Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Utusan James


__ADS_3

"Dokter Leony, apakah kau tertarik pada suamiku? sehingga sengaja mencari kesalahanku?" tanya Rose dengan terus terang.


"Bukan seperti yang kamu katakan," jawabnya yang membantah.


"Walau teman juga harus jaga jarak, karena Leo sudah menikah."


"Siapa yang mengatakan aku tertarik padanya."


"Lebih baik kalau tidak ada," jawab Rose dengan tegas.


Loney yang merasa kesal lalu ia melangkah pergi meninggalkan kamar itu.


"Setelah Mancy dan Jenice datang lagi seorang Loney, aku harus berhadapan dengan semua wanita yang tertarik padanya," gumam Rose.


"Leo, Leo, daya tarikmu sangat luar biasa dan juga membuatku semakin banyak musuh saja," ucap Rose yang duduk di tepi ranjang.


Setelah beberapa menit kemudian Kian dan Ric melangkah masuk ke dalam.


"Nyonya, bagaimana jika aku mengantar nyonya pulang dulu?" tanya Kian yang berdiri di samping Rose yang sedang duduk di tepi ranjang.


"Aku masih ingin di sini," jawab Rose yang sedang memegang telapak tangan suaminya


"Kian, apakah aman jika Leo harus inap di sini? siapa yang menyerang kita siang tadi?" tanya Rose yang menoleh ke pengawal suaminya itu.


"Untuk saat ini masih belum tahu, kami akan menyelidikinya," jawab Kian dengan sopan.


"Aku hanya khawatir jika mereka bisa tahu kita di sini," ujar Rose yang menatap suaminya.


"Nyonya, kami akan berjaga di depan, dan kami juga sudah menghubungi anggota lain untuk melindungi kita dari jarak jauh, agar tidak menarik perhatian," kata Ric yang berdiri di ujung ranjang.


"Baiklah, terima kasih untuk kalian. tanpa kalian berdua aku juga tidak tahu harus bagaimana," ucap Rose yang bangkit dari tempat duduknya.


"Nyonya, melindungi bos adalah tugas kami, ini sudah wajib," jawab Kian.


"Kian, Ric, berikan aku senjata untuk berjaga-jaga!"


"Nyonya, gunakan senjataku saja! kami akan berjaga di luar," ujar Kian.


"Baiklah, hati-hati," jawab Rose.


Hotel dan casino carlifornia.


"Tuan, anak buah kita gagal," kata anggota James yang berdiri di pintu masuk ruangan judi.


"Sudah ku duga tidak akan berhasil, jika kita berhasil maka dia bukan Leo Downson lagi," ucap James dengan santai sambil bermain kartu poker.


"James, anak buah mu tewas dan kau bisa begitu santai, aku salut denganmu," ujar Kane yang sedang bermain dengan James dan lainnnya.

__ADS_1


"Hanya tewas beberapa orang bagi James tidak masalah sama sekali," kata Button.


"Hahahahah...iya benar, karena jumlah anggotanya tidak sedikit. mereka yang gagal itu hanya sebagai uji coba saja untuk mengikuti Leo Downson," ujar Kane.


"Rocy, apa kalian tahu di mana dia berada?"tanya James.


"Tuan, dia di larikan ke rumah sakit."


"Ke rumah sakit? apa dia terluka?" tanya James yang penasaran.


"Tidak, hanya saja tiba-tiba pingsan, istrinya dan dua pengawalnya membawa dia ke rumah sakit."


"Kalau begitu permainan ini sangat menyenangkan," ucap James dengan senyum dan meneguk minumannya.


"James, dia masih belum sadarkan diri, bukankah ini kesempatan terbaik untuk membunuhnya?" tanya Button.


"Kirim orang ke sana!" perintah James pada anak buahnya itu.


"Baik, Tuan," jawab Rocy.


"Tenang saja! kali ini rencana mu pasti berhasil, dia sudah tidak sadar, jadi yang lain juga hanya bisa bertekuk lutut padamu," ujar Button dengan yakin.


"Sebenarnya sangat tidak menyenangkan menyerang di saat dia sedang dalam kondisi lemah, aku penasaran apakah dia jatuh sakit?"


James, bukankah bagus kalau dia jatuh sakit?" tanya Kane.


Malam hari.


Rose masih setia duduk di samping suaminya yang masih belum sadarkan diri.


"Leo, cepat bangun! aku ada di sampingmu jangan membuat ku cemas dan takut. aku hanya ingin kamu bangun dan kita pulang ke rumah menjalani hidup yang bahagia. aku juga tidak butuh bulan madu atau pun yang lain. asalkan kita saling mencintai maka di mana pun kita berada rasanya juga sama seperti bulan madu. jangan tidur begitu lama, cukup sampai besok saja!" ucap Rose yang menyentuh dahi suaminya.


Sementara di luar datanglah beberapa orang asing yang berpenampilan biasa sedang melangkah masuk ke dalam rumah sakit.


Anggota Leo berjaga di setiap sisi dan tidak di ketahui oleh siapapun, mereka melakukan penyamaran sebagai pasien, pengunjung, dan cleaning service. sehingga membuat beberapa pria asing yang adalah utusan James tidak menyadarinya. sebagian anggota Leo berjaga di jarak yang tidak jauh dari kamar bos mereka.


Utusan James memiliki senjata masing-masing di balik jaket yang mereka pakai.


"Sasaran muncul," ucap salah satu anggota Leo yang menyamar sebagai cleaning service.


Semua anggota Leo yang mendapat info dari temannya langsung mulai bergerak mengikuti lawan mereka.


Sementara Kian dan Ric masih tetap berdiri di depan pintu kamar sambil memegang senjata mereka.


Dor...dor...dor...dor...dor....


Tembakan yang terdengar dari sisi lain.

__ADS_1


"Sasaran sudah bertindak," kata Ric yang mendengar suara tembakan.


"Lindungi bos dan nyonya!" perintah Kian yang melangkah pergi.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...


Tembakan yang di lakukan utusan James yang sedang terjadi baku tembak dengan anggota Leo.


"Aauuhkkk," jeritan anggota Leo yang terkena tembakan.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...


Tembakan anggota Leo yang datang dari sisi lain mengenai lawannya.


"Aarrghhkk...." teriakan utusan James yang tumbang satu-persatu.


Di sisi lain Rose yang mendengar suara tembakan dia pun bersiap menghampiri pintu kamarnya, ia mengunci dari dalam kemudian mundur beberapa langkah ke belakang.


"Siapa saja yang masuk aku hancurkan kepala kalian,"gumam Rose yang menodong pistolnya ke arah pintu.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...


Tembakan yang terjadi di luar kamar, Ric sedang terjadi baku tembak dengan mereka. mendengar suara tembakan yang dari luar Rose memberanikan diri untuk bersiap berhadapan dengan siapa pun dari mereka.


"Leo, aku tidak akan membiarkan siapa pun yang melukaimu," ucap Rose.


Dor...dor...dor...dor...dor....


Tembakan dari Ric yang menembus tubuh anggota lawan.


"Aaarrghh...,"teriakan mereka yang kemudian tewas satu-persatu.


Utusan James bukan hanya beberapa orang akan tetapi jumlah mereka sekitar lima puluh orang.


Seluruh pasien dan dokter berlari menyelamatkan diri karena ketakutan, sementara Loney langsung keluar dari ruangannya dan menuju ke kamar Leo.


Dor...dor...dor...dor...dor....


Tembakan dari puluhan utusan James yang menewaskan beberapa anggota Leo.


"Aarrrghh...," jeritan mereka yang akhirnya tumbang tidak bernyawa.


"Ingin menghapus kami? lihat saja siapa yang mati," bentak Kian yang melepaskan tembakan ke semua arah utusan lawannya.


"Aarrghh...," teriakan mereka yang kemudian tergeletak tidak bernyawa.


"Serahkan Leo Downson! aku tahu dia ada di sini!" bentak sejumlah anggota James yang menembak ke arah Ric dan anggota Leo lainnya

__ADS_1


Dor...dor...dor...dor...dor......


__ADS_2