Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Kembali Ke New York


__ADS_3

James yang menerima pukulan keras dari Leo langsung tersungkur ke atas tanah.


Anggota James yang hanya sisa beberapa orang tidak berdaya menolong bos mereka, mereka hanya bisa diam dan melihat.


"Leo Downson, apakah kau yang meledakan Hotel dan Casino ku?" tanya James yang sedang lap darah yang keluar dari mulutnya.


"Benar, bukan hanya itu saja. club malam milikmu itu juga bagian dari rencanaku, untuk menghancurkanmu secara perlahan. Kane dan Button tewas di tempat mu, ini sudah nasib mereka. sehingga anggotanya datang menyerangmu," kata Leo yang menyimpan kembali senjatanya.


"Aku adalah bos mafia di sini, kau tidak bisa membunuhku, Leo Downson. mereka akan mengincarmu ke mana pun kau pergi," kecam James yang berusaha berdiri.


"Mengincarku? kau ingin mengancamku dengan mengunakan mereka? mereka saja sudah tidak berdaya untuk melindungimu."


"Apa maksudmu?"


"Seluruh anggotaku telah mengepung mereka, hidup atau mati hanya mereka yang tahu," ketus Leo.


"Bawa dia pergi!" perintah Leo.


"Baik, Tuan," jawab Ric dan Kian dengan serentak.


"Jangan sentuh aku!" bentak James yang ingin melayangkan pukulan ke arah Kian, akan tetapi ia langsung mendapat balasan dari Kian yang menahan tangannya dengan kasar sehingga membuat pria itu mengerang kesakitan.


"Aarrghh..."


"Mari kita pergi!" ajak Leo.


Sesaat kemudian Leo bersama Rose dan anggotanya meninggalkan kediaman James.


Mereka menuju ke sebuah tempat, tempat itu adalah sungai yang di mana tempat Rose melompat di saat itu.

__ADS_1


James diikat tangannya dari belakang, dan ditarik dengan kasar oleh Kian dan Ric berjalan berdiri di tepi sungai.


"Lepaskan aku! Leo Downson, lawan aku kalau kau berani!" ketus James dengan sengaja.


"Aku tidak berminat bermain denganmu lagi, James Curt. aku hanya ingin segera membalas atas perbuatanmu sehingga menyebabkan istri aku harus menderita dan hampir tewas," ketus Leo.


"Lakukan!" perintah Leo pada Kian dan Ric


Kian dan Ric lalu melempar bos mafia itu ke dalam air sungai yang tenang tanpa arus.


Plung...


Byur. .


"Uhuk...uhuk...uhuk...keluarkan aku dari air!" teriak James yang dalam kondisi hampir tenggelam, tangannya diikat sehingga ia tidak mampu berenang atau menyelamatkan diri. dirinya berusaha ingin keluar dari air akan tetapi tetap gagal.


"James Curt, selamat untukmu! karena kau akan menjadi santapan buaya," ucap Leo yang melihat ke arah sisi lain yang di mana seekor buaya sedang menghampiri musuhnya itu.


"Aarrghhh...." teriakan James yang ketakutan melihat buaya besar itu yang semakin dekat jaraknya. ia merasa cemas dan takut dan semakin kehilangan nafas akibat tubuhnya yang semakin tenggelam.


Tidak lama kemudian hewan berkaki empat itu langsung membuka mulutnya untuk menyantap mangsanya itu.


James berteriak sesaat kemudian ia di bawa pergi oleh hewan itu entah ke mana.


Saat buaya itu menyantap James, Leo memeluk istrinya dengan erat.


"Aku sangat beruntung di saat itu, karena tidak menjadi santapan buaya itu," ucap Rose yang berada dalam pelukan suaminya.


"Istriku adalah orang yang baik, jadi tidak mungkin buaya itu akan mengincarmu. kamu juga di lindungi oleh yang di atas,"kata Leo.

__ADS_1


"Leo, mari kita tinggalkan Carlifornia dan kembali ke tempat tinggal kita yang sudah menjadi tempat kenangan indah bagi kita," pinta Rose yang melepaskan pelukannya.


"Marilah kita berkemas dan tinggalkan tempat ini!"


"Iya," jawab Rose yang merasa gembira.


Setelah siap berkemas Leo bersama Rose, Kian dan Ric langsung berangkat ke new york. mereka tidak menunda lagi karena Rose memang ingin segera meninggalkan carlifornia.


Saat di penerbangan Rose ketiduran dengan menyandarkan kepalanya ke lengan suaminya. sementara Leo menggengam erat istrinya itu selama berada di dalam pesawat.


"Tidak ku sangka selama di carlifornia terjadi banyak masalah yang hampir memisahkan kami," batin Leo.


Setelah beberapa jam penerbangan akhirnya mereka tiba ke kediaman di new york.


Saat pintu di buka oleh pelayan rumah, Rose yang merasa bahagia langsung berlari masuk ke dalam ruang tamu dan menghempaskan diri di sofa.


"Akhirnya kita kembali ke sini, aku merasa sangat nyaman di rumah ini," ucapnya yang duduk menyandarkan diri.


Leo tersenyum saat melihat Rose yang sedang tertawa dengan gembira, dan kemudian duduk disamping istrinya.


"Selamat kembali Tuan dan Nyonya," ucap Sonya dan pelayan rumahnya dengan serentak.


"Sonya, selama kami tidak berada di sini, apakah ada terjadi sesuatu?" tanya Leo.


"Tidak ada, Tuan, semuanya baik-baik saja," jawab Sonya dengan sopan.


"Siapkan makan malam! kami ingin istirahat sebentar!"ujar Leo yang bangkit dari tempat duduknya.


"Mari sayang! kita pergi tidur sebentar!" ajak Leo yang memegang tangan istrinya dan berjalan menuju ke kamar.

__ADS_1


"Akhirnya mereka bersatu kembali setelah terjadi banyak hal, mudah-mudahan tidak ada musuh lain lagi yang muncul " batin Sonya.


__ADS_2