Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Rose Di Paksa Melayani Leo


__ADS_3

Ketua petugas lalu menuju ke kamar tempat Rose di rawat.


Klek.


"3788, silakan ikut aku!" perintah ketua petugas itu.


"Kita mau ke mana?" tanya Rose.


"Leo ingin bertemu denganmu, cepat pergi ke sana!"


Rose yang sudah paham niat Leo yang ingin bertemu dengannya. ia pun langsung menolak perintah ketua petugas itu.


"Aku tidak mau ke sana!" kata Rose dengan tegas.


"Permintaan Leo tidak ada yang bisa menolaknya, kau harus pergi walau kau tidak mau," ujar ketua petugas itu sambil menarik lengan Rose dengan kasar dan berjalan keluar dari kamarnya.


"Lepaskan aku! aku tidak mau pergi ke sana!" bentak Rose yang sambil melawan dan kemudian Rose langsung meninju mata ketua petugas itu.


Bruk...


"Aarrghh...." jeritan ketua petugas itu yang kesakitan.


Rose langsung melepaskan tangan pria itu dan berlari ke arah lain. ketua petugas itu langsung mengejar langkah Rose dengan cepat.


"Jangan lari! berhenti!" teriak pria itu yang sedang mengejar Rose.


Rose mempercepatkan langkahnya untuk menjauhi ketua petugas itu.


"Tahan dia!" perintah ketua petugas ikepada petugas wanita lainnya.


Semua petugas mengejar Rose yang sedang berlari dengan cepat.


"Tahan dia!" teriak petugas wanita kepada teman lainnya yang berada di depan sana.


Mereka menghalang Rose dari depan. Rose yang ingin menyelamatkan diri ia berusaha melawan beberapa petugas wanita itu. terjadilah perkelahian di antara mereka. Rose memukul wajah dan menendang bagian perut para petugas.


Bruk...bruk...


Pukulan dan tendangan dari Rose menumbangkan beberapa petugas itu. ketua petugas pria menghampiri Rose yang sedang berlawan dengan para petugas wanita. niatnya ingin memborgol tangan tahanan 3788.


Saat tangannya ditarik oleh ketua petugas pria Rose langsung meninju sebelah matanya lagi. kini kedua mata ketua petugas pria itu bengkak dan merah.

__ADS_1


Bruk...


"Aarrghhh...,"jerit pria itu yang harus menahan sakit.


Setelah menghajar mereka, Rose berlari ke arah ujung sana dan saat dirinya ingin berlari ke arah kanan, tiba-tiba sajak ia di angkat oleh seorang pria yang bertubuh tinggi dan berbadan besar, pria tersebut yang tak lain adalah Leo.


"Turunkan aku!" perintah Rose yang berada di pundak pria yang bertubuh tinggi.


"Apa kau sudah lupa hari ini hari apa? hari ini adalah hari yang indah bagi kita," kata Leo yang sambil berjalan dan mengangkat wanita itu.


"Aku tidak mau, cepat lepaskan aku! aku tidak mau! aku lebih rela tinggal di sini seumur hidup dari pada harus serah diri padamu," teriak Rose yang sambil meronta.


Leo membawa Rose menuju ke tempat pengurungannya. di sepanjang jalan Rose berteriak akan tetapi diabaikan oleh pria itu.


Saat melangkah masuk Leo menidurkan Rose di atas ranjangnya dan langsung menindihnya.


"Lepaskan tanganku!" teriakan Rose yang posisinya sedang di bawah Leo.


"Ssstt...jangan berteriak terus, bukankah semalam sudah ku katakan, hari ini kau harus menyerahkan dirimu padaku," kata Leo yang membuka kancing baju Rose satu-persatu.


"Singkirkan tanganmu!" teriak Rose dengan nada kesal.


Leo melepaskan baju dan bra yang dikenakan oleh Rose dan melempar ke sembarang arah.


Leo langsung ******* bibir Rose dengan penuh na*su. Rose berusaha mendorong Leo akan tetapi tenaganya tidak sekuat Leo yang berbadan besar itu.


"Em...em...," jerit Rose yang mengelak ke kiri dan ke kanan.


Leo menahan wajah wanita yang berada di bawahnya sambil mencium bibirnya. tangan Leo memainkan buah dada milik Rose yang menonjol dan kenyal itu.


Rose yang dipaksa harus melayani pria itu tidak berdaya untuk melawan. tenaganya tidak sebanding dengan pria yang sedang ingin segera melahap dirinya.


Leo kemudian mencium tubuh Rose yang putih dan mulus, serta menghisap pu.ting yang berwarna pink selama beberapa menit. tangan pria itu menurun ke bawah tempat yang paling dia gemari. memasukkan jemarinya ke dalam celana dan memainkan kewani.taan milik Rose.


"Tidak....singkirkan tanganmu!" teriakan Rose yang merasakan jari-jari Leo yang menusuk ke bagian intinya.


"Cepatkan hentikan! aku tidak mau!" teriakan Rose yang berusaha meronta.


Rose tidak berdaya walau sudah berusaha sekuat tenaga, tubuhnya dikuasai oleh Leo yang hasratnya yang telah dipuncak. pria itu mencium setiap sisi lekuk tubuh wanita itu. dan kemudian melepaskan celana yang dikenakan oleh Rose


"Jangan...," teriakan Rose yang pakaian bawahnya di tanggal sehingga tak tersisa.

__ADS_1


Leo melepaskan baju dan celananya sehingga tak tersisa dan menampakan seluruh tubuhnya yang dipenuhi oleh tato. serta pusakanya yang sudah siap menembus mahkota Rose yang sedang di tindihnya.


"Tolong jangan lakukan ini padaku!" pinta Rose yang sedang menangis.


"Jangan takut! bukankah ini bukan pertama bagimu? setelah ini aku akan tetap mengeluarkanmu dari sini," ujar Leo yang membukakan ke dua kaki Rose dan mendekatkan pusakanya ke bagian inti Rose.


Rose mengeluarkan air matanya karena menyadari keperawaannnya akan di renggut oleh pria itu. ia merasakan tegangnya sejata milik Leo yang menyentuh bagian bawahnya.


"Apa kau bisa merasakannya? pusakaku ini sedang menantimu," ujar Leo yang mencium wajah Rose.


"Kau bajin.gan,"ketus Rose dengan kesal.


"Malam ini aku juga memberikan malam pertamaku padamu, seharusnya kau merasa beruntung," ucap Leo yang berbisik di telinga Rose yang sedang menangis.


"Siapa yang percaya pria yang sudah menikah masih perjaka," bentak Rose dengan kesal.


"Aku bisa membuktikan padamu, lihat ini!" kata Leo yang bangkit dan memperlihatkan pusakanya itu.


Rose yang melihat senjata pria itu merasa aneh dan cemas.


"Apa kau sudah gila ya? sehingga barangmu itu juga di tato" ketus Rose dengan kesal.


"Ini petandanya belum tersentuh, dan anak harimau ini hanya milikmu," jawab Leo dengan senyum.


"Tubuhmu ini sangat indah, aku sangat menyukaimu dari atas hingga ke bawah,"kata Leo yang mencium leher Rose.


Rose yang merasa kesal langsung mengunakan lututnya menghantam pusaka Leo.


Bruk...


"Dasar tidak waras, jangan sentuh aku! singkirkan anak harimaumu yang jelek itu," bentak Rose dengan kesal.


"Apa kau sudah puas menendangnya?" tanya Leo dengan senyum.


"Ke-kenapa kau tidak sakit?"


"Dia tidak akan merasa sakit dan hanya akan merasa nikmat saat melahapmu," ujar Leo yang memasukan pusakanya ke dalam mahkota Rose dengan sedalam-dalamnya.


Hentakan kuat yang di lakukan oleh Leo membuat Rose merasa kesakitan yang luar biasa.


"Aaarrrghh...,"teriakan Rose yang mengeluarkan air matanya.

__ADS_1


"Kenapa kau berteriak begitu kuat? apa begitu nikmat?" tanya Leo dengan mengoda.


__ADS_2