Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Rose Mengetahui Penyakit Leo


__ADS_3

"Nama baik keluarga Florencia juga sudah tercemar, apa lagi yang bisa kau lakukan selain bersembunyi di dalam rumah? Kakak, bukankah orang tua mu begitu sayang padamu? tapi kenapa kau begitu tidak berguna menjadi anak laki-laki yang tidak bisa apa-apa?" tanya Rose dengan mengejek.


"Rose Florencia, jangan karena kau akan menikah dengan pria kaya maka kau sudah bisa menghina Tommy," bentak Claudia dengan nada ketus.


"Rose Florencia, kau jangan lupa diri! dan ingat saja satu hal! mungkin pria kaya yang akan menikah denganmu hanya menginginkan tubuh mu, setelah dia bosan maka dia pasti meninggalkanmu dan juga menikah lagi dengan wanita lain. jadi di saat itu kau nikmati saja kehilangan semuanya, dan jangan pernah kembali ke rumah sini. karena rumah ini tidak ada ruang untukmu," kata Tommy dengan mengejek.


"Memangnya kapan keluarga ini menerimaku? walau aku yang bekerja dari sejak kecil tapi di rumah ini aku menjadi pembantu dan juga penghasil uang untuk kalian makan sekeluarga, dirimu sangat tidak berguna sehingga tidak bisa melakukan apapun. seperti sekarang kau hanya makan dan tidur saja. apakah ini adalah anak laki-laki kebanggaan keluarga Florencia? sungguh memalukan sekali," ucap Rose dengan tertawa.


"Pergi! jangan pernah menginjak kakimu ke rumah ini lagi," bentak Claudia.


"Mamaku yang baik, berharap sajalah pada putramu yang tidak berupaya ini. karena aku juga tidak akan ke sini lagi untuk seumur hidupku,"ujar Rose dengan kesal.


"Kau jangan lupa asal asul mu dari mana, nasi yang kau makan dan air yang kau minum semua dari di sini di saat kau masih kecil," ketus Claudia.


"Kau sudah salah besar, iya, memang aku makan di sini. tapi aku bekerja bukan tidak melakukan apapun, jadi, yang ku makan adalah hasil kerjaku bukan dari kalian. justru kalian yang makan hasil dari pencarianku, tapi tidak apa-apa, anggap saja aku bekerja untuk membantu meringankan beban kalian. lagi pula setidaknya aku tidak seperti seseorang yang tidak bisa melakukan apapun, dan hanya bisa makan dan tidur dengan santai," ketus Rose yang menyindir.


Tidak lama kemudian Kian Florencia kembali ke rumahnya.


"Kian, kau lihatlah anak durhaka ini! baru pulang saja sudah menghina Tommy," kata Claudia yang menghampiri suaminya itu.


"Rose Florencia, untuk apa lagi kau pulang?" tanya Kian dengan tatapan sinis.


"Jangan cemas! aku bukannya mau tinggal di sini, aku hanya datang untuk menyampaikan saja aku akan menikah bulan depan. kalian tidak juga perlu datang. karena di daftar pihak pengantin tanpa terdaftar nama kalian, tidak memiliki orang tua ataupun keluarga. jadi, walau kalian datang hanya sebagai orang luar dan tidak memiliki status apapun," kata Rose dengan menyindir.


"Kau semakin kurang ajar, kau jangan lupa namamu mengunakan nama keluargaku," bentak Kian.


"Hanya sebuah nama saja, bukan berarti apa-apa. aku bisa menghapus nama Florencia dan menganti nama lain," jawab Rose.


"Pergi dari sini dan jangan pernah muncul di hadapan kami lagi!" bentak Kian dengan kesal.


"Aku akan segera pergi dan mulai saat ini kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. cukup selama puluhan tahun aku menjadi pembantu seperti orang bodoh. kini aku sudah memiliki kehidupanku sendiri," ketus Rose yang melangkah pergi meninggalkan keluarganya itu


"Dia semakin sombong setelah berkenalan dengan pria kaya," bentak Claudia.

__ADS_1


Rose pergi dengan mobilnya yang dikendarai oleh supirnya.


"Selamat tinggal keluarga Florencia yang selama ini hanya menganggapku sebagai mesin mencari uang, tidak ada kasih sayang di sana, tidak ada cinta, tidak ada perhatian sama sekali, di mata mereka hanya Tommy saja anak mereka. jangan salahkan aku memutuskan hubungan dengan kalian, selama aku di penjara kalian juga tidak menunjukan rasa simpati padaku. kalian datang hanya demi meminta uang. aku tidak akan meneteskan air mata untuk kalian yang tidak punya hati," batin Rose.


Setelah beberapa saat kemudian Rose tiba di depan rumahnya. saat ia turun dari mobil ia berlari masuk ke dalam rumah.


"Leo...." panggil Rose yang menghampiri Leo yang sedang duduk di ruang tamu.


"Rose...." balas Leo yang bangkit dari tempat duduknya.


Rose berlari ke arah calon suaminya itu dan memeluknya dengan erat.


"Rose, ada apa denganmu? apa kamu menangis?" tanya Leo yang memeluk calon istrinya itu


"Tidak, aku tidak menangis. aku baru pulang dari keluarga Florencia dan aku sudah memutuskan hubungan dengan mereka."


"Apa kamu sudah yakin dengan apa yang kamu lakukan?"


"Leo, walau dalam tubuhku mengalir darah mereka, tapi bagi mereka aku bukan siapa-siapa. mereka tidak peduli di saat aku menghadapi masalah. mereka juga tidak peduli. dan untuk apa lagi aku harus mengakui mereka?"


"Leo," sebut Rose yang melepaskan pelukannya.


"Iya, katakan saja apa yang kamu inginkan?"


"Aku sudah menghapus nama keluargaku, namaku bukan lagi Florencia," jawab Rose


"Tidak masalah, kau adalah istriku, dan namamu akan menjadi Rose Donwson," jawab Leo dengan mengecup dahi Rose.


"Rose Downson?"


"Benar, karena kamu sudah menjadi milikku, jadi namamu harus berubah menjadi Rose Downson," jawab Leo dengan senyum.


"Iya, aku akan mengunakan nama Rose Downson," ucap Rose dengan senyum.

__ADS_1


"Rose, ada yang ingin ku katakan padamu," kata Leo.


"Ada apa?"


"Aku tidak tahu apa reaksimu setelah mengetahui semua tentangku."


"Apa ada yang kamu sembunyikan dariku?"tanya Rose dengan heran.


"Iya, ada."


"Apa itu?"


"Rose, aku tidak mau kamu marah mengenai dua hal yang ada hubungan denganku."


"Leo Downson, kau jangan mengatakan padaku bahwa kau masih memiliki seorang istri ataupun kekasih selain Jenice?" tanya Rose dengan tegas.


"Tentu saja tidak, wanita yang bersamaku hanya kamu seorang diri, tidak ada wanita lain lagi," ujar Leo.


"Kalau begitu tidak apa-apa, asal jangan ada hubungan dengan wanita saja maka aku masih bisa menerimanya," jawab Rose yang bernafas lega.


"Aku bukan tipe pria yang suka makan daging sembarang di luar, Rose."


"Kalau begitu katakan saja! ada apa?"


"Aku mengidap suatu penyakit," jawab Leo.


"Apakah yang kamu maksudkan itu adalah sejenis penyakit yang membuat kamu tidak merasa sakit walau kamu terluka?"


"Rose, bagaimana kamu bisa mengetahuinya?"tanya Leo dengan heran.


"Congenital Insensivity to Pain with Anhidrosis adalah penyakit turun menurun, kau adalah pria yang selalu bersamaku, mana mungkin aku tidak mengetahuinya," jawab Rose.


"Rose, kau memahami penyakit ini?"

__ADS_1


"Dulu aku memiliki seorang teman dia adalah seorang dokter, aku pernah melihatnya menangani pasiennya yang menghidap penyakit ini," jawab Rose.


"Rose, sejak kapan kau mengetahui aku mengidap penyakit ini?"


__ADS_2