Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Kiriman Untuk Edward


__ADS_3

"Nikmat apanya sakit sekali, keluarkan anak harimau jelek itu!" bentak Rose yang sedang menahan sakit.


Leo yang merasa basah di bawah sana ia pun melihat ke bagian kewani.taan Rose yang pusakanya sedang menancap di sana. ia melihat cairan merah yang keluar dan mengenai spreinya.


"Apa kamu datang bulan?" tanya Leo dengan heran.


"Dasar psikopat tidak berguna, siapa yang datang bulan. ini malam pertamaku kau ambil dengan paksa," bentak Rose yang merasa kesal dan ingin mendorong tubuh pria itu akan tetapi ia tidak berdaya, tubuhnya di tindih oleh tubuh yang besar itu.


"Malam pertama? kau sudah menikah dua tahun dengan Lucas Hamilton tapi kau masih perawan?"


"Bukan urusanmu, cepat keluarkan anak harimau jahanam mu itu," ketus Rose dengan kesal.


"Ha-ha-ha-ha...," suara tawa Leo dengan sambil mencium bibir Rose.


"Kenapa kau tertawa?" tanya Rose dengan kesal.


"Bukankah ini keburuntungan anak harimauku? selama ini dia belum pernah tersentuh, dan untuk pertama kali melakukannya langsung mendapatkan perawan. aku yakin malam ini dia pasti akan tidur dengan nyenyak," kata Leo yang melakukan gesekan dengan perlahan.


Saat Leo mengerakkan pusakanya Rose lagi-lagi mengerang kesakitan. pusaka pria itu menguasai vagi.na Rose dengan sepenuhnya. ia mendorong sedalam-dalamnya dan bergerak bebas di dalam sana.


"Sakit...aarrghh...," erang Rose dengan memegang ke lengan Leo dengan erat. karena genggaman yang kuat, kuku Rose melukai lengan pria itu.


Leo menikmati setiap gesekan yang di lakukannya. merasakan sempitnya vagi.na wanita itu membuat Leo melakukan gesekan tanpa berhenti sambil mencium bibir Rosem


"Gigit pundakku kalau kau sakit! aku akan melakukannya dengan perlahan," kata Leo yang mencium leher wanita itu.


Saat gesekan demi gesekan yang dia rasakan karena merasa sakit. Rose mengigit pundak pria itu sehingga terluka.


"Tidak ku sangka malam pertamaku direnggut oleh psikopat ini. mungkin saja hidupku juga tidak akan sebaik yang dia janjikan. lagi pula pria ini hanya menginginkan kenikmatan dan bukan cinta yang berasal dari hati," batin Rose.


"Aku pasrah saja, kecewa juga tidak gunanya, lagi pula aku adalah tahanan seumur hidup di sini. aku harus bersabar dan bertahan selama melayaninya. satu bulan setelah itu dia sudah keluar dan kami tidak akan bertemu lagi. aku hanya di jadikan pemuasnya di ranjang penjara,"batin Rose.


Leo melakukan pergerakan tanpa berhenti sehingga darah yang keluar dari vagi.na wanita itu semakin banyak. gesekan yang di lakukan oleh Leo semakin lama semakin cepat sehingga membuat Rose semakin kesakitan dan mengigit pundak pria itu dengan semakin kuat.


"Rose Florencia..." ucap Leo yang berbisik di telinga Rose sambil menikmati liang sempit di bawahnya itu.


Sesaat kemudian Leo mencapai puncak kenikmatan yang dia inginkan. setelah menikmati vagi.ga Rose ia masih melakukan gesekan dengan perlahan, karena melihat Rose sedang kesakitan sehingga mengeluarkan air mata, ia pun menghentikan gerakannya dan mengecup dahi wanita itu. walau sebenarnya dia masih sangat ingin mengulanginya.


"Terima kasih, Rose Florencia. kau sangat memuaskan ku. mulai hari ini aku ingin kau tinggal bersamaku dan melayaniku setiap kali aku menginginkannya!" ujar Leo dengan berbisik telinga Rose.

__ADS_1


"Cepat keluarkan!" bentak Rose yang ingin bangkit akan tetapi ia masih di tindih pria itu.


"Jangan bergerak dulu! milikku masih belum keluar, dan kau akan semakin terluka," kata Leo.


"Cepat keluarkan!" bentak Rose.


"Dia masih betah di dalam sana, apakah kau tahu ini untuk pertama kali aku merasakan seorang tubuh wanita," ujar Leo dengan mencium wajah Rose


"Tolong keluarkan! sakit sekali!" pinta Rose yang merasa lemas karena merasa sakit selama melakukan hubungan itu.


Leo mengeluarkan pusakanya yang masih mengeras itu. dan kemudian melihat bercak darah dan benihnya yang banyak telah mengotori spreinya.


Ia mengambil handuk melilit tubuh bagian bawahnya dan mengendong Rose ke kamar mandi..


Leo dan Rose mandi bersama di malam itu. setelah selesai mandi Leo menganti sprei yang baru dan kemudian menidurkan Rose ke atas ranjangnya. Rose yang merasa sakit hanya berbaring diam dan memejamkan matanya.


Leo mencium wajah wanita itu dengan senyum karena merasa sangat puas dengan apa yang dia dapatkan dari Rose Florencia.


Mansion Hamilton.


Edward menerima paket yang di kirimkan oleh Leo dari penjara.


"Apa isi dalamnya? kenapa bisa begitu besar peti kayunya?" tanya Jorce.


"Mungkin tidak perlu membukanya!" kata Jorce.


"Buka saja! tidak perlu takut! aku mengupah sepuluh orang untuk membunuhnya tapi bisa gagal juga," ketus Edward dengan kesal.


Edward membuka peti dan melihat isi dalamnya. saat sepasang suami istri melihat isi dalam peti itu mereka pun langsung terdiam.


"Aarrgghh...." teriakan Jorce dan kemudian tidak sadarkan diri.


Edward yang melihat semua organ-organ yang di dalam peti itu ia merasa jijik dan muntah.


Woak...woak...woak....woak...woak...


Malam hari


Penjara pria

__ADS_1


Emil mengantar makanan lezat yang ia beli dari luar. empat hidangan mewah dari ikan, daging, udang dan sayur di letakkan di atas meja.


"Pakaian yang ku pesan apakah ada kau bawa?" tanya Leo.


"Tuan, ini pakaiannya," jawab Emil yang menyerahkan pakaian wanita kepada atasannya itu.


"Hm...kau boleh pergi!" titah Leo yang menerima 3 set pakaian itu.


"Baik, Tuan. permisi!" jawab Emil yang melangkah pergi.


Leo menghampiri Rose yang masih ketiduran.


"Rose, makan dulu! sudah malam!" panggil Leo yang berbisik di telinga wanita itu


Mendengar suara panggilan Rose membuka matanya dan melihat pria itu sedang tersenyum dengannya.


Lalu ia bangkit dari tempat tidurnya dengan posisi duduk.


"Ssstt....," keluhan Rose yang masih merasa sakit di bagian intinya.


"Apa kamu masih sakit?"


"Pertanyaan bodoh," ketus Rose.


"Biarkan aku mengendongmu," kata Leo yang mengendong Rose.


"Mau ke mana lagi?"


"Makan malam," jawab Leo yang mendudukan Rose ke kursi dengan pelan.


"Kenapa makanan sini bisa begitu mewah? dan...tempat ini kenapa bisa begitu mewah?" tanya Rose yang melihat lauk itu dan fasilitas sekelilingnya.


"Semua ini aku meminta mereka siapkan untukku. kurungan yang tidak ada fasilitas mewah tidak sesuai untuk ku sama sekali," jawab Leo yang mengambilkan lauk untuk Rose.


"Kau menyogok mereka?".


"Asal ada uang pasti merubah semuanya," jawab Leo.


"Lalu, kenapa kau bisa di penjara jika uang bisa merubah segalanya?"

__ADS_1


"Seharusnya aku di hukum seumur hidup dan bukan lima tahun. hukum lima tahun hanya nama saja. yang sebenarnya adalah aku masih hidup mewah di sini. dan aku lalui hidupku dengan bebas," jawab Leo.


"Hal yang ku janjikan padamu akan ku tepati, kau tenang saja," ucap Leo.


__ADS_2