Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Berangkat Ke Jerman


__ADS_3

Setelah beberapa bulan kemudian.


Setelah James tewas Leo dan Rose menjalani hidup yang tenang dan bahagia, tanpa ada gangguan dari siapa pun. Leo sering menghabiskan waktu bersama istri tercintanya, makan bersama, berolah raga setiap hari dan melakukan aktivitas lainnya. karena permintaan sang istri Leo pun jarang ikut campur urusan mafia. selama ini Kian dan Ric yang mewakili bosnya itu mengendalikan urusan markas dan semua anggota Tiger. sementara Emil mengurus perusahaan milik Leo.


"Leo, mari makan siang dulu!" panggil Rose yang menghidangkan beberapa menu makanan sehat untuk suaminya.


"Baik, istriku," jawab Leo yang menghampiri istrinya.


"Kenapa kamu tidak menyuruh Sonya saja yang melakukannya?" tanya Leo yang duduk bersama dengan istrinya.


"Nyonya ingin memasak sendiri untuk, Tuan," sambung Sonya yang meletakan dua gelas jus ke atas meja makan.


"Selama ini nyonya ingin menjaga makan Anda, oleh karena itu nyonya melarangku memasak," ucap Sonya dengan sopan.


"Rose, terima kasih. atas perhatianmu," ucap Leo dengan senyum mesra.


"Ini sudah menjadi tanggung jawabku untuk menjagamu," jawab Rose yang mengambilkan lauk ke piring suaminya.


"Yang penting kamu ingat saja, jangan sentuh minuman keras lagi!" ujar Rose.


"Aku sudah lama tidak menyentuh minuman keras, semua makan dan minumku kamu yang mengaturnya untukku, aku harus bisa menurut kata istriku agar tidak membuatmu khawatir," jawab Leo dengan senyum.


"Suami yang menurut," ucap Rose dengan merasa bahagia.


"Karena aku sudah berjanji tidak mengecewakanmu," kata Leo sambil menyantap makanannya.


"Lusa kita ke jerman, sudah saatnya kamu melakukan pengecekan kesehatanmu!"


"Aku akan menyuruh Emil memesan tiket, sekaligus kita mencari tempat tinggal yang tenang di sana," ujar Leo.


"Benarkah? kita akan tinggal di sana?"tanya Rose dengan berharap.

__ADS_1


"Iya, dan aku juga berencana ingin mendirikan perusahaan di jerman, setelah membeli rumah maka aku akan melanjutkan bisnisku di sana."


"Aku akan membantumu!"


"Dengan bantuan istriku, hidupku pasti semakin lancar," ucap Leo yang mencium wajah istrinya.


2 hari kemudian.


Leo dan Rose berangkat ke jerman, saat tiba di sana mereka menuju ke rumah sakit menemui Profesor Dokter Hamith Jackson.


"Tidak ku sangka sudah beberapa bulan kita tidak bertemu, dan kini saya melihat wajah Anda sangat berseri. kelihatannya Anda dirawat dengan baik,"ucap Profesor Dokter Hamith Jackson dengan senyum dan menatap Rose.


"Semua ini karena jasa istriku yang selalu saja merawatku dengan baik," jawab Leo dengan senyum bahagia.


"Hahahaha..bagus, selalu seperti itu, maka kondisi kesehatan Anda tidak akan menurun dan akan tetap sehat. hanya saja jangan lupa, usahakan jangan terluka lagi. di saat dulu, luka Anda tidak terinfeksi itu karena suatu keberuntungan, dan keberuntungan tidak selalu dipihak kita. jadi, saya berharap jaga tubuh Anda dengan baik!"


"Saya mengerti," jawab Leo dengan senyum.


"Congenital Insesivity to Pain with Anhidrosis adalah sebuah penyakit yang tidak akan sembuh, kita hanya bisa mencegah agar tidak semakin parah, dengan cara menjaga pola makan, jangan terluka dan rutin melakukan pemeriksaan seluruh tubuh. serta jangan lupa minum obat!" jawab Profesor Dokter Hamith.


"Profesor Dokter Hamith, apakah dengan kondisi seperti saya tidak akan bisa memiliki anak? karena anak saya akan mengidap penyakit yang sama?"


"Tuan Downson, penyakit ini adalah penyakit keturunan, jika Anda memiliki anak maka mereka juga akan menderita seperti Anda. banyak pasien saya memilih tidak ingin memiliki anak karena tidak ingin anak mereka seperti mereka yang harus menderita dan selalu saja hidup tertekan," jelas Profesor Dokter Hamith.


"Ini tidak masalah bagi kami, karena kami bisa adopsi, dan sama juga sudah seperti anak kami," ujar Rose yang menenangkan suaminya itu.


Leo tersenyum saat mendengar ucapan istrinya itu, karena dirinya merasa bersalah terhadap wanita yang paling dia cintai karena tidak bisa memberi keturunan.


"Tuan Downson, memiliki istri yang baik adalah hal yang sangat membahagiakan, semoga kondisi Anda sehat-sehat selalu," ucap Profesor Dokter Hamith.


"Terima kasih, Dokter. kami akan datang lagi bulan depan," ucap Leo yang bangkit dari tempat duduknya bersama Rose.

__ADS_1


"Baik, sampai jumpa bulan depan," balasan ucapan Profesor Dokter Hamith.


Setelah beberapa menit kemudian Leo dan Rose meninggalkan rumah sakit dan mencari rumah mewah yang ada di jerman. mereka ingin tinggal di suasana yang baru dan juga sangat mudah untuk menemui Profesor Dokter Hamith jika ada terjadi sesuatu yang mendadak.


"Leo, apakah kita akan kembali ke new york?" tanya Rose.


"Untuk saat ini belum ada rencana, aku merasa nyaman di sini, dan aku berharap kita bisa hidup bahagia di sini," ucap Leo.


"Leo, kita akan bahagia selamanya, di mana pun kita berada kita tetap akan bahagia," kata Rose dengan senyum.


"Rose, terima kasih, karena menemaniku. aku berjanji padamu aku akan setia selamanya," ucap Leo yang memeluk istrinya.


"Aku percaya padamu, sayang. kita akan sama-sama menghadapi segala rintangan di masa depan kita, apapun yang terjadi aku akan selalu di sisimu," ujar Rose dengan senyum.


"Aku mencintaimu, Istriku," ucap Leo yang mencium bibir istrinya," ucap Leo.


Setelah kembali ke Jerman Leo lebih memilih bersama istrinya dan sudah jarang bahkan tidak pernah ke markas lagi. walau tidak bisa mundur tapi Leo bisa tidak ikut campur dalam urusan mafia jika bukan masalah berat.


Jerman adalah pilihan Leo dan istri tercintanya untuk menjalani hidup mereka dengan bahagia.



Tamat.


Terima kasih teman-teman yang selama ini selalu saja mendukung karya ini sehingga tamat. selama proses menulis selalu saja ada yang ingin menjatuhkan karya ini. dan beruntung saya memiliki banyak teman setia yang ikuti cerita saya dan membantu memberi rating lima sehingga rating karya ini kembali seperti semulaπŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’.


Love sekebon jeruk🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊


Perkenalkan karya terbaru. terima kasih kepada teman-teman yang sudah mampirπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_1


__ADS_2