Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Caci Maki Dan Hujatan.


__ADS_3

"Pergi dari sini atau mati di tanganku!" kecaman Ric yang mengancam dengan pistolnya.


"Kalau kalian berani menyentuh nona Florencia kalian akan tahu akibatnya, bos kami tidak akan tinggal diam!" Ketus Ric yang menarik lengan mereka keluar dari kurungan Rose.


Mereka bertiga hanya bisa keluar dari tempat itu dengan pasrah. ketua petugas terluka di wajahnya dan di papah oleh dua bawahannya pergi meninggalkan tempat kurungan Rose.


"Ric, apa bos mu yang menyuruhmu ke sini?"tanya Rose pada salah satu pengawal Leo.


"Nona Florencia, maaf. saya terlambat sehingga mereka mencari masalah dengan Anda!" ucap Ric dengan sopan.


"Tidak apa-apa, jangan berminta maaf. kamu sudah membantuku sejak dia bebas. bagaimana dengan Leo?"


"Nona, kedatanganku hari ini adalah ingin menyampaikan sesuatu," ujar Ric.


"Menyampaikan sesuatu?"


"Iya, besok Anda akan di bebaskan, tuan sudah mengurus semuanya. dan anggota bos akan menjemput Anda besok," jawab Ric.


"Besok aku akan bebas?apa benar yang kamu katakan?" tanya Rose dengan bersemangat.


"Benar, Nona. besok Anda akan di bebaskan," jawab Ric dengan sopan.


"Di mana Leo?"


"Bos, besok harus berangkat ke itali untuk mengurus sesuatu di sana. jadi, besok bos akan mengirim anggotanya untuk menjemput nona pulang ke kediamannya."


"Terima kasih," ucap Rose dengan senyum.


"Sama-sama," jawab Ric yang melangkah pergi.


Rose merasa gembira akhirnya bisa di bebaskan dari penjara.


"Akhirnya aku bebas, dia tidak membohongiku, karena dia adalah penyelamat ku, maka aku akan sangat berterima kasih padanya. Leo Downson, aku tidak tahu siapa dirimu, tapi aku tidak akan ragu untuk setia denganmu," ucap Rose yang kembali duduk di ranjangnya.


Keesokan harinya.


Petugas wanita datang membukakan pintu jeruji besi itu karena sudah saatnya membebaskan tahanan 3788.


"Rose Florencia, kamu sudah bebas," ucap petugas wanita itu yang melangkah masuk ke dalam kurungan Rose.


"Baiklah," jawab Rose yang sudah berganti pakaian dan berkemas. Ia membawa semua pakaian pemberian Leo yang sebelumnya.


Rose melangkah keluar dari kurungannya dan di ikuti oleh petugas wanita.


Ia mengingat kembali masa lalunya yang begitu menyedihkan sehingga harus meringkus ke dalam penjara.


"Akhirnya aku keluar dari neraka ini, hidupku hancur di masa lalu hanya karena keluargaku yang bermata duitan menjualku kepada pria busuk itu. dan tidak menyangka di saat aku buntu seorang pria asing yang membantu ku untuk bebas dari tempat ini, walau awalnya aku tidak suka dengannya karena sifatnya yang memaksa. akan tetapi setidaknya dia menunjukan kejujurannya padaku. lebih baik aku setia terhadap pria yang seperti dia. dari pada aku menikah dengan pria kaya yang adalah baj*ngan seperti Lucas," batin Rose


Saat Rose melangkah keluar dia di sambut oleh puluhan pria berjas hitam yang berdiri di luar sana.

__ADS_1


"Nona Florencia, selamat Anda sudah bebas," ucap mereka dengan serentak.


Rose merasa hampir tidak percaya jika dirinya di sambut oleh puluhan pria berjas hitam dengan hormat.


Salah satu pria itu menghampiri Rose dengan bersikap sopan.


"Nona Florencia, selamat untuk Anda, kami datang untuk menjemputmu pulang," ucap pria itu dengan sopan.


"Pulang ke mana?"tanya Rose yang merasa heran.


"Pulang ke rumah bos kami, silakan!" jawab pria itu dengan sopan.


"Terima kasih," ucap Rose yang melangkah ke arah mobil mewah yang sudah menunggunya dari tadi.


Rose merasa gembira akhirnya memiliki kesempatan untuk melihat dunia luar lagi.


Bandara.


Leo berada dalam pesawat pribadinya sambil menunggu kabar dari anak buahnya yang sedang menjemput Rose pulang ke rumah.


Tidak lama kemudian ia mendapat panggilan dari salah satu anggotanya.


"Hallo."


"Bos, nona Florencia sudah aman, dan kami sudah hampir sampai ke rumah Anda," jawab anggotanya yang di seberang sana.


"Baguslah, ingat di saat aku tidak ada, lindungi dia dengan baik, di saat Rose keluar kalian semua harus ikut dengan dia. jangan sampai ada yang melukainya. dan aku tidak ingin Rose kehilangan sehelai rambutnya!" perintah Leo dengan tegas.


Tidak lama kemudian Leo memutuskan panggilannya.


"Mari kita berangkat!" perintah Leo pada anggotanya yang menjadi pilot.


Sesaat kemudian Leo berangkat setelah mendapat info bahwa Rose sudah bebas dan menuju ke rumahnya.


"Rose Florencia, tunggu aku pulang! aku pasti pulang," batin Leo.


Mansion Leo.


Rose di sambut dengan begitu ramah saat menginjak masuk ke dalam rumah oleh semua pelayan di sana.


"Nona, selamat datang. jika butuh sesuatu katakan saja!"ucap pelayan dengan sopan.


"Panggil namaku saja! dan jangan begitu sopan denganku, aku tidak terbiasa," kata Rose yang merasa segan


"Nona, Anda adalah calon nyonya kami. jadi, sudah seharusnya kami menjaga Anda, katakan saja apa yang Anda butuh. Kami akan menyediakan kebutuhan Anda," ujar Sonya dengan bersikap ramah.


"Bibi, terima kasih," ucap Rose dengan sopan.


"Nona, bisa memanggilku, Sonya."

__ADS_1


"Lebih aku memanggilmu bibi, Karena usia mu lebih tua dariku," jawab Rose.


"Baik," jawab Sonya dengan sopan.


"Mari saya tunjukan kamar tuan!"ajak Sonya yang berjalan menuju ke kamar Leo.


Klek.


Sonya melangkah masuk sambil memegang tas milik Rose dan meletakkan di atas kasur.


"Ini adalah kamar tuan, mulai hari ini nona gunakan saja kamar ini!".


"Terima kasih, Bibi. Bibi, kapan Leo akan pulang?"


"Tuan ada urusan di itali, mungkin tidak secepat itu dia bisa pulang," jawab Sonya dengan sopan.


"Iya, aku mengerti. terima kasih."


"Nona, silakan mandi dan istirahatlah. saat makan siang nanti saya akan memanggil Anda," kata Sonya.


"Baik, Bi."


"Permisi."


Sesaat kemudian Sonya keluar dari kamar.


Rose melihat sekeliling kamar dan duduk di ujung kasur. walau merasa asing akan tetapi ia masih merasa lebih nyaman berada di rumah itu.


"Rose Florencia, mulai hari ini kau harus melepaskan masa lalu mu yang kelam itu. mulai hidup baru dengan pria yang baru kamu kenal. walau hingga sekarang aku masih belum tahu siapa identitas pria itu, akan tetapi dia memberiku kenyamanan," batin Rose.


Rose melangkah masuk ke kamar mandi yang super mewah, yang di mana air telah di sediakan di bathub.


Rose melepaskan semua pakaiannya dan berendam ke dalam air. ia menenggelamkan diri selama beberapa saat.


"Rose Florencia, cuci semua masa lalu yang tidak bahagia. cuci semua kenangan yang hanya memberi luka yang mendalam, masa lalu adalah keluargamu dan juga keluarga dari suamimu. mereka hanya masa lalu yang sudah tidak berguna," batin Rose.


Di sisi lain Edward merasa kesal dan marah besar setelah mendengar berita tentang pembebasan menantunya itu, para jaksa mengumumkan telah melakukan kelalaian atas hukuman yang mereka putuskan untuk Rose Florencia. dan berminta maaf pada pihak yang bersangkutan. tentu saja berita ini mengemparkan semua orang. pihak jaksa dan hakim harus menerima caci maki dan hujatan yang tiada henti bagi kalangan masyarakat.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Terima kasih kepada readers yang setia ikuti karya author selama iniπŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–.


Harap dukungan dari teman-teman untuk memberi rating bintang lima untuk karya ini, agar Author bisa bersemangat lagi untuk menulis cerita selanjutnya.


Rating tiba-tiba menurun menjadi 4.6. setiap hari author berusaha untuk up walau sedang sibuk dengan pindahan rumah. jika ada saran dan kritikan yang sopan dan menghargai silakan berkomentar, terima kasihπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™.


Bisa jangan berikan rating bila merasa bosan dan jangan menjatuhkan sebuah karya yang di tulis dengan tidak mudah. author mengetik bukan dengan jari yang asal ketik dan tanpa memikirkan alurnya.


Bagi yang merasa bosan bisa di skip tidak apa-apa, terima kasih telah mampirπŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–.

__ADS_1


Terima kasih pada semua readers yang selalu hadir di komentar, maaf Author tidak bisa membalas satu-persatu😘😘😘😘😘.


Harap dukungan untuk memberi bintang 5. untuk menaikan rating karya ini. agar authornya semangat up lagi anak harimaunyaπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³


__ADS_2