Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Rencana Pembalasan


__ADS_3

Setelah sadar Leo tanpa menunda langsung kembali ke carlifornia untuk mencari istrinya, ia merasa khawatir karena istrinya telah hilang selama setengah tahun, rasa cemas dan takut kehilangan pun melanda dirinya.


Carlifornia..


Rose yang sedang ingin menuju ke cafee tempat dia bekerja, ia melihat beberapa pria yang keluar dari mobil mewah dan melangkah masuk ke cefee dengan di temani oleh beberapa anak buahnya.


Saat Rose melihat salah satu pria berjas hitam itu ia langsung memalingkan wajahnya dan menjauh jarak dari lokasi cafee.


"Kenapa mereka ada di sini? siapa pria yang berambut panjang itu?" gumam Rose.


Orang yang dia lihat yang tidak lain adalah James Crut, Rose tidak mengenal musuh suaminya itu, ia hanya mengenal salah satu anak buah James yang sebelumnya ingin menangkap dirinya sehingga ia harus melompat ke sungai.


Karena tidak ingin dikenali ia pun terpaksa memilih pergi dan tidak masuk kerja. ia juga tidak ingin melibatkan pemilik cafee yang telah menyelamatkan dia.


James dan beberapa anggotanya duduk menikmati minuman.


"Semua utusan kita pergi dan tidak kembali, hingga kini tidak ada kabar dari mereka," kata Diber yang duduk bersama dengan James.


"Kalau mereka gagal lagi, aku merasa penasaran apakah anggota lawan sangat tangguh sehingga bos mereka yang masih belum sadarkan diri juga tidak bisa di kalahkan," ucap James yang penasaran.


"Tuan, saya sudah mengirim orang untuk mencari tahu kabar mereka."


Rose yang berada di tempat lain ia mengirim pesan singkat pada bosnya itu.


"Micheal, salah satu pria yang di cafee itu adalah pembunuh yang ingin menangkapku."


Pesanan singkat dari Rose yang kirim ke bosnya itu.


"Kelihatannya aku tidak bisa lagi tinggal di sana, kalau mereka melihatku dan masih mengenalku ini akan melibatkan Micheal. apakah pria berambut panjang itu adalah bosnya? tidak tahu apakah mereka sudah mengetahui keberadaan Leo atau belum?" batin Rose.


Setelah melakukan perjalanan selama beberapa jam Leo tiba ke carlifornia ia langsung kembali ke kediamannya. saat Leo menginjak masuk ke dalam rumahnya yang belum sempat ia membawa istrinya ke sana, ia merasa kecewa dan sedih. ia merindukan sesosok wanita yang paling dia cintai.


"Tuan" sambut seorang pria yang tak lain adalah Emil.


"Hm...." jawab Leo dengan cuek.

__ADS_1


"Tuan, ini gelang yang ditemukan oleh anggota kita setengah tahun yang lalu," ujar Emil yang menyerahkan gelang kepada atasannya itu.


Leo mengambil gelang milik istrinya dengan tatapan berkaca-kaca. ia merindukan masa-masa di saat bersama dengan istrinya di meksiko.


"Apa kamu menyukainya?"


"Iya, aku menyukainya. tolong pakaikan ke tanganku."


"Aku memilih yang ini!"


"Kalau kau suka maka kita beli yang ini."


"Rose, apa kau masih hidup? aku tidak menyangka di saat itu kau harus menghadapi situasi yang bahaya ini," batin Leo


"Masih belum ada kabarnya?" tanya Leo sambil melihat gelang yang ada di dalam telapak tangannya.


"Belum, Tuan," jawab Emil dengan suara rendah.


"Ric, Kian, beritahu aku semua kejadian saat itu!" perintah Leo pada anggotanya itu. karena saat di jerman ia belum sempat bertanya pada anggotanya karena musuh yang datang menyerangnya.


"Bos, saat itu kita di rumah sakit, lawan mengirim banyak anggota menyerang ke rumah sakit. walau kami dan nyonya sudah mengalahkan mereka. akan tetapi mereka masih berdatangan dan mengejar kami saat kami ingin membawa bos keluar dari rumah sakit," jelas Ric.


"Setelah kami tiba ke depan hutan sana, kami di kepung. nyonya rela mengikuti mereka pergi dan meminta mereka membiarkan ku pergi. sehingga aku bisa lolos dan kembali ke sini. dan aku yakin nyonya pasti memilih melompat ke sungai agar tidak jatuh ke tangan mereka untuk mengancam bos," jelas Ric.


"Dia seorang istri yang rela mengorbankan diri demi suaminya, jika dia tidak memilih jalan ini dia masih bisa menjalani hidup dengan baik," ucap Leo yang mengengam erat gelang istrinya.


"Bos, mereka sudah melakukan pencarian di sepanjang sungai itu dan juga hutan yang bersangkutan dengan sungai. selama setengah tahun hasilnya masih nihil. dan pencarian juga sampai ke laut dan tidak mendapati sembarang petunjuk di sana," kata Kian.


"Selama ini apakah kalian sudah pernah mencari di new york? atau pun dalam kota ini?"tanya Leo yang sedang duduk bersandar.


"Belum pernah!" jawab Kian dan Ric dengan serentak.


"Mulai hari ini cari di setiap sisi kota ini, aku yakin istriku masih hidup, dia adalah wanita yang kuat dan tidak ada yang bisa membuatnya jatuh. aku percaya padanya. selagi tidak menemukan jasadnya ini tandanya dia masih hidup," ucap Leo dengan yakin.


"Emil, apakah Sonya mendapatkan panggilan dari Rose?" tanya Leo yang menatap ke arah asistennya.

__ADS_1


"Saya pernah bertanya pada Sonya, dia tidak mendapat panggilan dari siapa pun."


"Kalau dia lolos dari maut aku yakin dia masih berada di kota ini," ujar Leo.


"Bos, aku akan perintahkan anggota kita untuk mencari setiap sisi kota ini. selagi nyonya berada di sini kita pasti akan menemukan dia," jawab Ric.


"Lakukan sekarang juga! jangan lupa singgah setiap toko di setiap jalan. mungkin saja dia bekerja di salah satu toko di carlifornia demi menyambung hidupnya. dia akan mencari cara untuk membiaya hidup sendiri," perintah Leo.


"Baik, Bos," jawab Ric dan Kian.


"Kian, kirim surat kepada markas A kita, perintah mereka untuk berkumpul di sini!" perintah Leo.


"Siap, Bos. segera ku lakukan!" jawab Kian dengan menunduk.


"James Crut, giliran ku untuk membuatmu buntu," ketus Leo.


"Bos, dia lebih sering berkumpul di Hotel dan Casino Carlifornia, setiap malam dia akan bermain dengan Button dan Kane," kata Ric.


"Sembunyikan kepulanganku! dia memiliki saham di Hotel dan Casino Carlifornia, kita hancurkan dari udara!"


"Maksud bos ingin melempar bom? bukankah suara helikopter akan menarik perhatian mereka?" tanya. Ric.


"Biarkan saja! lakukan sekali saja! gunakan dua helikopter dan robohkan Hotel dan Casino Carlifornia, bisnis casino adalah bisnis utamanya!" perintah Leo.


"Kami akan bertindak malam ini, dan sekarang kami akan bersiap," jawab Ric dan Kian dengan serentak. setelah beberapa saat kemudian mereka meninggalkan kediaman Leo.


"Tuan, kenapa kita tidak membunuhnya secara langsung?" tanya Emil dengan penasaran.


"Untuk saat ini yang ku utamakan adalah keberadaan Rose, mengenai membalas dendam aku ingin mengunakan cara lain, dia pasti akan menggila di saat bisnis utamanya mengalami kerusakan, Hotel dan Casino Carlifornia akan membuat dia marah besar dan mengalami kerugian yang mencapai puluhan miliaran dollar," jelas Leo.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Terima kasih atas like dan komentar dukungan dan bintang lima di bab sebelumnya ya teman-teman😘😘😘😘😘


Hanya dalam beberapa menit rating kembali seperti semula atas bantuan dan dukungan para teman-teman yang selalu setia ikuti karya-karya sayaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—.

__ADS_1


Terima kasih sekali lagi atas komentar yang mendukung karya tersebut😍😍😍😍😘😘😘😘😘😘


β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️you....


__ADS_2