Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Promo Karya Baru


__ADS_3



Pelabuhan.


Sejumlah pekerja sedang memuat barang ke kapal dengan diawasi oleh beberapa pria bersenjata.


Seorang pria yang berpenampilan rapi adalah bos mereka sedang berdiri di sana melihat semua pekerjanya sedang melakukan tugas mereka masing-masing.


Pria itu berparas tampan dan berpostur tinggi, berpenampilan rapi. kemeja hitam, berdasi polka dan juga jas luaran berwarna putih.


"Bos, semua barang telah dimuat, dan sudah waktunya berangkat," ucap salah satu anggotanya.


"Berangkat dan jangan sampai ada kelalaian! seperti biasa, kalau ada yang mencurigakan segera buang ke laut!" perintah bos mereka.


"Siap, Bos," jawab anggotanya yang kemudian meninggalkan pelabuhan.


"Mari kita pergi!" titah bos besarnya.


"Baik, Bos," jawab anggotanya.


Vic Andrianez adalah seorang pengusaha yang menjalani bisnis gelap, dari obat-obatan terlarang dan narkotika. ia juga memiliki perusahaan terkenal yang memiliki bisnis di eropa dan asia. namanya cukup terkenal di kalangan bisnis. akan tetapi tidak ada satu pun yang tahu bahwa dirinya masih memiliki bisnis lain di belakangnya.


Di saat Vic Andrianez dan anggotanya menghampiri mobilnya mereka didatangi oleh sekelompok pria berbaju hitam yang memiliki senjata.


Sekelompok bersenjata itu yang tidak lain adalah para mafia yang juga pesaing bisnis dan wilayah dengan Vic Andrianez.


"Vic Andrianez, hebat sekali, memuat barang di wilayah orang, kelihatannya kamu semakin berani saja," kata pemimpin kelompok itu.


"Siapa yang mengatakan bahwa wilayah ini milikmu? apakah di sini ada tertulis namamu?" tanya Vic yang bersikap tenang.

__ADS_1


"Tapi wilayah ini tidak ada menulis namamu juga."


"Datang ke sini tanpa diundang, jangan berharap kalian bisa keluar hidup-hidup," kecam Vic.


"Jumlah kami sebanyak lima puluh orang, sementara anggotamu hanya tidak seberapa. apakah kamu yakin bisa lolos dari tangan kami? kami akan membuatmu bertekuk lutut."


"Belum tentu kalian yang akan menang, tidak perlu menyombongkan diri," ucap Vic sambil menjentik jarinya sebagai kode.


Tidak lama kemudian ratusan anggota bersenjata yang muncul dari setiap sisi pelabuhan mengepung sebanyak lima puluh orang yang datang tanpa diundang.


Mereka yang melihat keramaian anggota Vic menjadi terdiam dan tidak berkutik.


"Bos, silakan perintah!" ucap anggotanya dengan serentak.


"Tenggelamkan mereka!" perintah Vic yang kemudian memasuki mobilnya tanpa ingin basa basi.


"Siap," jawab mereka dengan serentak.


"Lepaskan kami!"


"Jangan!"


"Tolong...maafkan kami!"


Teriakan mereka yang tidak sanggup melawan dan hanya bisa pasrah. malam itu mereka semua harus ditenggelamkan oleh ratusan anggota Vic.


Perjalanan.


"Bos, kelompok Naga Hitam sering kali mencari masalah dengan kita, apakah kita tidak membalas?" tanya anggotanya yang sedang menyetir.


"Tugas ini serahkan saja kepada William! hancurkan kelompok yang meresahkan itu! aku tidak ingin mendengar nama mereka lagi!" perintah Vic.

__ADS_1


"Baik, Bos,"jawab anggotanya.


Di sisi lain terjadi kericuhan di sebuah super market. seorang gadis berusaha melawan beberapa orang pria yang ingin menangkapnya tidak tahu karena alasan apa.


Gadis itu melempar semua barang yang di pajangan ke arah pria yang ingin menangkapnya.


"Dasar ******, jangan berharap kau bisa lolos," bentak salah satu dari mereka


"Jangan mengejarku terus, kenapa kalian tidak mengincar dia saja. kenapa aku yang jadi sasaran kalian," bentak gadis itu sambil melempar semua pajangan.


"Grace Florencia, ibumu yang menyuruh kami tagih hutang denganmu, kalau bukan kamu siapa lagi yang kami cari."


"Dia yang berjudi kenapa aku yang harus bayar?" bentak Grace.


"Karena kamu adalah anaknya."


"Aku tidak mau, aku tidak ada uang. lagi pula kenapa bosmu bisa begitu bodoh dan meminjamkan uang kepadanya. kalian sudah tahu kalau dia berjudi seribu kali hanya menang dua kali, dan kalah sembilan ratus sembilan puluh delapan kali," ketus Grace.


"Jangan mencari alasan lagi, cepat bayar!"


"Aku tidak ada uang, walau kau mengincarku juga tidak ada gunanya," bentak Grace.


Barang super market itu berserakan dan banyak yang hancur akibat ulah Grace yang sedang dalam usaha menyelamatkan dirinya.


"Tangkap dia!" peritah bos penagih hutang itu.


Grace langsung berlari keluar meninggalkan super market itu, ia mempercepatkan langkah untuk menjauhi mereka yang jumlahnya sekitar supuluh orang.


"Gila sekali, hanya mengincarku saja harus sepuluh orang, dasar ibu durhaka, menjadikan ku sebagai pelunas hutangnya. sangat tidak masuk akal," ketus Grace sambil berlari.


Grace yang dikejar oleh sepuluh pria itu ia menuju ke jalan lampu lalu lintas. terdapat banyak kendaraan yang berhenti di sana.

__ADS_1


__ADS_2