
"Apa kamu hanya akan menunggu kedatangan dia?" tanya Rose.
"Aku berharap dia akan muncul dan di saat itu aku sangat ingin berhadapan dengannya," jawab Leo yang mengosok bagian punggung Rose.
Keesokan harinya.
"Bibi, aku mau keluar sebentar, ingin belanja sesuatu. apa bibi ada pesanan?" tanya Rose yang melangkah ke dapur.
"Nona, belum ada. semua bahan masih lengkap. jangan lupa membawa mereka untuk melindungimu, Nona," jawab Sonya dengan sopan.
"Baiklah, Bi. aku pergi dulu ya! jika Leo pulang tolong beritahu dia aku keluar sebentar!"
"Baik, Nona. berhati-hati di jalan, di luar sana terdapat banyak musuh tuan," ucap Sonya dengan ramah.
"Bibi, jangan khawatir! lihatlah anting-anting yang ku pakai! ini sudah di pasang alat oleh Leo. jika aku dalam bahaya dia akan segera tahu di mana aku berada," jawab Rose dengan menunjukan anting itu pada Sonya.
"Baguslah kalau begitu, tuan sangat teliti," kata Sonya dengan senyum.
"Bibi, kalau begitu aku keluar dulu, hari ini kebetulan aku libur kerja. makanya aku ingin membeli sesuatu," kata Rose yang melangkah pergi.
"Ingat pulang makan siang, Nona," ucap Sonya
"Iya, Bi," jawab Rose.
Rose di temani oleh beberapa pengawal andalannya. mobil yang di naiki Rose di bawa oleh salah satu pengawal utusan dari Leo. sementara pengawal yang lainnya mengikuti dari belakang dengan mobil mereka.
Mobil Rose ingin melalui simpang jalan besar itu, saat belum tiba ke lampu merah terdapat beberapa mobil yang melewati mobil mereka dan berhenti di hadapannya. pengawal Rose terpaksa menghentikan mobilnya karena ada halangan dari depan jalan mereka.
"Nona, berhati-hati! musuh kita bertindak di saat bos tidak ada di sini," ucap pengawal yang mengeluarkan pistolnya.
Pengawal Rose yang ikuti dari belakang mereka juga turun dari mobil dan menodong senjata ke arah orang yang menghadang jalan mereka itu.
"Apakah mereka adalah anggota Sandez?" tanya Rose dengan bersikap tenang.
"Benar, Nona," jawab pengawalnya.
"Bukankah ini adalah kesempatan untuk mengetahui di mana pengecut itu berada," ujar Rose yang lalu turun dari mobilnya dengan santai dan tanpa merasa cemas.
"Semuanya jangan bergerak!" kecam anggota Sandez yang jumlahnya lebih banyak.
"Apa yang kalian inginkan?" tanya Rose pada mereka semua.
"Nona Rose Florencia, silakan ikut kami pergi! dan kami tidak akan melukaimu!"
__ADS_1
"Ingin membawa nona pergi? langkah mayat kami dulu!" bentak pengawal yang melindungi Rose
"Apakah tuan Sandez ingin bertemu denganku?"tanya Rose dengan senyum..
"Iya, tuan kami ingin bertemu denganmu," jawab anggota Sandez.
"Baiklah, aku dengan senang hati ikut dengan kalian," jawab Rose dengan merapikan rambut panjangnya.
"Nona," ucap pengawalnya yang ingin menghentikan langkah Rose.
"Tidak apa-apa, terkadang aku harus mencoba produk baru agar tidak bosan, jika tuan Sandez adalah pria tampan maka anggap saja aku sedang cuci mata, dan kalau tuan Sandez adalah pria tua maka anggap saja aku sedang melihat barang tua dan usang," jawab Rose dengan santainya melangkah ke mobil anggota Sandez.
"Biarkan mereka pergi! aku akan bertemu dengan bos kalian," perintah Rose pada anggota Sandez
"Mari kita pergi! orang yang kita inginkan sudah berada di tangan kita!" perintah salah satu anggota Sandez pada temannya yang lain.
Sesaat kemudian mereka pergi meninggalkan semua anggota Leo yang hanya bisa pasrah
"Bagaimana kita jelaskan ke bos bahwa nona di bawa pergi begitu saja?"
"Mari kita pulang dan laporkan kepada bos!"
Semua pengawal Rose pergi meninggalkan jalan besar itu dan kembali menjumpai bos mereka.
Sandez berdiri di jendela dan sedang menunggu kedatangan Rose Florencia, tidak lama kemudian mobil anggotanya tiba dan berhenti di depan rumahnya.
Saat itu mata Sandez berfokus pada seorang wanita cantik dan berpenampilan sederhana keluar dari mobilnya. walau Rose hanya mengenakan celana panjang hitam berbahan jeans dan baju merah berlengan panjang dan berbahan rajut, akan tetapi sangat elegan di padankan dengan tubuh Rose yang ramping serta paras yang cantik dan menawan.
"Menarik...wanita Tiger akhirnya jatuh ke tanganku," ucap Sandez dengan senyum.
Anggota Sandez membawa Rose melangkah masuk ke dalam rumah pria itu. saat itu Sandez berjalan menuju ke ruang tamu yang di mana anggotanya dan Rose sedang menuju ke arahnya.
"Selamat datang, Nona Rose Florencia," ucap Sandez dengan senyum.
"Tuan Sandez, kelihatannya sudah mengenalku, untuk apa membawaku ke sini?" tanya Rose dengan senyum.
"Ingin memahami seorang wanita yang ku taksir tentu saja harus menyelidiki semua tentang dirinya, agar aku bisa lebih memahami Anda terlebih dahulu," jawab Sandez dengan terkagum-kagum dengan kecantikan wanita yang berada di hadapannya.
"Tuan Sandez, Anda begitu perhatian padaku, kelihatannya kita bisa berteman baik," kata Rose yang ingin bersalaman dengan Sandez
"Selamat datang ke rumahku, Nona cantik," ucap Sandez yang mencium tangan Rose dengan mesra.
"Dengan senang hati, tuan Sandez," balas ucapan Rose dengan senyum mengoda
__ADS_1
"Apa tujuan Anda membawaku ke sini? apakah ini bisa di katakan adalah penculikan?"
"Bukan penculikan melainkan mengundang nona datang ke sini, suatu kebanggaan ku karena bisa bertemu denganmu," jawab Sandez dengan tatapan yang mesra.
"Sekarang aku sudah berada di sini, dan apakah bisa memberitahuku apa yang kamu inginkan? apakah aku akan di jadikan sebagai sandra untuk menangkap Leo Downson seperti saat di restoran?"
"Tentu saja tidak, mana mungkin aku begitu tega menjadikanmu sebagai sandra," jawab Sandez.
"Lalu, apa yang kamu ingin pria tampan?" tanya Rose yang menghampiri Sandez
"Yang ku inginkan adalah dirimu," jawab Sandez yang berbisik ke telinga Rose.
"Kau tahu aku adalah wanita Leo Downson, bukankah ini hanya akan menjadi masalah besar?"
"Aku tidak peduli, karena aku sangat menyukai wanita menawan sepertimu," jawab Sandez yang mencium rambut Rose yang panjang dan harum.
"Aku tahu yang kamu inginkan adalah tubuhku, bukankah begitu, Tuan Sandez?" tanya Rose dengan berbisik.
"Tubuhmu yang ramping dan wajahmu yang menawan, tidak ada pria yang bisa menolakmu," ucap Sandez dengan menarik pinggang Rose.
"Kau ingin janda sepertiku melayanimu?"
"Kau adalah janda yang paling menawan dan istimewa," ucap Sandez dengan berbisik di telinga Rose.
Di sisi lain Leo sedang mendengar semua percakapan antara Rose dan Sandez. ia merasa kepanasan karena lagi-lagi wanita itu sedang mengulurkan waktu dengan cara mengoda musuhnya.
"Cepat siapkan senjata kalian! aku ingin memutuskan burung pria itu! perintah Leo yang sedang mengisi peluru sambil emosi.
"Dasar Rose Downson, kau sangat nakal sekali, bisa saja kau mengoda pria itu," gumam Leo.
"Aku merasa lapar, aku ingin makan sesuatu yang lezat agar bisa melayani mu malam ini," kata Rose yang di seberang sana dan di dengar oleh Leo dan anggota lainnya.
"Apa aku beruntung bisa menikmatimu?" tanya Sandez.
"Tentu saja bisa, aku merasa penasaran apakah kamu lebih hebat dari Leo atau kalah darinya."
"Apakah dia hebat soal ranjang?"
"Dia bagaikan burung gereja yang tidak berdaya, lemah dan tidak memuaskan," jawab Rose yang di dengar oleh Leo dan juga anggotanya.
Dalam seketika Raut wajah Leo berubah menjadi gelap, sementara Kian dan anggota lainnya hanya bisa menahan tawa.
"Rose Downson, walau kau sengaja ingin mendapatkan kepercayaan pria itu, kau tidak perlu mengatakan kalau aku adalah burung gereja," batin Leo
__ADS_1