuci muka."
"Mari kita mandi bersama!"ajak Leo yang mengendong Rose menuju ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi mereka bersarapan bersama.
"Habiskan sop ini!" kata Leo yang memberikan sop walet kepada Rose.
"Sop ini sangat mahal, apa kau sering memasaknya?"
"Dulu jarang, tapi aku pesan Sonya harus sering kali memasaknya untukmu, kau harus sering meminumnya!" jawab Leo yang sambil menyantap makanan.
__ADS_1
"Iya, aku akan menghabiskan walet yang harganya tidak murah," kata Rose.
"Itu memang khusus untukmu, sayang," ucap Leo dengan senyum.